Finding Perfect Wife

Finding Perfect Wife
Eps. 93 Reaksi Alergi Obat



dr. Ammar kemudian memeriksa sekali lagi. Dan benar saja bintik-bintik merah kini jumlahnya semakin bertambah.


“Ini seperti reaksi alergi obat. Apa yang dia minum barusan ?” gumam pria itu setelah memastikannya.


Daripada berpikir apa dan bagaimana semua itu bisa terjadi maka dr. Ammar pun segera membawa Afsha turun dari mobil.


Mendengar suara mobil berhenti di depan rumah, pelayan di rumah Afsha keluar untuk memeriksa.


“Astaga, nona.” pekik Fatma saat melihat nona mudanya pingsan dan dr. Ammar menggendongnya.


dr. Ammar lalu beralih menatap Fatma.


“Bi, tolong bantu bawakan barang Afsha yang ada di mobil.”


“Apa yang terjadi pada nona, tuan ?” ucap Fatma khawatir.


“Aku juga tidak tahu, bi. Aku akan memeriksanya setelah di dalam. Tolong bantu bawakan barang Afsha.” ucapnya mengulang lagi kalimatnya karena pelayan itu belum mengambil juga tas Afsha.


“Baik, tuan.” Bi Fatma lalu segera menuju ke mobil dr. Ammar dan membawa tas Afsha.


“Disini saja.” dr. Ammar membaringkan Afsha di salah satu sofa panjang yang ada di ruang tamu, kursi yang menurutnya terdekat karena jujur ia merasa berat membopong tubuh Afsha.


Suara berisik Fatma terdengar sampai ke belakang hingga mengundang ibunya Afsha samping berjalan ke ruang tamu.


“Astaga, apa yang terjadi padanya ?” pekik wanita itu ketika sampai di ruang tamu dan melihat putrinya terbaring di sofa panjang.


Ia pun menghampiri dr. Ammar dengan tetapan menuntut karena pria itu pasti tahu apa sebabnya.


“dr. Ammar apa yang terjadi pada Afsha ? Kenapa dia pingsan ? Apakah dia sedang kambuh ?” tanya wanita itu khawatir sekali pada kondisi putrinya.


“Tidak, nyonya. Afsha sedang tidak kambuh tapi dia alergi obat. Entah apa yang dia minum sebelumnya.” dr. Ammar mencoba menjelaskan meskipun belum tahu apa penyebab pastinya.


Tiba-tiba pria itu pun teringat jika sebelumnya selama di perjalanan, Afsha tidur pulas. Dia jadi curiga.


“Apakah sebelumnya Afsha minum obat tidur atau obat yang mengandung obat tidur ?” tanyanya pada ibunya Afsha.


Wanita itu diam sebentar dan mencoba mengingat apa saja obat yang diminum oleh putrinya.


dr. Ammar kemudian kembali berpikir jika Afsha tidak minum obat tidur maka berarti dia memakan atau meminum sesuatu saat bersamanya tadi selama di rumah.


“Dia tidak makan ataupun minum sesuatu yang tidak wajar tadi saat bersamaku. Lalu apa ya kira-kira yang dikonsumsinya ?” batinnya berpikir serta kembali mengingat.


Ia kemudian teringat saat dia menunggunya agak lama tadi sebelum pulang.


“Atau jangan-jangan dia makan sesuatu atau minum sesuatu saat dia bicara dengan pelayanan di rumah ku ?” batin pria itu lagi berpikir namun segera ia tapi sekarang ada mungkin pelayannya sampai berniat ingin mencelakai Afsha.


Sepuluh menit kemudian Afsha.


“Kenapa kalian berdua menungguku di sini ? Ada apa denganku ?” ucapnya setelah bangun dan menatap pada ibu juga tunangannya di sana.


Setelah gadis itu duduk, kemudian dr. Ammar menjelaskannya. Jika dia mengkonsumsi obat tidur dan dosisnya kebanyakan.


“Apa ? Obat tidur ?” pekik Afsha terkejut dan tak mengerti arah pembicaraan mereka.


“Ya, obat tidur. Apa kau sakit atau sedikit tidak enak badan ?”


“Tidak. Aku sangat sehat dan aku tak minum obat apapun.” jawab Afsha tegas karena memang dia tak minum obat apapun.


“Jadi itu benar, dugaan ku.” batin dr. Ammar.


Afsha masih terlihat bingung terlebih saat melihat tangannya yang saat ini berbintik-bintik merah.


“Kenapa aku sebenarnya ?” batin Afsha kemudian memeriksa bagian tubuh lainnya dan ternyata sama ada bintik merah juga di sana.


“Afsha apa kau minum sesuatu atau makan sesuatu saat bertemu dengan pelayan di rumah tadi ?” tanya dr. Ammar.


“Ya, kak Cala memberiku jus kiwi. Tak ada apapun di jus itu. Lalu saat aku naik ke mobil tadi rasanya aku ngantuk berat. Apa itu-itu...” Afsha jadi punya pikiran negatif pada wanita itu.


dr. Ammar tampak menghela nafas panjang dugaannya ternyata benar.


Pria itu pun segera keluar membeli obat untuk Afsha agar reaksi alergi obat itu hilang.