Finding Perfect Wife

Finding Perfect Wife
Eps. 45 Putri Yang Hilang



Dr. Ammar masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya bahkan ia sampai membacanya ulang untuk memastikan kebenarannya.


“Afsha Cailey putri dari Abizar Cailey, pengusaha minyak dan gas di kota Doha ?” dr. Ammar membaca informasi yang tertera di koran tersebut dengan bening yang berkerut.


Ia benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. “Apa benar dia hilang ?” gumamnya ragu setelah mengingat pertemuan awalnya bersama dengan Afsha di sebuah restoran yang saat itu tidak terlihat sebagai orang yang tersesat.


“Jadi dia pasti kabur dari rumah entah kenapa.” gumamnya sangat yakin sekali. Karena tak mungkin gadis yang tersesat membawa banyak barang bawaan.


“Afsha Cailey... rupanya kau anak orang kaya yang bengal.”


dr. Ammar tersenyum simpul mengetahui fakta tersebut karena dari awal sebenarnya dia sendiri juga tidak yakin jika gadis itu merupakan seorang tunawisma dengan pakaiannya yang branded.


“Bagaimana jika aku mencoba menghubungi nomor ini ?” ia nomor yang tercantum dalam surat kabar. Namun beberapa detik setelahnya ia menjadi ragu karena belumlah jelas kenapa gadis itu kabur dari rumah. Salah-salah jika dia melaporkannya maka ia akan terkena masalah.


Karena merasa perlu menyimpan nomor tersebut maka dr. Ammar menyimpan nomor kontak person yang ia duga adalah nomor telepon ayahnya Afsha sembari memikirkan ulang akan memberitahunya atau tidak.


“Dokter ada pasien yang minta dilayani lebih dulu karena pasien ada urusan urgent, apa anda bisa ?” ucap Yusuf, asisten dr. Ammar cara mengetuk pintu dan pria itu mengizinkannya masuk.


“Ya, minta pasien itu untuk menungguku sebentar.” pria itu pun segera menutup koran yang dibacanya dan mengembalikan ke tempatnya.


Dalam kasus tertentu memang ada beberapa pasien VVIP yang meminta layanan khusus di luar jam kerja seperti itu dan hal itu sudah biasa baginya. Maka dari itu dia sering lembur, untuk melayani pasien VVIP-nya.


dr. Ammar kembali ke ruangan dan melayani pasien VVIP tadi.


Sore hari dr. Ammar pulang setelah menangani pasien terakhirnya dan hari ini ia merasa lega karena tak tak ada pasien VVIP lagi yang membuatnya harus lembur.


“Bagaimana dengan dia ?” Setibanya di rumah pikirannya langsung teringat kembali pada sosok Afsha. Bahkan ia pun belum masuk ke kamarnya untuk menaruh tasnya sudah berjalan menuju ke ruang hukuman tempat Afsha berada.


“Afsha.” panggilnya setibanya di sana dari jendela sembari mencari sosok gadis itu yang baru bangun tidur.


Dengan tenang ia menghampiri dr. Ammar.


“dr. Ammar, ada apa mencari ku ?” ucap Afsha membuat pria itu diam sejenak dan menebak siapa ganti sih ada di depannya saat ini.


“Dari cara bicara juga caranya menatapku sepertinya dia adalah.” pria itu menatap intens Afsha. “Kau Afsha ?” ucapnya yakin.


“Ya, dr. Ammar ada apa ?” Afsha mengulangi kembali pertanyaannya.


“Syukurlah kau sudah kembali ke karakter aslimu.” ucap dr. Ammar. “Jadi obat dari ku manjur untuk mu.”


Afsha seketika melihat ke bawah dan menatap obatnya ada di sana dan baru mengetahui jika dirinya meminum obat pemberian dr. Ammar.


“Apa kau sudah meminumnya ?” tanya dr. Ammar lagi yang di jawab dengan gelengan kepala Afsha. “Kau harus meminumnya jika mau cepat sembuh, nona Afsha Cailey.”


Afsha tertegun seketika mendengar perkataan pria tersebut yang mengetahui nama belakangnya.