
Di Doha, Abizar Cailey ayahnya Afsha mendapatkan kabar dari Kanit Emir jika timnya menemukan sebuah informasi tentang putrinya yang hilang.
“Ayah mau ke mana berjalan terburu-buru seperti itu ?” tanya istrinya mengejar pria itu yang berjalan sudah sampai di ujung pintu.
“Kanit Emir barusan meneleponku dan memberi kabar tentang keberadaan Afsha.”
“Benarkah ? Afsha ditemukan ?” ibu ternyata percaya sambil tersenyum lebar. “Jika begitu aku ikut denganmu, ayah.”
Kedua orang tua Afsha kemudian pergi ke kantor polisi untuk menemui Kanit Emir.
“Kanit Emir apa benar Anda telah menemukan putriku ?” tanya Abizar Cailey sesampainya di sana saat menemui Kanit.
“Tuan Abizar kemarin tim kami menemukan riwayat transaksi penarikan ATM di kota As Sani atas nama putri anda.” Kanit Emir menunjukkan daftar history penarikan uang yang didapat oleh tugasnya dari sebuah bank.
“Ya tak salah lagi ini benar putriku dan nomor rekening ini benar nomornya.” Abizar menyerahkan kembali history transaksi itu pada Kanit Emir.
“Jadi putri kami belum ditemukan ?” tanya ibunya Afsha menyala pembicaraan mereka berdua.
Kanit Emir kemudian menjelaskan jika tim nya masih melakukan penyelidikan di kota As Sani serta menunggu kabar dari timnya.
“Oh...” ayahnya Afsha terlihat menarik nafas panjang mendengar penjelasannya dan terlihat sedikit kecewa karena ia mengira putrinya sudah ditemukan, sama seperti perkiraan istrinya.
“Mohon anda lebih bersabar lagi tuan Abizar. kami akan segera memberitahu anda begitu mendapatkan informasi baru.”
“Baik, Kanit Emir. Kami tunggu kabar selanjutnya dari anda.” Abizar Cailey kemudian berpamitan keluar dari kantor Kepolisian. “Semoga saja mereka segera mendapatkan kabar dari sana.
Dua hari berlalu dan tim dari Kanit Emir kembali membawa kabar.
“Lapor Kanit Emir. Kami berhasil melacak tempat penarikan saldo di sebuah bank di kota As Sani namun setelah kami usut ternyata bukan nona Afsha Cailey yang melakukan penarikan tersebut.” salah satu Sersan yang ada di sana menjelaskannya.
“Apa ? Jadi siapa yang melakukan penarikan itu ?”
“Dua orang lelaki yang ternyata adalah seorang pencuri dan saat ini mereka sudah mendekam di sel tahanan.” lanjut Sersan Itu menjelaskan.
“Teruskan penyelidikan di sana kemungkinan besar putri dari tuan Abizar Cailey juga ada di sana.”
“Siap, Kanit Emir.” para sersan dua memberi hormat kemudian kembali menjalankan tugas mereka segera.
Kanit Emir kemudian menelepon ayahnya Afsha dan memberitahukan padanya tentang kabar yang barusan didapatkan dari tim pencarian bentukan nya.
“Aku harap anda segera menemukan keberadaan putriku.” ucap Abizar Cailey sebelum menutup teleponnya sambil menghela nafas panjang. “Kenapa pencarian ini tak juga membuahkan hasil.”
Ibu yang mendengar percakapan tersebut ikut merasa kecewa dan bertambah cemas dengan kabar jika putrinya kecurian.
“Lalu bagaimana nasib Afsha di sana tanpa uang ? Dan lagi penyakitnya itu yang kadang-kadang kambuh ?”
“Kita hanya bisa mendoakannya dari sini Dan semoga saja Kanit Emir berhasil menemukannya setelah ini.” timpal ayah Afsha yang tak kalah cemasnya dengan istrinya.
Satu minggu berlalu dan hingga kini tim pencarian bentukan dari Kanit Emir ternyata masih belum menemukan Afsha juga.
Karena sudah melakukan pencarian yang terbilang cukup lama, maka Kanit Emir menangguhkan sementara kasus itu dan hanya menyebar semua informasi tentang Afsha Cailey pada setiap kantor polisi yang ada di kota As Sani.