Finding Perfect Wife

Finding Perfect Wife
Eps. 38 Kesalahan Saat Setrika



“Ugh... kenapa kepala ku langsung berat sekali ? Apa obat ini tak cocok untukku ?” gumam Afsha masih memegang obat tadi.


Ia melihat ada tulisan lainnya disana kemudian membacanya.


“Jadi memang efek samping dari obat ini pusing seperti ini ? benar-benar berkebalikan dengan obat yang biasa ku minum.”


Afsha menaruh kembali obat ke meja. “Jika saja obat ini gratis maka sudah pasti aku akan membuangnya.”


“Afsha... !” teriak kak Zaitun memanggil Gadis itu karena pekerjaan mereka belumlah selesai.


“Ya, kak.” dengan kepala masih pusing, Afsha keluar dari kamar dan kembali ke teras. “Maaf kak, aku barusan minum obat.”


“Ya, tak apa. Sekarang kita lanjutkan pekerjaan kita. Setelah ini selesai masih ada pekerjaan lainnya.” kak Zaitun cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya agar bisa melanjutkan pekerjaan yang kedua.


“Setelah ini apa yang kita kerjakan, kak ?”


“Menyetrika baju.”


“Ha... ?” Afsha ternganga mendengarnya. Jangankan menyetrika menyentuh setrika saja dia tak pernah. Bagaimana dia bisa menyetrika nanti ?


40 menit kemudian mereka berada di ruang tengah setelah selesai mencuci karpet. Afsha kembali terkejut saat melihat berapa tumpuk pakaian yang harus disetrikanya.


“Aku kira hanya dua keranjang baju saja, satu untuk ku dan satu untuk kak Zaitun.” batinnya melihat enam keranjang pakaian di sana dan itu artinya tiga bagian untuknya dan tiga bagian untuk kak Zaitun. “Astaga...semoga saja aku bisa mengerjakannya dengan benar nantinya.”


“Ini bagian mu.” Kak Zaitun menyerahkan tiga keranjang pakaian padanya seperti yang ia perkirakan tadi.


“Y-ya kak...” Afsha menerimanya dengan canggung yang bercampur dengan rasa gugup dan segera mulai menyetrika.


Afsha melihat dua keranjang miliknya adalah pakaian milik nyonya Fatima. “Em kak Zaitun boleh kah aku tukar keranjang denganmu ? Aku takut membakar baju nyonya Fatima.


Melihat Afsha yang mengiba, pelayan itu pun tak tega dan menyetujui saja permintaan Afsha, toh baginya ada bedanya menyetrika baju siapa.


“Terimkasih kak Zaitun.” Afsha menukar dua keranjang baju Nyonya Fatimah dengan dua keranjang pakaian dr. Ammar.


Namun gadis itu bukannya langsung menyetrika pakaian tersebut namun ia malah diam dan memperhatikan kak Zaitun menyetrika untuk melihatnya Bagaimana caranya menyetrika baju yang benar.


“Afsha kenapa kau belum menyetrikanya juga mungkin setrika mu itu sudah panas.”


“Ah ya kak.” Afsha yang sudah tahu bagaimana caranya menyetrika segera beraksi. "Buka bajunya dan setrika sambil di lipat.” ingatnya pada diri sendiri jika ia bisa melakukan itu.


Afsha menyetrika pelan dan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan lagi. Ia sempat menatap meja setrika Kak Zaitun yang sudah menyelesaikan dua keranjang setrikaan.


“Bagaimana dengan ku ?” Afsha melihat ia baru menyelesaikan setengah keranjang setrikaan namun ia kembali menyemangati dirinya sendiri.


Di saat Afsha menyelesaikan suatu keranjang setrikaan, kak Zaitun sudah selesai menyetrika 3 keranjang dan meninggalkan dirinya sendiri.


“Ohh...” Afsha menguap di tengah melakukan pekerjaannya. Tanpa sadar ia pun memejamkan matanya satu menit. “Bau apa ini ?” hidungnya reaksi ketika mencium bau terbakar dan membuatnya bangun.


“Astaga... bajunya terbakar.” pekiknya setelah melihat baju putih itu tak hanya terbakar melainkan bolong. “Argh bagaimana ini ?”


Afsha benar-benar tak tahu apa yang harus ia lakukan.