Finding Perfect Wife

Finding Perfect Wife
Eps. 31 Kembali Terusik



Di luar ruang tunggu para pasien dr. Ammar terlihat para pasien yang ada disana tak sabar menunggu untuk segera diperiksa.


“Kenapa setelah pasien tadi keluar belum ada pasien yang masuk hingga sekarang ?” ucap seorang pasien yang sejati tadi menetap ke pintu masuk dan belum dipanggil.


“Entahlah mungkin ada kesibukan yang lain atau sesuatu yang urgent.” pasien lain menimpali dan ikut menatap ke arah pintu ruang periksa.


Tepat 60 menit kemudian dr. Ammar kembali masuk ke ruangannya dengan pikiran yang sedikit tenang daripada sebelumnya.


“dr. Ammar anda sudah kembali ?” Yusuf yang dari tadi bingung dan terlihat tegang karena ramainya pasien di luar sedikit lega dengan kedatangannya.


“Ya, maaf aku masih ada sedikit urusan tadi.” jawabnya sembari duduk dan kembali menatap daftar nama pasien berikutnya.


“Baik dr. Ammar.” asisten dr. Ammar kemudian segera memanggil satu pasien untuk masuk ke ruang periksa.


“Tuan Hadii bagaimana kabar anda ?” tanya dr. Ammar pada pasiennya yang barusan duduk. Seorang pasien dari rumah sakit jiwa yang sembuh beberapa bulan yang lalu namun terkadang masih merasakan sedikit stres.


“Baik dr. Ammar hanya saja hari ini putri ku yang nomor 2 kembali mengungkit masa laluku setelah aku memarahinya karena hal sepele.” cerita pasien tersebut terlihat kecewa dan seketika mimiknya berubah sedih.


“Masalah sepele apa tuan ?”


“Mungkin aku juga yang salah dokter. Aku merasa tidak puas dengan kue yang dibikinkan oleh putriku dengan sepenuh hati yang menurutnya bagus dan enak tapi menurutku jelek dan pahit.”


Deg


Lagi-lagi dr. Ammar seperti merasa tersindir dengan cerita yang diceritakan oleh pasien yang barusan.


“Kenapa rasanya masalah ini sama dengan masalah yang kuhadapi dengan Safa ?” batinnya kecut serasa menasehati dirinya sendiri.


“Terimaksih dr. Ammar.” pasien tadi kemudian keluar ruangan dan berganti pasien lainnya.


Hal yang aneh dan sama kebetulan terjadi lagi. Dimana beberapa pasiennya hari ini mengeluhkan hal yang sama.


“Kenapa mereka semua bermasalah dengan putri mereka yang menyebalkan ?” gumam dr.Ammar setelah pasiennya keluar. “Apa ini bukan suatu kebetulan dan teguran untukku ?”


dr. Ammar kemarin minta waktu istirahat selama 30 menit karena ia merasa stres menghadapi pasien yang selalu mengingatkannya pada Afsha.


“huft... akhirnya selesai juga. sungguh hari ini sangat melelahkan dan terasa panjang.” desau dr. Ammar setelah keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke mobilnya.


“Semoga saja Safa tak membuat masalah dengan ku nanti.” pria itu menarik nafas kasar hanya dengan membayangkan wajah Safa saja dan segera melajukan mobil menuju ke rumah.


Afsha sedang membersihkan halaman. Ia pun sudah berlari menuju ke pagar setelah melihat mobil tuannya datang.


“Sore tuan.” sapanya segera menutup kembali pintu gerbang setelah mobil masuk ke halaman. Kali ini ia tak ingin membuat mencari masalah dan memilih menghindari pria itu dengan berlari.


“bugh.” namun sayang, Afsha berlari tanpa menggunakan mata sehingga menubruk dr. Ammar yang baru turun dari mobil.


“Safa... !” bentaknya yang sudah sabar dan berniat tak ingin mencari masalah dengan gadis itu namun kesabarannya kembali diusik. “Apa kau tidak pakai mata saat berjalan ?!”


“Ma-maaf tuan.” jawab Afsha Entah kenapa kali ini dia terlihat gemetar hanya mendengar teriakan yang cukup memekakkan telinganya hingga membuatnya tak sadarkan diri.


“Safa...” dr. Ammar panik melihat respon Safa.