Finding Perfect Wife

Finding Perfect Wife
Eps. 60 Palm Tree Island Qatar



Sebelum tidur dr. Ammar memikirkan tempat apa yang sebaiknya dikunjunginya bersama Afsha nanti.


“Bagaimana jika ke Palm Tree Island Qatar saja ?” gumamnya singkat sembari tersenyum kecil.


dr. Ammar memang sudah lama sekali tak berlibur bahkan sampai Ia lupa bagaimana rasanya liburan dan kapan terakhir kali dia liburan.


"Mungkin 3 tahun yang lalu terakhir kali aku liburan.” ucapnya lagi.


dr. Ammar kemudian tertidur beberapa menit setelahnya di ujung penatnya juga lelahnya.


Keesokan paginya Afsha tak sengaja berpapasan dengan


dr. Ammar di teras setelah menyapu halaman.


“Afsha.” panggilnya membuat gadis itu seketika berhenti.


“Ya, tuan dr. Ammar ?”


Afsha berbalik menatap pria tersebut sambil menaruh sapunya.


“Aku sudah menemukan tempat yang tepat untuk liburan nanti.” ucapnya dengan tersenyum lebar.


“Kenapa dia tersenyum mengerikan seperti itu ? Oh, terrible. Semoga saja dia tidak merencanakan sesuatu.” batin Afsha penasaran.


Ia kembali menatap dr. Ammar di depannya. “Kemana kau akan mengajak ku ?”


“Ke Palm Tree Island.”


Afsha Jelaskan tersenyum lebar destinasi tujuan mereka. Selama ini ia hanya melihat tempat itu dari berita saja dan belum ke sana secara langsung.


“Aku tahu kau suka.” ucap


dr. Ammar setelah melihat senyuman Afsha.


Ia pun segera angkat kaki dari sana, “See you soon.”


ck


Lagi-lagi Afsha hanya bisa melihat senyuman aneh dari pria itu karena tak biasanya mengumbar senyuman seperti itu.


dr. Ammar sudah duduk di mobilnya dan melajukan mobil tersebut ke rumah sakit.


“Tinggal mencari waktu yang tempat untuk liburan sekaligus memberitahu tuan Abizar.” gumamnya.


dr. Ammar kemudian mengingat lagi tanggal juga jadwalnya yang kosong.


“Sepertinya aku memang harus mengambil cuti karena tak ada tanggal merah.” decaknya setelah mengingat.


Tak beberapa lama kemudian pria itu tiba di rumah sakit.


Di ruangannya ia duduk dan mengambil kalender meja untuk memastikan kembali sebelum mengambil cuti.


dr. Ammar menatap jam dinding kemudian menghadap ke ruangan atasan untuk menyampaikan perihal cutinya.


“Aku lega mendapatkan izin cuti. Tapi aneh kenapa kepala Rumah Sakit mana menambah cutiku ?” gerutunya sembari menggaruk kepala yang tidak gatal.


dr. Ammar tak bisa memikirkan hal itu lebih lama lagi karena Yusuf sudah memanggilnya dan dia harus berkutan dengan pasiennya lagi.


Malam harinya di rumah,


dr. Ammar menelepon nomor tuan Abizar dan memberitahukan jika minggu depan ia akan mengadakan liburan ke Palm Tree Island.


Ia juga menjelaskan apa rencananya nanti selama di sana.


“Baik dr. Ammar terima kasih sudah membantuku. Aku tak sabar segera bertemu dengan Afsha.” ucap Abizar di akhir percakapan mereka.


Selesai menelepon ayahnya Afsha, ia pun sengaja duduk di luar kamar untuk menunggu gadis itu lewat kamarnya.


“Afsha berhenti !”


panggil dr. Ammar 10 menit kemudian saat Afsha melewati kamarnya.


“Ya ?” ia pun berhenti.


“Akhir pekan minggu depan kita berangkat ke Palm Tree Island.” ucap dr. Ammar tanpa basa-basi lagi.


“Ya, baiklah aku akan bersiap untuk hari itu.” jawab Afsha.


Ia pun kemudian tinggal kembali ke kamarnya dengan mengumbar senyum di bibirnya.


“Akhirnya aku bisa liburan juga.” ucapnya lirih.


Bahkan dia pun segera menyiapkan barang yang akan dibawanya untuk acara minggu depan.


*


Satu Minggu berikutnya di hari Sabtu terlihat dr. Ammar sudah menunggu Afsha di mobil.


“Afsha kau mau ke mana ?” tanya Kak Cala saat melihat gadis itu membawa tas besar dan terlihat seperti liburan.


“Ooh... aku mau keluar dengan


dr. Ammar sebentar. Dia meminta ku untuk ikut dengannya entah kemana.” jawab Afsha dengan susah payah tak ingin wanita itu salah paham padanya.


Kak Cala hanya menganggukkan kepalanya saja.


Afsha segera pergi dari sana sebelum ada pertanyaan lagi untuknya yang mungkin tak bisa dijawabnya.


“Aneh sekali, tak biasanya


dr. Ammar mengajak pelayan di rumah untuk keluar jalan-jalan.” gumam kak Cala sampai termenung.