Finding Perfect Wife

Finding Perfect Wife
Eps. 49 Kenalkan Aku Padanya



“Oups. Maaf.” ucap Afsha segera mundur setelah melihat baju pria di hadapannya yang kotor terkena muntahannya.


dr. Ammar menarik nafas panjang. Pria itu mendesah kenapa setiap kali dia bertemu dengan Afsha selalu saja ada masalah yang membuatnya kesal, kesal dan semakin kesal pada gadis di hadapannya itu. “Kenapa kau tak bisa tak membuat masalah denganku sekali saja.”


Pria itu kali ini menatap tajam dan benar-benar marah pada Afsha karena sudah mengotori bajunya dengan muntahan yang menjijikkan itu.


“Pegang ini !” dr. Ammar kembali menyodorkan kantong berisikan daging domba.


Pria itu bermaksud melepas bajunya Karena ia merasa tak nyaman sekali memakai baju yang kotor apalagi terkena muntahan. Namun Afsha bukannya menerima kantong daging kambing tersebut. Ia malah kabur dengan cepat dari sana sembari menutup hidungnya agar tidak muntah kembali.


“Oh, astaga.” dr. Ammar hanya bisa menahan kesalnya kembali setelah melihat punggung Afsha yang akhirnya menghilang dari pandangannya.


“Ck. Dasar nona muda yang terlalu banyak dimanja.” decaknya sembari mengomel dan berjalan masuk ke rumah.


Sedangkan Afsha kembali berada di kamar mandi. “Sial sekali hari ini aku.” ucapnya setelah membersihkan bibirnya dan mengusapnya dengan tisu saat merasa perutnya sudah kosong dan lemas karena muntah 5 kali dalam sehari ini.


Hingga malam hari Afsha tak berani keluar dari kamarnya karena takut bertemu dengan


dr. Ammar yang akan kembali mengerjainya sampai membuatnya lemas atau mungkin tak sadarkan diri.


“Sepi sekali di sini.” gumam


dr. Ammar saat berada di teras rumah melihat ke sekitar hanya ada dirinya saja di sana. “Kemana nona manja itu ?” mencari sosok Afsha karena entah kenapa ia ingin kembali mengerjai gadis itu.


Keesokan harinya semua orang di rumah terlihat sibuk apalagi para pelayan yang ada di sana meskipun acara perjamuan makan di mulai malam nanti.


“Afsha tolong bantu aku.” ucap Kak Zaitun memanggil untuk membantunya mengangkat beberapa masakan yang sudah matang.


“Ya, kak sebentar.” Afsha padahal masih membantu kak Amla menyiapkan pastry dan ia pun mintain sebentar tanda wanita itu dan membantu kak Zaitun.


Malam hari di teras rumah terlihat ramai sekali. Banyak tamu yang datang, tentu saja mereka semua adalah dokter dan para petugas medis yang bekerja di rumah sakit hospital bersama dr. Ammar.


Suasana ramai terlebih acaranya santai dan hanya makan-makan saja. Saat itu para pelayan ada di balik layar, termasuk Afsha. Mereka tak mau menampakkan diri mereka karena tak ingin mengganggu acara tersebut.


“dr. Ammar aku ingin pergi ke toilet. Dimana letak toilet di rumah mu ?” ucap dr. Pasha tiba-tiba di tengah acara karena merasa ingin buang air kecil.


Segera saja pria itu menuju ke pintu yang ditunjukkan oleh temannya dengan berlari karena sudah tak tahan lagi.


bugh


Tak sengaja pria itu menabrak seorang gadis saat hampir sampai di toilet. “Maaf, nona aku tak sengaja.” ucapnya kemudian segera berlalu setelah gadis yang ditabraknya mengangguk.


“Siapa pria tadi, masa tidak melihatku yang sebesar ini di tengah jalan sampai menabrak ku.” gumam Afsha pesan perjalanan menoleh ke belakang dan memutuskan pergi dari sana agar tidak menemui tamu dr. Ammar lainnya lagi.


dr. Pasha segera keluar dari toilet setelah selesai menuntaskan hajatnya. Ia menoleh ke sekitar mencari sosok yang di lihatnya tadi.


“Siapa gadis tadi ? Aku baru pertama kali ini melihatnya. Apa dia saudara atau sepupunya dr. Ammar ?” gumamnya sembari berjalan dan menoleh ke samping kanan juga ke samping kiri untuk mencari Afsha. “Dia cantik, sepertinya bukan warga sini.”


dr. Pasha terus mencari hingga sampai keluar namun tak menemukannya juga.


Pria itu kini kembali menghampiri dr. Ammar.


“Kenapa kau tak bilang padaku jika punya famili seorang gadis yang cantik dari luar daerah ?” tanya pria itu to the point.


“Gadis cantik ?” dr. Ammar mengerutkan keningnya karena merasa tidak sama sekali mengundang family jauhnya untuk datang ke acaranya. “Kenapa ?”


“Aku mau menjadi family mu nanti jika kau mengenalkan gadis itu padaku.”


dr. Ammar semakin tak mengerti siapa sebenarnya yang dimaksud oleh temannya tersebut. “Aku tidak tahu Siapa yang kau maksud bisa kau ceritakan ciri-cirinya padaku ?”


dr. Pasha Kemudian menceritakan ciri-ciri gadis yang dilihatnya dan membuat


dr. Ammar semakin heran saja.


“Apa yang kau maksud Afsha ?” tukasnya menyebutkan nama gadis itu setelah yakin dengan ciri-ciri yang disebutkan.


“Ya, kenalkan dia pada ku.”


“Tidak bisa.” jawab dr. Ammar sembari menggeleng yang membuat dr. Pasha bertanya-tanya.