Finding Perfect Wife

Finding Perfect Wife
Eps. 55 Berhasil Kabur



Abizar Cailey, ayahnya Afsha mendapatkan undangan dari salah satu kliennya yang menikahkan putrinya hari ini di kota As Sani.


Ia datang bersama istrinya ke sana di tengah kesibukan waktu yang dia punya untuk menghormati rekan bisnisnya.


“Ayah bukankah Afsha ada di kota ini ?” tanya ibu berharap dia bisa bertemu dengan putrinya yang sudah lama hilang dan tak ada kabarnya hingga detik ini.


“Ya, menurut informasi dari Kanit Emir seperti itu hanya saja kota ini luas rasanya bagai mencari jarum dalam jerami.” ayah hanya bisa menghela nafas panjang saja menanggapi istrinya.


Di tengah jamuan kala itu tepat di saat pria itu mengambilkan istrinya salah satu hidangan yang ada di meja tanpa sengaja ia melihat seorang gadis dari belakang yang posturnya mirip sekali dengan Afsha sedang berjalan keluar dari acara resepsi pernikahan.


“Apakah itu benar Afsha ?” gumam pria itu terkejut sekaligus yakin sekali dengan penampilan putrinya meskipun hanya dengan melihat punggungnya saja. “Mungkin saja itu Afsha.”


Abizar menaruh kembali piring dan gelas yang ia ambil kemeja dan berlari mengejar sosok itu.


“Afsha.... !” panggilnya terus mengejar namun banyak orang yang berlalu lalang menghadang jalannya.


“Aku seperti mendengar suara ayah. Apa mungkin ayah ada di sini ?” gumam Afsha mendengar seseorang memanggil namanya terlebih lagi suaranya memanggilnya sangat familiar di telinganya.


Ia pun menoleh ke belakang dibalik banyaknya orang yang berlalu lalang di sana.


“Astaga itu memang ayah.” pekiknya lagi yang bisa mengenali ayahnya dengan jelas. “Aku harus pergi dari sini.” ucapnya lagi tanpa pikir panjang daripada mencari tahu bagaimana bisa ayahnya juga menghadiri pesta pernikahan itu.


Ia pun menarik lengan dr. Ammar untuk mengikutinya berjalan cepat agar segera sampai ke mobil.


“Hey, ada apa ? Kenapa tiba-tiba jalan terburu-buru seperti ini ?”


dr. Ammar merasa tak nyaman kemudian menarik tangannya.


“Tidak akan.” pria itu malah berhenti. “Jika kau tak menjelaskan apa alasannya aku akan kembali ke sana.” dr. Ammar


merasa pasti ada sesuatu di sana yang membuat Afsha sampai bingung dan ketakutan seperti itu.


“Oh...ayolah kali ini bantu aku.” Afsha menghela nafas panjang. “Ada ayahku di sini dan Aku tak ingin dia melihatku terlebih mengajakku pulang, tidak.” Ia menjelaskan hal pokoknya sambil kembali menarik lengan


dr. Ammar, kembali berjalan.


dr. Ammar pun mau tak mau airnya ikut berjalan juga mengikuti Afsha dengan mempercepat langkahnya sembari menoleh ke belakang mencari sosok pria yang disebut oleh Afsha tadi sekaligus ingin melihatnya.


“Cepat jalankan mobilnya tunggu apa lagi ?” Afsha terlihat manis setelah duduk di mobil saat melihat ayahnya sudah bisa keluar dari keramaian yang menghadang nya.


dr. Ammar pun kemudian langsung menginjak gas dan mengendarai mobil itu dengan cepat sesuai permintaan Afsha.


“Afsha !” panggil Abizar sembari menatap ke sekitar mencari keberadaan gadis yang mirip dengan putrinya. “Afsha !” karena menemukan sosok tadi di sana, maka ia pun berlari sampai keluar di jalanan raya demi untuk mencari anaknya.


“Oh... disini juga tidak ada.” desau pria itu kecewa setelah tak menemukan sosok yang mirip dengan putrinya tadi. Ia pun kembali dengan lemas namun tetap mempercepat langkah kakinya karena pasti istrinya sudah menunggunya.


“Syukurlah... ayah tidak menemukan diriku.” Afsha menarik nafas panjang dan dalam sembari menatap kaca spion dan melihat ayahnya yang berjalan kembali masuk ke acara pernikahan.


“Kenapa kau menghindari ayah mu ?” tanya dr. Ammar tiba-tiba Di tengah perjalanan mereka saat sudah jauh dari tempat resepsi pernikahan tadi.


“Itu sebenarnya...” Afsha menggantung kalimatnya dan mempertimbangkannya apakah pantas pria itu mengetahui masalahnya.