ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret (Diana Pov)



Khusus episode ini, kita akan lebih mengenal Diana.


So, Happy Reading All😘😘.


...----------------...


Diana Pov


Nada Diana, atau kalian lebih mengenal gue dengan nama Diana. Umur gue satu tahun dibawah kak Ella. Bisa dibilang gue ini adik kelasnya kak Ella dan Bang kavin.


Dari awal gue nggak pernah bayangin bisa kenal para most wanted sekolah. Apalagi Bang Kavin dan Kak Ella yang terkenal dengan couple goals nya.


Bang Kavin yang playboy Kak Ella yang pemaaf, Bang Kavin yang pecicilan Kak Ella yang anggun, Bang Kavin yang pemarah Kak Ella yang sabar dan lemah lembut. Serta Bang Kavin yang suram seperti badai sedangkan kak Ella yang sehangat mentari.


Pokoknya semua sifat negatif ada dalam diri Bang Kavin, tapi Kak Ella tetap stay bersama dengannya. Iri tentu saja, Iri karna Bang Kavin memiliki perempuan sehebat kak Ella yang tidak pernah mengeluh.


Namun dibalik itu, Bang Kavin tetap saja laki-laki tampan dengan sejuta pesona yang bisa meluluhkan hati banyak perempuan. Meskipun banyak rumor jelek tentangnya, tidak sedikit juga yang menyanjungnya. Bisa dibilang Kak Ella juga beruntung memiliki Bang Kavin sebagai tunangannya.


Entah bagaimana takdir membawa gue bisa kenal dengan Bang Kavin.


Gue dan Bang Kavin, kenal karna memiliki hobi yang sama yaitu bola. Entah basket, sepak bola, voli, kami berdua menyukai semua yang berhubungan dengan bola.


Awalnya hanya karna sama-sama suka bola, namun entah kenapa kita bisa semakin dekat.


"Bang Kavin, suka ajak Kak Ella lihat sepak bola juga?" tanya gue saat itu yang baru selesai melihat pertandingan sepak bola.


"Ella nggak terlalu suka lihat beginian" jawab Bang Kavin


"kenapa?" tanya gue kepo


"Menurutnya ini terlalu melelahkan. Panas-panasan, desak-desakan. Ella benci itu" katanya


"Tapi bukannya Kak Ella anak organisasi yah? Kan pasti sering panas-panasan juga" tanya gue bingung


"Beda, gue nggak bisa jelasin bedanya apa. Tapi Ella emang nggak terlalu suka ketemu banyak orang asing" katanya


Mendengar perkataan Bang Kavin, entah kenapa nilai sempurna Kak Ella dimata gue tiba-tiba hilang. Bagi gue Kak Ella nggak sesempurna itu hingga di eluh-eluhkan banyak orang disekolah. Buktinya saja dia nggak terlalu suka olahraga.


"Jadi Bang Kavin selalu liat sendiri dong?" kata gue


"Biasanya sama temen-temen" jawabnya


"Harusnya kak Ella nemenin. Suka nggak suka, harusnya kak Ella dukung hobi bang kavin" kata gue sedikit sewot


"Ella nemenin kok, biasanya dia ikut kalau gue lagi main basket sama temen-temen gue" kata Bang Kavin seperti membela Kak Ella


Disitu gue merasa nggak adil. Kenapa Kak Ella bisa mendapatkan Bang Kavin? Padahal Kak Ella nggak selalu ada buat Bang Kavin. Kenapa semua orang justru membela kak Ella dan memusuhi Bang kavin hanya karna dia playboy? Padahal bisa jadi Bang Kavin playboy karna kak ella yang nggak punya waktu buat bang kavin. Jadi bang Kavin mencari kesenangannya sendiri.


Dari situ gue memutuskan buat selalu ada disamping bang kavin.


Hampir tiap hari gue dan Bang Kavin deket. Apalagi saat itu Kakak perempuan gue, Kak Lily menitipkan gue ke Bang Kavin.


Terlahir di keluarga yang nggak harmonis, mungkin Kak Lily merasa sedikit tenang saat melihat Bang Kavin yang ada untuk gue.


"Aku titip Diana ya, Kav. Kamu tau sendiri kan bagaimana kondisi keluargaku. Aku sendiri juga nggak bisa jaga Diana dengan baik" pesan kakakku


Saat itu hati gue rasanya berbunga-bunga. Baru kali ini gue ngerasa ada seseorang yang bisa jagain gue selain kakak gue.


Sangking bahagianya gue, sampai gue lupa dengan sosok kak Ella yang sedang sakit dan berjuang untuk hidupnya.


Kak lily tidak mengetahui adanya kak Ella yang notabennya tunangan Bang Kavin.


Terkadang gue ngerasa bersalah karna ngerebut kebahagian perempuan lain hanya untuk kebahagiaanku sendiri. Tapi disisi lain gue juga ingin egois, egois untuk merasa ingin disayang dan dijaga Bang Kavin.


Gue tau dengan kedatangan gue di hidup Bang Kavin. Itu merubah banyak hal. Yang paling penting adalah merubah hubungan Bang Kavin dan Kak Ella.


Disaat Kak Ella berjuang di Singapura untuk kesembuhannya. Bang Kavin dan gue malah pamer kemesraan di medsos.


Hati perempuan mana yang nggak hancur saat melihat tunangannya lebih peduli dengan perempuan lain. Aku tau perasaan kak Ella. Tapi lagi-lagi aku ingin egois, egois untuk memiliki Bang Kavin hanya untuk gue.


Puncaknya saat Kak Ella marah dan kecewa pada Bang Kavin. Kak Ella memilih memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin bertahun-tahun, memutuskan ikatan pertunangan mereka.


Bahagia, jelas gue bahagia saat tau itu. Akhirnya Bang Kavin hanya milik gue sepenuhnya.


Dengan segala upaya gue ngebuat bang kavin untuk terikat sama gue. Meskipun hanya sekedar pacar. Tapi rasanya itu sudah cukup membahagiakan. Nggak hanya itu gue ngebuat para sahabat kak Ella yang dulu ngebenci gue, kini berpihak ke gue sepenuhnya.


Bertahun-tahun memanfaatkan kepergian Kak Ella, gue perlahan menghapus nama Ellaine dari hati semua orang yang memujanya dulu.


Tapi gue lupa, dari awal hati bang kavin hanya untuk kak Ella. Semua pengorbanan yang udah gue lakukan terbuang sia-sia karna bang kavin yang tidak pernah menatap gue.


Apalagi saat kak Ella tiba-tiba datang dalam hidup kami lagi.


Semuanya seakan hilang tak bersisa.


Bang Kavin tetap mencintai Kak Ella sama seperti dulu. Tak ada sedikitpun cinta untuk gue.


Kenapa? Kenapa kak ella mendapatkan semuanya? Cinta dari semua orang, pengakuan. Kenapa kak ella mendapatkan semuanya dengan mudah???


Bahkan saat kak ella akan menikah, kenapa bang kavin tetap mencintai kak Ella?


Gue nggak peduli dengan orang lain yang memuja kak Ella, tapi mengapa bang kavin juga? Bang Kavin satu-satunya laki-laki yang gue cintai dan yang nggak bisa gue dapatkan juga.


Apa gue harus melenyapkan kak Ella agar bang kavin sepenuhnya berpihak ke gue? Atau gue harus memisahkan mereka? Membawa bang kavin sejauh-jauhnya dari kak Ella.


...----------------...


...Next????...


Setelah ini mau bikin Povnya siapa lagi nih???


Raka?


Kavin?


Indy?


Rena/Anya?


Apa para dokter kesayangan Ella?