
Setelah satu minggu yang menegangkan untuk semua siswa SMA Garuda, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu mereka tiba.
Hari pengumuman kelulusan.
Dan seperti yang mereka harapkan. Mereka semua lulus 100% dengan nilai yang sangat memuaskan. Sorakan dan teriakan gembira terdengar di seluruh penjuru sekolah.
Semua siswa sangat bahagia pada hari itu karena bisa lulus dan semakin dekat dengan cita-citanya masing-masing. Meskipun tidak sedikit yang bersedih karena harus berpisah dengan teman baiknya yang selama ini selalu bersama dengan mereka dalam kurun waktu 3 tahun.
Tidak terkecuali para guru yang melihat aksi murid-muridnya dari balkon lantai 2.
Ada guru yang sedih karena harus berpisah dengan murid kesayangan dan kebanggaannya.
Ada guru yang malah gembira karena bisa lepas dari kejahilan murid-murid nakal. Yang selalu membuat kepala mereka pusing setiap hari dengan tingkah nakal dan konyolnya.
Ada juga guru yang biasa saja, karena berpikir perpisahan adalah hal biasa lagi pula tidak lama lagi mereka juga akan menerima siswa-siswi baru.
Hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan untuk kelas 12 yang sudah belajar selama 3 tahun disana. Lalu untuk melengkapi kebahagiaan mereka, mereka mengadakan acara prom night. Sebagai perayaan kelulusan sekaligus kenangan terakhir mereka dengan yang lainnya.
...----------------...
Acara Prom Night SMA Garuda dilaksanakan di ballroom salah satu hotel ternama di Jakarta. Acara tersebut berlangsung meriah dan menyenangkan. Para gadis memakai gaun-gaun indah dan cantik, sedangkan para pemuda memakai jas yang semakin membuat mereka terlihat menawan.
Begitu juga dengan Rena, dan Anya yang sama-sama menggunakan gaun berwarna peach dengan rambut tergerai indah. Penampilan mereka berdua terlihat sangat cantik dan manis. Membuat beberapa laki-laki menatap mereka dengan tatapan memuja dan kagum.
Disamping Rena dan Anya, terdapat Rei dan Addi serta Kavin dengan adik kesayangannya, Diana. Yang selalu bergelayutan di lengan Kavin dengan manja. Sedangkan Evan memilih tidak hadir karena eneg melihat kelakuan Abang sepupunya. Dan Radhit yang juga memilih tidak ikut karena Evan tidak ada.
"Gue tau kayaknya kenapa Ella nggak mau balik ke Jakarta dan hadir malam ini" kata Anya melirik sinis Diana yang sok kecantikan
"Gue juga udah nebak pasti ini gara-gara ulat bulu satu itu" kata Rena setuju
"Kavin bisa-bisanya angkat adik kayak ulat bulu gitu" kata Rei ikut-ikutan melirik sinis Kavin dan Diana
"Kayaknya sahabat kita udah kemakan jampi-jampinya dia" kata Addi
"Cantik sih tapi sayang gatel banget jadi cewek"
"Ihh,, geli gue" kata Addi bergidik ngeri melihat Diana yang sok cantik dan malu-malu kucing
"Sahabat kalian sepertinya harus dibawa ke dokter mata secepatnya"
"Matanya udah buram. Buang berlian dapetnya biji jagung" Kata Rena menatap tajam Kavin dan Diana
"SETUJU" Teriak Addi dan Rei bersamaan. Rena dan Anya kaget mendengar teriak mereka berdua dan segera mengalihkan tatapan tajamnya yang awalnya untuk Kavin menjadi untuk Addi dan Rei.
"Hehehe" kata Addi dan Rei cengengesan
"Kenapa?" tanya Kavin yang ikut kepo dengan pembicaraan mereka berempat.
"Kepo" kata Rena singkat
"Abang sama kakak lagi ngomongin apa sih, kayaknya seru banget" kata Diana tersenyum manis. Bukannya luluh dengan tingkah manis dan polosnya. Diana malah membuat mereka berempat semakin ingin mencakar muka sok manisnya itu.
"🤢" Rei dan Addi berlagak ingin muntah melihat tingkah Diana yang meniru tingkah manis Ella biasanya.
"Enggak kita cuma lagi mikirin Ella, TUNANGANNYA KAVIN" Kata Anya menekan kata tunangannya Kavin, supaya Ulat bulu ini sadar diri.
"Oh, Kak Ella" kata Diana tersenyum manis lalu kembali menyenderkan kepalanya pada bahu Kavin
"Sayang yah, kak Ella nggak ada padahal ini acara yang menyenangkan. Tapi mau gimana lagi kak Ella lagi sakit" katanya sok kasihan padahal jika diperjelas kalimatnya. Ada nada ejekan dalam perkataan. Seakan mengatakan 'Mau gimana lagi Kak Ella sakit-sakitan, mangkanya nggak bisa hadir'
"Tapi untung juga Ella nggak ada. Setidaknya matanya nggak ternodai lihat ulat bulu disini" Sindir Rena tak kalah pedas
"Gatel" cibirnya
Diana yang merasa di sindir oleh Rena hanya bisa menahan amarahnya dan mengepalkan tangannya diam-diam dibalik meja.
"Bang Kavin" panggil Diana dengan suara manjanya. Rena, Anya, Rei dan Addi yang mendengar bergidik ngeri dan ingin melarikan diri dari ulat bulu tidak tahu malu ini.
"Apa?" tanya Kavin lembut
"Nggak papa" kata Diana tersenyum manis lalu melirik kearah Rena dan Anya dengan senyum penuh kemenangan
"Lo-
...----------------...
Gadis cantik bergaun biru dongker dengan rambut yang di kepang simple ke samping, serta high heels senada dengan gaunnya. Terlihat berdiri di panggung utama. Dengan suara lembut dan merdunya dia mulai bernyanyi. Nyanyian yang sangat menakjubkan dan mengena di hati para pendengarnya. Gadis itu menyanyikan lagu How Far I'll Go dari film Moana.
Apalagi dengan penampilannya yang cantik dan anggun seperti putri dalam dongeng semakin membuat dirinya terlihat bersinar dan mempesona.
"Ella" lirih Rena dan Anya yang terkejut melihat Ella yang ada di panggung utama menyanyikan sebuah lagu.
"OMG"
"Ella" kata mereka antusias
"Ella dateng"
"Ella pulang"
"OMG, sahabat gue pulang" kata Rena antusias
"Ellaine kita akhirnya pulang" kata Anya tak bisa menahan perasaan harunya.
Tidak hanya Rena dan Anya, semua orang yang ada di Ballroom juga tercengang dengan kehadiran Ella yang tiba-tiba. Padahal dari yang mereka tau, Ella menolak untuk datang karena sedang sibuk dengan pengobatannya. Namun, siapa sangka bahwa gadis itu akan hadir di sini.
Apalagi dia datang dengan cara yang tak terduga. Hanya segelintir orang yang tau Ella mempunyai suara yang merdu saat bernyanyi. Dan saat ini mereka sangat kagum juga senang dengan kehadiran Ella.
Siapa yang tidak senang melihat Cahaya SMA Garuda telah kembali? Ella, orang yang selalu memancarkan cahaya kehangatan untuk semua orang telah kembali.
Kecuali satu orang yang mengepalkan tangannya marah melihat Ella yang berdiri di panggung bernyanyi dengan anggun dan ditatap kagum semua orang.
'Kenapa dia ada disini' desisnya marah.
...----------------...
...Next?...
Nah hayo, siapa yang nggak suka Ella balik ke Jakarta? Readers bisa tebak nggak? (◠‿◕)