
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Kavin turun dari mobilnya dan berjalan tergesa-gesa menghampiri Ella yang sudah menunggunya di teras rumahnya.
"Ada apa?" tanya Kavin pada Ella yang sudah menunggunya
Setengah jam yang lalu, Ella menelponnya. Ia mengatakan ingin membicarakan hal yang penting dengannya.
"Duduk dulu" kata Ella mengajak Kavin duduk di ayunan taman rumahnya.
Kavin yang bingung dan penasaran hanya diam mengikuti Ella.
"Mami kamu dimana?" tanya Kavin melihat rumah Ella yang terlihat sepi dan sunyi
"Mami keluar kota" jawab Ella
"Kamu sendirian?" tanya Kavin lagi. Pikirannya mulai menduga-duga alasan Ella memanggilnya.
"Ada Athaya di dalam" jawab Ella
"Trus ada apa? Tumben kamu minta ketemu malem-malem gini?" Tanya Kavin bingung.
"Biasanya kamu minta aku dateng buat nemenin kamu di rumah, kalau mami kamu dan Athaya lagi nggak ada. Ini ada Athaya. Jadi kenapa?" tanya Kavin menatap wajah manis tunangannya
"Huft"
"Kavin?" panggil Ella lembut
"Iya?" sahut Kavin
"Ayo kita break" kata Ella mengejutkan Kavin. Bahkan Kavin sampai terdiam dan tidak merespon apa-apa.
"Maksud kamu apa?" tanya Kavin datar
Sudah 2 Minggu Ella kembali ke Jakarta bermaksud untuk liburan bersama tunangan dan para sahabatnya sebelum mereka akan sibuk dengan kegiatan kuliahnya masing-masing. Bahkan mereka sudah merencanakan liburan di Bali 3 hari. Tapi hari ini Ella mengatakan hal yang sangat mengejutkan untuk Kavin.
Break..
Bukannya selama 2 Minggu ini mereka baik-baik saja? Lalu mengapa Ella tiba-tiba ingin break dengannya?
Pikiran Kavin mulai memikirkan segala sesuatu yang terjadi 2 Minggu belakangan ini. Ia merasa tidak membuat kesalahan fatal.
"Aku mau kita break"
"Kita introspeksi diri masing-masing" kata Ella menatap mata Ella
"Kamu ngomong apa? Aku ada salah sama kamu? Kenapa kamu tiba-tiba minta break?" tanya Kavin beruntun
"Aku sayang banget sama kamu. Aku nggak mau kita break" kata nya sedih
"Atau jangan-jangan kamu ada laki-laki lain?" tebak Kavin
"Iyakan?! Kamu bener-bener punya laki-laki lain?!" Tegas Kavin berdiri dan menarik Ella lalu mencengkeram kedua bahu Ella kuat
"Istt" rintih Ella kesakitan mencoba melepaskan cengkraman Kavin. Namun, bukannya melepaskan cengkramannya Kavin malah semakin memperkuat nya saat melihat Ella yang diam saja
"Ternyata bener"
"Kamu memang punya laki-laki lain" kata Kavin menatap tajam Ella
"Kav, sakit" Lirih Ella mencoba melepaskan dirinya tapi Kavin tetap tidak melepaskan Ella, bahkan saat Ella meneteskan air matanya karena menahan sakit di bahunya. Kavin seakan tutup mata melihatnya.
"Diana memang benar" kata Kavin tiba-tiba
"Maksud kamu apa?" tanya Ella mendongak menatap Kavin
"Diana memang bener. Lo nggak ada bedanya sama perempuan lainnya. Murahan"
"Gue nyesel udah ninggalin Diana cuma buat cewek murahan kayak Lo" sinis Kavin tersenyum miring
Deg
Hati Ella seakan diremas-remas saat mendengar perkataan menyakitkan dari Kavin.
Disaat ini ia menyadari, Kavinnya telah banyak berubah. Kavin sekarang bukan lagi Kavinnya yang dulu sangat perhatian dan lembut padanya.
"Sakit, kav" lirih Ella fisik dan hatinya terasa sakit saat ini
"Cewek murahan kayak Lo emang pantes buat disakitin"
"Gue seharusnya tau kalau cewek kayak Lo" kata Kavin menujuk Ella tajam
"Murahan"
"Cewek sok polos dan lugu yang aslinya munafik dan murahan" katanya tajam bahkan tidak mempedulikan Ella yang menatapnya tidak percaya.
"Selingkuh sama siapa Lo?!! Sama Raka!??? Sama cowok Singapura?!! Atau jangan-jangan sama Dokter Wisnu" kata Kavin enteng
"Pantes aja Dokter Wisnu bisa care banget sama Lo. Ternyata Lo simpenannya"
"Nggak nyangka gue. Udah murahan perebut tunangan orang" sinis Kavin melepas cengkramannya di bahu Ella dengan kasar. Sampai Ella terhempas jatuh ke tanah.
"Aw" pekik Ella saat terjatuh ke tanah
Saat terjatuh, Ella tidak segera berdiri. Ia hanya duduk diam di tanah menundukkan kepalanya.
' Ternyata begini akhir cerita kita ' gumam Ella lirih
Jujur saja tadi ia sangat marah saat mendengar Ella yang meminta break darinya. Apalagi memikirkan Ella yang berselingkuh darinya. Egonya membuatnya menyakiti Ella.
Namun melihat memar di bahu Ella, Kavin semakin merasa bersalah. Seharusnya ia tidak kasar dengan Ella.
"El, maafin aku" kata Kavin berniat membantu Ella
Namun sebelum tangan Kavin menyentuh lengan Ella. Ella sudah menjauh dari jangkauannya.
"Kenapa? Belum puas kamu menyebut aku murahan?" tanya Ella ironis
"El" panggil Kavin ingin meminta maaf
"Aku bahkan belum jelasin apa-apa. Tapi kamu udah menyimpulkannya sendiri"
"Serendah itukah aku dimata kamu?" kata Ella dengan mata yang berkaca-kaca
"El" panggil Kavin sekali lagi
"Kamu tau kenapa aku minta kita break?" tanya Ella pada Kavin
"Kamu tau?" tanya Ella lagi
"Aku minta break karena ini" kata Ella menunjukkan 2 foto Kavin dan seorang perempuan yang tak lain adalah Diana. Kedua foto itu menunjukkan tempat yang sama hanya saja masing-masing di foto itu menunjukkan waktu dan baju yang mereka kenakan berbeda. Itu menunjukkan bahwa keduanya bertemu dua kali.
"Sampai kapan kamu mau bohongin aku?" tanya Ella lelah
Kavin yang melihat kedua foto itu terkejut. Foto yang pertama adalah saat ia dan Diana pergi melihat pertandingan bola di stadion begitu juga dengan foto yang kedua. Masalahnya kedua foto itu di ambil 3 hari yang lalu. Setelah ia berjanji kepada Ella.
"El, aku bisa jelasin semua ini" kata Kavin gugup
"Mau jelasin apa lagi"
"Semuanya udah jelas 2 kali kalian bertemu. Dan aku sama sekali nggak tau apa-apa" kata Ella terkekeh sendu
"Mana janji kamu? Bukannya kamu janji mau jauhin dia? Belum ada 1 bulan dan kamu udah melanggarnya" kata Ella
"El, dengerin aku" kata Kavin mencoba menyentuh tangan Ella namun lagi-lagi Ella menghindarinya
"Dengerin apa? Bukannya kamu tadi nggak mau dengerin penjelasan aku?"
"Kalian terlihat sangat romantis disini" kata Ella melihat kedua foto itu
Di foto pertama Diana menyenderkan kepalanya di bahu Kavin dan di foto yang kedua terlihat Kavin yang memeluk Diana dari belakang.
"Aku tau kamu dan dia mempunyai hobi yang sama. Aku sama sekali nggak ngelarang kalian ketemu atau berteman"
"Aku hanya minta sama kamu tolong jaga perasaanku" kata Ella mulai melembutkan suaranya
"Aku juga punya rasa lelah" kata Ella menyentuh pipi Kavin
"El" kata Kavin tercekat saat menatap mata Ella yang terlihat penuh luka dan kesedihan.
"Aku lelah, Kav. Aku lelah saat ini" kata Ella lirih
Greb
Kavin segera memeluk Ella dengan erat namun tidak sekasar tadi
"Maaf"
"Maaf. Ini memang salahku"
"Aku minta maaf"
"Tapi tolong jangan lelah"
"Jangan lelah denganku" gumam Kavin terus menerus
Ella yang ada dalam pelukan Kavin hanya bisa meneteskan air matanya tanpa membalas pelukan hangat Kavin.
Saat ini hatinya benar-benar lelah dan ingin menyerah. Ia benar-benar dalam fase putus asa dalam hubungannya. Rasanya ia ingin mengakhiri semuanya saat ini juga.
"Kavin kita break dulu, yah?" kata Ella lembut melepas pelukan mereka
"Kita introspeksi diri masing-masing"
"Aku tau ini bukan kesalahan kamu sepenuhnya, aku juga salah dalam hal ini. Aku terlalu sibuk dengan urusan ku sendiri dan mengabaikan kamu" kata Ella lembut
"El" kata Kavin putus asa
"Aku mohon, aku butuh waktu"
"Hatiku terlalu sakit saat ini. Berulangkali kamu bohongin aku dan berulang kali juga aku maafin kamu. Tapi apa akhirnya? Kamu bohongin aku lagi. Kepercayaanku juga bisa rusak jika seperti ini terus"
"Beri aku waktu untuk menyembuhkan semuanya" kata Ella menitihkan air matanya
"Apa kamu akan ninggalin aku?" tanya Kavin penuh harap sayangnya Ella hanya diam dan memandang Kavin dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Maaf, tapi aku mau kita break" kata Ella lalu meninggalkan Kavin masuk kedalam rumahnya.
...----------------...