ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Kesayangan Dokter



"Nah. Little Fairy keadaan kamu udah lumayan membaik" kata Dokter Wisnu setelah memeriksa Ella


"Tapi, kamu masih harus dirawat intensif disini" lanjutnya


"Kira-kira berapa lama dok?" tanya Ella


"Seminggu, jika keadaan kamu terus membaik" jawabnya tersenyum manis


"Yah,, lama banget. Ella bisa-bisa boring disini trus" keluh Ella


"Jangan banyak ngeluh" kata Dokter Wisnu santai membuat Ella memonyongkan bibirnya cemberut


"Yaudah, kalau gitu dokter harus sekarang. Kalau ada apa-apa kamu bisa tekan tombol ini" katanya menunjuk tombol yang tadi dipencet Ella saat meminta bantuan kepada suster


"Atau kamu juga bisa telpon dokter, atau bisa juga telpon dokter Caca. Mengerti?" tanyanya lembut


"Sipp dokter" kata Ella tersenyum manis


Cup


"Sampai jumpa little fairy" kata dokter Wisnu lalu berjalan menjauh dari tempat tidur Ella.


Namun, belum sampai pintu. Perkataan Ella membuatnya membeku.


"Ella benar-benar harus ke Singapura ya dok? Emang nggak bisa berobat disini aja" tanya Ella lirih menatap punggung dokter kesayangannya itu


"Ella takut, Ella nggak bisa sembuh trus Ella nggak bisa ketemu sama kalian lagi" lirihnya menundukkan kepalanya


"Ella takut nggak bakal bisa liat senyum mami, canda Ata, Omelan Rena Anya, perhatian Kavin, kebobrokan Rei, Addi, Radhit, dan Evan, cueknya Raka, begonya Lana , jahilnya Malven Ersya, juga tegasnya Elvan lagi" lirihnya meneteskan air mata


"Ella juga takut nggak bakal bisa ngobatin Ryan dkk lagi saat tawuran" lirihnya dengan tangis yang semakin deras


"Ella takut hikss Ella takut nggak bisa liat Dokter Wisnu dan Dokter Caca lagi hikss" tangis Ella pecah saat dokter Wisnu mendekapnya erat


"Ella takut dok hikss takut" gumam nya disela-sela tangis


"shut, jangan nangis, kami bakal selalu dampingi kamu disana. Jadi kamu jangan nangis" kata dokter Wisnu lembut


"Kami akan selalu ada disisi kamu supaya kamu nggak kesepian. Jadi kamu jangan takut" lanjutnya mengelus rambut Ella lembut


"Kamu juga harus optimis supaya sembuh supaya bisa bertemu mereka lagi"


"Kalau mau tetep disini kesehatan kamu akan semakin memburuk dan kamu nggak bakal bisa ketemu mereka lagi. iyakan?" tanya dokter Wisnu yang mendapat anggukan kecil dari Ella yang masih setia memeluknya


"Jadi kamu harus semangat supaya kamu bisa bersama mereka untuk waktu yang lama" semangat dokter Wisnu


"Jangan nangis, dokter sedih liat little fairy nangis kayak tadi" katanya mengusap air mata Ella


"Sekarang kamu harus istirahat, supaya keadaan kamu tetap stabil" kata dokter Wisnu membantu Ella tidur dan menyelimutinya


"Dokter, jangan pergi Ella takut" kata Ella dengan mata yang berkaca-kaca memegang erat tangan dokter Wisnu


"Iya dokter akan jaga kamu" kata dokter Wisnu duduk disamping tempat tidur Ella sambil mengelus rambut Ella supaya Ella cepat tidur.


Dokter Wisnu bertemu Ella setahun yang lalu saat pertama kali Ella di diagnosa terkena kanker darah atau leukimia. Bagi dokter Wisnu, Ella adalah gadis yang unik dan luar biasa. Alih-alih bersedih dan meratapi nasibnya, Ella malah bersikap seolah semuanya akan baik-baik saja dan tetap hidup dengan optimis untuk kesembuhannya. Meskipun terkesan cuek padanya saat itu, ia tahu Ella adalah gadis yang baik dan lembut terutama pada anak kecil. Terbukti Ella yang sering datang untuk memberikan hadiah dan semangat untuk anak-anak pejuang kanker sepertinya.


...----------------...


Flashback


Saat itu dokter Wisnu sedang berjalan di koridor rumah sakit dan tidak sengaja menemukan Ella yang sedang duduk dengan seorang gadis seumuran dengan Ella, yang diketahui dokter Wisnu adalah salah satu pejuang kanker juga. Merasa penasaran dokter Wisnu mendekat kearah mereka untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


"Jadi kita sama?" tanya gadis itu pada Ella


"Hmm.. Kita sama" jawab Ella


"Lalu kamu sedih?" tanya gadis itu penasaran


"Kenapa harus sedih?" tanya Ella kembali


"Karna kita bakalan mati" jawab gadis itu menerawang jauh


"Kanker nggak kanker juga bakal mati" cuek Ella yang membuat gadis itu bahkan dokter Wisnu terkejut dengan kata Ella


"Karna jika memang gue harus mati, itu berarti Tuhan lebih menyayangi gue dan gue nggak akan pernah menyesal dengan hidup yang seperti ini" kata Ella tersenyum manis menatap gadis itu


"Tapi gue juga pingin bahagia kayak orang lain yang sehat" keluh gadis itu


"Bagi gue bahagia itu sederhana, kayak bisa makan bakso kesukaan gue aja gue udah bahagia banget. Terkadang hal-hal kecil yang nggak kita sadari justru bisa kita bahagia. Iyakan?" tanya Ella tersenyum lembut


"Iya" jawab gadis itu membalas senyuman Ella


"Saran gue, coba lebih bersyukur lagi. Gue yakin, Lo pasti bisa bahagia" saran Ella padanya. Dokter Wisnu speechless saat mendengarkan pembicaraan mereka. Baginya jarang ada anak muda dengan pemikiran seperti Ella.


Grebb


"Makasih Ella" lirih gadis itu dalam pelukan Ella


"Sama-sama" kata Ella membalas pelukannya


"Sepertinya gue harus pergi. Kalau nggak dokter resek itu pasti ngamuk lagi" kata Ella melepas pelukan mereka


"Dokter resek? Dokter Wisnu maksud Lo" kata gadis itu bingung


"B**ener. Dokter terresek yang ada dirumah sakit ini siapa lagi kalau bukan dokter Wisnu" kata Ella membenarkan ucapan gadis itu.


Dokter Wisnu yang masih setia menguping pembicaraan mereka, rasanya ingin mengarungi Ella lalu membuangnya kedalam rawa-rawa.


"Pusing gue denger Omelan dokter Wisnu tiap kesini, jangan inilah jangan itulah. Banyak banget larangannya" keluh Ella berdiri dari duduknya


"Yaudah gue pergi dulu" pamit Ella lalu pergi dari hadapan gadis itu


Flashback off


...----------------...


Sejak saat itu Dokter Wisnu benar-benar sudah jatuh hati dengan semangat dan energi positif yang selalu memancar dari Gadis manis itu. Meskipun demikian, dokter Wisnu hanya menganggap Ella sebagai adiknya tidak lebih. Bahkan keluarganya, juga kenal baik dan sangat menyayangi Ella seperti putri mereka sendiri. Terutama tunangannya, Caca. Yang juga menganggap Ella seperti anaknya bukan seperti adiknya lagi.


Asik dengan lamunannya, dokter Wisnu tidak menyadari kehadiran tunangannya.


"Sudah kuduga kamu disini" kata dokter Caca menyadarkan dokter Wisnu dari lamunannya


"Caca, sejak kapan?" tanya dokter Wisnu heran


"5 menit yang lalu" jawab dokter Caca mendekati tempat tidur Ella


"Dia gadis yang manis, iyakan?" kata dokter Caca mengelus lembut rambut Ella


"Iya sangat manis" kata dokter Wisnu setuju


"Tuhan benar-benar tidak adil padanya. Kenapa gadis semanis ini harus melewati banyak hal" kata dokter Caca meneteskan air matanya


"Maksudnya?" tanya dokter Wisnu bingung


"Gadis ini, gadis yang luar biasa" komentar dokter Caca


"Tadi ia sempat bercerita padaku tentang masa lalunya yang kelam" lanjut dokter Caca lalu menceritakan semua masa lalu Ella yang sempat Ella ceritakan padanya tadi


"Aku benar-benar nggak habis fikir dengannya. Kenapa ia masih terlihat baik-baik saja setelah semuanya" kata dokter Wisnu setelah menceritakan semua masa lalu Ella


"Dia gadis yang kuat" kata dokter Caca


"Ayo kita keluar, biarkan dia istirahat" lanjutnya setelah mengecup pelan pipi tembam Ella


"Ayo" kata dokter Wisnu meninggalkan Ella yang pulas dengan tidurnya


...Next...


...----------------...


...follow...


...Instagram : @quella.ved...


..."Your Life is Your Choice"...