
"Tau nggak Lo, Ren? Gue itu masih kesel banget sama omongannya Evan. Mulutnya itu loh nggak bisa dijaga. Asal ngomong aja" keluh Anya mengaduk-aduk minumannya
"Untung aja gue sabar. Coba kalau enggak, udah gue ajak adu jotos tuh bocah" kata Anya sinis
"Masih kecil tapi nggak sopan banget" katanya
"Lo pasti juga kesel banget kan sama dia?" tanya Anya pada Rena
"Lo pasti kesel banget sih, apalagi dia sampai bawa-bawa Ella" katanya menjawab sendiri pertanyaannya
"Lo tau sendiri kan Ella yang milih pergi bukan kita yang ninggalin dia"
"Ck, seenaknya aja Evan kalau ngomong" kata Anya
"Iya kan, Ren?" tanyanya meminta pendapat Rena
Sepeninggal Kavin dan teman-temannya, Anya dan Rena pergi berjalan-jalan di taman sebentar dengan ditemani secangkir coklat panas.
"Ren" panggil Anya saat melihat Rena tidak menyahuti pertanyaan
"Rena" seru Anya menyentuh lengan Rena yang terlihat asik dengan pikirannya sendiri.
Tersadar dari lamunannya, Rena menatap Anya dengan bingung.
"Apa?" tanya Rena pada Anya
"Lo yang kenapa?" ketus Anya kesal karena Rena tidak mendengarkan perkataannya
"Gue dari tadi ngomong nggak Lo dengerin" sinis Anya meminum coklat panasnya dengan tidak sabaran
"Emang Lo ngomong apa?" tanya Rena polos semakin membuat Anya kesal
"Serah" kata Anya kesal
"Sorry, gue tadi cuma mikir omongannya Evan" kata Rena
"Gue pikir-pikir, Evan itu bener. Secara nggak langsung kita kayak ninggalin Ella gitu aja disaat-saat sulitnya"
"Coba Lo pikir Ella waktu itu lagi sakit dan pasti butuh dukungan kita sahabat-sahabatnya. Apalagi saat itu Ella juga baru putus sama Kavin" kata Rena menerawang jauh 8 tahun yang lalu.
"Ella selalu ada buat kita. Baik disaat kita seneng maupun susah. Dia orang pertama yang akan pasang badan buat kita saat kita lagi berantem sama mantan kita dulu"
"Ella yang selalu jadi tempat sandaran buat kita saat kita lagi sedih"
"Dan yang paling penting Ella yang memberikan warna dalam kehidupan SMA kita"
"Rasanya jahat banget saat kita jauhin dia gitu aja" kata Rena menatap Anya
"Lo ngomong apa sih" kata Anya mengalihkan pandangannya dari Rena
"Kita itu nggak salah apa-apa"
"Stop nyalahin diri sendiri. Jangan kemakan omongannya Evan deh" kata Anya canggung
"Kita bukannya ninggalin Ella. Tapi dia yang ninggalin kita"
"Dia duluan yang pergi jauh dari kita" kata Anya
"Dia pergi disaat kita butuh dia" katanya
"Tapi saat itu keadaan nggak memungkinkan buat Ella stay disini, Nya. Lo tau sendiri kan gimana Ella saat itu"
"Kita selalu nyalahin Ella yang nggak peduli sama kita"
"Bukankah kita terlalu egois"
"Ella juga punya kehidupannya sendiri. Dia punya impian yang ingin diraihnya. Kita nggak bisa terus-terusan nyuruh Ella untuk bareng sama kita"
"Justru gue ngerasa kita yang jahat sama Ella" kata Rena sedih
"Udahlah, Ren. Nggak usah dibahas" kata Anya acuh membuat Rena menjadi sedih dengan sikap Anya
"Nya. Gue tau Lo masih kecewa dengan Lio yang cuma manfaatin Lo buat deket sama Ella, gue juga tau Lo kecewa Ella nggak bisa menghibur Lo dan ada disamping Lo saat nyokap Lo meninggal"
"Tapi setidaknya Lo juga harus tau, Ella dateng ke makam nyokap Lo meskipun dia terlambat. Setidaknya dia dateng" kata Rena sendu
"Emangnya Lo nggak kangen apa sama Ella? Kangen makan bareng? Shopping bareng? Jalan-jalan? Lo nggak kangen?" tanya Rena sedih
"Udahlah, Ren. Nggak usah bahas dia lagi" kata Anya bangun dari duduknya
"Gue pulang dulu" pamitnya lalu meninggalkan Rena sendirian di taman.
' El, maafin gue. Gue nggak bisa jaga persahabatan kita. Gue nggak ada disaat Lo butuh. Malahan gue ikutan pesta bareng Kavin dan Diana yang notabennya baru putus sama Lo. Sahabat macam apa gue?? Tega-teganya gue happy-happy disaat Lo lagi butuh sandaran. Sekali lagi gue minta maaf sama Lo, El. Gue bener-bener nyesel ' batin Rena sedih
Disisi lain, Ella yang sedari tadi dijadikan bahan perbincangan oleh teman-temannya sedang asik nonton drama Korea bersama Indy.
"Kebiasaan Lo, kalau nonton film selalu baper. Sampek mewek lagi" cibir Indy geli dengan Ella yang sedang sesenggukan dengan sesekali menghapus ingusnya
"Jangan salahin gue, ceritanya emang sad banget" kata Ella tidak terima
"Emang dasar Lo nya aja yang baperan" ejek Indy
Ella yang tida terima diejek, bersiap ingin melemparkan bantal yang sedari tadi dipeluknya kearah Indy. Namun sayangnya niatnya gagal saat mendengar nada dering di ponsel Indy.
"Apa Lo, liat-liat?" ketus Indy mengambil ponselnya sembari melirik tajam Ella
"Serah gue dong. Mata-mata gue"
"Macem-macem gue usir Lo dari apartemen gue" ancam Ella
Memang Ella memilih tinggal di apartemen miliknya dari pada harus tinggal bersama mama dan adiknya. Bukannya apa-apa, hanya saja jarak antara rumah sakit dan rumahnya sangat jauh. Ella yang notabennya lebih sering menginap di rumah sakit ketimbang di rumah. Akhirnya memilih membeli apartemen untuk tempatnya beristirahat.
Meskipun begitu sesekali Ella akan pulang atau maminya yang akan datang menjenguknya. Tak jarang juga Athaya juga datang untuk bertemu dengannya.
"Halo" kata Indy mengangkat teleponnya
"Ella ada di situ?"
"Iya ada, kenapa?" tanya Indy sembari melirik Ella. Ella yang ditatap Indy, hanya diam saja.
"Bisa tolong bilangin dia buat angkat telepon gue. Gue tadi telpon dan WhatsApp dia nggak dibales-bales"
"Oke, nanti gue sampaikan" kata Indy
"Thank"
"Sama-sama, apa sih yang enggak buat calon ipar" kata Indy cengengesan.
Mendengar kata calon ipar, Ella segera menoleh kearah Indy.
"Bener, calon Lo lagi nyariin Lo" kata Indy meletakkan ponselnya lagi
"Emang pesannya nggak Lo balas?" tanyanya kepo
"Gue lupa" kata Ella cengengesan mengecek ponselnya
"Gini nih, untung aja dia sabar"
"Bales gih, kalau enggak nanti dia marah-marah gue nggak tanggung jawab loh yah" kata Indy
"Iya-iya ini juga gue bales"
"Bawel banget" kata Ella bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya
"Mau kemana?" tanya Indy
"Ngebucin dulu" jawab Ella menunjukkan layar ponselnya yang menunjukkan panggilan telepon sedang tersambung
"Ck" decak Indy sinis
"Mohon yang jomblo sabar" kata Ella lalu masuk kedalam kamarnya
...----------------...
"Sorry, aku tadi nggak ngecek handphone sama sekali" kata Ella
"Nggak papa, aku pikir kamu lagi sibuk"
"Enggak aku nggak sibuk, aku lagi dirumah sama Indy"
"Yaudah kalau gitu, tadinya aku telpon kamu cuma mau tau kamu udah makan apa belum"
"Udah kok" jawab Ella
"Bagus. Kalau gitu aku tutup, kamu jangan tidur malem-malem"
"Iya"
"Tunggu aku"
"Pasti" kata Ella tersenyum manis
"Miss you"
"Me too" kata Ella lalu mematikan sambungan telepon mereka.
...----------------...