ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret



Jakarta,


"Bang Kavin beneran putus sama kak Ella?" tanya Diana duduk disamping Kavin yang sedang melamunkan nasib hubungannya dengan Ella


"Hm" Gumam Kavin menanggapi pertanyaan Diana


"Maaf ya, ini salah aku" kata Diana menundukkan kepalanya menyesal


"Seharusnya aku jauhin bang Kavin seperti perintah Kak Ella dulu" katanya dengan sedih


Kavin yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas lelah.


"Sudahlah ini bukan salah kamu" kata Kavin menepuk punggung tangan Diana


"Hubungan kami memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi" kata Kavin


"Enggak" sangkal Diana


"Kalau aja aku nggak hadir di kehidupan kalian. Hubungan kalian nggak akan hancur berantakan seperti ini"


"Aku memang jahat. Aku perempuan jahat, yang tega menyakiti perasaan perempuan lainnya" katanya menitihkan air mata


"Pantas saja orang tuaku tidak ada yang peduli denganku" kata Diana dengan sesenggukan


"Aku memang jahat" isaknya


"Maaf, maafin aku" kata Diana


Kavin yang melihat Diana seperti itu menjadi tidak tega dan memeluknya bermaksud untuk menenangkannya.


"Kamu nggak salah, nggak ada yang salah"


"Kamu bukan orang jahat, kamu adalah orang yang baik" kata Kavin melepaskan pelukannya


"Aku orang yang jahat, keluarga ku meninggalkan aku karena aku jahat, dan sekarang aku membuat Bang Kavin kehilangan Kak Ella" kata Diana menggelengkan kepalanya lesu


"Shutt" kata Kavin menenangkan Diana


"Kamu bukan orang yang jahat. Kamu orang baik" kata Kavin sekali lagi


"Kalau aku orang baik, kenapa semua orang meninggalkan ku?" ratap Diana sedih


"Diana, kamu tidak perlu khawatir jika semua orang meninggalkan mu. Aku akan tetap disini menjagamu" kata Kavin memeluk Diana sekali lagi


"Bang Kavin harus janji akan selalu menjaga ku dan tidak meninggalkan ku seperti mereka" gumam Diana di dalam pelukan Kavin


"Tentu, aku janji" kata Kavin yakin


...----------------...


2 Minggu Kemudian,


"El" sapa Rena yang sedang menelpon Ella


"Rena" sapa balik Ella


"Apa kabar sista?" tanya Ella di seberang sana


"Baik, Lo?" tanya Rena balik


"Baik, gue baik-baik aja" jawab Ella gembira


"Lo yakin baik-baik aja?" tanya Rena ragu


"Iya gue baik-baik aja"


"Ada apa memangnya?" tanya Ella heran


"Em, gini gue mau tanya?" tanya Rena ragu mengutarakan maksudnya


"Mau tanya apa?" tanya Ella santai


"Lo putus sama Kavin?" tanya Rena dengan canggung


Mendengar pertanyaan Rena, Ella hanya diam tidak menanggapinya. Telepon menjadi hening untuk sesaat, hingga..


"Iya" jawab Ella dengan nada suara yang sedikit berubah


"Beneran? Mulai kapan? Kok Lo nggak cerita apa-apa sama gue?" tanya Rena beruntun


"Iya beneran. Kita putus sekitar 2 Minggu yang lalu. Maaf gue lupa, lagian juga nggak penting" jawab Ella menjawab semua pertanyaan Rena sekaligus


"Nggak penting" kata Rena tercengang


"Iya nggak penting. Lagian gue sama Kavin udah nggak ada apa-apa lagi. Kita memutuskan untuk membatalkan pertunangan kami" kata Ella


"Pantes aja gue liat Kavin makin lengket sama ulat bulu itu" kata Rena mengingat beberapa hari yang lalu dirinya bertemu Kavin dan ulat bulu aka Diana di taman tak jauh dari kompleknya.


Sebenarnya tidak aneh melihat Kavin jalan dengan gadis lain, karena saat Kavin masih menjadi pacar bahkan tunangan sahabatnya saja Kavin sering jalan berdua dengan gadis lain.


Tapi kali ini yang Rena lihat berbeda dari biasanya. Kavin dan si ulat bulu itu terlihat sangat intim dan romantis seakan mereka berdua berpacaran.


"Memangnya ada apa?" tanya Ella membuyarkan lamunan Rena


Dirinya sudah bersiap-siap untuk menghibur Ella apabila dirinya sedih dan kecewa.


Namun, siapa sangka jawaban Ella malah membuatnya tercengang.


"Mungkin mereka pacaran" respon Ella dengan suara tanpa beban bahkan terkesan santai dan bodo amat


"Entahlah gue juga nggak tau, semua sosmed gue di blok" kata Ella cuek


"Sosmed Lo di blok" kata Rena semakin tercengang


"Iya, dari WA, Instagram, Line, bahkan nomer gue juga di blok" kata Ella santai


"Sabar ya El, gue nggak tau Kavin akan kayak gini" kata Rena menyesal pernah mengenalkan mereka berdua.


Siapa yang tau, bahkan setelah putus kelakuan Kavin akan kekanakan seperti ini. Ia seperti memutus hubungan antara dirinya dan Ella.


Padahal yang Rena tau Kavin dulu sangat menyayangi Ella.


Rupanya Kavin benar-benar sudah terpikat oleh tipu daya ulat bulu itu, pikir Rena.


"Yaudah sih, gue juga bodo amat" kata Ella santai


"Nggak usah bahas dia lagi" tambah Ella


"Oke-oke nggak gue bahas" kata Rena setuju


"Oh ya, gue juga denger Raka kuliah di Singapura? Kalian satu kampus?" tanya Rena


"Raka? Iya dia ada disini. Kita satu fakultas" jawab Ella dengan mood yang mulai kembali baik


"Ih, Lo pasti seneng banget punya temen disana" kata Rena semangat


"Yayah dong, seenggaknya gue nggak kayak anak hilang" kata Ella terkekeh kecil


"By the way, Kok Lo bisa tau. Informasi Lo cepet juga" kata Ella menyadari sesuatu


"Jangan-jangan Lo mata-matain gue yah? Hayo ngaku?" tuding Ella


"Pede gila, ngapain gue mata-matain Lo nggak bermanfaat banget" ketus Rena


"Yah siapa tau aja" kata Ella cuek


"Ck, yaudah udah dulu yah. Nanti gue telepon lagi" pamit Rena


"Oke, bye Ren" kata Ella


"Bye El" kata Rena lalu mematikan sambungan telepon mereka.


"Jadi mereka beneran putus?" tanya Anya yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Rena


"ASTAGA" kejut Rena dengan kedatangan Anya


"Lain kali kalau datang itu salam dulu, minimal ketuk pintu" keluh Rena merebahkan tubuhnya di atas kasurnya


"Sorry" cuek Anya menghempaskan dirinya disamping Rena


"Lo belum jawab pertanyaan gue" kata Anya


"Mereka beneran putus?" tanya Anya lagi


"Iya mereka putus" jawab Rena sembari memainkan ponselnya


"Pantes si ulat bulu posting foto berdua bareng Kavin caption-nya My love gitu" kata Anya cuek


"Yang bener Lo?" tanya Rena kaget


"Bener, ngapain gue boong" kata Anya santai


"Emang Kavin Bangs*t" umpat Rena kesal


"Bisa-bisanya dia mainin Ella" katanya kesal


"Yah, gue jadi nggak suka lagi sama dia" gumam Anya pelan namun masih didengar oleh Rena


"Suka? Maksud Lo apa?" tanya Rena curiga


"Sebenarnya gue pernah suka sama Kavin. Tapi itu dulu sebelum Kavin sama Ella pacaran" jawab Anya cuek tidak menutup-nutupi apapun.


"Gila" respon Rena aneh


"Bisa-bisanya Lo suka sama pacar sahabat Lo sendiri" katanya


"Itu dulu. Lagian gue udah nggak suka sekarang" kata Anya cuek


"Yayah terserah kata Lo" kata Rena lelah


"Udahlah gue mau tidur, kalau Lo mau pulang. Pulang aja. Jangan ganggu gue" kata Rena memejamkan matanya.


...----------------...