ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret



"Kenapa?" tanya Raka datang menghampiri Ella di balkon kamarnya


"Gue dari tadi nyariin Lo, nggak taunya Lo lagi disini" tambahnya menengok ke arah Ella yang hanya diam


"Huft"


"Lo kenapa lagi?" Tanya Raka menyentuh pundak Ella lembut


"Entahlah, gue juga nggak tau" kata Ella lesu


"Harusnya gue bahagia saat ini. Gue bisa lepas dari Kavin, gue udah nggak sakit hati lagi. Gue udah bebas" katanya


"Tapi kenapa rasanya masih sakit disini" kata Ella menyentuh dadanya perih


"Dada gue rasanya sesak" kata Ella


"Lo masih sayang sama Kavin? Masih cinta?" tanya Raka hati-hati


"Cinta? Bukan, ini bukan cinta. Perasaan itu sudah hilang" jawab Ella menggelengkan kepalanya, dan membuat Raka entah mengapa menjadi lega mendengar jawaban Ella.


"Gue hanya nggak tau harus gimana"


"Disatu sisi gue sedih, udah mengecewakan banyak orang. Disisi lain gue marah, entah marah sama diri gue sendiri atau marah sama Kavin yang udah mengkhianati gue"


"Gue cuma bingung" kata Ella tersenyum miris


"El, Lo tau melupakan bukanlah satu-satunya pilihan terbaik setelah putus cinta" kata Raka menatap bintang-bintang di langit yang bersinar cerah.


"Tapi memaafkan dan mengikhlaskan" kata Raka mengalihkan pandangannya pada Ella yang juga sedang menatapnya


"Memang kita perlu melupakan orang yang membuat kita sakit. Tapi kita juga harus bisa memaafkan dan mengikhlaskannya" kata Raka


"Maafkan semua orang yang sudah membuat Lo sedih, ikhlaskan semuanya. Jangan lupa, semua yang sudah terjadi hari ini adalah takdir dan juga pilihan Lo"


"Dulu Lo yang memilih Kavin untuk menjadi bagian dari hidup Lo" kata Raka menyentuh rambut Ella


"Dulu Lo bahagia dan bersyukur memiliki Kavin. Dan saat yang Lo impikan tidak terwujud saat ini. Lo harus bisa memaafkannya, entah memaafkan diri Lo sendiri karena sudah salah menentukan pilihan atau memaafkan Kavin yang selingkuh. Yang jelas Lo harus mulai belajar itu" kata Raka lembut


"Lalu gue yakin, Lo pasti bisa lebih bahagia dari sekarang" kata Raka memegang pipi Ella


"Karena hati Lo nggak menyimpan dendam ataupun kekecewaan lagi" katanya lalu mengalihkan pandangannya kembali ke langit


"Gue tau ini sulit. Tidak mudah memaafkan dan mengikhlaskan orang yang sudah menyakiti kita. Tapi Lo harus bisa bukan untuk orang lain, tapi untuk diri Lo sendiri" kata Raka


"Jangan menyiksa diri sendiri dengan menyimpan dendam dan amarah"


"Gue nggak mau Lo sakit dan tenggelam didalamnya" kata Raka lirih


Ella yang mendengar perkataan Raka merasa tergerak hatinya dan tersentuh.


Raka benar ia memang harus bisa memaafkan dan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.


Dan ini bukan untuk orang lain tapi untuk dirinya sendiri.


"Zoya tenang aja, apapun yang terjadi kedepannya. Zabiru akan selalu ada di depan Zoya sebagai perisai, di samping Zoya sebagai tempat bersandar disaat Zoya lelah dan di belakang Zoya sebagai penyemangat disaat Zoya mulai menyerah" kata Raka lembut menatap Ella


"Zoya harus ingat ini, Zabiru akan selalu ada untuk Zoya" kata Raka tersenyum manis. Senyum yang tidak pernah Raka tunjukkan pada siapapun kecuali Ellaine, sahabat kecilnya.


...----------------...


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, begitu juga tahun yang mulai berganti angka.


Waktu berjalan begitu sangat cepat, tak terasa sudah 8 tahun Ella menetap di Singapura menjalani studynya dan sudah mendapatkan gelar dokter seperti impiannya. Ia juga sudah bekerja menjadi dokter di Rumah Sakit milik keluarga Dokter Caca.


Begitu juga dengan Raka. Mereka sama-sama melewati banyak hal suka dan duka bersama.


Kini mereka berencana untuk kembali ke Jakarta.


"Lo beneran mau balik?" tanya Indy


1 tahun sejak Raka tinggal di Singapura. Indy datang dan ingin melanjutkan kuliahnya di Singapura. Indy mengambil jurusan Desain dan sekarang dia sudah sukses dengan bisnisnya sendiri.


"Iya" kata Ella yang masih fokus dengan berkas-berkas pasiennya


"Katanya Lo mau lanjutin study lo?" tanya Indy cemberut


"Gue mau lanjutin di Jakarta aja"


"Kangen rumah gue" kata Ella cuek


"Trus gue gimana?" tanya Indy lagi


"Yah nggak gimana-gimana" kata Ella


"Ck, nggak perhatian banget jadi temen" kata Indy sedih


Yah, kebetulan saat ini Indy sedang berada di rumah sakit untuk makan siang bersama dengan Ella.


"Sok sibuk Lo" cibir Indy kesal yang hanya diabaikan oleh Ella


"Emang Lo udah siap ketemu sama mantan Lo itu?" tanya Indy tiba-tiba


Deg


Mendengar pertanyaan Indy, Ella menghentikan sejenak tangannya yang sibuk membolak-balik berkas lalu kembali fokus pada berkasnya.


"Nggak peduli gue" kata Ella tenang


"Gue yakin dia pasti tercengang waktu liat Lo udah jadi dokter hebat dalam waktu 8 tahun" kata Indy semangat


"Bodo amat"


"Paling dia juga udah nikah" kata Ella cuek


"Nggak mungkin" kata Indy yakin


"Nggak mungkin gimana?" tanya Ella bingung


"Nggak mungkin dia nikah. Buktinya dia nggak ngundang Lo ke nikahannya" kata Indy konyol


"Bego" cibir Ella sinis


"GUE MAU BALIK KE JAKARTA KARENA GUE KANGEN KELUARGA GUE DAN ITU NGGAK ADA URUSANNYA SAMA MANTAN. JELAS JUBAEDAH" kata Ella menekankan setiap katanya


"Iya umik" kata Indy cemberut


"Lagian gue udah nggak peduli lagi sama Kavin. Gue udah bahagia dengan diri gue saat ini" kata Ella santai


"Yah, kalau dilihat-lihat sih emang gitu" kata Indy menelisik Ella dengan serius


"Gimana Lo nggak bahagia"


"Pendidikan oke, karir sukses, rumah mewah, mobil ada 2, koneksi dimana-mana, nominal uang Lo di ATM udah nggak bisa diitung nolnya. Dan ditambah lagi, calon suami Lo yang ganteng dan mapan itu" kata Indy mengacungkan jempolnya


"Beh, indah banget hidup Lo" katanya iri


"Nggak kayak gue, udah susah jomblo lagi" katanya dengan suara menyedihkan


"Kasihan" ejek Ella


"By the way, Lo masih nggak komunikasi lagi sama Rena dan Anya?" tanya Indy


Beberapa bulan setelah Ella dan Kavin putus, lalu Kavin yang resmi berpacaran dengan Diana. Rena dan Anya memutuskan komunikasi dengannya.


Entah apa yang salah, bahkan Ella juga bingung dengan kedua sahabatnya yang tidak bisa dihubungi. Terakhir yang Ella tau, mereka berdua memposting foto bersama dengan Diana dan Kavin di sebuah pesta ulangtahun. Dan setelah itu mereka menghilangkan.


"Iya" kata Ella sedikit sedih


"Udah nggak usah sedih, entar kalau calon suami Lo tau Lo sedih bisa diamuk gue" kata Indy memelas membuat Ella terkekeh kecil


"Dia nggak sejahat itu" kata Ella membela


"Iya nggak jahat, tapi kaku banget" kata Indy pelan


"Lo bilang sesuatu?" tanya Ella pura-pura tidak paham


"Hehehehe, enggak kok" sangkal Indy cengengesan


"Kapan kalian nikah?" tanya Indy


"Tunggu aja" jawab Ella santai


"Ck" decak sebal Indy lalu dia teringat sesuatu


"OMG, jangan-jangan Lo mau ke Jakarta buat nikah ya" tuding Indy serius


Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum manis saja.


"GILA, SAHABAT GUE MAU KAWIN" teriak Indy semangat


...----------------...


Nah hayo loh,


Siapa calon suaminya Ella?


Dan kenapa juga Rena dan Anya tidak pernah berkomunikasi dengan Ella lagi?


Ada yang tau nggak????🤔🤔🤔