ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret



"Ayo" kata Ella dengan semangat menyeret tangan Raka keluar dari bandara


"Gue akan ajak Lo keliling Singapura, ke tempat-tempat menarik yang pernah gue kunjungi" kata Ella berceloteh dengan semangat


"Kita akan ke Disneyland, Lo mau kan?" tanya Ella menoleh ke Raka yang masih pasrah tangannya di tarik-tarik


"Iya" jawab Raka menganggukkan kepalanya


"Bagus, karena kalau pun Lo nggak mau. Gue akan seret Lo kesana" kata Ella puas sedangkan Raka hanya bisa menggelengkan kepalanya gemas melihat tingkah Ella


"Dan juga Lo harus selalu ikut gue. Kemanapun"


"Setuju?" tanya Ella lagi


"Iya, El" jawab Raka lagi


"Bagus, akhirnya gue nggak kesepian lagi" kata Ella bahagia


Melihat senyum Ella yang tak pernah hilang dari bibirnya. Tanpa sadar Raka juga ikut tersenyum. Raka bahagia jika Ella juga bahagia.


"Tenang aja. Gue pasti jagain Lo dan temenin Lo kemanapun Lo mau" kata Raka mengacak rambut Ella


"Ahh,, bahagianya gue" kata Ella tersenyum manis mendengar perkataan Raka


"Udah ayo, dokter caca sama dokter Wisnu pasti udah nungguin kita" kata Ella dengan semangat


...----------------...


"DOKTER" teriak Ella menggema di depan bandara


"DOKTER" teriak Ella lagi sambil melambaikan tangannya ke arah Caca dan Wisnu yang sudah menunggu Ella


"ELLA" balas teriak Dokter Caca melambaikan tangannya kearah Ella


Dengan penuh semangat Ella berlari ke arah mereka berdua. Dan,


Grebb


"Miss you" gumam Ella pelan di pelukan Dokter Caca


"Miss you too little fairy" kata Dokter Caca menepuk pelan punggung Ella


"Gimana perjalanan kamu? Menyenangkan?" tanya Dokter Caca melepas pelukan mereka


"Sangat"


"Aku senang bisa bertemu sahabat-sahabat ku lagi" kata Ella tersenyum manis


"Bagus kalau begitu" kata Dokter Wisnu menepuk kepala Ella pelan


Sementara mereka bertiga sedang melepas rindu, Raka yang tadi tertinggal oleh Ella berjalan pelan kearah mereka bertiga.


"Ekhem" kata Raka membuat mereka bertiga mengalihkan pandangannya ke arah Raka


"Lo kamu?" tunjuk Dokter Caca pada Raka


Dokter Caca cukup tercengang melihat kedatangan Raka. Menurutnya Raka mempunyai kesan yang sangat baik darinya dan tunangannya. Raka terlihat sangat menjaga dan menyayangi Ella. Dan itu membuat dirinya dan tunangannya bersyukur Ella memiliki seseorang yang sangat peduli dengannya.


"Dokter" sapa Raka ramah


"Aku sampai lupa" kata Ella menepuk dahinya pelan


"Raka akan kuliah disini" katanya mengandeng lengan Raka


"Oh ya?" tanya Dokter Wisnu sedikit curiga dengan motif tersembunyi Raka


"Iya" jawab Raka santai


Dokter Wisnu hanya menatapnya penuh selidik dan tersenyum saat menyadari sesuatu.


"Bagus, kamu bisa tinggal di apartemen saya" kata Dokter Wisnu santai


"Dokter nggak perlu repot-repot, saya sudah membeli apartemen" kata Raka


"Dimana?" tanya Dokter Wisnu kepo


"Di samping apartemen kita itu. Raka beli apartemen itu" kata Ella menjawab pertanyaan Dokter Wisnu


"Baiklah, ayo kita pulang. Kalian pasti lelah. Dokter sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua" kata Dokter Caca


"Yeah, dokter memang yang terbaik" kata Ella antusias pergi dengan Dokter Caca duluan meninggalkan Dokter Wisnu dan Raka.


...----------------...


Setelah makan malam bersama, Raka pamit pergi ke apartemennya bermaksud untuk mengecek kondisi apartemennya dan membenahi baju-bajunya. Awalnya Ella ingin membantu tapi dilarang oleh Raka dengan alasan ia tidak ingin Ella kelelahan dan kondisinya menjadi drop.


Bagaimanapun kondisi Ella masih belum sepenuhnya stabil. Ella bisa drop tiba-tiba jika dirinya terlalu kelelahan. Dan Raka tidak mau ambil resiko. Jadinya ia melarang Ella untuk membantunya.


Sedangkan dokter Wisnu kembali ke rumah sakit karena mendapat telepon darurat dari rumah sakit tempatnya bekerja.


Jadilah kini tinggal Ella dan dokter Caca sendirian.


"Baiklah, kamu belum cerita apapun pengalaman kamu selama di Jakarta" kata Dokter Caca membuka pembicaraan


"Dokter mau tanya apa?" tanya Ella menatap dokter Caca bingung


"Gimana kabar sahabat-sahabat kamu? Kabar mami sama keluarga kamu? Dan juga kabar Kavin?" tanya Dokter Caca semangat tanpa menyadari perubahan raut wajah Ella saat dirinya menyebut nama Kavin


"Sahabat-sahabat Ella baik-baik aja. Mami sama keluarga Ella kondisinya sangat baik. Mereka bahagia bisa ketemu Ella, Ella juga seneng banget bisa ketemu mereka lagi" kata Ella antusias


"Kalau Kavin.." katanya dengan suara lirih


"Entahlah aku juga nggak tau" kata Ella menggelengkan kepalanya


"Maksud kamu apa? Kalian berantem?" tanya Dokter Caca berjalan mendekati Ella


"Kami break" kata Ella lirih


"Loh? Kok bisa?" tanya Dokter Caca bingung. Padahal menurutnya kedua sejoli ini terlihat saling mencintai.


"Ceritanya panjang" kata Ella lirih


"Jadi karena ini kamu cepat-cepat balik ke Singapura" tebak Dokter Caca


"Salah satunya" kata Ella sendu


"Hatiku terlalu sakit jika harus bertahan disana terlalu lama" kata Ella menyentuh dadanya


"Rasanya kepercayaan yang kami bangun selama bertahun-tahun hancur seketika. Tidak ada yang tersisa lagi dalam hubungan kami" katanya


"Kalian kenapa? Kavin buat salah sama kamu?" tanya Dokter Caca lembut


"Entahlah dok, entah aku yang salah atau Kavin yang salah. Pada intinya kebersamaan kami itu salah. Kami hanya saling menyakiti" jawab Ella tersenyum miris


"Aku memutuskan break dengan Kavin. Aku ingin, baik aku dan dia sama-sama berpikir apa yang terbaik untuk kami. Jika memang kembali mungkin terjadi, maka kami akan kembali. Aku akan berusaha kembali menatap hatiku yang sudah hancur. Tapi jika berpisah adalah pilihan kami, aku hanya bisa belajar untuk merelakannya" kata Ella sedih


"Sudahlah jangan sedih" kata Dokter Caca mengelus bahu Ella untuk menenangkannya


"Apapun pilihan kamu nanti, baik dokter sendiri ataupun dokter Wisnu pasti akan mendukung kamu sepenuhnya" katanya lembut


"Terimakasih dokter" kata Ella menoleh kearah dokter Caca


"Lebih baik sekarang kamu istirahat. Kamu pasti capek" kata Dokter Caca


"Aku akan istirahat sekarang, dokter juga harus istirahat. Jangan bergadang" kata Ella bangkit dari duduknya


"Selamat malam dokter" pamit Ella lalu masuk kedalam kamarnya


"Selamat malam" kata Dokter Caca lalu dia menoleh kearah lemari kaca yang menjadi pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga.


"Kamu sudah dengar sendiri kan?" kata Dokter Caca tetap memandang lemari kaca itu seakan dia tau kalau dibalik lemari itu ada seseorang yang sedari tadi mendengarkan pembicaraannya dengan Ella


"Saya tau kamu disitu Raka" kata Dokter Caca menghela nafas lelah melihat Raka yang tidak ingin keluar dari tempat persembunyiannya.


"Dokter Caca" lirih Raka perlahan keluar dari balik lemari kaca dengan wajah memerah karena malu


"Kamu sudah dengar kan perkataan Ella. Sekarang semuanya terserah kamu" kata Dokter Caca menepuk pundak Raka lalu masuk kedalam kamarnya meninggalkan Raka yang terdiam mematung di ruang keluarga.


Awalnya dia datang ingin meminjam charge laptop Ella, karena punyanya ketinggalan di Jakarta. Namun siapa sangka dia mendengar Ella yang sedang mencurahkan isi hatinya pada Dokter Caca.


Perasaannya kini bercampur aduk. Namun dari semua itu, dia sangat marah dan kecewa dengan Raka karena sudah membuat Ella menjadi sedih dan menangis.


...----------------...