ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Puncak



Malam harinya Ella bergantian dengan Roro dan Yeye untuk berjaga di aula. Ia mengajak Ciko dan Galeh untuk ikut bersamanya ke aula.


Di aula sekolah, Ella melihat kelas 10 masih fokus dengan guru yang masih memberikan materi tentang attitude didepan. Dan beberapa panitia yang juga sibuk mengawasi mereka, takut-takut kalau kelas 10 ngomong sendiri dan tidak mendengarkan guru didepan. Karna, Ella lagi nggak mood buat ikut bergabung dengan panitia. Ella lebih memilih berjalan kearah Elvan dkk yang lagi nyantai duduk-duduk didepan aula.


"Hola" sapa Ella sambil ber tos kepalan tangan pada semuanya


"Kemana aja?" Tanya Elvan basa basi


"Di UKS" jawab Ella polos


"Udah makan?" Tanya Elvan lagi yang diangguki Ella pertanda sudah makan


"Pulau kapuk jam berapa?" Tanya Ella


"Jam 9. Gue nggak mau mereka drop kalau tidur malam-malam. Lagian besok juga masih ada kegiatan yang lebih melelahkan" jawab Haru (sekertaris OSIS)


"Bener jangan sampai mereka drop. Ntar gue yang susah kalau banyak yang sakit" keluh Ella


"Kaki Lo kenapa?" Tanya Lana tiba-tiba


"Kenapa emang?" Tanya Ella melihat kakinya yang baik-baik aja meskipun sedikit kemerahan


"Itu merah" tunjuk Lana pada kaki Ella


"Hehehe.. biasa jatuh tadi waktu hujan-hujan an" kata Ella cengengesan


"Kebiasaan, ceroboh banget sih Lo" omel Lana


"Sakit nggak?" Tanyanya perhatian


"Nggak terlalu" jawab Ella jujur


"Lain kali hati-hati" nasehat Lana


"Sip" kata Lana


"Lo nggak pakek sepatu?" Tanya Jeno saat melihat Ella cuma memakai sendal. Mendengar pertanyaan Jeno Ella cuma menggeleng-gelengkan kepalanya


"Cih, kebiasaan" ejek Raka


"By the way Van, gue besok nggak bisa ikut ke puncak kayaknya" kata Ella mengabaikan ejekan Raka dan melihat Elvan


"Loh? Kenapa?" Tanya Elvan terkejut


"Tadi gue ditelpon pihak puskesmas, mereka minta gue juga hadir" jawab Ella


"Tapikan elo udah janji buat ikut camp?" Kata Elvan


"Iya gue tau. Tapi gue juga nggak bisa, nggak dateng besok" jelas Ella lesuh


"Tau gini gue nggak bakalan bolak-balik puskesmas. Kalau ujung-ujungnya gue harus ikut" keluh Ella dalam hati


"Nggak ada cara lain gitu supaya elo bisa ikut" kata Lana


"Ada tapi mungkin gue berangkatnya ke puncak malam. Karna harus ke puskesmas dulu. Jadi gue nggak bisa bareng kalian" kata Ella


"Yaudah nggak papa yang penting elo ikut" kata Ersya sedikit lega


"Tapi Lo hati-hati" kata Ersya


"Em. Karena gue nggak tau tempatnya, gue minta sharelock besok" kata Ella


"Gampang itumah. Begitu kita sampai di villanya kita langsung sharelock" kata Ersya


"Kak ada yang sakit" kata seorang panitia yang tiba-tiba datang ke Ella


"Sakit apa?" Tanya Ella


"Katanya sih perutnya perih" jawab panitia tersebut


"Mag. Yaudah bawa keluar ntar saya anter ke UKS" perintah Ella


Mendengar perintah Ella. Panitia tersebut segera masuk ke aula untuk menjemput 2 siswa yang sakit


"Ini kak yang sakit" kata panitia tersebut menyerahkan 2 orang siswa yang sakit


"Sini duduk dek" kata Ella menyuruh 2 orang siswa tersebut duduk disampingnya


"Sakit apanya?" Tanya Ella lembut pada gadis disampingnya


"Perut kak" jawabnya


"Mag?" Tanya Ella yang diangguki olehnya


"Mau ke UKS ?" Tawar Ella begitu melihat wajah pucatnya


"Nggak usah kak" tolak siswi tersebut.


"Minum obat aja ya. Saya punya prom*g" tawar Ella yang diangguki olehnya


Begitu melihat siswi tersebut setuju. Ella segera mengeluarkan prom*g dari tas PMRnya


"Nih, bisa minum obat?" tanya Ella menyerahkan obatnya


"Biasanya digerus kak" katanya lirih


"Yaudah sini biar saya gerus" kata Ella mengambil sendok dan obatnya untuk di gerus


"Udah. Nih minum" kata Ella menyerahkan obat yang sudah digerusnya


"Mau langsung ke aula atau disini dulu?" Tanya Ella


"Disini boleh" jawabnya penuh harap


"Boleh dong siapa emangnya yang ngelarang" kata Ella dengan tersenyum


"Makasih" kata siswi tersebut dengan tersenyum lalu menatap siswa satunya


"Dan kamu saya tau kamu pura-pura sakit" tunjuk Ella pada siswa yang lainnya


"Masuk kedalam" kata Ella galak yang membuat siswa tersebut langsung ngibrit takut diamuk Ella lagi


"Sekarang gue tau. Kenapa Bu Gina milih elo sebagai ketua PMR" Kata Jeno setelah melihat interaksi Ella dan 2 siswa tadi


"Kenapa?" Tanya Ella


"Soalnya elo itu perhatian dan lembut banget sama siswa yang sakit. Tapi garang dan galak banget sama yang lain. cocok dijadiin ketua. Jadi nggak bakalan ada yang pura-pura sakit, didepan elo" analisa Jeno


"Elo muji apa menghina" kata Ella kesal


"Dua-duanya" kata Jeno santai


"Cih, elo sama aja sama Ersya. Banyak omong" ketus Ella


"Woy gue diem aja loh dari tadi. Kenapa gue juga kena" kata Ersya sengit begitu namanya dibawa-bawa


"Fakta" kata Ellaine santai


"Elo-" kata Ersya terputus


"Udah jangan ribut didalam lagi ada materi. Ntar mereka keganggu" kata Elvan memutus perkataan Ersya yang dia yakini bakalan meledak sebentar lagi


"Kakak dan Abang semua ternyata nggak jahat ya" kata siswi disamping Ella dengan wajah polosnya


"Kata siapa kita jahat?" Tanya Vina (anggota OSIS kelas 12)


"Banyak yang bilang gitu. Katanya 'nanti kelas 12 bakalan ikut camp. Hati-hati soalnya mereka jahat-jahat' gitu" jawab siswi tersebut masih dengan wajah polosnya


"Dan nyatanya?" Tanya Cila (anggota Mpk kelas 12)


"Kalian baik, humble, kocak lagi" katanya tersenyum manis


"Apalagi kakak yang ini. Baik banget" katanya menunjuk ke Ella


"Hahahha, makasih dek" kata Ella tertawa


"Jangan tertipu sama tampilan luarnya dek" peringat Ersya


"Kenapa. Kakak ini emang baik kok" katanya bingung


"Luarnya emang angel tapi kalau ngamuk lebih kejam dari demon" kata Ersya


"Elo belum pernah di timpuk sendal" kata Ella sengit


"Jangan percaya omongan Ucup itu dek" kata Ella melirik tajam Ersya


"Kakak ini pacarnya bang Kavin ya?" Tanyanya


"Iya, kok tau?" Tanya Ella penasaran


"Siapa sih yang nggak tau hubungan kakak sama bang Kavin. Kakak itu udah dinobatkan menjadi pacar tersabar diseluruh Jakarta" katanya mengingat Ella yang sabarnya minta ampun meskipun sudah di selingkuhi Kavin berkali-kali


"Pujian atau hinaan itu?" Ejek Jeno mengingat bodohnya Ella yang tetep santuy meskipun tau diselingkuhi


"Eh pujian kok kak ini. Maaf ya kak kalau ucapan saya menyinggung perasaan kakak" kata siswi tersebut


"Nggak papa" kata Ella tersenyum kecut


"Udah putusin aja sih Kavin. Trus pacaran sama gue" kata Rino genit (anggota Ambalan kelas 12)


Plakkk


"Jangan lupa disini gue anak basket juga. Gue aduin ke Kavin Lo karna udah godain pacarnya" ancam Toni (anggota OSIS + anak basket)


"Hehehe piss ✌️" kata Rino cengengesan


"Udah sih ribut aja" kata Ella memisahkan mereka


...----------------...


Keesokan harinya semua siswa sudah siap untuk berangkat ke puncak. Sedangkan Ella langsung meluncur ke puskesmas, tanpa mampir dulu pulang kerumah karna tidak sempat.


Sesampainya di puskesmas, Ella segera menemui petugas puskesmas yang memintanya datang.


"Assalamu'alaikum Bu" sapa Ella


"Waalaikumussalam" jawabnya


"Sudah siap?" Tanyanya


"Sudah" jawab Ella


"Yasudah ayo" ajaknya menuju ruangan yang digunakan untuk kegiatan nanti


.


.


Skipp


.


.


Jam 5 sore kegiatan dipuskesmas sudah selesai, Ella segera melanjutkan perjalanannya ke puncak. Karna takut kemalaman lagi-lagi Ella tidak sempat pulang ke rumahnya.


"Oke kita meluncur" kata Ella melihat pesan sharelock di hpnya


Sepanjang perjalanan, Ella sempat berhenti beberapa saat untuk membeli makanan dan camilan.


Setengah jam perjalanan, akhirnya Ella sampai di villa


"Hola" sapa Ella pada semua teman-temannya


"Dateng juga lo" kata Ersya menghampiri Ella


"Mending elo bersih-bersih dulu. Trus istirahat" saran Elvan setelah melihat penampilan Ella yang kelelahan


"Oke makasih. Gue pergi dulu" pamit Ella lalu meninggalkan mereka untuk bersih diri


...----------------...


Selesai membersihkan diri Ella segera menemui teman-temannya yang lain.


"Lo pucet banget" kata Elvan begitu melihat Ella duduk disampingnya dengan wajah yang sangat pucat meskipun sudah ditutupi oleh make up ringan


"Ngaco" sangkal Ella


"Bener, tanya aja sama yang lain" kata Elvan kekeh


"Meskipun elo pakai make up, muka lo emang kelihatan pucet banget" kata Haru setelah meneliti wajah Ella dengan serius


"I'm fine" kata Ella tersenyum lembut


"Tapi muka Lo pucet banget" kata Lana serius


"Gue nggak papa cuma sedikit kecapekan aja" kekeh Ella


"Jangan sakit" kata Lana cemberut


"Nggak bakal" kata Ella tersenyum


"Udah ah, jangan mellow gini. Gimana kegiatannya lancar?" Tanya Ella pada mereka


"Lancar dong kak. Siapa dulu penanggung jawab acaranya" kata Keno sombong (panitia kelas 11/penanggung jawab camp)


"Bagus" puji Ella


"Banyak yang sakit Ye?" Tanya Ella pada Yeye


"Standar sih Bun. Kebanyakan mag sama masuk angin" jawab Yeye yang diangguki Ella


"Ada gosip terbaru apa guys selama gue nggak ada?" Kata Ella memecahkan suasana hening


"Kerjaan lo ghibah mulu" kata Ersya jengkel


"Halah, elo juga suka kalau gue ajak ghibah" sewot Ella yang dibalas cengiran dari Ersya


"Gosip apaan? Nggak ada yang menarik hari ini" kata Haru jujur


"Yah nggak seru kalian" kata Ella lesuh yang dihadiahi tatapan tak percaya dari teman-temannya


"Lo ntar ikut jelajah malam?" Tanya Malven mengalihkan pembicaraan


"Rutenya?" Tanya Ella


"Em Kurang tau sih berapa meter. Katanya sih deket. Cuma kita harus masuk hutan itu" jawab Malven menunjuk hutan di samping villa


"Aman?" Tanya Ella


"Aman kok kak. Kita tadi juga udah cek lokasinya lagi. Jadi bisa dipastikan aman" jawab keno


"Oke gue ikut" putus Ella


"Jam berapa jelajah malamnya?" Tanya Ella


"Sekitar jam 12" jawab keno melihat rundown acara ditangannya


"Ow" Jawab Ella sekenanya


Drrr..drrr..


Kavin Onyet 🙉 calling....


"Tumben nih bocah" kata Ella dalam hati setelah melihat nama penelpon di hpnya


"Bentar. Gue mau ngangkat telpon dulu" kata Ella pergi meninggalkan teman-temannya


"Ella here" kata Ella


"kamu dimana?" Tanya kavin


"Villa puncak. Kenapa?" Tanya Ella pada Kavin


"Miss you" kata kavin


"Jangan gembel" kata Ella tersenyum tipis mendengar gombalan tunangannya


"aku serius lagian kamu kok lama banget campnya" keluh kavin


"Kan emang gini?" Kata Ella lembut


"Yang, Kamu udah mikirin aku?" Tanya kavin ngelantur


"Kok mikirin kamu. Dimana-mana itu yang ditanya udah makan atau lagi apa" jawab Ella heran


"Itukan pertanyaan standar. Aku nggak mau yang standar. Aku maunya yang unique" kata Kavin diseberang sana


"Gila" tanggapan Ella mendengar alasan Kavin


"Udah ah jangan bercanda. Kamu mau keluar sama cewek yang mana?" Tanya Ella to the point


"Kamu tau aja kalau aku mau ijin keluar sama cewek" kata Kavin cengengesan


"So?" Tanya Ella


"Aku mau ijin keluar makan bareng Kila anak cheerleader. Bentar kok nggak sampai malam" ijin Kavin


"Oh" kata Ella singkat lalu hening tidak ada yang berbicara satupun


"Yang kamu marah?" Tanya Kavin memecahkan keheningan


"Nggak" kata Ella singkat


"Yang kamu kan tau aku cintanya sama kamu aja. Aku sama mereka cuma buat seneng-seneng aja. Lagian aku bosen malam Minggu nggak ada kamu. Aku juga kalau mau keluar sama siapa aja juga ijin dulu ke kamu. Jadi, jangan marah" jelas Kavin panjang lebar


"Gue nggak marah" kata Ella tenang


"Serius. Jadi aku nggak papa keluar malam ini" ijin Kavin


"Silakan" kata Ella mengijinkan


"Makasih sayang kamu emang pengertian" kata Kavin


"Udah dulu ya, aku mau ke temen-temen yang lain" pamit Ella


"Ok. See you princess" kata Kavin


"Too" balas Ella


Setelah panggilan terputus. Ella melihat wallpaper hpnya. Disana ia melihat Kavin kecil tersenyum sambil memegang tangan seorang gadis kecil.


"Kamu itu princessnya Kavin. Sampai kapanpun Kavin nggak akan pernah sakiti dan ninggalin kamu" Janji Kavin yang saat itu masih duduk di bangku kelas 8 SMP pada gadis yang sedang menangis sambil melihat hujan


"Promise?" kata gadis itu melihat kearah Kavin dengan mata sembabnya


"Promise" kata Kavin sambil tersenyum manis


' Kavin, tenyata kamu lupa sama janji kamu sendiri' kata Ella dalam hati tersenyum miris. Yah gadis kecil tersebut adalah Ella.


Ella memang sudah terbiasa dengan kelakuan Kavin yang playboy. Namun tetap saja, hatinya terasa sakit sekarang


"WOY ELLA!!! LAMA BANGET TELPONNYA!! SINI BURUAN!!" teriak Ersya dari kejauhan seketika membuyarkan lamunan Ella


"IYA INI GUE KESANA!!" Teriak Ella


"CEPET!!" Teriak Ersya sekali lagi


"SABAR NYET" teriak Ella berlari kearah mereka


"BERISIK OGEB!! JANGAN TERIAK-TERIAK!! ADEK KELAS LAGI MATERI" Teriak Malven juga


"Lo juga teriak" kata Raka disamping Malven


"Oh iya yah. Hehehe" kata Malven cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Dasar ogeb Lo emang" ejek Lana


"Lo baru tau. Malven kan emang ogeb" ejek Ersya juga


"Bully aja gue trus bully" kesal Malven membuat semua yang disana tertawa. Tak terkecuali Ella.


' setidaknya disini gue bisa sedikit melupakan kesedihan gue ' kata Ella didalam hati sambil melihat kelakuan teman-temannya


"Kak El darurat" kata Ciko dari arah villa sambil berlari menghampiri Ella


"Apaan?" Tanya Ella


"Kak banyak yang sakit didalam. Sekitar 10 cewek 5 cowok" kata Ciko


"Dimana?" Kata Ella sambil berjalan cepat masuk villa


"Masih di aula kak" kata Ciko.


"Bawa mereka ke basecamp PMR" suruh Ella pada Roro.


Memang sebelumnya Ella sudah minta satu kamar untuk dijadikan basecamp PMR atau UKS dadakan. Bukan agar dia dan anggotanya bisa tidur nyaman, tapi karna dia takut kalau banyak yang tiba-tiba sakit apalagi di puncak udaranya sangat dingin.


"Ok kak" kata Roro segera pergi ke aula


"Sakit apa?" Tanya Ella serius


"Kebanyakan kedinginan kak" kata Ciko serius


Setelah sampai di basecamp PMR. Ella segera menyuruh Yeye untuk membawa selimut yang sudah dipersiapkan Ella dari sekolah. Di kamar ini ada sekitar 5 ranjang kecil. Ella menyuruh Ciko dan Galeh untuk menyatukan ranjang tersebut menjadi satu.


"Yeye, ambil selimut tambahan di mobil saya" perintah Ella sambil menyerahkan kunci mobilnya


"Ciko Galeh, satukan 3 ranjang menjadi satu taruh dipojok sana" kata Ella menunjukkan pojok kanan kamar


"Satukan 2 sisanya di pojok kiri" lanjut Ellaine


"Siap kak" kata Ciko dan Galeh


"Kak sudah" kata Ciko


"Kak ini yang sakit" kata Roro membawa siswa yang sakit


"Oh. Duduk dulu dek. Cewek kanan cowok kiri" kata Ella lembut. Nggak mungkinkan Ella menyatukan mereka semua. Oleh karna itu, Ella tadi meminta Ciko dan Galeh memindahkan ranjang dan menyisakan ruang diantara keduanya


"Nih pakek minyak kayu putih dulu biar hangat" kata Ella memberikan 4 minyak kayu putih pada mereka. Untungnya Ella sudah jaga-jaga bawa 4 kayu putih ukuran besar-besar.


"Katanya 15 ini kok cuma 8 cewek 3 cowok. Yang lainnya?" Tanya Ella setelah menghitung jumlah siswa yang sakit


"Sisanya nggak mau ikut kak. Katanya 'kami masih kuat' gitu" jawab Roro


"Yaudah nggak papa. Kita nggak bisa maksa. Kamu suruh yang sakit duduk dibelakang barisan aja, takut kalau kenapa-kenapa. Kamu bisa kembali sama Galeh ke aula" suruh Ella


"Ok kak" kata Galeh dan roro


"Ciko tolong minta sie. Konsumsi untuk buat teh anget" pinta Ella yang diangguki oleh Ciko


"Kalian yang sakit tiduran dulu aja" kata Ella menyuruh mereka tidur


"Nih selimutnya" kata Ella memberikan selimut pada mereka


"Kak permisi ini teh angetnya" kata seorang panitia memberikan seteko teh hangat


"Makasih" kata Ella


"Dek ayo minum tehnya dulu. Siapa tau badannya jadi angetan" kata Ella membagikan teh hangat


"Makasih kak" kata seorang siswi memberikan gelas yang sudah kosong


"Sama-sama, udah kalian tiduran lagi. Kalau bisa tidurnya dempet-dempetan supaya hangat" kata Ella sambil membenarkan selimut mereka


"Ye, Ko kalian jaga mereka. Jangan berisik. Saya mau keluar dulu" pamit Ella pada Yeye dan Ciko


"Siap kak" kata mereka


Keluar dari basecamp PMR, Ella pergi ke gazebo belakang villa karna ia sudah tau bahwa teman-temannya yang lain ada disana.


"Gimana El?" Tanya Lana


"Nggak papa. Cuma kedinginan aja" jawab Ella


"Syukurlah kalau begitu" kata Lana menghela nafas lega


"Kalian lagi apa?" Tanya Ella melihat kartu Uno dimeja


"Lagi main Uno. Sini gabung" ajak Elvan


"Boleh" kata Ella semangat


...----------------...


...Ig :@quella.ved...


..."Your Life is Your choice"...