ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Fio



"El, ikut mami yuk" ajak Tanisha pada Ella yang baru saja pulang dari sekolahnya


"Kemana mi?" Tanya Ella


"Kerumah nenek" jawab Tanisha


"Ngapain?" Tanya Ella


"Nenek drop lagi" jawab Tanisha kuatir


"Kok bisa!?" Pekik Ella syok. Karena tak biasanya neneknya drop sampai 2 kali dalam waktu yang relatif berdekatan


"Mami juga nggak terlalu tau alasan pastinya apa. Tante mu nggak bilang apa-apa ke mami"


"Udah jangan nanya aja. Ayo kita berangkat sekarang. Keburu kesorean dijalan takutnya kejebak macet" jelas Tanisha menggeret tangan anak gadisnya itu keluar rumah


...----------------...


Dirumah nenek Ella


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam, mbak, Ella udah dateng masuk mbak" kata Tante Iva mempersilahkan mereka masuk


"Gimana keadaan ibu?" Tanya Tanisha


"Tadi dokter udah kesini mbak, katanya ibu baik-baik aja. Cuma sedikit syok aja" jelas Iva


"Syukurlah kalau gitu" lega Tanisha


"Nenek drop lagi kenapa Tan?" Tanya Ella penasaran


"Fio bikin masalah lagi" jawab Iva jengah


"Ah. anak itu kelakuannya nggak pernah berubah"


"Yaudah mbak mau ke kamar ibu dulu" kata Tanisha meninggal Ella dan iva sendirian di ruang tamu


"El, mau minum apa? Biar Tante buatin" tawar Iva


"Tante sakit? Tumben baik banget sama Ella" kata Ella polos


"Dasar keponakan laknat kamu. Di baikin malah dikira sakit" ketus Iva


"Nggak gitu Tan. Tumben aja biasanya kan, sekalipun Ella nangis sampai kejer Tante nggak bakal mau nurutin kemauan Ella gitu aja" jelas Ella


"Lagian Ella, kalau haus juga pasti ambil sendiri kok tan, santai aja" kata Ella


"Yahyah terserah kamu El" kata Iva


"Kamu nggak mau lihat keadaan nenek?" Tanya Iva


"Ntar aja. Gantian sama mami. Lagian kalau aku masuk sekarang pasti diusir sama mereka. Katanya anak kecil nggak boleh denger pembicaraan orang dewasa" jelas Ella kesal. Karna nggak sekali dua kali Ella selalu diperlakukan tidak adil dengan mereka. Padahal kan Ella udah gedhe. Udah 18 tahun loh ini.


"Emang bocil itu nggak boleh ikut-ikutan" kata Iva santai


"Hiks Tante kalau ngomong nyakitin hati banget" kata Ella mendramatisir. Sedangkan sang Tante yang melihat kelakuan Ella berlaga mau muntah.


"Btw, Tan. Fio kenapa lagi emang?" Tanya Ella mengingat sepupunya yang sering bikin ulah itu


"Dipanggil BK karna ketahuan ngerokok sama minum-minum di sekolah" kata Iva


"Gila!! Anak itu memang luar biasa" kata Ella tak percaya


"Entahlah Tante juga pusing liatnya" keluh Iva mengingat kelakuan keponakannya itu yang keluar masuk BK.


"Trus Tante lampir gimana?" Tanya Ella mencari keberadaan Tante lampir aka Tante Yuni


"Wanita itu!! Apalagi yang dia lakukan kalau bukan pergi dengan laki-laki nggak tau malu itu" geram Iva mengingat kakaknya


"Tante, mungkin aja Fio ngelakuin ini supaya menarik perhatian papa mamanya. Kadang aku kasihan sama Fio, papanya nggak mau ngerawat dia dan lebih milih istri barunya. Sedangkan mamanya, Tante tau sendiri kan gimana Tante lampir" kata Ella prihatin dengan Fio


Fio adalah anak dari Tante Yuni aka tante lampir, dengan suami pertamanya. Kemudian karna suatu alasan mereka bercerai. Lalu Tante Yuni memilih menikah lagi dengan suaminya yang sekarang dan mempunyai anak laki-laki bernama gio. Hanya saja Tante Yuni tidak pernah memperhatikan Fio, karena merasa kasihan nenek Ella akhirnya memilih membesarkan Fio.


Seperti anak remaja pada umumnya, Fio juga ingin mendapat perhatian dari mama papanya. Sayangnya, ia tidak pernah mendapatkannya. Hingga ia memilih jalan yang salah. Tawuran, clubbing, balapan, merokok sebagai pelarian dari masalahnya, ia bahkan pernah hampir terjerumus dalam obat-obatan dan s*x bebas. Untungnya saat itu Ella memergokinya dan membawanya pulang. lebih tepatnya menyeret Fio pulang.


Ella sebenarnya kasihan pada Fio, karna ia juga pernah berada dalam posisi seperti itu, tapi saat mengingat kelakuan bodoh Fio. Rasa kasihan Ella hilang seketika.


"Ntahlah El. Tante udah capek ngasih tau Fio" kata Iva menyerah


"Emang Fio dimana Tan sekarang?" Tanya Ella tiba-tiba


"Kamarnya" jawab Iva


"Aku kesana dulu ya tan" pamit Ella lalu meninggalkan Iva untuk pergi ke kamar Fio


Clekk


'rokok'


Bau pertama yang dicium Ella saat membuka kamar Fio


"Kak Ella " kata Fio terkejut melihat kedatangan Ella


"Nggak mau dimatiin" kata Ella melirik rokok ditangan Fio


"Nggak" kata Fio tetap fokus dengan kegiatan merokoknya


Hap


"Kak Ella apa-apa sih" amuk Fio saat rokoknya diambil secara tiba-tiba oleh Ella


"Lo yang apa-apaan. Sampai kapan Lo kayak gini" ketus Ella membuang rokok Fio


"Kak Ella nggak jelas" kilah Fio dengan pura-pura fokus pada hpnya


Hap


"KAK EL-!!" amuk fio


"DIEM!!" bentak Ella


"Gue tanya sekali lagi!! Sampai kapan Lo kayak gini??? Ha??


JAWAB!!!! mendadak bisu Lo!!" bentak Ella melihat Fio yang hanya diam saja


"Gue tau Lo kecewa. Tapi nggak gini caranya! Emang dengan Lo kayak gini mama papa Lo bisa balik lagi! NGGAK!! nggak bakal!! Yang ada Lo malah ngerusak diri Lo sendiri!!" Cecar Ella


"Terserah Fio ini hidup Fio kak Ella nggak ada hak buat larang-larang Fio" ucap Fio dingin


"Bodoh!! Gue tau ini hidup Lo. Gue juga males sebenernya ikut campur! Bagi gue hidup Lo nggak penting buat gue! Mau Lo jatoh, guling-guling bahkan nyungsep sekalipun gue nggak peduli!!! Tapi NENEK!! Mikir nggak Lo, gara-gara Lo nenek sakit" cecar Ella menggunakan kata-kata pedasnya


"Inget!! Orang tua Lo itu udah nggak peduli sama Lo!! Cuma nenek yang peduli!! Dan Lo dengan nggak ada akhlaknya malah bikin beliau sakit. Mikir PEA!!  Seenggaknya kalau Lo emang nggak peduli sama nenek. Mending Lo pergi yang jauh dari hidup kami, nggak usah kembali. Jadi mau loh ngapain aja itu hak Lo. Biar nggak bikin sumpek aja dirumah ini" ketus Ella masih dengan kata-kata pedasnya bahkan ia tak peduli dengan Fio yang memandangnya dengan tatapan tak percaya


"kak Ella ngusir aku?" Lirih Fio tak percaya menatap Ella


"Iya daripada disini kan. Bikin beban pikiran aja. Mending Lo pergi aja yang jauh" ucap Ella enteng


'sekali-kali bocah kayak Lo harus dikasih pelajaran' batin Ella


"Kak Ella tega sama Fio" kata Fio lirih


"Lo aja tega bikin nenek sakit" kata Ella tak peduli


"Tapi aku ngelakuin itu semua karena kecewa sama mama papa. Aku ngelakuin ini supaya mereka perhatian lagi sama aku kayak dulu. Aku aku hiks aku cuma mau dianggep sama mereka hiks" tangis Fio tak terbendung saat mengungkapkan semua keluh kesahnya


"Hiks aku cuma mau dianggep mereka kak hikss" Tangis Fio semakin kencang


"Dan Lo berhasil?" Tanya Ella lembut


"Nggak mereka bahkan nggak peduli sama gue hikss bahkan gue kemarin hampir kecelakaan mereka juga nggak peduli hikss hikss mereka udah nggak sayang sama gue hikss mereka udah bener-bener buang gue hiks " tangis Fio


"Lalu kenapa Lo masih tetep kayak gini Fio? Saat Lo tau bahwa semuanya percuma?" Tanya Ella


Deg


"Kak" tangis Fio berhenti saat menyadari sesuatu


"Ya, kalau kamu sadar ini percuma. Ngapain diterusin, liat sekarang bukannya mereka peduli sama kamu justru kamu malah nyakitin diri sendiri dan nenek tentu saja" kata Ella lembut lalu merentangkan tangannya untuk memeluk Fio


"Kak Ella hiks" Tangis Fio pecah sekali lagi didalam pelukan Ella


Kak Ella benar, kenapa ia menyakiti dirinya sendiri hanya untuk mendapatkan perhatian orang tuanya yang nyatanya tidak pernah peduli dengannya. Ia malah menyakiti hati neneknya, satu-satunya orang yang peduli dengannya. Betapa bodohnya ia selama ini. Menyia-yiakan hidupnya untuk hal-hal yang tidak berguna sama sekali. Selama ini ia berpikir bahwa dengan menjadi nakal dan brutal, ia akan mendapat kasih sayang orang tuanya lagi tapi yang didapat malah kehancurannya sendiri. Hingga ia tidak sadar bahwa kelakuannya melewati batas. Ia bahkan pernah ingin menghancurkan masa depannya begitu saja. Untungnya, saat itu ada kak Ella yang memergokinya dan menyeretnya pulang. Kalau tidak hidupnya akan bener-bener hancur saat ini. Memikirkan semua kelakuannya dahulu membuat air matanya semakin berjatuhan.


"Tak apa menangislah sayang, karna akan selalu ada pelangi setelah hujan" kata Ella lembut mengelus rambut Fio dengan sayang


"Hikss hikss Kak Ella kenapa takdir mempermainkan hidupku kak" tangis Fio


"Tuhan sudah menyiapkan rencana yang sangat indah untukmu. Jangan pernah menyalahkan takdirnya" nasehat Ella


"Saranku, coba berdamailah dengan masa lalu. Tak apa jika memang tidak bisa memaafkan, tapi seenggaknya belajar dahulu"


"Tidak rugi bukan, untuk belajar dulu?" Tanya Ella


"Tidak" kata Fio dengan suara seraknya


"So, ingin mencoba?" Tanya Ella


"Tentu" kata Fio dengan tegas


"Anak pintar" puji Ella mengelus lembut rambut Fio


...Next?...


...----------------...


...Follow...


...Instagram : @quella.ved...


..."Your Life is Your Choice"...