ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret



"Kak El, nggak papa?" tanya Athaya begitu melihat kakaknya masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa dan mata yang sembab


Mendengar panggilan adiknya, Ella berhenti dan menoleh kearah Athaya.


"Kak El nggak papa" jawab Ella tersenyum manis


"Bener?" tanya Athaya ragu


"Iya" jawab Ella mengelus rambut adiknya


"Kak El mau ke kamar dulu ya, kamu jangan tidur malem-malem" pesan Ella sebelum meninggalkan adiknya untuk pergi ke kamarnya.


"Kak El kenapa?" gumam Athaya lirih


...----------------...


Keesokan harinya,


Di ruang makan.


Ella, Athaya dan Tanisha sedang menikmati sarapan bersama. Ketiganya terlihat tenang dan santai menikmati makanan masing-masing. Hingga,


"Kamu beneran mau balik ke Singapura hari ini?"


"Bukannya kamu mau pergi liburan sama sahabat-sahabat kamu?" tanya Tanisha pada putrinya


"Iya, Mi" jawab Ella menganggukkan kepalanya


"El nggak jadi liburan" jawabnya lagi


"Kenapa? Kamu ngerasa nggak enak badan?" tanya Tanisha khawatir dengan kesehatan putrinya


"El, baik-baik aja. Tapi Dokter Wisnu dan Dokter Caca menyarankan El untuk segera balik kesana" kata Ella sedikit berbohong


"Ya udah kalau itu memang yang terbaik untuk kamu" kata Tanisha


"Kamu juga jadi ngambil studi S1 di Singapura juga?" tanya Tanisha lagi


"Jadi, Mi" jawab Ella


"Kavin udah tau? Kamu jangan lupa kasih tau dia loh. Diakan tunangan kamu" kata Tanisha mengingatkan Ella


Deg


Pertanyaan Tanisha tiba-tiba menyakiti hati Ella. Ia kembali teringat kejadian tadi malam. Itu sangat menyesakkan untuknya.


"Iya, Mi" jawab Ella lirih


"Bagus"


"Kalian teruskan sarapannya. Mami mau pergi dulu. Ada meeting" kata Tanisha mengelus rambut Ella dan Athaya bergantian


"Oh ya, hari ini kamu dirumah aja?" tanya Tanisha pada Ella


"Habis ini El mau pergi ketemu temen-temen sebentar. Sekalian perpisahan" jawab Ella


"Oke, nanti kamu sekalian anterin Athaya kerumahnya Oma" kata Tanisha


"Oke" kata Ella mengacungkan jempolnya


"Mami pergi dulu" kata Tanisha


Cup


Cup


"Bye" pamitnya setelah mengecup kepala kedua buah hatinya


"Bye, Mami" jawab Athaya


Hening, Ella dan Athaya kembali melanjutkan sarapan mereka.


"Kak El" panggil Athaya setelah mendengar mobil maminya pergi


"Hm" gumam Ella namun masih melanjutkan makannya dengan tenang


"Kak El lagi sedih ya?" tanya Athaya tiba-tiba


Mendengar pertanyaan Athaya Ella menghentikan makannya. Lalu menoleh ke adik kesayangannya.


"Atha" lirih Ella


"Athaya nggak ngerti kenapa kakak sedih. Tapi yang pasti, Athaya akan selalu ada untuk kakak. Jangan sedih lagi" kata Athaya dengan sungguh-sungguh


Hati Ella tersentuh mendengar perkataan adiknya. Kesedihan yang selama ini ia pendam, meluap seketika saat melihat mata besar dan polos adiknya.


"Kak El nangis" kata Athaya mengusap air mata di pipi kakaknya


"Terimakasih sudah hadir didalam hidupku" kata Ella tersenyum manis dengan berderai air mata


"Kakak sayang Athaya" gumam Ella memeluk adiknya erat


"Athaya juga" kata Athaya yang bingung tapi masih tetap membalas pelukan kakaknya.


' Setidaknya aku masih memiliki orang-orang yang menyayangi ku dengan tulus ' batin Ella bersyukur


...----------------...


"Kemana aja? Udah 2 Minggu pulang kampung, tapi baru minta ketemu sekarang" kata Lana cemberut


"Maaf, Gue kira kalian semua lagi sibuk. Gue nggak berani ganggu" kata Ella cengengesan


"Alasan" kata Ersya ketus


"Beneran. Gue pikir kalian sibuk buat siapin kuliah" kata Ella membela diri


"Oke-oke kita maafin. Tapi, ada syaratnya" kata Lana


"Syarat apa?" tanya Ella bingung


"Lo harus ikut kita liburan" kata Lana ceria


Mendengar itu, Ella menjadi sedih mengingat ia akan kembali ke Singapura malam ini.


"Kalau itu gue harus minta maaf" kata Ella menyesal


"Nanti malam gue harus balik ke Singapura lagi" kata Ella sedih


"Yah" Kata Lana kecewa


"Nggak bisa diundur yah" gumamnya menggoyangkan lengan Ella sedih


"Nggak bisa. Maaf ya" kata Ella sedih


"Padahal kita kangen banget trip bareng" kata Elvan juga kecewa


"Maaf" kata Ella sekali lagi


"Yaudah, mau gimana lagi" kata Elvan sedih


Ella hanya menundukkan kepalanya sedih dan menyesal. Sedangkan semua teman-temannya hanya bisa menghela nafas kecewa namun tidak bisa apa-apa.


"Kita ke Singapura" kata Raka yang sedari tadi diam


"Maksudnya?" tanya Lana bingung


"Kita liburan disana" kata Raka memperjelas


"Wah, boleh juga. Gue mau" kata Lana antusias


"Gue juga" kata Ersya menganggukkan kepalanya begitu juga teman-temannya yang lain


"Yakin nih?" tanya Ella sedikit ragu


"Yakin" kata mereka serentak


"Kalau gitu apa boleh buat" kata Ella mengangkat bahunya acuh


"Gue akan ajak kalian jalan-jalan disana. Dan menjadi tur guide buat kalian" katanya dengan semangat


"Yeahh" kata Lana bersorak gembira


Lalu Ella dan Lana kembali sibuk membahas semua rencana liburan mereka dengan Ersya dan Malven juga Elvan yang sesekali menimpali. Sedangkan, Raka hanya tersenyum tipis melihat Ella kembali ceria seperti dulu meskipun hanya sementara.


...----------------...


"Lo yakin, Rak. Mau kuliah disana?" tanya Elvan setelah semua teman-temannya pulang dan hanya tinggal dirinya dan Raka saja


"Hm" Gumam Raka


"Kalau itu memang keinginan Lo. Gue cuma bisa dukung aja. Semoga semuanya berjalan dengan baik" kata Elvan menepuk pundak Raka


"Thank" kata Raka tersenyum tipis


...----------------...


Bandara,


"Mi, El pamit dulu ya" kata Ella memeluk maminya erat


"Kamu hati-hati ya sayang" kata Tanisha membalas pelukan putrinya tak kalah erat


"Maafin mami nggak bisa jaga kamu disana" katanya menyesal


"Mami ngomong apa sih, El baik-baik aja" kata Ella tersenyum manis lalu beralih menatap adik laki-lakinya


"Athaya jaga mami yah" kata Ella menepuk kepala adiknya lembut


"Jadi anak yang baik" katanya lalu memeluk singkat adiknya


"Athaya pasti akan jadi anak baik dan jaga mami" kata Athaya serius dengan wajah imutnya


"Terimakasih" kata Ella tersenyum manis lalu berjalan kearah kedua sahabatnya yang sudah menangis


"Gue pergi dulu ya" kata Ella pada kedua sahabatnya


"Sering-sering kabarin gue, jaga kesehatan juga" kata Ella lalu memeluk sahabatnya satu persatu


"Lo juga jaga kesehatan" kata Anya dengan sesegukan


"Jangan lupain kita" kata Rena yang lebih tenang meskipun matanya sudah bengkak


Ella hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya.


"Aku pergi" kata Ella melambaikan tangannya kearah keluarga dan sahabatnya. Dan berbalik untuk pergi.


' Kamu bahkan tidak datang ' gumam Ella kecewa dan menitihkan air matanya diam-diam namun tetap berusaha tegar


...----------------...


Di pesawat,


"Kenapa sedih?" tanya seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Ella


"OMG" teriak Ella terkejut namun segera sadar dengan kehebohannya


"Maaf" kata Ella pelan pada beberapa penumpang yang merasa terganggu dengan teriakannya


"Kebiasaan" ketus orang yang disamping Ella


"Lo ngapain disini?" tanya Ella kini dengan suara yang sedikit berbisik


"Mau ke Singapura lah" kata Orang itu santai


"Gue tau, maksudnya Lo ngapain ke Singapura?" tanya Ella mulai jengah


"Mau kuliah" katanya


"Beneran? Lo mau kuliah disana juga?" tanya Ella semangat


"Iya, bahkan gue juga udah beli apartemen di samping apartemen Lo persis" katanya bangga


"OMG, Lo emang yang terbaik" kata Ella memeluknya dengan semangat


Sedangkan orang yang dipeluk yang tak lain adalah Raka hanya tersenyum tipis membalas pelukan Ella dan mengelus rambutnya.


...----------------...