
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasanya. Ella yang cukup sibuk dengan persiapan untuk camp dan kegiatan dengan puskesmas. Anya dan Leo yang sudah berbaikan yang tentu saja karna bantuan Ella sebagai penengah mereka. Hampir tiap malam Ella akan meladeni sesi curhat Anya dan Leo. Bahkan untuk menghubungi Kavin saja, Ella jarang.
Setiap hari Ella selalu pulang malam karna harus bolak-balik antara sekolah dan Puskesmas. Bahkan tak jarang pula Ella melupakan jadwal makan dan istirahatnya. Namun syukurlah, ada Elvan dkk dan anggota PMR yang selalu mengingatkan Ella. Melelahkan, tapi Ella selalu happy ditengah-tengah kesibukannya. Baginya kegiatan seperti ini yang akan sangat ia rindukan saat sudah lulus nanti.
Lalu untuk urusan maminya, Ella sudah meminta ijin untuk ikut camp dan diijinkan meskipun harus menitihkan air matanya dulu.
...----------------...
Ella POV
Kamis malam gue udah prepare barang-barang yang bakalan gue bawa nanti saat camp. Karna udah pengalaman kegiatan semacam ini, gue cuma bawa barang-barang seperlunya aja. Palingan cuma beberapa baju ganti selama disana. Karna gue Bagian seksi kesehatan, gue juga bawa beberapa obat penting. Selesai prepare gue segera tidur karna takut terlambat besok.
Keesokan harinya, gue udah siap dengan pakaian PDL PMR. Dan tinggal cus ke sekolah.
"Pagi mi" sapa gue ke mami yang sedang sarapan
"Morning sayang" kata mami tak nyambung dengan sapaan gue tadi
"Aku ngomong indo mami ngomong Inggris nggak sehati banget sih" kata gue kesel
"Hahaha" tawa mami terdengar setelah mendengar protes gue
"Udah jangan protes sini sarapan dulu. Hari ini kamu pasti bakalan sibuk, trus lupa makan deh. Jadi kamu hari ini harus sarapan yang banyak" kata mami sambil mengambilkan segunung nasi goreng yang gue terima dengan terpaksa. Setelah makan gue langsung pamitan kepada mami
"Mi Ella pergi dulu" pamit gue mencium tangan dan pipinya
"Hati-hati. Inget jangan telat makan sama jangan capek-capek" pesan mami
"Siap komandan" kata gue sambil hormat
"Assalamu'alaikum" lanjut gue
"Waalaikumsalam" jawab mami
Sesampainya disekolah, sekolah cukup sepi tidak seperti biasanya karna memang kelas 11 dan 12 diliburkan hari ini. So, disekolah cuma ada siswa kelas 10, beberapa panitia kelas 11 dan 12 serta beberapa guru pendamping.
"Ella. Udah dateng Lo?" sapa Lana basa basi
"Nggak masih dirumah" kata gue ketus. Udah tau gue berada didepannya masih aja tanya nih bocah
"Lah trus yang berdiri depan gue ini siapa?" Tanya Lana bingung
"Gue arwahnya" jawab gue masih dengan nada ketus
"Berarti elo hantu dong" kata Lana dengan wajah syok
"Iya gue hantu mau culik elo" kata gue gemas lama-lama dengan ke anehan Lana
"Ha!! Jangan dong gue masih jomblo. Pliss jangan culik gue" kata Lana memohon
Plakk
"Sadar woyy sadar ini gue Ella. Pliss deh masih pagi jangan bikin gue darah tinggi" kata gue setelah menabok Lana
"Ah jadi ini beneran elo El, syukur deh gue nggak jadi diculik hantu" kata Lana antusias
"Bodo Na, bodo terserah elo" kata gue segera meninggalkan Lana yang masih tersenyum-senyum sendiri.
Baru beberapa langkah jalan. Gue ketemu sama beberapa panitia camp
"Pagi kak" sapa mereka
"Pagi juga. Gimana persiapannya?" Tanya gue pada mereka
"Alhamdulillah kak sudah selesai semua" jawab salah satu dari mereka
"Ah syukur kalau begitu" kata gue tersenyum
"Fighting" kata gue memberi semangat
"Makasih kak" jawab mereka semua
"Ya sudah saya mau ke UKS dulu. Ntar kalau ada yang sakit bawa ke UKS aja ya" pamit gue
"Siap kak" kata mereka
Selesai berbincang-bincang dengan mereka, gue segera meluncur ke UKS. Kan lumayan masih pagi, siapa tau bisa bobok disana sebentar. Sesampainya di UKS gue lihat udah ada 4 siswa kelas 11, 2 cowok dan 2 cewek.
"Pagi anak-anak ku yang comel-comel" sapa gue pada mereka.
"Bunda!!" Seru mereka. Jangan heran dengan panggilan kami. Kami memang seperti ini jika sedang kumpul-kumpul
"Maaf ya telat 5 menit. Jalanan macet say" kata gue sambil tiduran disalah satu ranjang UKS
"Halah kapan sih bunda nggak telat" ejek Galeh, salah satu anggota PMR cowok
"Tau ihh, bunda kan gitu kebiasaannya telat Mulu" tambah Yeye, anggota PMR cewek
"Sutt.. anak-anakku ibunda lelah ingin tidur sebentar saja. Kalian jaga UKS tercinta ini yah. " Kata gue mendramatisir yang dibalas tatapan mau muntah dari mereka
"Ntar kalau ada yang sakit suruh balik aja, UKS nggak Nerima orang" kata gue
"Loh emangnya kenapa? Kan sakit" Tanya Roro
"Sakit apaan baru juga mulai acaranya masak sakit" sungut gue
"Pokoknya kalau nggak bener bener sakit. Tolak aja. Itu cuma akal-akalan mereka supaya ngga ikut kegiatan" kata gue
"Siap kak" kata Yeye
"Dah ahh, gue mau bobok" kata gue menutup tirai pembatas antar ranjang
"Ets.. ntar 2 orang jaga saat kegiatan. Siapa tau ada yang sakit tapi takut bilang. Trus yang 2 lagi tetep jaga di UKS aja" pesan gue sebelum benar-benar menutup tirai dan mulai tertidur sambil mendengarkan musik dari earphone.
...----------------...
Nggak tau berapa jam gue tidur di UKS. Bangun-bangun udah jam 11 siang aja. Saat gue buka tirai pembatas antar ranjang, gue lihat ada Galeh dan Ciko sedang asik makan chiki sambil duduk selonjoran dilantai.
"Woy" panggil gue membuat mereka melihat kearah gue
"Udah bangun Bun?" Tanya Ciko
"Gimana Bun tidurnya nyenyak? Apa masih kurang nyenyak?" Tanya Galeh yang lebih ke arah mengejek gue
"Ohh nyenyak sekali. Terimakasih atas tumpangannya. Ruangan ini sangat nyaman" kata gue santai menimpali ejekan Galeh
"Ada yang nyari gue nggak tadi?" Tanya gue pada mereka
"Ada" jawab Galeh
"Siapa?" Tanya gue
"Bang Elvan" jawab Ciko
"Trus kalian bilang gue kemana?" Tanya gue penasaran
"Kami bilang bunda tidur" jawab Ciko polos
"Trus respon dia?" Tanya gue lagi
"Cuma bilang 'yaudah biarin aja kasihan mungkin Ella kecapekan' gitu " jawab Galeh menirukan suara Elvan
"Ah yasudah kalau gitu" kata gue lega. Gue takutnya dia ngamuk gara-gara gue tidur dan nggak bantuin dia sama yang lain
"Yang lain jaga di aula?" Tanya gue setelah tidak melihat tanda-tanda kehidupan Roro dan Yeye di UKS
"Iya" kata Galeh yang diangguki oleh Ciko. Lalu Suasana menjadi hening kembali Karna Ciko dan Galeh sama-sama fokus dengan hp masing-masing
"Oi" kata gue yang dibalas dengan tatapan mereka yang seakan mengatakan 'apaan'
"Bosen" kata gue cemberut
"Sama Bun kita juga bosen" kata Ciko setuju
Dan tiba-tiba
Jdeerr
Suara petir bersautan. Membuyarkan keseriusan kami dalam bermain.
"Ujan ya?" Tanya gue polos
"Bukan ini air jatuh" kata Ciko asal
"Udah tau ujan masih aja nanya" lanjutnya
"Sewot ae Lo" kata gue ketus. Tiba-tiba gue terpikir sesuatu
"Mau kemana Bun?" Tanya Ciko melihat gue berdiri dan melangkah ke arah pintu
"Liat hujan" kata gue lalu berjalan keluar dari UKS diikuti oleh Ciko dan Galeh
Gue lihat hujan cukup deras kali ini. Gue tadahkan tangan gue kearah hujan yang turun. Ah tiba-tiba gue ingin hujan-hujanan.
"Gue mau main hujan" kata gue tiba-tiba
"Jangan, entar masuk angin loh" nasehat Ciko
"Bener mending disini aja. Lagian besok kita masih punya kegiatan. Jangan sampai bunda sebagai ketua PMR tumbang. Ntar yang ngerawat yang sakit siapa kalau bunda jatuh sakit duluan" rayu Galeh
"Tenang gue bakalan sehat selalu" kata gue menenangkan mereka
"Dan gue juga kangen menangis dibawah guyuran hujan" kata gue lirih yang hampir tidak bisa didengar orang lain
"Jadi, pliss gue mau main hujan" kata gue sambil mengeluarkan puppy eyes
"Oke. Tapi kita bakal ikut bunda hujan-hujanan" kata Ciko final
"Oke nggak masalah ayo" kata gue sambil menarik tangan mereka berdua untuk keluar dari UKS
Begitu keluar dari UKS. Kami berlarian mengelilingi sekolah, menari berputar-putar sambil bergandengan di tengah lapangan, bahkan kami juga menyanyi. Mulai dari lagu sedih hingga lagu gembira.
Dibawah guyuran hujan, semua kekalutan dan kesedihan kami berkurang. Terutama gue.
Entah kenapa beberapa hari ini gue ngerasa akan ada hal besar yang akan terjadi dalam hidup gue.
Yah, walau gue akui hal-hal besar selalu datang dalam hidup gue silih berganti baik suka maupun duka.
Terkadang gue berpikir 'kenapa tuhan tidak pernah adil kepada gue? Kenapa gue harus melalui semua ini? Kenapa dari kecil hingga sebesar ini, gue harus menanggung banyak beban?'
Ada kalanya gue depresi dengan semua ini. Jujur disaat gue merasa lelah dengan semuanya, gue berpikir untuk mengakhirinya.
Namun, lagi-lagi gue berpikir ulang. Banyak orang yang ingin hidup kenapa gue harus mengakhirinya. Tuhan bukannya tidak adil hanya saja cara Tuhan menguji umatnya itu berbeda-beda. Dengan gue melewati semua ini, gue bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. Lalu kenapa gue harus menanggung beban sebesar ini dari kecil? Karna Tuhan percaya gue bisa melaluinya. Kalimat-kalimat inilah yang selalu gue ulang-ulang disaat gue depresi.
Apalagi disaat hujan seperti ini, gue bertambah mellow. Terlalu banyak kenangan tentang hujan dalam ingatan gue. Mangkanya gue ingin bermain hujan untuk menenangkan diri. Namun ternyata Ciko dan Galeh terlalu khawatir sama gue hingga memutuskan untuk ikut bermain hujan bersama gue.
"Kak Ella" panggil Ciko membuyarkan lamunan gue
"Apa?" Tanya gue heran karna tumben Ciko manggil gue kak Ella bukan bunda
"Pakek" katanya menyerahkan jaket pada gue. Gue hanya menatapnya bingung, namun detik berikutnya gue paham apa yang dia maksud
"Makasih" kata gue mengambil jaket tersebut dan memakainya. Gue lupa gue cuma pakek kaos PDL PMR yang berwarna putih. Yah walaupun gue pakek tanktop hitam didalamnya tetap aja. Saat terkena air hujan akan menerawang dan membentuk lekuk tubuh gue dengan sempurna.
"Yuk" kata gue sambil berlari kearah koridor sekolah
"BUN JANGAN LARI OI!! ENTAR JATOH" teriak Ciko melihat gue lari-lari di koridor sekolah yang pasti licin banget karna terkena air. Dan benar saja baru aja Ciko ngingetin.
BRUKK
"Auww" kata gue kesakitan saat terpeleset
"Bun nggak papa?" Tanya Ciko khawatir sambil menarik tangan gue buat berdiri
"Bokong gue sakit" kata gue merenggut kesal mengusap bokong gue yang sakit
"Kan gue udah bilang jangan lari. Nah, sekarang udah jatoh kayak gini. Trus giman-" omel Ciko
"Udah mending kita ganti baju aja yuk. Mulai dingin nih" kata Galeh memutus perkataan Ciko, begitu melihat gue semakin merenggut kesal
"Yaudah ayo kita ganti baju" kata Ciko
...----------------...
Author POV
Tanpa disadari Ella, Ciko dan Galeh banyak orang yang melihat mereka bertiga hujan-hujanan. Padahal mereka bertiga sudah sangat berhati-hati supaya tidak menimbulkan keributan. Namun tetap saja banyak yang melihat mereka bermain hujan. Apalagi dengan paras tampan Ciko dan Galeh yang tidak bisa diragukan lagi dan badan atletis mereka yang membuat banyak siswi histeris saat melihatnya.
"Siapa mereka? Kok hujan-hujanan?" tanya salah satu siswa kelas 10 menunjuk Ella, Ciko dan Galeh
"Dari PDL yang dipakai kayaknya sih itu anak PMR" jawab temannya
"Yang cowok ganteng banget sih" kata seorang siswi
"Bener apalagi kena hujan jadi makin ganteng deh" puji siswi yang lain
"Pacarable banget sih. Sweet banget kelakuannya" kata mereka sambil tersenyum malu-malu melihat Ciko memberikan jaketnya untuk Ella
"Yang cewek juga nggak kalah. Manis banget apalagi kalau senyum. Meleleh gue rasanya" kata siswa kelas 10 tak mau kalah
"Nggak terlalu cantik sih tapi emang manis banget. Apalagi pipinya bulat banget kayak bakpao pingin gigit jadinya" puji siswa yang lainnya.
Secara fisik Ella memang nggak terlalu cantik, tapi dia memiliki wajah manis yang nggak ngebosenin buat dilihat. Apalagi dengan pipi tembamnya itu, membuat wajahnya semakin manis dan imut. Ella juga memiliki postur tubuh ideal yang sexy abis. Bisa dibilang Ella itu perpaduan antara imut dan sexy
Untungnya sekarang jamnya istirahat jadi mereka tidak terlalu mengganggu kegiatan yang berlangsung. Malahan mereka membantu mengusir kebosanan para peserta camp yang terjebak hujan dan tidak bisa kembali ke kelas.
Bahkan para panitia juga ikut-ikutan melihat kelakuan absurt dari Ella dan anggotanya.
"Gila nggak tau bangunnya kapan, tau-taunya udah hujan-hujanan aja Ella" decak Ersya. Ersya memang mengetahui bahwa Ella tidur di UKS dari Elvan tadi pagi
"Hm.. bukannya anteng di UKS malah lari-larian di lapangan" kata Melvin tercengang melihat Ella asik berlarian di lapangan dekat aula yang kebetulan saat ini dipakai untuk kegiatan
"Kayak nggak tau Ella aja kalian. Diakan gitu abnormal kadang-kadang" kata Elvan santai
"Bocah" kata Raka pelan dengan senyum tipis di bibirnya
"Itu bukannya anggotanya Ella yah" tunjuk Jeno (wakil ketua Paskib/temennya Raka) pada Ciko dan Galeh
"Bukannya ngelarang Ella, malah ikutan main hujan mereka" lanjut Jeno kesal melihat Ciko dan Galeh yang asik berlarian saling mengejar satu sama lain.
"Kapan sih ada orang yang bisa melarang keinginan Ella. Bahkan Kavin pun yang notabennya pacarnya sendiri, tetep kalah sama Ella" kata Lana mengingat wajah kalah Kavin saat berdebat dengan Ella
"Bener juga Ella kan keras kepala banget" kata Malven yang masih terus melihat Ella
Disisi lain banyak juga yang berkomentar tentang kelakuan absurt Ella dan anggotanya. Terutama panitia kelas 11.
"Kak Ella cute banget sih jadi cewek" gemas salah satu panitia kelas 11
"Bener, kak Ella kalau kayak gini kayak bocah" sahut yang lainnya
"Rasanya gue yang sebelumnya takut banget deketan sama kak Ella, tiba-tiba pingin peluk dia" kata panitia yang lain
Jangan salah gini-gini Ella salah satu kakak kelas yang banyak ditakuti adik kelas. Karna tatapnya yang tajam dan aura dominasi dalam diri Ella membuat banyak adik kelas kicep tiba-tiba saat didekat Ella.
"Setuju banget gue sama elo, gue juga takut banget kalau didekat kak Ella. Kalian inget nggak waktu pertemuan dengan kelas 10 kemarin buat ngasih informasi tentang camp" kata salah satu anggota OSIS yang diangguki yang lainnya
"Saat itu gue didepan buat ngasih pengumuman. Namun emang dasarnya kelas 10 kebanyakan omong, jadi banyak yang nggak ngedengerin gue ngomong. Alhasil kelas 10 jadi rame sendiri. Saat itu kak Ella cuma diem sambil jalan santai didepan kelas 10. Ajaibnya semua siswa langsung kicep saat kak Ella dateng" lanjutnya mengingat kejadian tersebut
"Hah kejadian itu yah. Gue juga inget sebelum kak Ella dateng aula berisik banget ehh, begitu kak Ella dateng mereka langsung diem padahal kak Ella nggak ngomong apa-apa" sahut temannya
"Tapi sebenarnya kak Ella itu nggak semenakutkan kelihatan ya kok. Sama kita dia orangnya ceria dan humble banget" kata Roro tiba-tiba ikut berdiskusi bersama mereka
"Yah, kak Ella itu sebenarnya kocak banget orangnya. Nggak mengenal perbedaan senior dan junior, baginya mereka semua temannya" kata Yeye menambahkan
"Lah elo emang anggotanya. Jelas beda sikapnya" sewot salah satu panitia
"Enggak kak Ella nggak pernah beda-bedain orang. Mau itu anggotanya ataupun bukan. Dia tetep aja humble" bela Yeye
"Tapi dipikir-pikir kak Ella emang humble orangnya. Gue pernah liat dia bercanda sama pacarnya anak basket saat nungguin bang Kavin dan teman-temannya latihan" bela yang lain
"Setuju. Temen gue pacarnya Ibram, anak basket. Dia cerita kalau biasanya kak Ella bakalan ngajakin mereka ngomong dan bercanda supaya nggak bosen nunggu pacarnya yang lagi latihan" kata anak OSIS, yang kebetulan punya temen pacarnya anak basket
"Bahkan anak basket selalu manggil kak Ella dengan sebutan ibu negara" lanjutnya
"Kak Ella itu humble sama orang-orang yang dikenalnya, tapi cuek akut sama orang yang nggak dia kenal. Pertama kenal kita juga gitu. Dia dingin banget, kalau ngomong irit banget. Tapi setelah beberapa saat kenal, dia mulai menunjukan sifat aslinya yang kocak" jelas Yeye
"Mungkin itu juga salah satu alasannya kenapa kak Ella punya banyak temen di berbagai kalangan di sekolah. Mulai dari yang bad sampai yang good semuanya kenal baik sama kak ella" kata salah satu anggota Mpk, setelah melihat lingkup pertemanan Ella yang luas
"Sikapnya yang dingin dan cenderung cuek pada orang yang pertama ditemuinya membuat banyak orang penasaran, dan ingin mendekatinya. Lalu begitu dekat dengan kak Ella. mereka bakalan nyaman dengan sikapnya yang blak-blakan dan cocok sebagai teman curhat" lanjutnya
"Nggak heran meskipun dekat dengan banyak cowok famous disekolah cuma sedikit yang iri sama kak Ella. Karna emang sikapnya yang bikin semua orang merasa punya teman curhat yang baik saat didekatnya" puji nya sambil terus mengamati Ella yang tertawa antusias dibawah guyuran hujan
Disisi lain
Ella sudah selesai berganti baju dan menelpon supir Omanya untuk datang kesekolah menggambil baju kotornya. Nggak mungkinkan dia camp besok bawa-bawa baju basah.
"Bun ayo makan dulu. Kita udah bawain makanan" kata Roro yang baru datang masuk ke UKS membawa makan
"Kenapa repot-repot. Elo bisa panggil gue aja, gue bisa ambil sendiri" omel Ella
"Nggak papa sekali-kali. Lagian tadi bunda lagi mandi" kata Roro santai
"Yaudahlah dah terlanjur" kata Ella pasrah
"But, makasih" kata Ella tersenyum manis
"Ayo makan bareng. Yang lain mana?" Tanya Ella pada Roro karna tidak melihat anggota PMRnya lain
"Diluar" jawab Roro
"Suruh masuk kita makan bareng" suruh Ella namun mendapat gelengan dari Roro
"WOY YANG DILUAR MASUK. KITA MAKAN BARENG" teriak Ella memanggil yang lain
"Bun jangan teriak. UKS loh ini tempatnya orang sakit" tegur Roro yang dibalas cengiran dari Ella
"Sini duduk melingkar. Kita makan bareng" perintah Ella pada Ciko, Galeh, dan Yeye yang baru masuk UKS
"Oke berdoa dimulai" pimpin Ella saat melihat mereka sudah duduk
"Selesai"
"Selamat makan" kata Ella semangat
"Selamat makan juga" balas mereka
...----------------...
...Ig : @quella.ved...