ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Penasaran



"Kalian ngapain?" Tanya Ella heran saat melihat Kavin, Radhit, Evan, Addi dan Rei berjajar rapi didepan kelasnya sepulang sekolah


"Kak Ella" panggil Radhit ceria


"Iya" sahut menoleh kearah Radhit dengan ceria juga


"Jadi?" Lalu merubah raut wajahnya secara drastis menjadi serius


"Ah kita mau main" kata Radhit cengengesan melihat wajah serius Ella


"Ya trus?" Kata Ella masih tak paham


"Kita mau main kerumah kakak" jawab Radhit


"Oh main ok- tunggu??? APA!?" Kejut Ella


"Nggak gue nggak ngijinin ya kalian main kerumah" lanjutnya tegas


"Yah" lesu Radhit


"Kenapa?" Tanya Rei


"Lo inget terakhir kali kalian main kerumah gue. Rumah gue udah persis kayak penampungan. Nggak-nggak gue nggak mau Nerima tamu hari ini. Kalau kalian mau main, main aja dirumah salah satu dari kalian. Jangan rumah gue" jelas Ellaine panjang lebar


"Pelit" ketus Addi memelototi Ella


"Bodo" Kata Ella tak peduli


"Ayo" kata Kavin menarik tangan Ella tiba-tiba


"Kemana?" Tanya Ella kaget


"Udah ikut aja"


"Kalian ayo. Mau disitu aja sampek besok" kata Kavin melihat teman-temannya yang diam saja


...----------------...


"Kan gue udah bilang nggak nerima tamu hari ini" lesu Ella saat mereka sampai dirumahnya


"Sayangnya tamunya udah ada disini" ejek Addi


"Bacot" kesal Ella melempar bantal sofa ke Addi


"AW"


"Sakit bego, muka cogan gue ntar rusak" keluh Addi


"Berani Lo, ngomong kayak gitu ke gue. Gue tendang beneran Lo sekarang juga" ancam Ella


"Hehehehe piss bu bos" kata Addi cengengesan


"Cih, gue mau ganti baju dulu" kata Ella meninggalkan mereka di ruang tamu


...----------------...


"Astaga... Baru gue tinggal bentar. Rumah gue udah mirip kandang sapi. BERSIHIN!!" teriak Ella kesal melihat ruang tamunya yang sudah tidak berbentuk lagi. Bungkus Snack dimana-mana, piring kotor berserakan, gelas-gelas menggelinding, lantai kotor karna tumpahan minuman dan makanan, bahkan ada banyak tumpahan bedak bayi. Benar-benar perfect sekali kelakuan mereka ini, sedangkan para pelaku yang sedang asik main PS terkejut melihat kedatangan Ella yang tiba-tiba.


"Eh kak Ella" ucap Radhit dengan wajah seolah menyiratkan 'aku anak baik-baik'


"Udah ganti baju El" kata Addi cengengesan meletakkan stick PS nya


"Sini duduk El" kata Rei menepuk lantai disampaikan


"Minum kak?" kata Evan menawarkan sekaleng minuman bersoda


"Sayang kamu mau makan apa, sini aku pesenin" rayu Kavin juga


Huft


"BUBAR!! UDAH BUBAR, SEKARANG! SAMPAI GUE BALIK, NIH RUANGAN BELUM KINCLONG SIAP-SIAP GUE GOROK LEHER KALIAN!" ucap Ella sadis lalu meninggalkan mereka


"Cih, Lo sih gue udah bilang jangan buang sampah sembarang" omel Kavin pada Radhit


"Lah kok gue bang. Kan Lo juga sama makannya berceceran dimana-mana" ucap Radhit tak terima disalahkan


"Lo nyalahin gue" kata Kavin tajam


"Ah enggak kok gue nyalahin diri gue sendiri" ucap Radhit setelah melihat tatapan tajam Kavin


"Udah jangan berisik. Ayo beresin sebelum mama tiri kembali lagi" ucap Evan menengahi


"GUE DENGER" teriak Ella dari dapur


Mendengarkan teriakan Ella, semua langsung bergegas membersihkan kekacauan yang mereka buat sendiri. Namun, tiba-tiba...


"Yuhuuu"


"Ella kita datan-


Kalian ngapain disini, kerja sampingan jadi ARTnya Ella?" Kata Rena cengo melihat Kavin dkk yang sedang serius membersihkan ruang tamu. Sedangkan yang ditanya hanya melirik tajam kearah Rena


"Gue cuma tanya. Kalau kalian nggak mau jawab. Nggak papa" kata Rena mengangkat bahunya acuh melihat lirikan tajam mereka


"ELLA" teriak Anya dan Rena


'buset, emang bener ya kalau cewek itu makan toa. Teriakannya menggelegar semuanya' gumam Kavin dkk mendengar teriakkan Anya dan Rena


"Iya" kata Ella dari dalam rumah


"Gue di dapur. Masuk aja" lanjutnya


"Oke. Meluncur" kata Anya


"Beres-beres yang bersih ya. Kalau nggak ntar istrinya berewokan" ejeknya melirik Kavin dkk


"Yang semangat kalau kerja. Kapan lagi gue liat cogan sekolah nyapu sama ngepel" ejek Rena juga


"Cih, gue pingin nyumpal mulut mereka pakai kain lap" ketus Rei melihat kepergian mereka


"Kita satu pemikiran" kata Addi melirik teman-temannya yang juga sedang memikirkan perkataan Rei


...----------------...


"Nih minum, gue tau kalian udah kerja keras" kata Ella menyerahkan jus jeruk pada mereka lalu duduk disebelah Kavin


"Capek nggak?" Tanya Ella pada Kavin


"Capek banget yang" jawab Kavin mendramatisir sambil bersandar dibahu Ella


"Pingin muntah gue" kata Addi melihat Kavin dan Ella


"Sama" ucap Evan


"Kalian kenapa bisa disini?" Tanya Rei pada Rena dan Anya


"Gue yang ngundang. Kenapa? Masalah?" Tanya Ella ketus


"Yaelah gue cuma nanya" ucap Rei


"Banyak nanya lo" kata Ella lalu berdiri dari duduknya yang membuat Kavin langsung terjungkal karna kaget


"Astaga. Ngagetin banget sih"


"Mau kemana?" Tanya Kavin memegang lengan Ella


"Gue tadi masak gue. Gue mau liat udah Mateng apa belum" jawab Ella lalu meninggalkan mereka


Hening


"Gue penasaran, kenapa gue nggak pernah liat papinya kak Ella yah" tanya Radhit tiba-tiba yang mengejutkan semua orang. Termasuk Rena dan Anya yang langsung beradu pandang.


"Kok tiba-tiba?" Tanya Rei


"Tuh" tunjuk Radhit pada sebuah foto yang terpasang apik didinding dengan banyak foto lainnya disampingnya


'mampus' gumam Rena dan Anya bersamaan


"Gue tau ini maminya kak El, trus ini pasti kak El" katanya menunjuk wanita anggun dan seorang gadis kecil yang sangat manis


"Lalu ini? Papinya kah?" Tunjuknya lagi pada seorang pria yang sangat mirip dengan Ella


"Kayaknya sih iya, coba liat beliau mirip banget sama Ella. Bisa dibilang Ella versi cowok" kata Addi setuju


"Iya kan?" Tanyanya melirik Kavin


"Ngapain liat gue" kata Kavin bingung


"Lo kan tunangannya Ella. Jadi Lo pasti tau dan pernah ketemu papinya Ella dong" jelas Addi


"Gue bener kan?" Tanyanya lagi setelah melihat Kavin yang hanya diam saja


"Hmm" sahut Kavin seadanya


"Ha!! Gue bener kan, pasti papinya Ella. Lagian sekali liat juga tau kalau beliau pasti papinya Ella. Bener-bener mirip banget" kata Addi takjub melihat foto papi Ella.


"Kak Ella bener-bener copyan papinya. Mirip banget. Beda rambut aja" komentar Radhit


"Papinya kak Ella dimana bang?" Tanya Evan tiba-tiba


"Kepo" sahut Kavin singkat.


Bukannya tak ingin menjawab sepupunya. Tapi Kavin memang benar-benar nggak pernah tau tentang papi tunangannya itu. Ingin bertanya pada Ella, tapi ia takut. Karna baginya Ella sangat sensitif jika menyangkut keluarganya. Jadi ia lebih memilih diam, berharap Ella mau membuka sedikit rahasianya. Namun nyatanya, sampai sekarang Ella masih bungkam masalah keluarganya.


"Pelit banget sih"


"Kak Rena, Lo pasti tau papinya kak Ella kan? Papinya kak Ella sibuk banget ya sampai jarang dirumah?" Tanya Radhit yang masih kepo


"Nggak tau. Tanya Ella sendiri" kata Rena berusaha mengalihkan pembicaraan


"Oke nanti gue tanya sendiri" ketus Radhit mendengar jawaban dari pertanyaannya yang kurang memuaskan


"JANGAN" teriak Anya dan Rena bersamaan


"Astaga" kaget Radhit


"Kalian ngapain sih teriak-teriak" tanya Ella tiba-tiba datang dari dapur membawa kue coklat


"Hehehe"


"Kak Ella? Itu papi Lo" tanya Evan tiba-tiba menunjuk foto yang tadi. Ella yang ditanya, berbalik melihat foto yang ditunjuk Evan dan cukup terkejut mendengar pertanyaan Evan


"Iya" jawab Ella berusaha menutupi kesedihannya dengan senyum manisnya. Namun, Kavin yang sedari tadi melihat Ella menyadarinya.


"Papi kak Ella sibuk ya? Kok nggak pernah kelihatan" tanya Radhit


Deg


"Begitulah" jawab Ella seadanya


"Kak-


...Next?...


...----------------...


...Follow :...


...Ig : @quella.ved...


..."Your Life Is Your Choice"...