ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret



"Jadi jemput Raka sekarang?" tanya Indy saat melihat Ella keluar dari kamarnya dengan dandan yang cantik.


"Iya" jawab Ella dengan senyuman manis yang tidak pernah hilang dari bibirnya.


"Cie yang mau ketemu calon suami senyum mulu dari tadi" canda Indy membuat Pi Ella memerah karena malu


"Percaya yang bentar lagi jadi Nyonya Raka" katanya semakin gencar menggoda Ella. Jarang-jarang Indy melihat Ella tersipu seperti ini, padahal biasanya Ella terlihat anggun dan berwibawa.


"Apaan sih?!" ketus Ella karena malu


"Cie pipinya merah" goda Indy semakin bersemangat melihat Ella tersipu malu. Pipi Ella semakin terlihat memerah sampai ke telinganya.


"Indy" cicit Ella cemberut


"Hahaha" tawa Indy menggelegar melihat wajah Ella yang memerah.


"Berhenti godain gue" kata Ella pelan menutupi pipi gembulnya dengan kedua tangannya.


"Omaigat" kata Indy mencubit pipi Ella gemas


"Cute banget sih Lo kalau kayak gini" katanya gemas menguyel-uyel pipi gembul Ella.


"Badan Lo kecil tapi pipi Lo gembul banget. Gemes gue" kata Indy gemas


"Sakit bego" ketus Ella memukul pelan tangan Indy agar melepaskan pipinya


"Yayah maaf" kata Indy sedikit bersalah melihat pipi Ella yang memerah karena cubitannya


"Istt" sinis Ella mengelus pipinya


"Mau gue temenin?" tawar Indy sedikit khawatir sahabatnya itu pergi sendirian


"Nggak usah, gue sendiri aja" jawab Ella santai


"Yakin? Udah malem loh ini?" tanya Indy lagi


"Yakin" kata Ella menganggukkan kepalanya


"Udahlah, gue pergi dulu" pamitnya melambaikan tangannya kearah Indy


"Hati-hati" kata Indy melihat Ella yang mulai menjauh


"Gue seneng Lo bahagia kayak gini" gumam Indy setelah Ella pergi.


...----------------...


Bandar Internasional Soekarno-Hatta,


Jakarta.


"RAKA" teriak Ella semangat saat melihat tunangannya keluar dari bandara.


Dengan begitu bahagia dan semangat Ella berlari menghampiri Raka yang berdiri tak jauh darinya sambil tersenyum manis menatap kearahnya.


"Hai" sapa Raka melihat Ella berdiri dihadapannya. Raka sedikit terharu melihat Ella, setelah lama tidak bertemu dengannya.


Greb


"Miss you" kata Ella memeluk Raka dengan erat.


Gadis ini, gadis yang sangat ia cintai. Gadis yang berhasil mengambil seluruh tempat dihatinya.


Gadis kecil yang dulu sangat polos dan lugu, kini sudah menjadi gadis yang begitu anggun dan menawan. Gadis yang dulu rapuh dan menyedihkan sekarang menjadi gadis yang begitu tegar dan dewasa.


Lebih dari semua itu gadis ini adalah calon istrinya. Calon istri yang sangat Raka sayangi dan cintai.


"Miss you too, princess" kata Raka membalas pelukan Ella tak kalah erat.


Mendengar panggilan Raka kepadanya, Ella dengan cemberut melepas pelukannya.


"Ada apa?" kata Raka bingung melihat Ella yang tiba-tiba cemberut.


"I'm not a princess" kata Ella cemberut.


Paham dengan apa yang dimaksud Ella. Raka hanya tersenyum tipis sembari mengelus rambut Ella lembut.


"Yah, not a princess" kata Raka lembut


"But you are my queen" katanya membuat Ella tersipu malu


"Pinter banget kalau ngomong" kata Ella malu


Tatapan Raka melembut melihat Ella yang tersipu malu karena dirinya. Semua lelahnya selama sebulan ini seakan terbayar hanya dengan melihat senyuman Ella.


Raka adalah seorang dokter spesialis yang sangat sibuk, karena hampir setiap hari dirinya akan berada didalam ruang operasi.


Namun selain sebagai dokter, Raka juga CEO di perusahaan keluarganya. Tidak ada kata libur dalam hidup Raka. Hidup Raka selalu sibuk dan dan melelahkan.


Dan beruntung pula Raka memiliki tunangan sebaik dan sepengertian Ella, yang selalu memaklumi kesibukannya. Bahkan Ella juga sering menemani dirinya di kantor jika tidak ada urusan di rumah sakit.


"Kamu tau, aku bener-bener kangen banget sama kamu" kata Raka mengecup kening Ella yang masih berada di pelukannya.


"Kalau kangen, kenapa baru pulang?" tanya Ella mendongakkan kepalanya menatap Raka


"Kamu taukan, gimana sibuknya aku" kata Raka menghela nafas panjang.


Melihat wajah lelah Raka, Ella menjadi tidak tega dan sedih.


"Kan aku udah bilang, resign aja dari rumah sakit. Fokus sama perusahaan" kata Ella sedih. Berulang kali Ella menasehati Raka agar fokus dengan satu profesi saja. Tapi, Raka tetap menolak dan kekeh dengan 2 profesi yang sedang dijalaninya.


"Nggak bisa" kata Raka lembut mengelus pipi Ella


"Kenapa?" tanya Ella sedih


"Aku suka jadi dokter" jawab Raka


"Kalau gitu, biarin kak Dewi yang urus perusahaan" kata Ella


"Nggak bisa juga" kata Raka lembut


"Kenapa?" tanya Ella semakin sedih


"Dari awal perusahaan adalah tanggung jawab aku. Aku nggak bisa membuat Kak Dewi terbebani dengan perusahaan. Saat ini saja Kak Dewi sudah terlalu sibuk dengan banyaknya meeting" kata Raka memberi pengertian kepada Ella.


"Aku cuma nggak mau kamu terlalu capek" kata Ella


"Aku baik-baik aja" kata Raka menepuk kepala Ella pelan.


"Tapi-"


"Udah, ayo kita cari makan. Kamu pasti belum makan kan?" kata Raka mengalihkan pembicaraan mereka.


"Belum" kata Ella


"Pas, kita cari makan dulu baru pulang"


"Kamu mau makan apa?" tanya Raka mengandeng tangan Ella berjalan kearah mobil.


"Bakso" kata Ella riang.


"Siap, my queen" kata Raka membukakan pintu mobil untuk Ella


"Ready?" tanya Raka pada Ella yang sudah memasang seatbelt


"Go" kata Ella semangat sedangkan Raka hanya tertawa kecil.


...----------------...


"Aku pulang dulu" pamit Raka setelah mengantarkan Ella dengan selamat sampai di Apartemen


"Besok aku jemput" katanya


"Mau kemana?" tanya Ella penasaran


"Ada pokoknya" jawab Raka sok misterius


"Yayah terserah kamu" kata Ella malas, Raka hanya menahan rasa gemasnya melihat Ella yang cemberut seperti ini.


"Sana masuk" Kata Raka


Namun, sebelum Ella membuka pintu. Pintu sudah terbuka oleh Indy yang keluar setelah mendengar suara Ella dan Raka dari luar apartemen.


"Loh kalian udah pulang?" tanya Indy menatap Ella dan Raka


"Udah" kata Ella tersenyum sedangkan Raka hanya menatap datar Indy


"Gimana perjalanannya ke sini? Lancar?" tanya Indy sekedar basa-basi pada Raka


"Lumayan" kata Raka singkat. Untungnya Indy sudah terbiasa dengan itu.


"Bagus" kata Indy menganggukkan kepalanya canggung dan hanya bisa menatap Ella


"Aku pulang" kata Raka mengecup kening Ella singkat lalu pergi dari hadapan mereka berdua bahkan tanpa melirik Indy sedikit pun.


"Ck, gue penasaran gimana Lo bisa tahan sama dia?" tanya Indy penasaran. Karena setaunya Ella adalah tipikal cewek yang meskipun terlihat anggun dan pendiam, ia adalah cewek yang cukup cerewet dan hiperaktif. Bagaimana dirinya yang hiperaktif bisa langgeng dengan cowok yang kalau jawab hanya satu atau dua kata.


"Raka baik sama gue" kata Ella tersenyum manis mengingat betapa manis Raka padanya


"Yah dan gue bersyukur untuk itu" kata Indy ikut tersenyum melihat Ella tersenyum.


...----------------...