
"Sebenarnya ada apa??" tanya Ella menatap Rena
"Ini masalah Dafa" lirih Rena
"Dafa?" tanya Ella bingung mendengar Rena menyebutkan nama pacarnya
"Kenapa? Kalian berantem?" tebak Ella
"Bukan" jawab Rena menggeleng kepalanya
"Trus?" tanya Ella
"Kita putus" lirih Rena sangat pelan, yang bahkan karna sangat pelan Ella pun tidak bisa mendengar dengan jelas perkataan Rena
"Ngomong yang jelas, gue jadi bingung harus gimana kalau Lo ngomongnya pelan banget" keluh Ella
"Gue putus" kata Rena lebih keras lagi
"WHAT??!!!"
"Putus?? Kok bisa???" kata Ella terkejut dengan kabar ini
Pasalnya hubungan Rena dan Dafa ini sudah hampir 5 tahun. Mereka sudah berpacaran dari semasa SMP. Dan seperti yang diketahui Ella hubungan mereka baik-baik saja, jauh dari kata berantem. Tapi, tiba-tiba Rena mengatakan mereka putus.
"Dafa mutusin gue" lirih Rena membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya
"Kenapa? Lo punya salah apa?" tanya Ella lembut sembari mengelus punggung Rena untuk menenangkannya.
"G-gue hikkss hikks g-gue" tangis Rena pecah saat mengingat alasan hubungannya yang kandas
"Nggak usah dijawab kalau emang ini buat Lo semakin sakit" kata Ella saat mendengar tangisan Rena bertambah keras
"Nggak papa, semua akan baik-baik saja" kata Ella berusaha menenangkan Rena yang masih bersedih
"Gue nggak akan pernah ninggalin Lo sendirian" lirih Ella memeluk Rena untuk memberinya dukungan.
...----------------...
"Biasanya kalau orang habis nangis itu pasti butuh makan banyak"
"So, sekarang Lo harus makan" kata Ella dengan santai memenuhi piring Rena dengan berbagai daging sapi
"Itu mah Lo kalau habis nangis makannya kayak kuli" ketus Rena. Namun, juga tidak menolak semua makanan yang diberikan Ella.
"Bagi gue sama aja" kata Ella acuh
"Udah ayo makan" katanya sembari memakan makanannya sendiri
Saat ini Ella dan Rena sedang berada di salah satu restoran Korea yang cukup populer dikalangan remaja, untuk makan siang. Sebenarnya Ella yang memilih restauran ini, alasannya simple.
Karena
"Orang sedih itu butuh makanan pedas, biar nggak terlalu stress" kata Ella saat ditanya Rena kenapa harus makan disini.
Entah apa hubungannya makanan pedas dan stress. Yang jelas Rena hanya menuruti saja perkataan Ella.
"Lumayan" komentar Rena saat mencicipi makanannya
"Bener, bisalah makan disini lagi nanti" kata Ella setuju
"Nih, makan kimchi biar stres Lo ilang" kata Ella menaruh sedikit kimchi di piring Rena
"Sampai kapan Lo mau mindahin semua makanan ke piring gue?" tanya Rena lelah dengan makanan yang terus menumpuk di piringnya
"Jangan banyak protes" kata Ella dengan semangat memakan semua pesanan. Merasa tidak akan bisa menang jika harus melawan Ella, Rena dengan berat hati memakan semua makanan itu.
"BTW, dari mana Lo tau gue disana?" tanya rena
"Taulah, Lo kalau sedih kan gitu pasti kesana" jawab Ella santai sembari memakan daging sapi yang baru dipanggangnya
"Bukan itu, maksud gue dari siapa Lo tau gue disana? Atau nggak dari siapa Lo tau gue lagi ada masalah?" tanya Rena yang sedari tadi merasa heran dengan kedatangan Ella yang tiba-tiba disana
"Gue yakin nggak ngasih tau siapa-siapa kalau gue cabut dari sekolah. Bahkan gue yakin 1000%, Anya nggak bakalan sadar gue pergi. Tapi Lo kenapa bisa tau?" tanya Rena bingung
"Gampang aja sih, sebenarnya salah satu temen gue ngeliat Lo buru-buru cabut dari sekolah tanpa pamit dan dalam kondisi yang kacau. Karna khawatir Lo kenapa-kenapa, dia hubungin gue" jawab Ella santai
"Siapa?" tanya Rena bertambah bingung
"Kepo" jawab Ella
"Cih, Lo mah gitu" keluh Rena memakan makanannya dengan kesal
"Tapi, gue harus berterimakasih banget sama orang itu" kata Rena tiba-tiba antusias
"Kenapa?" tanya Ella bingung dengan perubahan drastis mood Rena
"Gue harus berterimakasih, karna secara nggak langsung dia udah ngirim Angel buat gue yang lagi sedih dan butuh pelukan sahabat" jawab Rena menatap haru pada Ella
"Nggak usah liat gue gitu. Ntar gue baper" kata Ella
"Lo mah nggak bisa buat suasana jadi haru sebentar" keluh Rena saat Ella merusak suasana yang sedang dibuatnya
"Lagian gue geli liat Lo menye-menye gini ngomongnya" kata Ella membela dirinya
"Lo emang nggak punya sisi romantis" kata Rena lelah
"El, Lo baru pulang dari rumah sakit. Kok nggak bilang-bilang?" tanyanya saat sadar bahwa Ella hampir 2 Minggu ini masih dirawat dirumah sakit
"Harusnya kalau Lo baru pulang, Lo nggak usah repot-repot ke danau. Lo pasti capek banget" tambahnya yakin bahwa Ella baru pulang dari rumah sakit.
"Gue belum pulang dari rumah sakit" jawab Ella santai memakan ramyeon nya
"Hah?" tanya Rena tak paham
"Lo kabur dari rumah sakit?" tanya rena syok
"Lo gila, bisa-bisa gue diamuk mami kalau sampai kabur dari rumah sakit" jawab Ella menaikkan resletingnya kembali, bisa gawat kalau sampai ada yang curiga kalau Ella adalah pasien. Bisa-bisa Ella dikira pasien yang kabur dari rumah sakit.
"Trus?" tanya Rena yang masih tidak puas dengan jawab Ella
"Gue ijin sama dokter buat pergi keluar sebentar" jawab Ella santai sedangkan Rena menjadi emosi seketika
"Gadis barbar, udah tau masih sakit kenapa nekat buat keluar. Dan juga Lo nggak liat makanan apa yang habis Lo makan, gimana kalau kondisi Lo makin parah lagi" kata Rena naik pitam
"Lagian Lo kenapa sih, nekat banget?" tanya Rena geram
"Kenapa??" tanya Rena tak sabar
"Gimana bisa gue diem aja, saat sahabat gue butuh pelukan" jawab Ella jujur. Rena yang mendengar jawab dari Ella membeku sesaat.
"El" lirih Rena terharu dengan ucapan Ella
"Gimana gue bisa tetep santai, ngeliat Lo hancur kayak tadi" kata Ella
"Gue nggak bisa diem dan tetep santai, saat tau keadaan Lo yang jauh dari kata baik" tambah Ella sembari fokus dengan ramyeon nya kembali
"Sahabat apa yang ngebiarin sahabatnya yang lagi sedang sedih sendirian" tambahnya
'Perbuatan baik apa yang pernah aku lalukan, hingga tuhan memberikan sahabat bagaikan malaikat sebaik Ella' batin Rena terharu mengingat Ella yang masih menggunakan baju pasiennya datang hanya untuk menghiburnya. Walaupun kedengarannya sepele, tapi Rena sangat terharu dengan tindakan Ella.
"Hemm.. Enak banget" komen Ella antusias dengan Ramyeon nya
"Jangan makan lagi" tegas Rena mengambil paksa makanan Ella setelah sadar dari lamunannya
"Kenapa?" kata Ella sedih dan putus asa melihat Ramyeon nya yang diambil paksa oleh Rena
"Lo lagi sakit" jawab Rena tegas
"Sebelumnya Lo udah makan terlalu banyak kimchi, gue nggak bisa ngambil resiko Lo makan Ramyeon terlalu banyak juga" tegas Rena
"Tega banget Lo sama gue" kata Ella sedih
"Ini demi kesehatan Lo" kata Rena tak terpengaruh oleh wajah memelas Ella
"Yaudah. Terserah" kata Ella menyerah dan beralih meminum jusnya
"Sampai kapan Lo disini?" tanya rena
"Waktu gue nggak banyak. Mungkin..
D**rtt drttt**
Sekarang. Gue harus pergi sekarang" pamit Ella setelah mendapat pesan dari dokter Wisnu yang menyuruhnya untuk cepat kembali ke rumah Sakit
Dokter Wisnu 💉
Ella, kamu harus kembali ke Rumah sakit sekarang juga
Dalam 15 menit, kamu masih belum kembali
Aku dan dokter Caca akan menjemputmu
'Gawat, gue harus cepet balik ke rumah sakit. Kalau nggak dokter Wisnu dan Caca bisa jemput gue dan Rena bisa tau semuanya' batin Ella cemas
"Ren, gue minta maaf nggak bisa nemenin Lo lebih lama lagi" kata Ella berdiri
"Gue bener-bener minta maaf"
"Lo bisa ke Rumah sakit kalau butuh apa-apa" kata Ella
"Gue akan selalu ada buat dengerin semua keluh kesah Lo" katanya memeluk Rena singkat
"Gue nggak papa. Gue pasti kerumah sakit" kata Rena memahami
"Ella hati-hati" kata Rena sebelum Ella benar-benar keluar dari restoran
"Terimakasih kasih sudah mengirimkan sahabat berhati malaikat sebaik dia" gumam rena melihat Ella yang sudah pergi menggunakan taksi dari jendela kaca
...----------------...
Lobi Rumah Sakit,
"Yatuhan, Ella kamu dari mana aja?" tanya dokter Caca yang sudah menunggu Ella di lobi rumah sakit sedari tadi
"Kamu kemana aja, kami khawatir sama kamu?" tanyanya
"Little Fairy" panggilnya sembari mengangkat wajahnya Ella yang sedari tadi menunduk. Dan betapa terkejutnya dokter Caca saat melihat wajah Ella yang pucat pasi.
"Kamu kenapa?" tanya dokter Caca semakin khawatir
"SUSTER! BRANKAR" teriak dokter Caca meminta brankar untuk membawa Ella
"Dokter cantik" lirih Ella yang menahan sakit sedari tadi
"CEPET" teriak dokter Caca lagi
Namun, belum sampai Ella dibaringkan di brankar. Ella tiba-tiba jatuh pingsan dipelukkan dokter Caca.
"ELLA"
...----------------...
...NEXT??...