ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Rena?(1)



Malam harinya, di ruang rawat inap Ella. Kavin dan teman-temannya sudah ada disana sejak pulang dari sekolah tadi. Mereka menemani Ella yang kesepian dan sendirian.


"Kamu mau pulang sekarang?" tanya Ella pada Kavin yang bersiap-siap akan pulang


"Yang, aku nggak bisa jaga kamu hari ini" kata Kavin menyesal


"Kenapa?" tanya Addi kepo


"Gue ada janji sama Sekar. Mau nganterin dia beli buku buat olimpiade matematika" jawab Kavin santai, sedangkan yang lainnya benar-benar ingin mengubur Kavin hidup-hidup sekarang juga.


'Bunuh orang nggak dosakan?' batin mereka semua gregetan


"El?" gumam Anya khawatir dengan perasaan sahabatnya


"Nggak papa" kata Ella santai


"Yaudah, kita juga pamit ya El" kata Anya mewakili yang lainnya


Cup


"Aku pergi dulu" kata Kavin mengecup dahi Ella


"Hmm" gumam Ella seadanya


"Bye El, cepat sembuh" pesan mereka sebelum benar-benar luar dari ruangan Ella


"Bye" balas Ella lirih


'Hati aku sakit, Kavin. Ngelihat kamu lebih peduli sama orang lain' batin Ella sedih


...----------------...


Tok tok tok


Clekkk


"Selamat malam little Fairy" sapa dokter Wisnu


"Mereka udah pergi?" tanyanya melihat ruangan Ella yang sunyi


"Malam dokter" sapa Ella dengan semangat


"Udah" tambahnya menjawab pertanyaan dokter Wisnu


"Udah lama?" tanyanya lagi sembari mengeluarkan alat-alatnya untuk mengecek perkembangan kondisi Ella


"Barusan dok" jawab Ella


"Udah makan?" tanya dokter Wisnu perhatian


"Udah, sama yang lain tadi" jawab Ella


"Pintar, dokter cek dulu keadaan kamu" kata dokter Wisnu mulai mengecek kondisi Ella


"Masih pusing?" tanyanya menatap Ella


"Sedikit" jawab Ella jujur


"Nggak papa, semua akan baik-baik saja" kata dokter Wisnu menenangkan


"Terimakasih dokter" kata Ella tersenyum manis


"Tadi pagi dokter Caca kesini" kata Ella menatap dokter Wisnu yang sibuk membereskan barang-barangnya


"Oh ya?" tanya dokter Wisnu


"Ya, dokter Caca bawain aku sarapan" jawab Ella bangga


" Dokter Caca pilih kasih, Dokter aja yang tunangannya nggak pernah dibawain sarapan" keluh dokter Wisnu


"Pantas aja, tadi dia semangat banget berangkat ke Rumah sakit" tambah Dokter Wisnu


"Dokter, terimakasih untuk semuanya. Terutama terimakasih sudah mengenalkan aku dengan dokter Caca" kata Ella tulus membuat dokter Wisnu yang mendengarnya tersentuh


"Jika dia mendengarkanmu mengatakan ini, dia pasti tidak akan bisa tidur" kata dokter Wisnu mengingat tunangannya yang sangat menyayangi Ella seperti adiknya sendiri


"Oh ya, hari ini dokter shif malam. Jadi nggak bisa stay disini. Kamu kalau butuh apa-apa telpon dokter aja atau bisa juga telpon dokter Caca" jelasnya menyesal


"Dokter tenang aja. Aku nggak papa" kata Ella santai


"Yaudah kalau gitu kamu istirahat sekarang" kata dokter Wisnu membantu Ella untuk tidur dengan nyaman


Cup


"Good night, little Fairy" kata dokter Wisnu mengecup dahi Ella lalu meninggalkan Ella untuk beristirahat


...----------------...


Tak terasa hampir 2 Minggu Ella dirawat di Rumah Sakit. Karena keadaannya yang tidak menentu, terkadang kondisi Ella stabil dan terus meningkat. Namun, disaat yang bersamaan kondisinya bisa dengan tiba-tiba kembali menurun secara drastis. Tidak sekali dua kali, Ella harus melewati masa kritisnya. Tanisha yang tidak ingin mengambil resiko hanya bisa mempercayakan dokter Wisnu dan dokter Caca untuk merawat Putrinya.


Seperti hari ini.


"Sampai kapan aku harus disini?" gumam Ella lirih pada dokter Wisnu yang sedang memeriksanya seperti biasa


"Huft" dokter Wisnu menatap Ella dengan sayang


"Jika kondisimu stabil, kamu pasti akan pulang" jawab dokter Wisnu mengelus rambut Ella


"Bukankah, itu mustahil" lirih Ella menatap keadaan luar dari jendela kaca


"Ella, berapa kali dokter bilang. Dokter akan berusaha untuk menyembuhkan mu. Bagaimana pun caranya, dokter tidak akan membiarkan senyum di bibirmu hilang" kata dokter Wisnu penuh tekat


"Dokter orang baik, Dokter Caca pasti sangat bahagia memilikimu" kata Ella tersenyum manis mengalihkan pandangannya dari jendela kearah dokter Wisnu


"Tentu saja" kata dokter Wisnu bangga mengangkat alisnya sombong


"Kapan lagi, dia menemukan calon suami se perfect aku" tambahnya


"Aku menyesal memuji dokter" dengus Ella menggembungkan pipinya kesal


"Hahaha"


"Cute" gemas dokter Wisnu mencubit pipi tembam Ella


"Hmm,, Aku sudah mulai terbiasa dengan cubitan kalian" kata Ella menatap datar dokter Wisnu yang masih setia dengan cubitannya


'Nggak suami nggak istri sama aja' batin Ella mengingat dokter Caca yang juga suka mencubit pipinya


Drtt drtt drtt


"Ella here" kata Ella mengangkat teleponnya


"...."


"Oh ya?" tanya Ella dingin pada seseorang di sebrang sana. Dokter Wisnu yang sedari tadi masih berdiri disamping Ella, hanya menatap bingung pada berubah sikap Ella yang mendadak jadi sangat dingin. Hingga membuat seisi ruangan seakan mencekam.


'Dia kenapa?' batin dokter Wisnu bingung


"...."


"Dimana?" tanya Ella lagi


"...."


"10 menit" kata Ella lalu mengakhiri teleponnya


"El, ada apa?" tanya dokter Wisnu bingung pada Ella yang masih diam saja


"Dokter aku harus pergi" kata Ella berusaha melepaskan infusnya


"ELLA!? APA YANG KAMU LAKUKAN??!!" pekik dokter Wisnu kaget melihat Ella menarik infusnya hingga lepas


"Dokter aku harus pergi" kata Ella dingin


"JANGAN GILA!!" Pekiknya lagi mengabaikan Ella yang menatapnya tajam


"GADIS BODOH!! LIHAT TANGANMU BERDARAH" kesal dokter Wisnu melihat punggung tangan Ella yang mengeluarkan darah.


Dengan sigap dokter Wisnu menarik punggung tangan Ella dan mengobatinya


"Dokter aku benar-benar harus pergi" kata Ella


"Dokter"


Hening...


Dokter Wisnu mengabaikan Ella yang memanggilnya dan hanya fokus pada punggung tangan Ella


"Dok"


"Dokter"


"DOKTER WISNU" teriak Ella kesal karna diabaikan


"Apa?" tanya dokter Wisnu menatap Ella datar


"Aku benar-benar harus pergi dok"


' Pliss,, ini penting" pinta Ella sedih


"Aku janji hanya 30 menit, setelah itu aku akan kembali"


"Aku juga janji, tidak akan melakukan hal-hal yang membahayakan kesehatanku"


"jadi dokter Wisnu, aku mohon ijinkan aku" pintanya menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya


"Baiklah, 30 menit" putus dokter Wisnu tidak tega melihat Ella seperti akan menangis


"Makasih dokter" kata Ella memeluk dokter Wisnu dengan bahagia


"Jaga diri baik-baik" pesan dokter Wisnu membalas pelukan Ella


"Aku harus cepat pergi" kata Ella mengurai pelukan mereka


"Aku pergi" pamit Ella


Namun sebelum mencapai pintu..


"Pakai ini" kata dokter Wisnu memberikan Ella sebuah Hoodie untuk menutupi baju pasiennya.


...----------------...


...next?...