
"Istirahat sana. Besok aku mau ngajak kamu jalan-jalan" kata Raka setelah mengantarkan Ella dengan selamat sampai didepan pintu apartemennya.
"Besok kamu libur?" tanya Ella bingung. Padahal yang ia tau jadwal tunangannya ini sangat padat.
"Iya. Aku minta cuti sehari untuk kita" jawab Raka mencubit pipi Ella dengan gemas
"So, tertarik untuk jalan-jalan?" tanyanya lagi
"Mau mau" kata Ella dengan antusias. Raka terkekeh kecil saat melihat keantusiasan tunangan kecilnya ini.
"Sana masuk" suruh Raka lembut
"Aku jemput besok jam 9 pagi" katanya mengelus lembut rambut Ella
"Jadi pastikan kamu sudah bangun dan mandi" ledeknya mengingat Ella sangat susah bangun pagi, kecuali ada jadwal operasi di pagi hari.
"Ck" decak Ella merengut kesal karena ejekan Raka.
"Aku masuk dulu" katanya memeluk singkat Raka lalu mengecup pipinya pelan.
"Selamat malam" ucapnya tersenyum manis pada Raka
"Malam, princess" jawab Raka ikut tersenyum saat melihat senyum manis dibibir Ella.
Raka sudah bilangkan, senyum Ella itu menular. Siapapun yang melihatnya pasti akan ikut tersenyum tanpa disadari. Dan Raka ingin selalu menjaga senyum Ella agar selalu menghiasi wajah manisnya.
Setelah memastikan tunangannya pulang dengan aman. Raka berjalan santai meninggalkan apartemen Ella untuk pulang kerumahnya.
...----------------...
"Jadi gimana?" tanya Indy antusias melihat Ella yang baru saja pulang.
"Gimana apanya?" tanya balik Ella
"Yah gimana situasi dan kondisinya?" tanya Indy masih antusias
"Pestanya baik, meriah, sama aja kayak perta pada umumnya" jelas Ella sambil melepaskan heelsnya
"Bukan itu maksud gue, Inem" kesal Indy dengan Ella yang tidak peka-peka
"So?" tanya Ella bingung
"Maksudnya itu, Lo ketemu mantan Lo yang nggak tau diri itu nggak? Atau ketemu sama ulet bulu yang nggak bisa bermetamorfosis jadi kupu-kupu karna kena karma? Atau ketemu sama para sahabat bestie Lo yang lupa diri itu?" tanya Indy dengan blak-blakkannya mengatai Kavin, Diana, Rena dan Anya.
"Ketemu. Ketemu semuanya malah" jawab Ella dengan jujur
"Trus-trus? Gimana?" tanya Indy kembali antusias
"Yah nggak gimana-gimana. Biasa aja" jawab Ella lempeng yang menyurutkan keantusiasan Indy
"Nggak asik lo" kata Indy kesal kembali ke kamarnya.
"Dasar tukang ghibah ngambekan" gumam Ella sambil menenteng heelsnya masuk kedalam kamar.
...----------------...
Disisi lain, tanpa sepengetahuan Ella. Kavin mengajak Raka untuk bertemu berdua di salah satu club.
"Baru sampek?" tanya Kavin basa-basi saat melihat Raka sudah duduk di sampingnya
"Ella" sahut Raka singkat, mengisyaratkan bahwa dia baru saja mengantar Ella pulang.
"Gue tau" kata Kavin menganggukkan kepalanya mengerti
"Mau pesen apa biar gue yang traktir?" tanyanya
"Seroiusly? Nggak mau Wine? Vodka?" tanya Kavin pada Raka
"Besok gue janji mau ngajak jalan Ella" jawab Raka acuh
"Ah gitu" kata Kavin. Suasana sedikit canggung saat Raka mengungkit nama Ella.
Hening tidak ada yang berbicara, Kavin dan Raka sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing. Kavin yang dengan penyesalannya sedangkan Raka yang bahagia dengan tunangannya. Hanya dentuman musik Dj yang terdengar begitu keras serta sorakan manusia-manusia yang sibuk berpesta.
"Thanks" kata Kavin setelah mereka hanya terdiam.
"Makasih udah buat Ella bahagia" jelas Kavin
"Gue tau nggak pantes buat gue ngomong kayak gini ke Lo"
"Tapi gue bener-bener serius saat bilang makasih. Gue seneng bisa lihat Ella bahagia dan tertawa lagi meskipun bukan gue penyebabnya"
"Mereka bener, gue cuma bisa kasih Ella air mata dan luka" sendu Kavin
"Bodoh"
"Bego" kata Raka dengan lempengnya
"Dulu gue pengen banget nonjok lo yang dengan seenaknya nyakitin hati princess gue"
"Tapi saat itu gue sadar, gue nggak ada hak buat marah sama lo. Karna status gue hanya sebatas sahabat masa kecil Ella" kata Raka dengan panjangnya. Baru kali ini Kavin melihat Raka ngomong sepanjang ini.
"Lo tau gimana hancurnya Ella saat itu. Dia hancur, dia putus asa, dia sakit"
"Tapi lo nggak pernah ada buat dia" kata Raka sinis saat mengingat betapa hancurnya Ella dulu.
"Gue nyesel" kata Kavin lirih dengan air mata yang berkaca-kaca
"Gue minta maaf" katanya
"Andai gue bisa mengulang waktu atau memperbaiki semuanya"
"Nggak ada yang bisa diulang"
"Nggak ada yang bisa diperbaiki"
"Nyatanya selama ini hanya luka yang lo kasih ke Ella" kata Raka dengan tegas menutup semua akses Kavin untuk berharap kepada Ella lagi.
Deg, seakan ditampar dengan keras. Kavin kembali ingat masa-masa dulu. Masa dimana dia menyakiti Ella.
' Mereka benar, Raka juga benar. Selama ini hanya luka yang aku berikan untuk Ella ' gumam Kavin dalam hati
Sedikit tidak tega dengan Kavin yang meneteskan air matanya. Tapi Raka harus memperingatkan Kavin agar menjauh dari tunangan kecilnya.
"Jadi gue harap Lo bisa berhenti deketin Ella. Ella udah bahagia dengan hidupnya sekarang" kata Raka menepuk pundak Kavin pelan.
"Ella udah maafin lo. Jauh sebelum Lo minta maaf" tambahnya lalu memakai kembali jas yang sempat dilepasnya.
"Gue pergi, semoga lo segera menemukan kebahagiaan yang lo cari selama ini" pamit Raka bergegas pergi karna mendapat telpon dari rumah sakit.
"Dan kebahagian gue cuma sama Ella"
"Ella cahaya gue" sendu Kavin memperhatikan gelas ditangannya.
...----------------...
...Next?...