ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Kedatangan masa lalu



"Kamu mau kemana?" tanya Dokter Wisnu saat tak sengaja berpapasan dengan Dokter Caca


"kamar little Fairy" jawab dokter Caca menunjuk pintu kamar Ella yang berjarak 5 pintu dari tempatnya sekarang


"ngapain?" tanya dokter Wisnu


"Jagain little Fairy, tadi Tante Tanisha nelpon aku minta tolong buat jagain little Fairy" jawab dokter Caca


"kebetulan jadwal jagaku udah habis, jadi aku mau kesana sekarang" tambahnya


"Sebaiknya jangan kesana sekarang" kata dokter Wisnu mencegahnya


"Loh kenapa? Kan kasihan nanti Little Fairy sendirian" tanya dokter Caca


"Disana ada temen-temennya little Fairy. Kalau kamu kesana mereka pasti tambah curiga. Kejadian tadi sore aja udah pasti bikin mereka curiga banget sama kita sekarang" jelas dokter Wisnu


"Kamu bener. Yaudah, nanti aja aku kesananya" kata dokter Caca berjalan pergi dari sana. Namun, baru beberapa langkah tangannya dicekal oleh dokter Wisnu


"tunggu" kata dokter Wisnu


"Mending kamu pulang aja sekarang, aku anterin" kata dokter Wisnu


"nanti little Fairy?" tanya dokter Caca bingung


"temen-temennya akan jaga dia malam ini. Tadi little Fairy chat aku" jawab dokter Wisnu yang mendapat anggukan kepala dari tunangannya


"yaudah ayo pulang" tambahnya mendengar persetujuan dari dokter Caca, lalu menggandeng tangannya dan pergi meninggalkan Rumah Sakit bersama.


.


.


.


.


Pagi harinya,


"Berapa kali aku harus bilang, kalian harus sekolah sekarang" kata Ella lelah menghadapi 5 sekawan ini


Subuh tadi, ruangan Ella yang tadinya tenang tiba-tiba menjadi suruh seketika saat kedatangan duo Bagaskara, yang tak lain adalah Radhit dan Evan.


"Nggak aku mau jaga kamu aja disini" tolak Kavin memeluk Ella


"Kalau aku pergi, nanti kamu sama siapa" katanya sedih


"Bener kita tuh,, khawatir sama kak Ella" kata Radhit sok khawatir


"Tante tanisha lagi di luar kota, jadi sebagai sahabat yang baik kita mau gantiin dia buat jagain Lo" kata Rei ikut-ikutan


"kak El, kita bener-bener khawatir banget sama kakak" kata Evan


"Nanti kalau Lo kenapa-kenapa gimana?" tanya Addi sok prihatin


"Gue bener-bener nggak papa" kata Ella yang sudah sangat jengah dengan drama mereka


"mending kalian berangkat sekarang, keburu telat" kata Ella mengulangi perkataannya


"nggak mau" rengek Kavin semakin mempererat pelukannya


"aku takut kamu kenapa-kenapa" kata Kavin sok sedih. Padahal Ella tau ini hanya akal-akalan mereka berlima supaya bisa bolos sekolah hari ini.


'sungguh merepotkan' batin Ella lelah


"huft..." Ella menghela nafas melihat drama pagi dadakan mereka


"Nggak usah kebanyakan drama. Ayo cepat berangkat" kata Ella tegas


"Gak" tolak mereka bersamaan


"BERANGKAT!! SEKOLAH!! SEKARANG!!" kata Ella menekan perkataannya


"cih, iya-iya kita berangkat" pasrah Kavin melepas pelukannya


"nah, gitu dong" kata Ella tersenyum puas


"lagian temen aku mau kesini, jadi kalian nggak usah khawatirin aku" tambahnya


"temen? siapa? cewek apa cowok?" tanya Kavin beruntun


"Namanya Indy, cewek"


"Puas!!" jawab Ella jujur sejujur-jujurnya, agar Kavin segera berangkat


"puas banget" kata Kavin tersenyum manis


"Yaudah sana berangkat" suruh Ella


"yaelah, percuma subuh-subuh kesini. ujung-ujungnya sekolah juga" keluh Radhit mengambil tas sekolahnya


"Lagian siapa yang nyuruh kalian subuh-subuh kesini" jengah Ella


"udah sana berangkat" suruh Ella lagi


Cup


"Aku berangkat dulu" kata Kavin mengecup pipi kiri Ella


Cup


" kamu hati-hati disini" katanya lagi mengecup pipi kanan Ella


Cup


"pulang sekolah aku kesini" mengecup dahi Ella


Cup


"buat jagain kamu" mengecup hidung Ella


Cup


"love you" tambahnya setelah mengecup sudut bibir Ella


Ella yang diciumi oleh Kavin hanya diam saja menatap Kavin aneh


'tumben' batin Ella


"ekheemm.. masih pagi Woi,, mohon jangan ada drakor live dulu" sindir Addi


"gini nih, kalau kelamaan jomblo" ejek Kavin


"Ayo berangkat" ajak Kavin


"Sayang,, aku pergi" pamitnya lalu pergi bersama sahabat-sahabatnya.


"Hati-hati" pesan Ella


'sepi juga kalau sendirian gini' batin Ella menatap seluruh ruangan yang sepi sepeninggal 5 sekawan tadi.


Tok.. tok.. tok..


Cklekk


"Selamat Pagi Little Fairy,, dokter Caca datang" sapa hangat dokter Caca begitu membuka pintu ruangan


"Selamat pagi juga dokter cantiknya Ella" balas Ella tersenyum manis


"gemesin" kata dokter Caca menjawil pipi tembam Ella


"ini dokter bawain kamu makanan" kata dokter Caca menyerahkan bekal makanan yang dibawanya


"Wah.. makasih dokter cantiknya Ella" kata Ella dengan senang hati menerima bekalnya


"gimana, enak?" tanya dokter Caca melihat Ella yang sangat bersemangat memakan bekal buatannya


"enak" kata Ella memberikan 2 jempolnya


"makan yang banyak ya sayang" kata dokter Caca mengelus lembut rambut Ella


"besok dokter bawain lagi buat kamu" tambahnya yang mendapat anggukan penuh semangat dari pasien kesayangannya ini


"yaudah dokter, nggak bisa lama-lama disini. mau ada operasi bentar lagi"


"so, dokter pergi dulu ya sayang" pamit dokter Caca


"iya dok. Semangat operasinya" kata Ella memberikan semangat


"sip,, dokter pergi dulu ya little Fairy"


"Bye" kata dokter Caca lalu bergegas pergi menuju ruang operasi


.


.


.


drtt.. drt.. drt..


"Halo"


"...."


"Lo ketiduran ya,, perasaan kita janjiannya jam 9 ini udah jam 10 oi" ketus Ella pada seseorang disebrang sana


"...."


"Jangan banyak alasan, cepet kesini. Gue merana sendirian" kata Ella


"...."


"yodah gue tunggu"


"...."


"hmm.. sampai ketemu" kata Ella lalu mematikan sambungan telepon mereka


'nasib gue gini banget' rutuk Ella merana karna kesepian


_______


Cklekk


15 menit menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu Ella pun datang.


"Sorry banget El, gue bener-bener lupa" kata seseorang yang ditunggu Ella sedari tadi


"alasan klasik" sinis Ella


"udah sih jangan ngambek, nih gue bawain donat buat Lo" katanya memberikan satu box donat


"nyogok nih ceritanya" ejek Ella tapi tetap menerima donat tersebut dengan senang hati


"berhubung ini buat gue, yah mau gimana lagi. dengan berat hati gue terima" tambah Ella tersenyum manis


"cih,, udah makan aja" katanya sudah hafal dengan kebiasaan Ella


"gimana keadaan Lo?" tanyanya


"miris ya, 3 tahun nggak ketemu. eh, malah reuniannya di Rumah Sakit. bener-bener nggak berkelas banget" keluh gadis itu


"lumayan, gue udah baikkan" jawab Ella


"Btw. Lo masih sama aja kayak dulu, cerewet + pikun" ejek Ella


"Lo juga sama masih aja ngambekkan, nunggu di sogok makanan dulu baru senyum" ejeknya baik


"bodo amat" kata Ella mulai memakan donatnya


"gimana Jerman, Ndy?" tanya Ella pada gadis didepannya yang tak lain adalah teman lama Ella, Indy.


"ya gitu" jawab Indy tak pasti


"nggak banyak yang berubah" tambahnya


"Disini juga nggak banyak berubah, Ndy" kata Ella


"masih tetep sama Kavin?" tanya Indy ikut mencomot donat Ella


"Lo mah, katanya buat gue. tapi masih aja diambil. Bintitan loh nanti" kata Ella tak rela Indy memakan donatnya


"nggak papa" cuek Indy


"jadi gimana, masih sama Kavin?" tanyanya lagi


"masih" jawab Ella


" nggak gue sangka. Ella yang sedari SD, sering mematahkan hati banyak cowok. sekarang setia banget sama 1 cowok" kata Indy


" Nggak usah bawa-bawa masa lalu. malu banget kalau diingat-ingat" cemberut Ella


"tapi El, gue mau nanya serius" kata Indy menatap Ella serius


"apa?" tanya Ella ikut serius juga


"Kavin masih belum tau soal kematian papi Lo?" tanya Indy tiba-tiba yang membuat Ella terpaku sesaat


"belum" jawab Ella lirih


"kenapa?" tanya Indy


"gue belum siap, buat kembali sakit saat mengingat kenangan kelam itu" jawab Ella sedih


"tapi Lo harus bilang, jangan sampai semuanya terlambat" nasehat Indy


"gue tau" gumam Ella


"gue udah berencana mau bilang ke dia, dekat-dekat ini. tapi belum nemu situasi yang pas" tambahnya


"bagus kalau gitu. Lo emang harus bilang secepatnya" kata Indy kembali memakan donatnya


'indy bener. Secepatnya gue harus bilang ke Kavin, karna sebentar lagi kami akan berpisah untuk sementara' batin Ella sedih mengingat rencana kepergiannya ke Singapura


next?


_______


follow


Instagram : @quella.ved


..."Your Life is Your Choice"...