
Pukul 6.15 pagi, Kavin, Rei, Addi, Radhit, dan Evan sudah bangun bahkan sudah berpakaian rapi untuk bersiap ke sekolah. Ini merupakan rekor baru bagi mereka yang biasanya bangun pukul 6.30
Mungkin efek menginap dirumah orang, mereka agak malu untuk bangun terlambat.
"Malu dong. Cowok ganteng kok bangun terlambat" batin mereka semua. Halah padahal mah aslinya malu-malu in
Tak mau kalah dari kelima cowok tersebut, Athaya, Kayla, dan Aya juga sudah bangun bahkan sudah duduk rapi di meja makan. Sedangkan sang pemilik rumah saat ini masih sibuk di dapur menyiapkan sarapan.
"Yang" panggil Kavin pada Ella yang masih sibuk memasak
"Apa?" tanya Ella tanpa membalikkan badannya
"Lo siap-siap sana, biar ini gue yang lanjutin" kata Kavin
"Beneran?" Tanya Ella tak yakin.
"Iya udah sana" jawab Kavin sambil mendorong Ella keluar dari dapur
Sekeluarnya dari dapur Ella segera bersiap-siap. 15 menit kemudian Ella keluar dari kamar dan menuju meja makan yang sudah ramai
"Pagi all" sapa Ella
"Morning/pagi" jawab mereka semua
"Lo kalian sekolah di SMA Garuda juga?" Tanya Ella pada Radhit dan Evan
"Iya kak" jawab mereka
"Kok gue nggak tau?" Tanya Ella. Karna sepengetahuan Ella mereka sekolah di Australia
"Kita pindah sekolah" jawab Radhit
"Kok gue nggak pernah liat kalian di sekolah?" Tanya Ella
"Kak Ella waktu kita pertama kali masuk sekolah sibuk sama MPLS jadi nggak sempet kenalan disekolah" jelas Evan
"Lagian kak Ella kalau disekolah ngerem mulu dikelas kalau nggak gitu ngerem di UKS" ejek Radhit
"Cih" dengus Ella pelan
"Udah yuk makan entar telat" kata Kavin menengahi perdebatan kami
Merekapun memulai sarapan dengan tenang. Selesai sarapan mereka segera berangkat ke sekolah. Athaya, Kayla, dan Aya diantar supir milik oma yang tadi pagi sempet ditelpon Ella. Sedangkan Habibie, tadi subuh dijemput mamanya.
...----------------...
Sekolah
5 Lamborghini keluaran terbaru, berhenti di parkiran sekolah yang langsung mengundang tatapan penuh tanya, kagum, dan iri dari seluruh penghuni sekolah.
"Harus ya ke sekolah pakek mobil gini?" Tanya seorang gadis yang berada di salah satu Lamborghini
"Harus biar semua iri" jawab laki-laki disampingnya
"Riya Lo" kata gadis itu yang tak lain adalah Ella.
"Nggak papa. Biar pernah sekali-kali" kata Kavin entengnya
"Udah ayo keluar. Lo mau disini aja" kata Kavin sambil membuka pintu mobilnya yang diikuti oleh Ella juga
'cih, dasar tukang pamer. Ke sekolah aja bawa lambo' cibir Ella dalam hati
Begitu keluar dari mobil semua mata langsung mengarah ke mereka. Rei, Addi, Radhit dan Evan segera menghampiri Ella dan Kavin, begitu melihat mereka keluar dari mobil.
"Yok masuk" ajak Rei yang diangguki oleh teman-temannya
Saat akan berjalan, tiba-tiba Rei mengatakan sesuatu
"Ketua Genk didepan dong jalannya" kata Rei
"Ketua Genk?" Tanya Ella bingung
"Iya elo sama Kavin" kata Rei enteng
"Cih, sejak kapan gue punya anak buah bego kayak elo" ejek Ella yang langsung mengundang tatapan prihatin dari Rei dan tawa dari yang lainnya
"Wah kata-kata Lo sadis banget. Masih pagi udah makan boncabe aja" kata Addi terkekeh
"Udah ayo kita masuk, kalau kita berantem disini trus. Kita bisa telat masuk kelasnya" kata Kavin sambil menggandeng tangan Ella dan berjalan duluan meninggalkan teman-temannya yang lain
"Dasar mulut cabe, tadi aja bilangnya nggak mau didepan. Sekarang jalan duluan" cibir Rei
"Woy gue denger ya. Tutup mulut bau Lo itu. Sebelum gue sumpel pakek sepatu cantik gue" teriak Ella dari kejauhan yang mengagetkan mereka
"Cepet jalan" teriak Ella lagi
"Iya El ini juga jalan" teriak Rei
"Hei ini bukan hutan jangan teriak-teriak" kata Kavin menoyor pelan kepala Ella
"Sakit loh ini" Rajuk Ella menunjuk kepalanya yang ditoyor tadi
Cup
Ella yang mendapat perlakuan manis dari Kavin hanya tersenyum manis
"Dunia milik berdua, yang lain cuma ngekos" cibir Radhit. Kebetulan kelas Radhit dan Evan satu arah dengan Kavin dkk, jadi mereka masih berjalan bersama
"Yang punya pasangan mah beda" kata Evan
"Apa daya gue yang jomblo. Cuma bisa melihat" kata Rei lesuh
"Inget sekolah woy" kata Addi keras yang dihiraukan oleh Ella dan Kavin
Nyatanya tidak hanya mereka berempat yang iri dengan kedekatan Kavin dan Ella. Karna hampir seluruh penghuni sekolah iri dengan keuwuhan mereka. Termasuk Jeje and the Genk, atau yang suka dipanggil perkumpulan cabe-cabean sama Ella dan sahabat-sahabatnya.
"Kemarin Elvan dkk sekarang Kavin dkk. Besok siapa lagi" sungut Jeje kesal
"Bener sok kecantikan banget jadi cewek" kata Imel
"Tapi dia emang cantik" kata Susan polos yang segera dipelototi oleh Jeje
"Ah.. tapi dia masih kalah cantik kok sama Lo Je" kata Susan tersenyum kaku
"Sekali lagi elo ngomong. Dia cantik. Elo gue keluarin dari Genk gue" ancam Jeje yang diangguki patuh oleh Susan
Disisi lain Ella sudah sampai dikelasnya.
"Ella" panggil Rena
"Apa?" Tanya Ella menoleh kearah Rena
"Tadi berangkat sama siapa? Kok pagi-pagi elo udah jadi hot news aja" tanya rena
"Kayak biasanya, gue bareng Kavin" kata Ella santai
"Emang kenapa?" Tanya gue
"Yah biasalah mulut netijen" kata Anya yang tiba-tiba datang kearah mereka
"Ow" Jawab Ella seadanya dan kembali fokus pada novel didepannya
"Eh, Anya elo berantem sama Leo" tanya Ella saat teringat pada sesuatu
"Iya kemarin" jawab Anya lesu
"Kemarin Leo tanya keadaan Anya sama gue" kata Ella setelah melihat raut wajah Rena seakan mengatakan 'elo tau dari mana'
"Trus Lo jawab apa?" Tanya Anya antusias
"Yah gue jawab apa adanya. Gue bilang, gue lagi nggak sama Anya" jawab Ella jujur
"Trus dia bilang apa?" Tanya Anya lagi
"Yah dia cerita elo ngambek soalnya dia lupa ngasih kabar seharian sama elo" kata Ella
"Emang kenapa elo ngambek karna cuma masalah sepele?" tanya Rena
"Gue khawatir dia nggak ngasih kabar seharian. Gue takut dia kenapa-kenapa" jawab Anya lesu
"Tapi tindakan elo berlebihan, Nya. Seharusnya elo jangan ngambek dulu. Siapa tau dia emang ada urusan penting" nasihat Rena
"Iya gue tau" kata Anya
"Minta maaf gih. Jangan sampai elo nyesel" suruh Ella
"Em.. ntar gue minta maaf" kata Anya
"Udah jangan sedih terus senyum dong" kata Rena
"Tau loh masih pagi udah butek aja. Ntar muka lo yang pas-pasan itu makin jelek loh" canda Ella
"Cih, kalian ini kau ngehibur gue apa mau ngejek gue sih" sungut Anya
"Dua-duanya" kata Ella dan Rena bersamaan lalu tertawa terbahak-bahak. Melihat Ella dan rena tertawa Anya juga ikut tertawa bersama mereka.
"Nah gitu dong senyum. Jangan berantem lagi. Suntuk gue tiap kalian berantem mesti gue yang direcokin" protes Ella
"Itu sih derita Lo" kata Rena
"Heh Lo sembarangan kalau ngomong. Awas aja kalau elo berantem sama Dafa lagi gue nggak bakalan bantuin" ancam Ella
Ella memang selalu menjadi pelarian saat sahabat-sahabatnya sedang berantem dengan pasangan masing-masing. Hampir tiap hari Ella bakalan chattingan sama leo dan Dafa karna berantem dengan Anya dan Rena. Makanya, Ella kenal dekat dengan Leo dan Dafa.
"Iya-iya pliss maafin gue" kata Rena dengan puppy eyesnya
"Hah udahlah" kata Ella pasrah yang membuat mereka semua tertawa.
...----------------...
...Follow...
...Ig: @quella.ved...