
"Ellaine, sang Cahaya SMA Garuda kumohon jangan pernah meredup" kata Lana dengan memberikan sebuket bunga matahari pada Ella yang sudah menangis terisak-isak
...----------------...
"Maaf"
"Maafin aku yang terlalu pengecut dan egois" lirih Ella menatap Lana yang ada didepannya
"Seandainya aku berani bilang sama kalian dari awal, semuanya nggak akan seperti ini. Aku tau kalian pasti kecewa banget sama aku. Kalian pasti sangat marah, karena ngerasa aku nggak menghargai persahabatan kita dengan ngebohongin kalian. Meskipun aku sama sekali nggak bermaksud kayak gitu" tambahnya
"Aku tau sudah terlambat untuk aku minta maaf. Tapi aku bener-bener minta maaf sama kalian, maaf udah ngecewain kalian, maaf udah bikin kalian repot, maaf udah bikin susah kalian, maaf bikin kalian khawatir dan maaf karena aku harus pergi untuk sementara" lirih Ella dengan berurai air mata
"Tapi kalian tenang aja, karena aku janji akan kembali lagi, kembali sebagai cahaya untuk kalian. Cahaya yang tidak pernah meredup" kata Ella menggenggam tangan Lana erat
"Terimakasih untuk segala dukungan dan semangat dari kalian. Itu sangat berarti untukku" tambahnya dengan senyuman manis andalannya
...----------------...
Saat ini Ella dan Kavin berada di taman belakang sekolah. Sesudah acara tadi, Kavin meminta ijin dokter Caca dan dokter Wisnu untuk membawa Ella bersamanya sebentar. Dan disinilah mereka sekarang, duduk dibawah pohon mangga yang rindang.
"Hei" kata Ella menatap Kavin yang duduk dihadapannya
"Marah?" tanya Ella lagi
"Maafin aku, Kav" lirih Ella menundukkan kepalanya sedih karena tidak mendapat respon dari tunangannya
"Aku tau aku salah, aku udah bohongin kamu selama ini" lirihnya menatap Kavin sekali lagi
"Kav"
"Kavin" panggil Ella yang masih tidak direspon Kavin
"Yaudah, kalau kamu masih marah sama aku" kata Ella menundukkan kepalanya menatap bunga-bunga matahari di pangkuannya
'Semuanya memang salahku' batin Ella sedih
Hening
"Kenapa?" tanya Kavin setelah sekian lama diam
"Ha??" tanya Ella mengangkat kepalanya menatap Kavin
"Kenapa kamu bohongin aku?" tanya ulang Kavin
"Aku takut" jawab Ella jujur
"Apa yang kamu takuti?" tanya Kavin bingung
"Aku takut, kamu ninggalin aku kalau kamu tau yang sebenarnya" jawab Ella meneteskan air matanya
"Aku tau ini pemikiran terbodoh aku" tambahnya terkekeh miris
"Hanya saja aku takut kamu akan ninggalin aku saat tau aku ini gadis penyakitan" katanya menatap Kavin sendu
"Memang bodoh" ketus Kavin memukul pelan dahi Ella
"Kamu bener-bener bodoh" tambahnya mengelus dahi Ella yang tadi di pukulnya pelan
"Mana mungkin aku ninggalin kamu cuma gara-gara kamu sakit" katanya mengelus pipi Ella
"Aku sayang kamu apa adanya" kata Kavin menyatukan kening mereka
"Baik kamu sehat maupun sakit" tambahnya menatap dalam mata Ella
"Aku akan selalu sayang dan cinta sama kamu" katanya mengecup kening Ella cukup lama
"Kamu harus ingat itu" kata Kavin memeluk Ella erat
"Hmm.. Love you more" kata Ella membalas pelukan Kavin
"Jadi, jangan pernah bohongi aku lagi" katanya melepas pelukannya
"Aku ngerasa jadi tunangan paling nggak berguna saat kamu sakit tapi aku nggak tau sama sekali" tambahnya
"Iya maafin aku, Kav" kata Ella menatap Kavin
"Aku akan berusaha lebih terbuka sama kamu kedepannya" kata Ella memeluk Kavin lagi
"Kuharap kamu menepatinya" kata Kavin membalas pelukan Ella
'Aku butuh waktu untuk bisa menceritakannya, karena sekali aku mengingatnya. Butuh waktu yang cukup lama agar aku bisa melupakannya lagi'
...----------------...
"Kenalin ini Dokter Caca" kata Ella mengenalkan dokter Caca pada sahabat-sahabatnya
"Halo, Dokter Caca. Kenalin saya Anya, ini Rena ,Lana, Malven, Ersya, Elvan, Rei, Addi, Radhit, Evan, Raka dan Kavin" kata Anya mengenalkan satu persatu teman-temannya
"Halo dokter" kata mereka ramah
"Hai,, terimakasih sudah menjadi sahabat yang baik untuk little Fairy" kata dokter Caca tak kalah ramah
"Terimakasih juga untuk dokter karena sudah mau menjaga sahabat kami" kata Rena merangkul Ella yang ada disampingnya
"Dan kenalin ini Dokter Wisnu, kurasa kalian udah pernah ketemu kan sekali waktu itu" kata Ella menunjuk dokter Wisnu yang duduk didepannya
"Beliau ini tunangannya Dokter Caca" tambah Ella
"Yang udah sold out" gumam Lana sedih
"Si Bego" ketus Ella melempar tisu kearah Lana
"Maaf ya dok, temen saya yang ini memang kelamaan jomblo jadi ya mohon dimaklumi" kata Ella tersenyum manis mengabaikan muka cemberut Lana karena dikatain jomblo
"Hahaha"
"Kamu tenang aja" kata Dokter Caca tertawa kecil
"Dokter kalau boleh tau" kata Rena takut-takut
"Ella kapan pergi ke Singapura nya?" tanyanya yang seketika membuat suasana menjadi hening
"Lusa, lusa kami akan berangkat ke Singapura" jawab Dokter Wisnu jujur
"Yah, kenapa cepet banget" keluh Anya sedih menatap Ella
"Nggak bisa diundur ya dok" katanya memeluk lengan Ella erat
"Sayangnya, kondisi Ella tidak memungkinkan untuk trus menunggu" kata dokter Wisnu sedih
"Jika, pengobatan Ella trus diundur. Semuanya akan semakin sulit untuk Ella nanti" tambahnya berharap teman-teman Ella bisa mengerti
"Yah" sedih mereka semua saat mendengar penjelasan dokter Wisnu
"Hey, gue kan udah bilang. Gue pasti kembali, gue akan kembali dengan kondisi sehat seperti sediakala" kata Ella berusaha menghibur mereka
"Udah dong jangan sedih, gue jadi berat buat ninggalin kalian kalau kayak gini" kata Ella cemberut
"Lo harus sering-sering hubungin kita pokoknya, setiap ada apa-apa Lo harus selalu hubungin kita. Dimanapun dan kapanpun. TITIK" cerocos Rena yang masih tidak rela ditinggal Ella
"Iya iya.. Gue pasti sering-sering ngasih kabar buat kalian. Lagian disana gue nggak sendirian. Ada Dokter Caca dan Dokter Wisnu yang nemenin gue. Jadi, kalian tenang aja" kata Ella menepuk punggung tangan Rena dan Anya
"Ella benar, kalian tidak perlu khawatir tentang keadaan Ella selama disana. Karena saya dan Dokter Caca akan sebisa mungkin untuk menyembuhkan penyakit Ella dan memulihkan kondisi kesehatan" kata dokter Wisnu
"Kalian bisa percayakan Ella pada kami" tambah dokter Caca
"Ella sudah seperti adik bagi kami. Kami pasti akan menjaganya dengan sepenuh hati" tambahnya
"Syukurlah kalau begitu kita bisa tenang melepaskan Ella" kata Anya
"El, Lo bener-bener harus janji akan kembali lagi dengan kondisi yang jauh lebih baik dari sekarang" kata Anya menatap Ella intens
"Aku janji. Aku akan kembali" kata Ella mengangguk-anggukkan kepalanya
"Jangan pernah lupain kita" kata Anya memeluk Ella erat diikuti Lana dan Rena
"Gue nggak akan pernah melupakan kalian" kata Ella membalas pelukan mereka
"Sekali lagi terimakasih telah pernah mengisi lembar kenangan dalam hidupku" lirih Ella yang hanya bisa didengar mereka berempat
"Tunggu aku" tambahnya mengeratkan pelukan mereka
...----------------...
...next?...