
"makasih,, kamu udah mau nganterin aku" kata Ella pada Kavin
"Kan aku udah janji sama dokter Caca buat nganterin kamu" kata Kavin sembari mendorong kursi roda Ella menelusuri koridor Rumah Sakit
"Iya aku tau, tapikan kamu pasti masih capek. Kamu juga belum istirahat sama sekali loh sedari tiba di Singapura" kata Ella tak enak hati
"nggak papa. Lagian mana tega aku biarin kamu pergi ke Rumah Sakit sendirian" kata Kavin santai
"Oh ya, Kamu biasanya dianter siapa kalau check up?" tanyanya
"Dokter Caca kadang juga Dokter Wisnu" jawab Ella menengok ke Kavin yang ada dibelakangnya
"Kamu gimana bisa kenal sama mereka?" tanya Kavin kepo
"Dokter Wisnu emang dokter yang menangani aku dari awal. Mungkin karna aku kelewat imut dan manis, dia jadi nganggep aku kayak adiknya sendiri" kata Ella mengedipkan matanya imut
"Sok imut" kata Kavin mengetok kepala Ella pelan
"Aw.. Sakit" keluh Ella cemberut
"Iya iya maaf sayang" kata Kavin mengelus kepala Ella pelan
"Trus kalau Dokter Caca kenalnya, dikenalin Dokter Wisnu. Dan karna kita banyak kecocokan, akhirnya kita jadi deket" kata Ella melanjutkan ceritanya
"mereka baik banget kan sama aku?" tanya Ella
"iya mereka baik banget" jawab Kavin tersenyum manis
"Aku bersyukur Tuhan mengirim mereka untuk aku" kata Ella balas tersenyum manis
"Lagian orang mana sih yang nggak akan luluh kalau liat senyum manis dan mata kamu itu" kata Kavin jujur
Memang dari awal kenal, yang membuat Kavin terjerat dalam pesona seorang Ellaine adalah senyuman manis andalan Ella yang selalu terpatri apik dibibirnya. Ditambah lagi mata Ella yang selalu memancarkan kehangatan kepada siapapun, hingga orang yang menatapnya akan betah melihatnya berjam-jam.
Sayangnya, Senyuman itu ternyata menyembunyikan banyak luka. Mengelabui banyak orang, bahkan Kavin yang selalu bersamanya saja tertipu.
"Ada yang nggak akan luluh" kata Ella membangunkan Kavin dari lamunannya
"ha?" tanya Kavin bingung
"Ada yang nggak akan luluh" ulang Ella
"Siapa?" tanya Kavin penasaran
"Selir-selir kamu" jawab Ella cuek
"bagi mereka, aku ini halangan terbesar mereka untuk bisa deket sama kamu" tambah Ella
"jangan ngomong aneh-aneh" kata Kavin
"Kita baru ketemu, aku nggak mau berantem" katanya memutus pembicaraan tentang selir ini
"Yayah,, belain aja trus selir-selir kamu itu" ketus Ella
"emm.. ini masih jauh ruangannya" kata Kavin berusaha mengalihkan pembicaraan
"Aku tau kamu berusaha mengalihkan pembicaraan" kata Ella tepat sasaran
"itu ruangan Dokter Wisnu" katanya menunjuk pintu yang tidak jauh didepan mereka
_________
"Jadi, Little Fairy menurut pemeriksaan kali ini. Kesehatan kamu semakin meningkat" kata Dokter Wisnu membaca laporan medis Ella
"Selamat Ella pengobatan kamu berhasil" katanya tersenyum manis
"Benarkah?" tanya Ella tak percaya
"benar, memang masih belum sembuh total. Tapi syukurlah usaha kita tidak sia-sia" jawab Dokter Wisnu
"Terimakasih Tuhan" kata Ella tersenyum bahagia. Bahkan senyumannya menular ke Kavin dan Dokter Wisnu yang melihatnya
"Selamat ya sayang. Aku tau kamu pasti sembuh" kata Kavin menggenggam erat tangan Ella
"iya" kata Ella masih dengan senyum bahagianya
Hope,, Harapan,,,
Sedari dulu hanya harapanlah yang selalu Ella pegang. Ella tidak pernah tau bagaimana hidupnya kelak, apakah ia akan sembuh? atau malah sebaliknya? Tapi ia tidak pernah melepaskan harapan dalam hatinya. Ia selalu berharap, agar bisa segera berkumpul bersama orang-orang yang ia sayangi secepatnya. Dan Tuhan mengabulkannya.
"Baiklah, kamu disini dulu. Setelah infusnya habis, kamu bisa pulang ke apartemen" kata Dokter Wisnu
"Oke dokter" kata Ella ceria
"Kalau gitu dokter harus kembali bekerja. Kamu baik-baik ya disini" kata dokter Wisnu mengelus rambut Ella
"iya" kata Ella
"Kamu jaga Ella ya" kata dokter Wisnu menepuk pundak Kavin
"tentu dok, Dokter bisa tenang. Saya pasti akan menjaga Ella. lagipula Ella itu tunangan saya" kata Kavin percaya diri
"Bagus, Dokter pergi dulu ya Little Fairy" pamit dokter Wisnu pada Ella yang diangguki olehnya
"Saya permisi" kata dokter Wisnu menepuk pundak Kavin lalu pergi dari ruangan tersebut
.
.
"iya, kamu mau apa?" tanya Kavin menoleh kearah Ella
"enggak, aku cuma mau tanya" kata Ella menggelengkan kepalanya
"Kamu kapan balik ke Jakarta?" tanya Ella
"Besok malam aku udah harus balik" kata Kavin hati-hati agar tak membuat Ella sedih
"maaf ya" tambahnya melihat Ella yang hanya diam saja
"nggak papa, aku tau kamu pasti sibuk. Apalagi ayah kamu yang udah mulai ngasih tanggung jawab perusahaan ke kamu, kamu pasti sibuk banget" kata Ella lembut
"kamu tau darimana?" tanya Kavin bingung, karna seingatnya ia belum sempat memberitahu Ella perihal ini.
"Bunda, kemarin bunda telfon aku. Trus bunda cerita dikit masalah kamu yang udah mulai belajar ngurus perusahaan" kata Ella jujur
"ohh gitu" kata Kavin paham
"Kamu harus semangat. Jangan mudah putus asa, semuanya nggak selalu segampang yang kita pikirin. Maaf aku nggak bisa selalu ada buat kamu, saat kamu lagi capek dan butuh sandaran" kata Ella sedikit sedih
"tapi, kamu harus ingat dimanapun kamu berada Aku pasti akan selalu dukung kamu" tambahnya
"aku tau" kata Kavin tersentuh dengan perkataan Ella
"aku memang nggak salah pilih tunangan. Aku beruntung bisa punya kamu" katanya menggenggam tangan Ella
"Oh ya.. Boleh aku nanya sesuatu sama kamu?" tanya Kavin
"tanya apa?" tanya Ella balik
"Kenapa kamu nggak pernah cerita tentang masalalu kamu ke aku? seandainya aku tau lebih awal, aku pasti lebih perhatian ke kamu lagi" kata Kavin menyesal karna tidak pernah ada disaat Ella membutuhkannya, padahal Ella selalu sabar mendengarkan semua keluh kesahnya.
"apa kamu masih nggak percaya sama aku?" tanya Kavin lagi
"Bukan" sangkal Ella
"trus kenapa?" tanya Kavin
"Kav, bukannya aku nggak percaya sama kamu. Aku percaya, aku percaya 100% sama kamu. Hanya saja menceritakan masa laluku tidak semudah itu, menceritakannya sama saja seperti membuka luka lama yang belum kering. Terlalu menyakitkan untukku" kata Ella sendu
"Banyak hal dan cara yang aku lalukan agar aku bisa lupa, meskipun terkadang itu nggak selalu berhasil. Dan disaat aku udah mulai lupa, aku harus menceritakannya lagi. Itu terlalu berat untukku" tambah Ella
"Kamu masih belum ikhlas dengan semua yang udah terjadi?" tanya Kavin lagi
"ikhlas ya..." kata Ella tersenyum miris
"Bukankah mau tidak mau aku harus ikhlas?" tanya balik Ella
"Ini takdirku, aku harus menjalaninya, Kav. Suka tidak suka, ikhlas tidak ikhlas, rela tidak rela" tambahnya
"So, kalau ditanya ikhlas atau enggak. Aku mungkin ikhlas" kata ella
"Tapi aku rasa kamu masih belum sepenuhnya ikhlas" kata Kavin menyentak Ella
"berhenti membohongi diri kamu sendiri sayang" kata Kavin
"Kav" kata Ella lirih
"Lupakan segalanya El, Maafkan semua orang yang sudah menyakitimu. Jika kamu memang ingin bisa ikhlas dan lebih legowo lagi, kamu harus mulai dari memaafkan" nasehat Kavin
"Aku tau kamu bisa, dan aku pasti akan selalu mendampingi kamu" kata Kavin mengelus pipi Ella dengan penuh perasaan
"Jadi, aku mohon cobalah berdamai dengan masalalu. Aku nggak mau kamu semakin menyakiti diri sendiri" pintanya
'Kavin benar, sampai kapan aku menyimpan luka ini. Aku juga udah lelah. Ini memang saatnya aku mulai menyembuhkan lukaku dan menata masa depanku' kata Ella dalam hati
"aku akan coba" kata Ella mantap
"Bagus" kata Kavin lega
"Jangan takut, aku pasti akan selalu disisi kamu" katanya pasti
"terimakasih" gumam ella yang masih didengar oleh Kavin
"sama-sama" balas Kavin lembut
Inilah salah satu hal yang membuat Ella tidak bisa benar-benar melupakan Kavin. Kavin memang playboy dan sering tanpa dia sadari menyakiti hati Ella. Tapi Kavin juga yang banyak mengajarkan hal-hal baik kepadanya. Kavin selalu berusaha mengeluarkannya dari kegelapan yang selalu menghantuinya.
Lalu bagaimana bisa dia melupakan dan meninggalkan Kavin begitu saja? Ella membutuhkan Kavin begitu juga sebaliknya.
Mereka saling membutuhkan tapi juga saling menyakiti.
Next???
____โโโ
Jangan lupa Like๐ dan Komen๐ฌ
________
-Seperti ingin menangis, tapi tidak memiliki bahu untukmu bersandar. Ingin berkeluh-kesah, tapi tidak memiliki telinga yang bisa mendengarkanmu. Ingin lari, tapi tidak memiliki tangan yang bisa menuntunmu saat jatuh. Ingin menyerah, tapi ingat banyak yang berharap kepadamu. Cepek ya,, tapi mau gimana lagi. Inilah hidup:)
Ada yang sama yang kayak author rasakan saat ini. Kalau ada kita berpelukan. Semoga kita selalu diberikan kesabaran dan dikuatkan oleh masalah yang sedang datang.
Luv luv buat kalian..๐