ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Akhir dari Break



"Ternyata Lo disini" kata Raka datang menghampiri Ella yang sedang duduk di salah satu bangku taman dekat apartemen mereka.


"Kok tau?" tanya Ella bingung dengan kedatangan Raka


"Udah hampir 4 bulan gue disini" jawab Raka singkat


4 bulan sudah Ella kembali ke Singapura dengan Raka yang ikut bersamanya. Selama ini mereka selalu bersama. Apalagi Raka mengambil kuliah jurusan kedokteran seperti Ella, sehingga mereka semakin sering terlihat bersama kemana-mana. Kampus, cafetaria, rumah sakit, taman, mall dan tempat-tempat lainnya. Mereka selalu pergi bersama.


Selama 4 bulan ini kondisi Ella juga semakin membaik, tidak seperti dulu yang Ella bisa tiba-tiba drop seketika. Kini Ella terlihat lebih sehat dan bugar.


Tentu saja perkembangan kesehatan Ella tidak luput dari kontribusi Dokter Caca dan Dokter Wisnu juga Raka yang selalu mendampingi Ella dalam pengobatannya.


Yang jelas hidup Ella sudah banyak berubah ke arah yang lebih positif.


Kecuali satu hal, yaitu hubungannya dengan Kavin.


Hubungan mereka berdua masih mengambang tidak jelas. Tidak ada kata putus diantara mereka tapi juga tidak ada kata kembali.


Ella hanya membiarkan hubungannya dengan Kavin berjalan mengikuti alur saja. Tidak banyak yang bisa dilakukan Ella selalu diam dan menunggu.


"Lo nggak belajar, besok ada ujian" kata Ella menghela nafas lelah


"Gue nggak belajar juga tetep dapet nilai bagus" kata Raka bangga duduk di samping Ella


"Ck" decak Ella namun tidak berkomentar apa-apa karena dia tau yang dikatakan Raka adalah kebenaran.


Ella juga terkadang heran bagaimana bisa Raka mendapatkan nilai hampir sempurna di semua mata pelajaran padahal Ella tau Raka paling malas belajar.


"Sombong" cibir Ella


"Ini bukan sombong tapi kenyataan" kata Raka santai


"Yah yah terserah" kata Ella lelah menutup matanya menyandarkan kepalanya pada pundak Raka


"Biarin gini dulu, bentar aja" lirih Ella lelah


Mendengar permintaan Ella, Raka yang sebelumnya ingin menghindar akhirnya memilih diam membiarkan Ella menyadarkan kepalanya di pundaknya.


"Huft"


"Apalagi kali ini?" tanya Raka pelan


Hening,,


Ella hanya diam saja tanpa mau mengatakan apa-apa.


"Kavin kenapa lagi?" tanya Raka memperjelas pertanyaannya


"Hmm" Gumam Ella tak jelas


"Kalau ngomong itu yang jelas" keluh Raka


"Dia ngapain lagi?" tanyanya kini dengan suara yang lebih lembut


Ella sekali lagi hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Raka. Namun kali ini ia memberikan ponselnya ke arah Raka.


Raka yang awalnya bingung hanya diam mengambil ponsel Ella dan betapa marahnya dia saat melihat foto Kavin sedang mencium gadis lain dengan mesra.


"Brengs*k" umpat Raka marah tapi tetap berusaha untuk tenang dan mengendalikan emosinya


"Cowok ganteng nggak boleh ngomong kasar" kata Ella lirih lalu mendongak menatap Raka


"Trus gue harus gimana? Senyum atau ketawa?" sinis Raka


"Sampai kapan Lo mau di mainin kayak gini sama Kavin"


"Lo itu cantik, baik, pinter nggak sedikit cowok yang mau deketin Lo. Tapi Lo masih mau bertahan sama cowok kayak gini" dengus Raka sebal


"Gue nggak tau ini cinta apa kebodohan Lo aja" sinis Raka


"Gue emang bodoh" lirih Ella


"Ck"


"Sadar El, sampai kapan Lo kayak gini terus? Jangan menyia-nyiakan hidup Lo cuma buat sampah kayak Kavin"


"Kalau Lo kayak gini trus, Kavin akan semakin semena-mena sama Lo"


"Hubungan yang hanya menyakiti satu sama lain itu nggak pantes buat dipertahanin" kata Raka sedikit mendorong tubuh Ella agar duduk dengan tegak


"Lo pantes buat bahagia, jangan menyiksa diri sendiri untuk urusan yang jelas-jelas akan buat Lo sakit"


"Dengerin gue kali ini" kata Raka memegang pipi Ella lembut


"Lo pantas untuk bahagia" katanya lembut


Jlebb


' Gue pantas buat bahagia? Bahagia? Yah, gue pantes buat bahagia. Sampai kapan gue akan kayak gini trus? Raka bener ini saatnya gue harus melepaskan Kavin seberat apapun rasanya gue harus bisa ' kata Ella dalam hati


Ella meneteskan air matanya tanpa sadar saat mendengar perkataan Raka.


"Peluk" kata Ella merentangkan tangannya meminta pelukan pada Raka


"Baiklah" kata Raka mendekat kearah Ella dan memeluknya erat.


Hangat, sama seperti dulu pelukan Raka yang selalu menenangkannya disaat hatinya sedang gundah dan tak tau harus berbuat apa.


"Ini terakhir kalinya gue liat Lo nangis, gue nggak mau lihat Lo nangis cuma buat sampah kayak dia"


"Air mata Lo terlalu berharga"


"Paham?" kata Raka lembut


Ella hanya menganggukkan kepalanya sembari mempererat pelukan mereka.


...----------------...


"Raka makasih buat hari ini" kata Ella didepan pintu apartemennya


"Sama-sama" kata Raka mengacak pelan rambut Ella


"Gue masuk dulu, Lo juga harus istirahat jangan sampai begadang. Ingat besok kita ujian" kata Ella mengingatkan


"Iya gue inget, gue pergi" pamit Raka kemudian masuk ke dalam apartemennya.


Didalam apartemen Ella,


Ella terlihat bingung seperti menimbang-nimbang sesuatu. Berjalan mondar mandi didalam kamarnya sembari membawa ponselnya.


"Raka bener, gue harus bahagia. Sampai kapan gue harus tersiksa kayak gini"


"Maafin aku, Mami, Bunda dan yang lainnya. Karena saat ini aku harus egois untuk kebahagiaan ku sendiri" kata Ella mencoba menghubungi seseorang setelah menguatkan hatinya


Tut.. Tut.. Tut..


Tut.. Tut.. Tut..


"Halo" kata seseorang diseberang sana


"Kavin, Ayo kita akhiri semua ini" kata Ella to the point setelah orang yang ingin diteleponnya yang tak lain adalah Kavin, mengangkat panggilannya.


"Maksud kamu apa?" tanya Kavin terdengar bingung


"Aku mau kita putus" kata Ella


"Jangan bercanda, dulu kamu minta break sekarang minta putus"


"Mau kamu itu apa sih sebenernya" kata Kavin yang mulai hilang kesabaran


"Kavin hubungan kita memang sudah tidak bisa diteruskan lagi"


"Antara kamu dan aku hanya saling menyakiti" kata Ella berusaha menjelaskannya


"Kamu itu ngomong apa sih" kata Kavin


"Hubungan kita itu baik-baik aja. Aku cinta sama kamu, begitu juga kamu cinta sama aku. Kita saling mencintai sayang" kata Kavin


"Cinta? Cinta apa? Kalau yang kamu maksud dengan selingkuh dari aku itu kamu sebut cinta. Maaf aku nggak bisa, ini terlalu sakit untuk aku" kata Ella lirih


"Aku nggak selingkuh sayang" kata Kavin


"Jangan kira dengan aku di Singapura, aku nggak tau hubungan kamu dengan Diana. Aku tau, Kav aku tau" kata Ella meneteskan air matanya menahan sesak didadanya mengingat semua kelakuan Kavin kepadanya.


"Sayang... aku minta maaf" lirih Kavin setelah mendengar perkataan Ella


"Aku khilaf"


"Aku mohon maafin aku kali ini aja" lirih Kavin


"Berapa kali aku harus maafin kamu? 100? 1000? Atau bahkan jutaan kali? Dari awal aku selalu maafin kamu dan kasih kamu kesempatan tapi apa yang aku dapat. Di khianati berkali-kali" lirih Ella


"El" gumam Kavin merasa bersalah


"Sudahlah Kavin, aku cuma mau kita putus"


"Kamu bisa fokus dengan kehidupan mu sendiri mulai sekarang begitu juga dengan diriku"


"Dari awal kita mengenal secara baik-baik. Aku harap kita juga berpisah secara baik-baik"


"Bagiku kamu adalah orang spesial yang pernah menempati hatiku. Kita pernah berbagi dan merancang masa depan bersama. Jadi aku harap, kita akan selalu berteman" kata Ella sebelum menutup teleponnya


Hatinya lega saat ini, ia merasa seperti burung yang bebas dari sangkar yang selama ini membelenggu dirinya.


...----------------...