
Baru saja Ella ingin pulang dari rumah sakit. Tapi langkahnya berhenti saat melihat Lina dengan seseorang yang sedang tidak ingin di ketemuinya berdiri lobi rumah sakit sedang membicarakan sesuatu.
Awalnya Ella ingin melewati mereka saja dan berpura-pura tidak melihatnya. Namun siapa sangka Dewi keberuntungan sedang tidak berpihak kepadanya.
Tante Lina tiba-tiba menoleh kearahnya dan tersenyum gembira.
"ELLA"
"ELLA SINI" Teriak Lina memenuhi seluruh lobi rumah sakit
"SINI" Teriaknya lagi melihat Ella yang hanya celingak-celinguk pura-pura tidak tau
"ELLAINE SAYANG, SINI" teriak Lina melambaikan tangannya
Ella yang sudah tidak bisa berpura-pura lagi, hanya bisa tersenyum tipis kearah mereka.
"SINI" teriak Lina semakin menarik perhatian banyak orang
Tidak ingin merasa malu Ella hanya bisa memasang senyum pasrah dan terlihat ogah-ogahan berjalan menghampiri Lina.
"Tante belum pulang?" tanya Ella canggung
"Belum, tadi Tante nungguin Kavin buat jemput Tante" kata Lina menunjuk putranya.
Yah, orang yang ada di dalam list terbawah orang yang ingin ditemui Ella, siapa lagi kalau bukan Kavin.
Sejak awal Lina memanggil nama Ella, Kavin hanya menatap Ella dengan sangat intens tidak melepaskan tatapannya dari Ella. Bahkan Ella sampai risih di tatap sedemikian rupa oleh Kavin.
"Oh, kalau gitu saya duluan ya, Tan" pamit Ella ingin segera pergi dari situasi ini
Namun lagi-lagi, Dewi keberuntungan tidak membantu.
"Tunggu" panggil Kavin
Ella yang mau tidak mau hanya menatap Kavin dengan tatapan bertanya.
"Kamu kerja disini?" tanya Kavin
"Bisa dibilang begitu" jawab Ella tersenyum sopan
"Ella ini dokter loh. Dia tadi dokter yang memeriksa bunda" kata Lina semangat
"Dia gadis yang luar biasakan. Udah cantik, mapan, pinter, jadi dokter lagi" katanya memuji-muji Ella
"Sayang banget kamu harus putus dari dia demi gadis urakan itu" cibir Lina pelan namun masih terdengar oleh Ella
"Bunda" kata Kavin mengingatkan ibunya
"Apa bunda ngomong apa adanya kok" kata Lina tidak ingin disalahkan
Ella yang tidak tahu apa-apa, dan tidak ingin tahu juga. Hanya bisa menatap mereka tanpa minat.
"Saya permisi" pamit Ella bergegas ingin pergi, namun lagi-lagi dia gagal saat Kavin tiba-tiba menarik tangannya.
Ella yang terkejut dengan refleks menghempaskan tangan Kavin yang memegangnya
"Maaf" kata Ella menaikkan sebelah alisnya mengelus lengannya yang tadi ditarik Kavin.
"Sorry, gue refleks" kata Kavin meminta maaf
"Nggak papa" kata Ella datar
"Oh ya, kalau boleh gimana kalau kita makan malam dulu"
"Kita udah lamakan nggak makan bareng" kata Kavin memberi saran
"Boleh, boleh ayo" Kata Lina semangat menarik tangan Ella.
Sedangkan Ella yang ditarik masih tercengang dan bingung dengan situasi ini.
...----------------...
"Ayo dimakan, kamu pasti laper setelah kerja seharian" kata Lina memberikan sepiring spaghetti ke arah Ella
"Terimakasih, Tante" kata Ella formal
"Ah manis sekali" kata Lina mengusap rambut Ella lembut
"Tante kangen banget loh sama kamu"
"Tapi untunglah kita bisa ketemu lagi" katanya dengan penuh semangat.
Ella hanya merespon dengan menganggukkan kepalanya dan sesekali mengucapkan kata iya. Sedangkan Kavin fokus dengan makanannya sembari sesekali melirik Ella.
"El, Tante benar-benar minta maaf untuk 8 tahun yang lalu" kata Lina tiba-tiba mengungkit kejadian 8 tahun lalu
"Nggak seharusnya Kavin selingkuh dari kamu. Apalagi selingkuhannya wanita urakan kayak gitu" katanya menatap tajam putranya
"Entah apa yang dilihat dari Kavin sampai kepincut sama wanita itu. Tante mikirnya sih, pasti Kavin udah di guna-guna" katanya mulai bergosip, Ella yang tak tau harus bagaimana hanya bisa tersenyum canggung
"Mangkanya Kavin masih bertahan dengan wanita itu sampai sekarang. Padahal mah, Tante nggak suka sama wanita itu" kata Lina mencibir
"Jadi sekali lagi maafin Kavin ya, El?" pintanya
"Nggak papa, Tan. Lagian saya juga udah nggak mikirin itu lagi" kata Ella santai tidak menyadari perubahan raut wajah pada Kavin.
"Em, Tante kamu ke kamar mandi dulu ya sebentar" pamit Lina lalu meninggalkan mereka berdua
Sepeninggal Lina, suasana menjadi canggung. Ella maupun Kavin tidak ada yang membuka suara. Rasanya Ella ingin cepat-cepat menghabiskan makanannya dan pergi dari restoran ini.
"Maaf" kata Kavin membuka percakapan
"Maaf untuk 8 tahun yang lalu dan maaf untuk hari ini" kata Kavin menatap Ella
"Nggak seharusnya gue selingkuh dari Lo. Gue memang bego dan jahat waktu itu. Gue terlalu menganggap enteng semuanya, gue pikir bagaimanapun kelakuan gue. Lo pasti akan maafin gue dan kembali sama gue" kata Kavin
"Awalnya gue merasa meskipun kita putus, paling sebulan dua bulan kita bisa balikan lagi. Ternyata gue salah, selama 8 tahun Lo nggak balik ke gue lagi" kata Kavin semakin melantur
Bahkan Ella sampai berpikir bahwa Kavin sedang mabuk jika tidak melihat minuman milkshake strawberry pesanannya.
"Maafin gue" kata Kavin. Ella yang sudah tidak tahan lagi akhirnya angkat bicara.
"Kav, semua yang terjadi 8 tahun lalu itu udah terjadi. So, biarin aja nggak ada gunanya juga dibahas. Gue udah bahagia dengan hidup gue sendiri begitu juga dengan Lo" kata Ella cuek
Mendengar pernyataan Ella, Kavin tiba-tiba tersenyum sinis.
' Nih bocah emang beneran nggak waras kayaknya ' batin Ella ngeri
"8 tahun ternyata banyak merubah Lo. Lo sama sekali berbeda dengan yang dulu. Lo nggak lagi kayak Ella yang gue kenal" kata Kavin tersenyum sinis
' Lah masa bodo mau gue berubah mau enggak kan itu hak gue ' batin Ella mencibir
"Tapi gue nggak pernah berubah, gue masih sayang sama Lo. Gue masih cinta sama Lo. Kalau Lo mau kita bisa mulai semuanya dari nol" kata Kavin ingin menggenggam tangan Ella namun Ella segera menarik tangannya
"Gue akan putusin Diana dan kembali sama Lo" kata Kavin yakin
"El, Lo nggak akan nemu cowok kayak gue. Cowok yang selalu sabar ngadepin semua sifat Lo yang egois dan kekanak-kanakan. Yang selalu melimpahi Lo dengan banyak kasih sayang dan cinta" kata Kavin semakin menghalu.
"Kav, kayaknya Lo harus minum obat deh. Lo halusinasi yah" kata Ella sinis
"Kalau Lo masih ngantuk mending pulang tidur, jangan mimpi disini" katanya tajam
"Gue bodo amat dengan hidup Lo, yang penting gue bahagia dengan hidup gue saat ini"
"Mau Lo putus ataupun enggak, itu nggak ada hubungannya sama gue"
"Lagipula, putus dari Lo itu adalah hal yang sangat gue syukuri" kata Ella dengan tanpa ampun
"El-" kata Kavin memelas
"Tunggu" kata Ella mengangkat tangannya
"Dengerin gue dulu. Awalnya meskipun kita udah putus, gue mau kita temenan kayak dulu lagi. Gue pikir semua yang udah terjadi yaudah biarin aja. Ngapain di ungkit-ungkit lagi. Toh kita juga udah punya hidup sendiri-sendiri"
"Sayangnya gue salah, kita emang nggak bisa temenan lagi" kata Ella bangkit dari duduknya
"El, kasih gue kesempatan lagi" kata Kavin memohon
"Gue janji akan berubah"
"Kav, gue pernah bilang. Pantang bagi gue kembali sama masa lalu"
"Dan Jatuh dilubang yang sama untuk kedua kalinya" kata Ella tersenyum sinis
"Gue nggak sebodoh itu" katanya lalu meninggalkan Kavin yang masih termenung.
...----------------...