ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Bukan Gadis Biasa



"Kamu kok bisa tau yang, Rei suka sama Jena?" tanya Kavin pada Ella yang masih sibuk memakan salad buahnya


"Kepo" ejek Ella enggan memberi tahu kavin


"Aku nanya nya serius loh ini" kata Kavin cemberut


"Dari kapan kamu taunya?" tanya Kavin lagi


"Aku udah tau lumayan lama sih" kata Ella yang akhirnya mau menanggapi pertanyaan Kavin


"Mungkin 5 - 6 bulanan" tambah Ella mengingat-ingat kembali


"Selama itu?" tanya Kavin


"Iya" jawab Ella jujur


"Tisu" pinta Ella menadahkan tangannya meminta tisu untuk membersihkan mulutnya yang belepotan salad buah


"Nih" kata Kavin memberikan tisunya


"Tapi yang, kok kamu bisa tau?" tanya Kavin masih belum puas dengan jawaban Ella


"Aku denger dari temen aku. Awalnya, aku bodo amat. Tapi karna makin banyak yang ngomongin ini jadinya aku kepo juga" jawab Ella santai


"Dan BOM!! Saat aku cari tau ternyata emang bener Rei suka sama Jena" lanjutnya


"Awalnya sih aku syok" tambahnya dengan muka yang dibuat-buat seakan syok


"Tapi, ujung-ujungnya ya bodo amat" kata Ella dengan muka datar


"Lagian aku nggak bisa seenaknya aja buka rahasia orang, aku juga nggak berhak ikut campur persahabatan kalian" tambah Ella


"Tapi yang, kok kamu nggak pernah bilang sama aku? Kalau seandainya aku tau, aku pasti nggak akan deketin Jena" keluh Kavin


"Kamu nyalahin aku?" tanya Ella menaikkan sebelah alisnya


"Enggak,, aku nggak nyalahin kamu. Tapi seandainya kamu ngomong sama aku dari dulu, aku pasti jauhi Jena. Dan sekarang aku nggak akan merasa bersalah kayak gini" kata Kavin frustasi mengingat rasa bersalahnya pada Rei


"Kamu kebanyakan ngomong tapi deh" keluh Ella meletakkan mangkuknya yang sudah kosong


"Kavin aku cuma mau bilang" kata Ella mulai menatap Kavin dengan serius


"Daripada sibuk menyalahkan keadaan, mending coba lebih peka lagi sama lingkungan sekitarmu. Selama ini kamu hanya sibuk dengan duniamu sendiri, hingga mengabaikan orang-orang yang berharga di sekitarmu" kata Ella menohok hati Kavin


"Seandainya kamu lebih peka sama mereka. Sekali lihat pun, kamu juga bisa melihat tatapan cinta dimata Rei untuk Jena" tambahnya


"El" cicit Kavin yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar perkataan Ella


"Mereka bukan aku Kav, yang meskipun secara nggak sadar kamu sering nyakitin hati aku. Aku tetep diem dan dukung kamu" kata Ella tersenyum miris menatap Kavin


"Beruntung Rei bisa bersikap dewasa, coba kalau nggak. Nggak menutup kemungkinan persahabatan kalian selama 10 tahun akan hancur gitu aja gara-gara satu cewek" tambah Ella


"Aku nggak nyalahin kamu sepenuhnya, disini Rei juga salah. Dia terlalu pengecut buat jujur soal perasaannya" kata Ella menenangkan Kavin


"Hanya saja jika kamu lebih peka lagi, semua ini nggak akan terjadi" tambah Ella mengelus punggung tangan kavin


'Ella bener, selama ini aku emang terlalu sibuk dengan duniaku sendiri. Bahkan sampai melupakan orang-orang yang selalu berada di sampingku saat aku jatuh' batin Kavin menyesal


'Seandainya, aku lebih peka lagi sama perasaan sahabatku. Ini semua nggak bakal terjadi dan Rei nggak akan ngerasa sakit hati' batin Kavin


"Maafin aku, aku emang terlalu cuek dengan mereka yang udah peduli sama aku" kata Kavin setelah memikirkan semuanya


"It's okay, semuanya udah berlalu. Kamu bisa jadiin pelajaran untuk kedepannya" kata Ella santai


"BTW, Rei sama Addi mana? Padahal ijinnya cuma ke kantin kok nggak balik-balik. Akukan udah laper" keluh Ella cemberut


"Gila. Itu perut apa gentong. Perasaan kamu habis makan salad buah semangkok" heran Kavin melihat porsi makan Ella


"Nggak usah lebay, kayak nggak pernah lihat aku makan aja" ketus Ella


Ella adalah tunangan yang tidak pernah jaim sama sekali, apalagi soal makanan. Jadi, seharusnya Kavin nggak kaget lagi kan?


"Tunggu aja, bentar lagi juga sampai" kata Kavin menenangkan Ella


Sejam yang lalu, Anya dan Rena sudah pulang terlebih dahulu diantar Radhit dan Evan. Karna memang sudah terlalu malam, dan Ella juga tak enak jika harus meminta mereka untuk tinggal lebih lama lagi. Ditambah lagi mami Ella yang tiba-tiba mengabari bahwa harus keluar kota malam ini, jadi Ella harus menitipkan Athaya pada Anya agar mengantarkannya ke rumah Oma Ella.


Untungnya ada Kavin yang dengan suka hati menawarkan diri untuk menjaga Ella malam ini. Sedangkan untuk Rei dan Addi memilih ikut menginap di Rumah Sakit juga. Tapi sayangnya, sudah hampir setengah jam mereka tidak kunjung kembali jua setelah ijin mencari makanan di kantin.


"Jangan-jangan mereka lagi godain perawat lagi" kata Ella su'udzon


"Nggak boleh su'udzon" tegur Kavin


"Aku awalnya nggak mau su'udzon, tapi emang sahabat-sahabat kamu aja yang mukanya emang nggak bisa dipercaya" kata Ella santai mengupas jeruk


"Jangan makan banyak-banyak, nanti perut kamu sakit" nasehat Kavin mengingat Ella yang sedari tadi tidak berhenti makan


"Nggak papa pumpung lagi dirumah sakit" kata Ella santai memakan jeruknya


"Manis kayak aku" komentar Ella dengan PDnya


"kamu mau?" tawar Ella


"Nggak usah, kamu aja yang makan. Biar tambah manis" gombal Kavin


"Cieilah,, bisa aja Abang Kavin kalok gombal" ucap Ella senyum-senyum sendiri


"Apa lagi?" lelah Ella


"Darimana kamu belajar hack?" tanya Kavin yang sedari tadi sudah kepo


"Ada temen aku. Dia jago banget kalau masalah hack" jawab Ella jujur


"Gila!! Nggak nyangka lingkaran pertemanan Ella luas banget, sampek hacker aja jadi temennya" kata Rei yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan tanpa permisi


"Lain kali kalau masuk tuh salam dulu, minimal ketok atau permisi kek" tegur Kavin melihat Rei dan Addi yang masuk seenaknya


"Emang dasar nggak punya akhlak" sinis Ella


"Mana makanan gue?" tanyanya


"Bukannya nggak punya akhlak, tapi kita tuh cuma mau berjaga-jaga siapa tau kalian lagi 'anu' hayo" jawab Rei yang langsung mendapat hadiah boneka tayo dari Ella lagi


BUK


"Mulut Lo bener-bener minta dijahit" amuk Ella memelototi Rei


"Udah jangan marah-marah, nih makan" kata Kavin mengalihkan perhatian Ella dengan memberikan burger pesanannya


"Enak" semangat Ella memakan burgernya


"Kamu nggak boleh makan ginian lagi. Tunggu sampai sembuh total baru bisa makan" ingat Kavin


"Sip" kata Ella kembali fokus dengan burgernya


"Sini kav, makan dulu" kata Addi memberikan burger milik Kavin


"Thanks" kata Kavin berjalan menghampiri Addi disofa


"Kok lama?" tanya Kavin


"Kita tadi cari camilan dulu" jawab Addi menunjuk berbagai makanan ringan hingga cake diatas meja


"Kalian mau pesta disini?" tanya Kavin heran dengan banyaknya makanan


"Enggalah. Jaga orang sakit itu yang paling penting harus bawa banyak makanan. Jangan sampai kita ikutan sakit" kata Addi


"Iya kan, El?" tanyanya pada Ella meminta pendapat


"..." hening Ella tidak menjawab Addi


"El"


"Ella" panggil Addi lagi karna tidak mendapat respon dari Ella. Merasa tidak mendapat respon Kavin berjalan kearah Ella.


Dan


"Dia tidur" kata Kavin saat mendekati tempat tidur Ella dan mendapati Ella sudah tertidur pulas dengan masih memegang burger yang baru sedikit dimakannya. Dengan berhati-hati, Kavin mengambil burgernya, lalu membenarkan posisi tidurnya. Dan tidak lupa menyelimuti Ella juga.


"Cepet banget tidurnya" komen Rei ikut mendekat ke arah Ella juga


"Mungkin kecapekan, seharian ini dia mengalami banyak hal" kata Addi juga ikut mendekat


"Iya,, gue inget gimana khawatirnya kita tadi saat bawa dia kesini" kata Rei


"Tapi gue masih penasaran, kenapa dokter itu bisa kenal Ella?" tanya Rei pada Kavin dan Addi


"Kecuali Ella sering kesini, Dokter itu nggak mungkin bisa kenal dan bahkan kelihatan deket banget sama Ella" tambah Addi


"Gue juga nggak tau" kata Kavin begitu menyadari tatapan kedua sahabatnya


"Gue aja juga masih penasaran sama dokter laki-laki yang dipanggil ke UGD tadi" tambah Kavin mengingat dokter Wisnu yang terlihat buru-buru hanya karna mendengar Ella pingsan


"Kalau diingat-ingat itu dokter yang sama waktu itukan. Yang waktu Ella opname kemarin" kata Rei


"Iya itu dokter yang sama" kata Kavin setuju


"Kok bisa Ella kenal dokter itu?" tanya Addi heran


"Entahlah, Ella itu seperti misteri. Semakin mencari tahu, semakin banyak hal-hal yang mengejutkan kita" jawab kavin


"Lo bener, siapa sangka. Gadis yang awalnya gue kira cuma gadis biasa. Ternyata seorang Angel yang terkenal di dunia balap. Dan bahkan saat ini kita tau satu fakta mengejutkan lagi, kalau Ella ternyata juga seorang hacker" tambah Addi


"Menurut kalian, apakah ada lagi hal lainnya yang akan mengejutkan kita nanti?" tanya Rei mengingat Ella yang penuh dengan kejutan


"Bisa jadi. Tapi gue harap jika memang ada lagi, itu adalah hal yang baik" jawab Kavin menatap Ella yang tertidur pulas


"Udah biarin dia tidur" kata Kavin mengajak dua sahabatnya untuk menjauh dari tempat tidur Ella agar Ella bisa beristirahat dengan tenang


...Next?...


...________...


...follow...


...Instagram : @quella.ved...


..."Your Life is Your Choice"...