ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Angel(2)



"BERHENTI" teriak seorang gadis yang memakai pakaian ketat kekurangan bahan


"Haduh cabe ini lagi" gumam Ella melihat gadis yang meneriakinya tadi


"Mau apa?" Tanya Ella dengan tidak sabaran saat gadis itu sudah sampai didepannya


"Gue mau nantang Lo balapan" kata gadis itu sok


"Nggak minat" kata Ella tanpa minat masuk kedalam mobilnya. Namun sebelum masuk kedalam mobil gadis itu menarik tangannya


"Apa lagi?" Kata Ella dengan kesabaran yang semakin menipis


"Gue mau nantang Lo balapan" kata gadis itu sekali lagi


"Lo nggak denger, gue bilang gue nggak minat" kata Ella jengah


"Halah alasan bilang aja Lo takut" kompor gadis itu


"Denger ya JENA, gue bener-bener nggak minat buat balapan. Kalau Lo masih ngotot, mending Lo balapan sama mereka aja" kata Ella menunjuk segerombolan orang yang akan memulai balapan


"Gue maunya sama Lo" tekan Jena


"Dih maksa. Udah ah bodo amat gue mau pulang" kata Ella mengabaikan Jena yang masih ngotot


"Dasar pengecut. Ternyata selama ini pacarnya Kavin hanyalah seorang pengecut, mangkanya Kavin milih gue ketimbang pengecut kayak Lo" kata Jena yang berhasil membangkitkan amarah terpendam Ella sedari tadi


"Huftt"


"Oke kita balapan. Tapi gue nggak mau rugi" kata Ella santai memainkan kukunya


"Taruhannya mobil kita" kata Jena tersenyum kemenangan saat Ella menyetujui tantangannya


"Basi. Gue mau harga diri Lo" kata Ella santai bahkan sangking santainya semua orang yang melihat dan mendengar perdebatan Ella tercengang seketika.


'gila yang namanya Angel, emang nggak main-main kalau mau balapan'


'siapa cewek bego yang nantangin Angel"


'udah tau bakalan kalah, ngapain pakek nantangin Angel segala'


'punya nyawa berapa dia' ejek semua orang pada Jena


"Kenapa? Kalau nggak mau yaudah gue mau pulang" kata Ella santai melihat muka Jena yang memerah menahan kesal mendengar ejekan semua orang.


"Ng-gak siapa yang takut. Ayo" kata Jena masuk kedalam mobilnya


"Gue titip bocah ini dulu" kata Ella menitipkan Fio kepada Fino


...----------------...


Di Garis start, 2 mobil Lamborghini sedang bersiap-siap untuk balapan.


BRUMM


BRUMM


BRUMM


"3 2 1 Go!!"


Begitu bendera diturunkan kedua mobil melesat dengan kecepatan tinggi. Didalam mobil, Jena sedang serius untuk mengalahkan Ella. Sedangkan Ella, mengendarai mobil dengan santai sambil mengunyah permen karetnya.


"Dasar bocah" sinis Ella melihat mobil Jena dibelakangnya


"Ayo kita akhiri" kata Ella tersenyum manis melihat garis finish didepan matanya


"And YESS" senyum Ella penuh kemenangan saat melewati garis finish


"ANGEL"


"Congratulations!!! Angel!!" Sorak semua orang melihat kemenangan Ella


"Gila Lo keren parah" puji Fino mendekati Ella yang sudah keluar dari mobilnya


"Yayah lah Ella gitu loh" sombong Ella yang disambut sorak-sorai mereka sekali lagi


"Oi Jena mau kemana?" Teriak Ella melihat Jena yang ingin melarikan diri


"Sini dong. Katanya mau balapan" ejek Ella


"Kenapa malu ya? Mangkanya kalau nggak punya skill itu jangan ngelawan seorang Angel" ejeknya lagi


Tak tak tak


Langkah kaki Ella terdengar menakutkan bagi Jena


"Berlutut" kata Ella dingin bahkan tatapannya berubah menjadi menakutkan


"Ap-apaan g-gue nggak mau" kata Jena ketakutan


Buk


"Kalau gue bilang berlutut. Ya harus berlutut" kata Ella menendang kaki Jena hingga berlutut dihadapannya


"Kali ini gue maafin. Lain kali kalau Lo cari gara-gara sama gue lagi.. siap-siap mengucapkan perpisahan dengan dunia" kata Ella tajam


"Dengar, jangan mentang-mentang Lo simpanannya Kavin. Lo bisa seenaknya sama gue. Karna bagaimanapun juga yang namanya SELIR akan selalu bertekuk lutut dihadapan PERMAISURI" sinis Ella dingin, sebelum benar-benar meninggalkan arena balapan yang masih hening karna ucapannya.


...----------------...


Disisi lain


"Ini mimpi?" Kata Rei yang masih tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya


Plakkk


"AWW"


"Sakit bego" keluh Rei mengusap pipinya yang digampar Addi


"Berarti ini buka mimpi" kata Addi santai tanpa rasa berdosa sekalipun


"WTF"


"Kak Ella balapan?!!" Kata Radhit yang masih tercengang


"Bang Kavin. Pacar Lo bener-bener sesuatu" kagum Radhit pada Kavin yang hanya diam saja sedari tadi


"Nggak nyangka selama ini Ella itu Angel. Angel yang terkenal didunia balap" kata Addi kagum


"Kav, kenapa nggak pernah bilang kalau Ella bisa balapan?" Tanya Rei pada Kavin


"Dan kenapa Ella bisa jadi Angel?" Tanyanya lagi


"Kav, Kavin jangan diem aja. Kita kepo nih" kata Rei pada Kavin yang hanya diam dengan tatapan yang sulit dibaca


"Atau jangan-jangan Lo juga baru tau kalau Ella Angel" tebak Rei


"Nyatanya emang begitu" jujur Kavin


"WTF"


"Kok bisa?!!" Kejut Rei


"Yah padahal gue kepo banget sama alasan Ella jadi Angel" lesu Rei


"Nggak papa besok kita tanya langsung sama kak Ella" kata Radhit menenangkan


"Nggak usah nunggu besok" kata Kavin mengejutkan semua orang


"Ha?" Tanya Addi bingung


"Ngapain nunggu besok, kalau 2 sahabatnya ada disini. Bukan begitu Anya Rena" kata Kavin yang membuat Anya dan Rena bertambah gugup


Sedari tadi, mereka berdua sudah berkeringat dingin mendengar percakapan lima sekawan ini. Mereka berusaha mati-matian untuk bersikap biasa saja. Tapi, siapa tau gerak-gerik mereka akan terlihat oleh Kavin.


"K-kita nggak tau apa-apa. Iy-yakan Nya?" Kata Rena menyakinkan mereka


"Ben-bener" gugup Anya


"Nggak usah bohong. Kalian payah dalam urusan berbohong" kata Addi memojokkan mereka berdua


"Kita bener-bener baru tau juga" kata Anya yang masih berusaha menutupi kebenarannya


"Udah cerita aja. Nggak guna bohong" kata Rei


"Tapi-"


"Cerita" tekan Kavin


"Sebenarnya Ella emang Angel. Tapi dia jarang kok ikut balapan. Dia ikut kalau lagi ada masalah aja, itung-itung meluapkan emosi katanya" jelas Anya menyerah setelah mendapat tekanan dari lima sekawan ini


"Kok bisa jadi Angel, kalau balapan aja jarang?" Tanya Radhit bingung


"Ella jarang balapan. Tapi setiap balapan, akan selalu ada kejutan. Kayak tadi, ia dengan santainya meminta Jena yang harga dirinya setinggi langit untuk berlutut dihadapannya. Jarang ada orang yang nyalinya sebesar Ella, apalagi perempuan. Mangkanya ia dijuluki Angel" jawab Rena


"Bener, gue Sampek kasihan sama Jena. Bukankah tadi Ella keterlaluan" kata Rei yang langsung mendapat pelototan tajam dari Anya dan Rena


"Kalau Lo nggak tau apa-apa jangan asal ngomong. Gue nggak suka sahabat baik gue dibilang kayak gitu" bela Anya


"Bener. Tidakkah, kalian liat Jena dulu yang cari gara-gara sama Ella. Sok nantangin Ella balapan. Udah tau Ella nggak pernah mau rugi kalau balapan" tambah rena


"Nggak gitu maksudnya. Ellakan bisa aja taruhan mobil, daripada harga diri kayak tadi. Seenggaknya jangan keterlaluan" kata Rei meluruskan


"Cih, menurut kalian selama ini Ella balapan pakai taruhan barang. Kalau itu yang ada dipikiran kalian. Kalian salah besar" ketus Anya


"Buat apa hal-hal membosankan seperti itu untuk Ella. Ia sama sekali nggak tertarik sama barang-barang kayak gitu. Balapan Ella itu beda, sama balapan ala kalian" tambah Rena


"Maksudnya?" Kata Evan bingung


"Ella pernah balapan cuma buat nolongin siswa korban bullying disekolah. Taruhannya, kalau Ella menang nggak ada yang boleh bully dia lagi. Tapi kalau Ella kalah dia harus nemenin mereka tidur. Gila, ini taruhan paling bikin gue deg-degan sepanjang masa. Tapi untungnya Ella menang" kata Rena menggebu-gebu menceritakannya


"UPS sorry Kavin" kata Rena yang baru sadar akan kehadiran Kavin


"Sumpah, kak El pernah taruhan kayak gitu??" Tanya Radhit yang masih tidak percaya mengabaikan muka Kavin yang semakin dingin


"Hmm"


"Mangkanya julukannya Angel bukan Queen, karna Ella memang seperti malaikat bagi banyak orang" jawab Anya bangga dengan sahabatnya


"Alasan itu juga kah, yang ngebuat Ella punya banyak teman?" Tanya Kavin


"Salah satunya. Iya" jawab Rena enteng


"Ella suka berteman dengan banyak orang. Katanya itu bikin ia sedikit melupakan kesedihannya" kata Anya sedih mengingat penderitaan Ella


"Mangkanya gue sering gedek sama Lo. Lo itu tunangannya tapi nggak tau apa-apa tentang Ella. Bisanya cuma bikin Ella badmood mulu, sekali-kali mikir kek gimana perjuangan kita sebagai sahabat-sahabatnya Ella. Untuk ngebuat Ella tertawa lepas tanpa beban itu susah, dan Lo dengan gampangnya pamer selingkuhan dimana-mana yang bikin Ella semakin susah buat ketawa lepas" kata Rena tajam pada Kavin. Masa bodo, entar Ella ngamuk kalau tau. Yang penting ia puas meluapkan semua kekesalan yang selama ini dipendamnya.


"Ren" kata Anya berusaha menghentikan Rena yang kepayang emosi apalagi mengingat pembicaraan mereka bertiga saat itu (chapter Girls Talk)


"Biarin Nya, sekalian biar gue lega. Lo tau nggak, ini bukan pertama kalinya Jena cari masalah sama Ella?" Tanya Rena pada Kavin yang hanya diam saja tidak menjawab


"Udah gue duga Lo nggak bakal tau. Asal Lo tau Jena cabe Lo itu, hampir tiap hari cari masalah sama Ella. Entah itu di sekolah, dijalan, bahkan sampek ia datengin rumah Ella. Nggak hanya satu selingkuhan Lo, tapi hampir semua selingkuhan Lo pasti nyari masalah sama Ella. Lo tahu, gimana capeknya Ella ngadepin selir-selir Lo itu? Hidup Ella itu udah rumit, dan dengan nggak ada akhlaknya Lo malah nambahin bebannya dia untuk berurusan dengan selir-selir nggak guna Lo itu" kata Rena penuh emosi


"Ren, udah" kata Anya menenangkan


"Lo tau seberapa capeknya Ella ngadepin banyak siasat licik mereka untuk menjatuhkannya? Nggak Lo nggak tau!! Karna Lo terlalu sibuk sama selingkuhan Lo itu. Ella itu bagaikan cahaya dan malaikat untuk kami sahabat-sahabatnya, tapi dengan jahatnya Lo memadamkan cahaya dan memotong sayap-sayap nya" lanjut Rena mengabaikan Anya


"Sekali aja. Gue mohon sama Lo, seenggaknya kalau Lo nggak bisa menjaga cahaya dan sayap-sayapnya. Tolong jangan rusak itu" kata Rena sebelum pergi dari tempat itu


"Gue kenal Ella dari kecil. Sebelum terlambat, jangan menyia-nyiakan perasaan Ella. Karna saat Lo akhirnya menyesal, semua sudah tidak seperti dulu" kata Anya


"Pantang bagi seorang Ellaine, kembali dengan masa lalunya" ingat Anya sebelum pergi menyusul Rena yang sudah duluan pergi


Hening


Tidak ada yang berbicara sedikitpun saat ini. Bahkan Kavin tersangka utama, hanya diam saja menatap langit yang semakin mengelap. Malam itu, pikiran mereka tentang Ella berubah seketika. Ella bukan lagi gadis ceria penuh senyuman dalam bayangan mereka, namun gadis misterius yang menyimpan banyak luka.


...Next??...


...----------------...


...Follow...


...Instagram : @quella.ved...


..."Your Life is Your Choice"...