
"KAK ELLAA" teriak Athaya begitu memasuki ruang rawat inap kakaknya
"YUHUU"
"ATA DATANG"
"KAK ELLA UDAH SEMBUH BELUM" Teriaknya dengan semangat
"Shutt. Ata ini rumah sakit bukan hutan" peringat Ella mendengar kegaduhan Athaya
"Hehehe Maaf kak" kata Athaya berjalan mendekati tempat tidur Ella
"Kamu sama siapa?" tanya Ella mengusap pipi adiknya
"Mereka" tunjuk Athaya pada segerombolan anak manusia yang baru masuk kedalam ruang rawat inap Ella.
"ELLAA" teriak Anya dan Rena bersamaan
"LO UDAH BAIKAN??" tanya mereka berlari menghampiri Ella
"Lumayan" jawab Ella jujur
"Lo bikin kita semua jantungan tau nggak" keluh anya
"Lo nggak tau gimana khawatirnya kita, waktu liat Lo mimisan trus pingsan gitu aja" tambah rena marah
"Iya maafin gue" kata Ella meminta maaf dengan wajahnya yang sangat imut agar sahabat-sahabatnya mau memaafkannya
'Kalau gini mana tahan gue liatnya' batin Rena dan Anya yang sangat gemas dengan Ella
"Kali ini gue maafin, tapi lain kali kalau Lo emang sakit bilang aja jangan kayak tadi" cemberut Anya karna merasa kalah dengan keimutan sahabatnya
"Iya Anya" kata Ella tersenyum manis
"Kak El, belum 3 bulan Lo udah 2 kali masuk rumah sakit. Lo beneran nggak papa?" tanya Radhit yang juga khawatir.
'2 kali dalam 3 bulan masuk rumah sakit. Rupanya penyakit ini emang memburuk. Pantes aja dokter Wisnu kekeh mau bawa gue ke Singapura' batin Ella miris
"Gue nggak papa, mungkin gue emang terlalu kecapekan aja" jawab Ella mencari alasan
"Masak cuma kecapekan bisa opname sampek 2 kali" kata Radhit bingung
"Entahlah, belakang ini gue emang banyak pikiran aja" kata Ella mencari alasan
"Lo bener nggak papa?" tanya Rei
"Meskipun Lo kayak macan tutul nih, gue bener-bener khawatir kalau Lo kenapa-kenapa" lanjut Rei membangkitkan jiwa macan tutul dalam diri Ella
'Cari mati Rei' batin yang lain kecuali Rei, Ella dan Athaya
BUK
Dan benar saja, boneka tayo yang tadinya duduk manis dipelukan Ella kini sudah mendarat dengan sempurna di wajah Rei
"El, sakit loh ini" keluh Rei mengusap wajahnya sambil memungut boneka tayo Ella kembali
"Awalnya gue mau terharu liat perhatian Lo. Tapi denger perkataan Lo tadi, tiba-tiba gue pingin nendang orang. Lo mau jadi relawan?" tanya Ella sinis
"Nggak usah. Gue mau duduk aja" jawab Rei sambil menjauh dari Ella yang sudah mengeluarkan aura macan tutulnya.
"Apa Lo liat-liat" sinis Ella saat Rei trus menatapnya
"Enggak ini cuma mau balikin Tayo Lo doang" kata Rei memberi alasan
"Udah jangan ngambek" bujuk Kavin duduk di samping Ella
"Ayo makan" kata Kavin tiba-tiba menyodorkan semangkuk bubur ayam kepada Ella. Bak menemukan pawangnya, Ella yang semula seperti macan tutul dihadapan Rei kini berubah menjadi kelinci saat dihadapan Kavin
"Babang Kavin, dari tadi diem aja. Ternyata perhatian banget sama neng Ella" genit Ella mengedipkan sebelah matanya. Kavin yang melihat kelakuan tunangannya hanya tersenyum manis dan mengusap pipi Ella
"Suapin.. AA" kata Ella meminta disuapin oleh Kavin
"Manja" ledek Kavin, meskipun begitu Kavin tetap menyuapi Ella dengan bubur yang dibawanya.
"Biarin, sekali-kali biar berguna dikit jadi tunangan" balas Ella meledek Kavin. Yang dibalas Kavin dengan menoyor kening Ella.
"Enak?" tanya Kavin perhatian mengusap lembut bekas toyorannya tadi
"Enak" jawab Ella tersenyum manis
"Makan yang banyak" kata Kavin dengan telaten menyuapi Ella dan sesekali mengusap sudut bibir Ella yang belepotan.
"WOI. Ada anak kecil loh disini" kata Addi mengusik kemesraan dua sejoli tadi
"Bener, nggak ada akhlak banget pamer kemesraan didepan jomblo" setuju Rei
"Repot banget hidup Lo. Adek gue aja santai. Ngapa Lo yang repot?" tanya Ella sinis
"Cih" dengus Rei
"Apa Lo nggak terima?" tantang Ella dengan mode macan tutulnya yang kembali keluar
"Hehehe" cengengesan Rei melihat Ella yang sudah keluar tanduknya
"Piss✌️✌️" kata Rei menunjukkan 2 jarinya membentuk V
"Ayo kurang satu buka mulut AA" kata Kavin mengalihkan perhatian Ella
"Makasih Kavin" ucap Ella setelah menghabiskan makanannya
"BTW, adek gue kok bisa sama kalian?" tanya Ella heran
"Tadi kita nggak sengaja ketemu Athaya di depan Rumah Sakit sama mami. Pas aku sapa, mami malah nitipin Athaya ke aku. katanya mami ada urusan dibutik sebentar, nanti mami kesini lagi kok jemput Athaya" jawab Kavin menjelaskan
"Ohh.. gitu" paham Ella
"Kamu pasti khawatir banget ya sama kakak" kata Ella sedih mengusap rambut adiknya yang ikut duduk di tempat tidurnya dan dengan santainya tidur dipangkuan Ella
"Ata takut, kak El kenapa-kenapa" gumam Athaya lirih yang membuat ella merasa tersentuh
Cup
"Makasih Ata" kata Ella mengecup dahi adiknya singkat
"Ata pasti bakalan kangen sama kak El nanti" gumam Athaya lirih yang hanya bisa didengar oleh Ella
Deg
'Jadi Ata juga udah tau ya?' batin Ella sedih mengingat rencana kepergiannya
"Kak Ella kapan keluar dari rumah sakit?" tanya Evan yang sedari tadi hanya diam saja
"Em entah" jawab Ella tak yakin, karna kepulangannya belum bisa ditentukan. Bisa saja Ella tidak bisa pulang kerumahnya, dan malah harus pergi ke Singapura.
"Kok nggak tau?" tanya evan heran
"Karna aku belum tanya dokternya" jawab Ella mencari alasan
"Harusnya sih nggak lama, kan cuma kecapekan biasa" komentar Addi
"Harusnya" lirih Ella tidak yakin apalagi setelah mendengar gumaman adiknya tadi
"El, sekolah lagi heboh sama berita Lo pingsan tadi" kata Anya mengalihkan pembicaraan yang tiba-tiba terasa berat meskipun ia sendiri tidak tau kenapa
"Oh ya?" tanya Ella excited dengan gosip tentang dirinya
"Iya. Banyak yang gosipin Lo. Katanya, Lo lagi hamil muda mangkanya pingsan" kata Rena menceritakan tentang gosip disekolah
"Hamil anak siapa? Anak guling" canda Ella
"Hah!! Elo mah bercanda mulu. Ini gosip serius loh. Lo nggak takut gitu seisi sekolah bicarain Lo" kata rena menggebu-gebu
"Bagus dong. Biar gue tambah famous di sekolah" kata Ella dengan PDnya
"Bego. Baru kali ini ada orang bangga dengan gosip kayak gini" keluh Anya yang sudah lelah menghadapi kebegoan sahabatnya
"Udah sih biarin aja. ntar juga diem sendiri mereka, kalau tau gosip yang mereka omongin itu salah" kata Ella kelewat santai
"Tapi nih kak El yah, kira-kira siapa yang bikin gosip kayak gini? kurang kerjaan banget" tanya Radhit penasaran
"Iya juga ya, nggak mungkin aja tiba-tiba ada gosip kalau nggak ada yang memulai" setuju Rei
"Ngapain mikir susah-susah, padahal tersangka udah didepan mata" kata Ella tersenyum sinis mengingat kemungkinan dia yang menjadi biar gosip disekolahnya.
"Siapa kak?" tanya evan kepo
"Siapa lagi kalau bukan salah satu selirnya Kavin" jawab Ella lelah
"Siapa? Selir Kavin kan ada banyak" tanya Anya kelewat polos
"Selir apaan? Nggak usah ngarang!!" ketus Kavin yang tak terima dirinya dibawa-bawa
"Siapa lagi kalau bukan junjungan para selir Kavin, Jena" jawab Ella
"Lagian nih kav, Anya bener selir kamu banyak banget. Bisa-bisa sekolah kita udah kayak harem pribadi punya kamu" kata Ella setuju dengan omongan Anya
"Cih" dengus Kavin mendengar perkataan Ella. Namun, tidak bisa menyangkalnya karna bagaimanapun yang diucapkan Anya dan Ella adalah kebenaran.
"Udah sih nggak usah ngambek" kata Ella mencubit hidung Kavin
"Lagian kan emang kenyataan" lanjutnya kelewat santai
"Kamu mah gitu yang" sedih Kavin merasa dipojokkan
"Jangan lebay, aku yang digosipin kenapa kamu yang sedih" kata Ella
"Emang udah pasti Jena yang bikin gosip" kata Rei tak yakin
"Kita nggak bisa nuduh orang tanpa bukti, kalau salah gimana?" tanya Rei
"Gue tau Lo kepincut sama Jena. tapi nggak segininya juga" kata Ella yang mengejutkan semua orang disana
"Gue punya buktinya kok" kata Ella menunjukkan sesuatu di Hpnya
Dan lagi-lagi, ruangan menjadi hening seketika.
"Sejak kapan kamu jago hack?" tanya Kavin yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Dihp Ella tadi terdapat chat Jena dengan seseorang yang sudah pasti adalah suruhan Jena untuk membuat gosip-gosip yang mencemarkan nama baik Ella. Didalam chat tersebut sudah jelas tertulis bahwa Jena yang mempunyai ide untuk membuat gosip ini. Tapi yang bikin lebih tercengang lagi adalah Ella yang dengan santainya menghack hp Jena tanpa kesulitan apapun.
"Entahlah, aku cuma coba-coba" kata Ella tanpa beban
"Gila keren banget" kata Radhit histeris
"Kok bisa??!!" tanyanya
"Apa sih yang Angel nggak bisa lakuin" sombong Ella
"Yah meskipun gue jijiq liatnya. Tapi Lo emang keren banget" puji Anya dengan sedikit tidak ikhlas
"Okay. Abaikan kekerenan gue dulu, sekarang gue mau tanya sama Lo" kata Ella tajam menunjuk Rei yang sudah pucat karna ketahuan Ella
"Sejak kapan Lo suka sama junjungannya selir-selir Kavin?" tanya Ella tersenyum sinis pada Rei yang hanya diam
"Rei, ini beneran?" tanya Kavin yang masih tercengang
"Kalian lagi nggak bercandakan?" tanya Addi yang juga masih tercengang mendengar perkataan Ella
"Selera bang Rei, buruk banget" cibir Evan yang mendapatkan tatapan tajam dari Ella
"UPS 🙊 sorry bang" katanya meminta maaf saat sadar ucapannya menyakitkan
"Nggak gue sangka tipe Lo modelannya kayak Jena" kata Anya tidak percaya
"Nggak heran Lo bela dia waktu di arena balap dulu. Tenyata Lo ada rasa sama Mak Lampir itu" kata Rena mengingat Rei yang membela Jena saat Ella menyuruhnya untuk berlutut. Rei sedari tadi disudutkan hanya bisa diam saja menundukkan kepalanya.
"Gue sebenarnya paling males ikut campur masalah kayak gini" kata Ella memainkan kukunya
"Tapi karna ini berhubungan dengan persahabatan kalian" kata Ella menunjuk 5 cowok di sekitarnya
"Lebih baik bicarakan sekarang sebelum semuanya bertambah runyam" nasehat Ella pada Rei yang membuatnya merasa bersalah
"El" kata Rei merasa bersalah pada Ella
"Nggak papa gue nggak marah. Cinta tak bisa disalahkan, itu terjadi gitu aja. Tapi beda cerita kalau cinta Lo malah merusak persahabatan kalian" kata Ella tersenyum manis sambil mengelus lembut rambut Athaya yang rupanya sudah tertidur dipangkuan Ella.
"Jujur aja" kata Ella
"Sebenarnya gue emang suka sama Jena" pengakuan Rei yang membuat ruangan menjadi hening seketika
"Gue udah lama suka sama dia. Tapi sayangnya dia malah ngejar-ngejar Kavin" lanjutnya tersenyum miris menatap Kavin
"Nggak papa gue nggak nyalahin Lo. Gue tau ini salah gue sendiri karna terlalu takut buat jujur sama Jena" tambahnya saat melihat tatapan penyesalan dari Kavin
"Maafin gue Rei. Gue emang sahabat yang nggak peka" keluh Kavin pada dirinya sendiri
" Nggak papa. Lagian gue juga udah mikir buat mundur aja" kata Rei yang lagi-lagi mengejutkan mereka semua kecuali Ella tentunya
"Kenapa? Kalau emang Lo bener-bener suka sama Jena. Gue pasti bantuin Lo buat dapetin Jena. Lagian gue juga nggak punya perasaan sama Jena" kata Kavin tak paham dengan pemikiran Rei
"Nggak usah"
"Lagian seseorang pernah bilang sama gue 'Mencintai dan berjuang sendiri itu sakit. Lepaskan yang memang harus dilepaskan, perjuangkan yang memang pantas diperjuangkan. Jangan menjadi bodoh hanya karna cinta' " kata Rei melirik Ella
"Lagian gue juga sadar, gue sama jena itu berbeda" lanjutnya
"Gue bangga sama Lo" kata Kavin memeluk Rei dengan bangga
"Maafin gue Rei" bisik Kavin pada Rei yang kebetulan didengar oleh Ella yang berada didekat mereka
...Next?...
..._________...
...follow...
...Instagram : @quella.ved...
..."Your Life is Your Choice"...