
SMA Garuda
Kantin,
"Ini punya kalian" kata Addi membawa nampan penuh dengan bakso pesanan teman-temannya
"Thanks. Dan mohon dipertahankan kebaikannya" kata Rena menarik mangkuk baksonya
"Pasti ada maunya, nih" sindir Rei
"Jangan banyak bacot, tinggal makan aja ribet banget" ketus Addi duduk disamping Anya
"Ck" decak Rei memakan baksonya dengan ogah-ogahan
"Udah makan, kalau Bang Rei nggak mau. Sini buat gue aja" kata Radhit mengambil bakso Rei
"Hei hei anak kecil, jangan macem-macem" ketus Rei mengambil kembali baksonya
"Kalau aja ada kak El. Bang Rei pasti udah digebukin" kata Radhit cemberut tidak terima dikatai anak kecil
"Sayangnya kak El lagi pergi. Jadi nggak ada yang belain gue lagi" tambahnya tidak sadar bahwa suasana menjadi canggung karena ucapannya.
"Kalian ngerasa ada yang hilang nggak sih" lirih Rei sambil mengaduk-aduk baksonya tanpa minat
Hening
"Kayak ada yang kosong" lanjut Rei
"Lo bener, kantin jadi sepi nggak ada yang teriak-teriak cuma gara-gara rebutan cilok sama gorengan" sahut Anya
"Biasa Ella emang paling ribut dan rame kalau lagi makan gini" sahut Rena berusaha menahan air matanya karena merindukan sahabatnya
"Gue jadi kangen savage nya kak El kalau berhadapan sama selirnya bang Kavin" kata Radhit ikut sedih
"Kangen juga senyum manisnya, bahkan gue kangen tatapan tajam andalannya kak El" tambahnya
"Udah jangan sedih. Lagian Ella juga pasti balik" kata Addi berusaha memecahkan suasana yang tiba-tiba menjadi mellow
"Kak El memang harus balik" kata Evan serius
"Btw, Kavin dimana? Kok nggak kelihatan dari tadi" tanya Anya
"Nggak usah ditanya, dimana lagi kalau bukan di taman belakang lagi mojok" kata Rei jengah dengan kebr*ngs*kan sahabatnya
"Mojok sama siapa? Kak El kan lagi di Singapura" tanya Radhit
"Gini nih. Biar Abang Addi jelasin" kata Addi serius
"Kalau permaisurinya alias Ella lagi nggak ada, maka para selir akan berusaha mendekati Kavin" jelas Addi
"Trus respon bang Kavin nya?" tanya Evan
"Kayak nggak tau Abang sepupu Lo aja. Ada Ella aja diladeni tuh selir apalagi nggak ada" ketus Rena
"Dan kak El diem aja?" tanya Evan lagi
"Trus mau gimana lagi" jawab Rena menghela nafas lelah
"Kok kak El mau digituin? Kenapa nggak ninggalin bang Kavin aja?" tanya Radhit ikut kesal
"Kak Ella kan cantik, baik, pinter, ramah lagi pasti bisa dapet cowok yang lebih dari Bang Kavin" kata Radhit semangat
"Sayangnya nggak semudah itu" kata Rena
"Kenapa?" tanya Evan. Maklum Radhit dan Evan banyak bertanya tentang hubungan percintaan Ella dan Kavin. Karna mereka baru di Indo, dan belum terlalu tau tentang hubungan Ella dan Kavin yang sebenarnya.
"Hubungan mereka udah terlalu serius. Mana bisa Ella mutusin gitu aja, apalagi udah melibatkan dua keluarga besar" jawab Anya
"Kalian tau sendirikan Ella itu paling mengutamakan kebahagiaan keluarganya diatas segalanya"
"Ditambah keluarga Kavin yang udah dianggap Ella kayak keluarganya sendiri" tambah Anya
"Kalau gitu bang Kavin yang harus di ruqyah. Biar nggak main-main lagi" tambahnya menggebu-gebu
"Nah kalau itu, coba bilangnya sama abang sepupu Lo" kata Rei menunjuk Kavin yang baru masuk ke kantin dengan seorang gadis disampingnya
"Bener-bener keterlaluan" komen Evan geram
"Bisa-bisanya Ella lagi berjuang di Singapura, dia malah asik-asikan sama selirnya" kata Anya ikut geram
"Oi" sapa Kavin pada mereka
"Udah pada pesen makan?" tanyanya basa-basi
"Mata Lo buta, nggak liat udah ada mangkok kosong" ketus Anya sinis
"Kamu mau makan apa?" tanya Kavin pada gadis itu mengabaikan Anya yang menatapnya tajam
"Terserah makan apa aja" jawab gadis itu malu-malu
"Yang penting jangan sampai makan temen" sinis Anya
"Lo kenapa?" tanya Kavin bingung dengan Anya yang tiba-tiba sinis dengannya
"Nggak papa, mata gue cuma tiba-tiba gatel karna liat ulat bulu disini" sinis Anya melirik gadis yang ikut duduk disamping Kavin
"Maksud Lo apa? Lo ngomongin gue" tanya gadis itu kesal karna merasa tersindir
"Gue nggak lagi ngomongin Lo. tapi kalau Lo ngerasa, bagus deh. Gue jadi nggak usah capek-capek ngingetin lagi" sinis Anya
"Kavin, liat dia. Dia samain aku sama ulat bulu" kata gadis itu dengan manja memeluk erat tangan Kavin
"Loh kan emang satu spesies. Sama-sama gatel, gatel sama tunangan orang. DASAR HAMA" ejek Anya menekan kalimat terakhirnya
"Nya, jaga sikap Lo" kata Kavin tegas
"Lo nggak bisa bersikap seenaknya kayak gitu" katanya dingin
"Lagian Lo nggak usah bawa-bawa Ella dalam hal ini" tambahnya cuek
"Kalau gue nggak mau, Lo mau apa?" tantang Anya
"Denger ya kavin, Ella nggak ada disini bukan berarti Lo bebas ngelakuin apa aja sama para selir Lo itu"
"Cukup sekali gue bikin sahabat gue kecewa karna udah bohongin dia buat jaga rahasia nggak guna Lo" kata Anya mengingat Ella yang sangat kecewa padanya karena berbohong untuk menyembunyikan Kavin yang sedang asik berselingkuh, padahal dia tau sahabatnya saat itu sedang butuh pelukan.
"Karna sekarang gue nggak akan rela biarin Lo sakitin sahabat gue. Baik didepan Ella ataupun dibelakangnya. INGAT ITU!!" tekan Anya sebelum pergi meninggalkan kantin
"Gue jadi merasa merasa bersalah sama Ella. Karena udah ngenalin cowok terbr*ngs*k kayak Lo ke Angel kayak Ella" kata Rena lalu pergi mengejar Anya
"Baru kali ini gue kecewa punya sepupu kayak Lo." kata Evan yang juga ikut pergi bersama Radhit
"Rena bener Angel kayak Ella nggak pantes buat bajing*n kayak Lo"
"Bajing*an yang cuma bisa bikin Angel dan cahayanya SMA Garuda nangis" kata Addi lalu pergi dari kantin
"Lepasin Ella kalau Lo cuma bisa ngasih luka" kata Rei juga Pergi meninggalkan Kavin dan gadis itu sendirian
' Lagi-lagi aku nyakitin kamu, maafin aku El. Bahkan kamu nggak ada disini pun aku udah nyakitin kamu secara sengaja' lirih Kavin merasa tertohok dengan ucapan teman-temannya
"Kav" panggil gadis itu manja
"Udah nggak usah didengerin ucapan mereka. Ella yang nggak pantes buat kamu. Cewek urakan dan barbar kayak dia nggak cocok bersanding sama kamu" tambahnya memeluk erat tangan Kavin tanpa memperhatikan wajah Kavin yang memerah menahan amarah
"Lepas" kata Kavin dingin menarik tangannya
"Sekali lagi gue denger Lo jelek-jelekin tunangan gue. Gue nggak akan segan-segan buat bikin hidup Lo sengsara" ancam Kavin sebelum pergi dari kantin
'Bahkan saat Lo nggak ada pun, pengaruh Lo masih aja sama kuatnya. Lo bener-bener wanita penyihir. Tunggu aja gue pasti akan rebut Kavin dari Lo' sinis gadis itu dalam hati
_____➖➖➖➖_____