ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Raka



Jangan lupa Like dan tinggalkan jejak mu di kolom komentar 🙏🙏👇👇


Happy Reading 😘💜


.


...****************...


Tap tap tap


Deru langkah mengema di sepanjang koridor rumah sakit. Terlihat Tanisha yang sedang berjalan tergesa-gesa menuju ruang rawat inap Ella.


Kurang lebih 3 jam yang lalu, Ia mendapatkan kabar dari rumah sakit bahwa kondisi putrinya drop lagi untuk kesekian kalinya. Karena merasa sangat khawatir, Tanisha segera memesan tiket penerbangan dari Lombok untuk segera kembali ke Jakarta. Ia bahkan membatalkan seluruh eventnya di Lombok.


"Dokter Wisnu" sapa Tanisha saat melihat Dokter Wisnu yang sedang merundingkan sesuatu dengan Dokter Caca didepan ruangan Ella


"Tante" kata Dokter Wisnu menoleh kearah Tanisha


"Bagaimana keadaan putriku?" tanya Tanisha cemas


"Huft"


"Maaf Tante, kondisi Ella saat ini memburuk" lirih dokter Wisnu sedih


Deg


Mendengar perkataan Dokter Wisnu, pertahanan Tanisha runtuh seketika. Ia hanya bisa duduk terdiam kaku dengan ekspresi kosong.


"Tidak! Tidak mungkin" gumam Tanisha


"Ini tidak boleh terjadi" gumamnya terus menolak mempercayai kenyataan yang ada didepannya


"Putriku tidak boleh kenapa-napa, putriku harus tetap sehat" racau tanisha


'Ini pasti mimpi ini mimpi ini mimpi' racau Tanisha didalam hatinya


"Tidak mungkin" racau nya trus


"Tante Nisha" panggil dokter Caca mencoba menenangkan Tanisha yang masih tidak bisa menerima kenyataan.


Tanisha yang mendengar namanya dipanggil menoleh kearah dokter Caca


"Tante, harus kuat untuk Ella" kata dokter Caca lembut menggenggam tangan Tanisha


'Ini bukan mimpi' batin tanisha


"Hikss kenapa?? Kenapa harus putriku hiks hikss" tangis tanisha pecah saat menyadari bahwa dirinya tidak bermimpi.


Kenyataan bahwa putrinya sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja menghantam pikiran dan perasaannya.


"Tante" kata dokter Caca berusaha menenangkan Tanisha


"Hiks Kenapa harus putriku?? Hikss" tangis Tanisha


"Hiks hiks kenapa??" tangisnya tak kuasa menahan sakit dihatinya memikirkan nasib Ella


Dokter Wisnu dan Dokter Caca hanya bisa membiarkan Tanisha menangis sembari mencoba menenangkannya. Mereka tau bagaimana sakit hatinya seorang ibu melihat putrinya harus mengalami semua ini.


"Bagaimana aku akan hidup tanpa putriku hiks bagaimana bisa?? Hiks " tangis tanisha


"Bagaimana??" lirihnya sedih


"Tante harus tenang, Ella nggak akan suka liat Tante kayak gini" kata Dokter Caca berusaha menenangkan Tanisha


"Semua akan baik-baik saja, Ella akan baik-baik saja" tambahnya menyakinkan Tanisha


"Tante harus kuat demi Ella. Kita masih punya kesempatan besar untuk kesembuhan Ella. Tante tidak boleh menyerah" tambah Dokter Wisnu yang menyadarkan Tanisha bahwa ia masih punya kesempatan besar untuk kesembuhan putrinya


"Dokter benar, putriku akan baik-baik saja" kata Tanisha dengan suara seraknya menghapus air matanya


"Ella akan selalu baik-baik saja. Dan selamanya akan begitu" gumamnya


"Yah, Ella akan kembali baik-baik saja" kata Dokter Wisnu lega Tanisha bisa mengatur emosinya kembali. Karena menurut mereka, saat ini yang paling penting adalah dukungan untuk Ella. Mereka takut jika Ella tau ibunya menangis karena dia, kondisinya akan semakin parah. Ella akan menyalahkan dirinya sendiri penyebab ibunya menangis. Dan itu sangat tidak baik untuk kondisi mental pasien.


"Jadi, Apa langkah selanjutnya dok?" tanya tanisha setelah menguatkan dirinya


'Kalau aku lemah, bagaimana dengan putriku? Ia pasti akan lebih hancur lagi' batin tanisha


"Little Fairy, harus segera di bawa ke Singapura" kata dokter Caca mengelus punggung tangan Tanisha


"Jika tidak kondisinya akan semakin memburuk" tambahnya sedih


"Lakukan yang memang adalah pilihan terbaik untuk putriku" lirih Tanisha berusaha tegar untuk putrinya


"Kami akan segera mengurus dokumen untuk perawatan Ella disana" kata dokter Wisnu mendengar persetujuan dari Tanisha


"Kapan dia harus berangkat?" tanya tanisha


"Satu Minggu dari sekarang, setelah kami menyelesaikan semua dokumen yang dibutuhkan Ella selama disana" jawab dokter Wisnu


"Baiklah, aku menyerahkan putriku. Tolong jaga dia" lirih Tanisha dengan suara serak dan air mata yang tidak berhenti menetes


"Lagipula papa saya juga sudah menyiapkan dokter terbaik disana. Jadi, Tante tidak usah khawatir" tambah dokter Caca


"Terimakasih, saya bersyukur Ella bisa mengenal kalian" kata Tanisha menatap haru


"Kalian adalah orang asing tapi kenapa begitu baik seperti keluarga sendiri. Sedangkan keluarga sendiri saja seperti orang asing" tambahnya tersenyum menatap mereka


"Tante bicara apa" keluh dokter Caca


"Kita udah bilang, Little Fairy sudah seperti adik untuk kami. Jadi kami bukan orang asing" kata dokter Caca cemberut


"Dokter Caca benar.


Baiklah, saya akan mengecek kondisi Ella saat ini. Setelah itu Tante bisa masuk" kata Dokter Wisnu sebelum masuk kedalam ruangan Ella


Cklekk


"Loh, Little Fairy kamu kenapa?" tanya Dokter Wisnu cemas melihat Ella yang terduduk sambil menangis tersedu-sedu


"Apa ada yang sakit?" tanyanya bergegas mendekati Ella. Ella hanya menggeleng kepalanya.


"Lalu Kenapa?" tanyanya lagi menepuk pundak Ella pelan untuk menenangkannya. Sekali lagi Ella hanya menggeleng kepalanya untuk menjawab pertanyaan dokter Wisnu.


"Kamu kenapa? Coba cerita sama dokter?" tanya Dokter Wisnu perhatian. Dan Ella lagi-lagi hanya menggeleng kepalanya enggan untuk menjawab


"Yaudah, kalau little Fairy nggak mau jawab" kata dokter Wisnu menghela nafas tidak ingin memaksa Ella


"Mending sekarang little Fairy istirahat" katanya membantu membaringkan tubuh Ella dengan hati-hati


"Kamu baru sadar, jangan terlalu memaksakan diri"


"Dan jangan berpikiran macam-macam" kata dokter Wisnu menyelimuti Ella. Lalu pergi, namun sebelum membuka pintu. Dokter Wisnu mendengar Ella menggumamkan sesuatu.


"Terimakasih" gumam Ella dengan suara seraknya membuat dokter Wisnu menoleh kearahnya


"Aku beruntung punya 2 kakak yang sangat baik" katanya tersenyum manis


"Kedepannya aku akan semangat untuk sembuh, agar aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan kalian" tambahnya lalu mulai menutup matanya untuk tidur. Sedangkan Dokter Wisnu yang mendengar perkataan Ella, akhirnya tau alasan air mata Ella.


...----------------...


Disisi lain,


Tanisha sedang berjalan menuju kearah kantin. Ia pikir, Ella sebentar lagi akan sadar. Jadi ia berencana membeli beberapa makanan untuknya. Namun, langkah Tanisha terhenti saat seorang pemuda yang tak lain adalah Raka menghadang jalannya.


"Raka?" tanya tanisha bingung dengan kemunculannya yang tiba-tiba


"Iya Tante saya Raka" jawab Raka dengan suara datarnya


"Kamu kesini mau ketemu Ella? Atau?" tanya tanisha basa-basi


"Ella tan" Jawab Raka mengangkat buket bunga matahari favorit Ella


"Ella saat ini sedang istirahat. Tapi mungkin akan segera bangun. Kamu bisa menunggu di kamarnya kalau memang ingin bertemu" saran tanisha


"Iya" jawab Raka singkat


"Yaudah, Tante mau ke kantin dulu" pamit Tanisha setelah mendengar jawaban teman putrinya itu. Namun, baru beberapa langkah. Tanisha dibuat terdiam kaku saat mendengar pertanyaan dari Raka


"Ella sakit apa Tante, hingga harus dibawa ke Singapura?" tanya Raka mengejutkan Tanisha


"Apa maksud kamu?" tanya tanisha membalikkan badannya


"Maaf sebelumnya, tadi saya tidak sengaja mendengar Tante sedang mendiskusikan sesuatu tentang Ella dengan 2 dokter di luar ruangan Ella" jawab Raka semakin membuat Tanisha terdiam


"Saya tau, saya tidak berhak bertanya seperti ini. Tapi sebagai salah satu sahabat Ella, saya sangat khawatir dengan kondisinya" desak Raka


"Ella anak yang sangat lugu dan polos, hanya saja keadaan yang membuatnya sedikit cuek dan dingin pada sekitarnya"


"Tapi saya tau dia sebenarnya anak yang sangat baik dan manis" ucapnya tersenyum tipis mengingat Ella


"Tante, saya adalah 1 dari sekian banyak orang yang ingin menjaga senyum manis Ella agar selalu menghiasi wajahnya" tambahnya melihat Tanisha yang hanya diam saja


" Jadi, saya berharap bisa ikut membantu Ella"


"Apapun kondisinya, saya hanya tidak ingin Ella kehilangan senyumnya" tambahnya.


Ini pertama kalinya Raka berbicara sepanjang itu selama hidupnya. jika Ersya dan Jeno tau mereka pasti tercengang saat ini.


"Raka" lirih Tanisha sendu


...Next???...


...----------------...


So, gimana menurut kalian, apakah Raka bakalan tau ???


Atau Tanisha akan trus menutupinya seperti keinginan Ella???😉😉