ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Prom Night (2)



"ELLA" Teriak Rena dan Anya menerjang Ella dengan pelukan setelah Ella turun dari panggung dan sedikit berbincang-bincang dengan salah satu guru mereka.


Mereka sangat bahagia bisa melihat sahabatnya, setelah berpisah selama hampir 6 bulan.


"Miss you" gumam mereka lirih di pelukan Ella


"Me too" kata Ella membalas pelukan mereka dengan mata yang berkaca-kaca


Bagaimanapun ia juga sangat merindukan kedua sahabatnya ini.


Didalam pelukan Rena dan Anya, Ella melirik Rei dan Addi yang tersenyum bahagia melihatnya. Ella membalas senyuman mereka dengan hangat. Lalu ia melirik ke arah dua orang laki-laki dan perempuan disamping Rei. Itu tunangannya Kavin dan kalau tidak salah yang perempuan seharusnya adalah Diana, adik kelas mereka.


"Kenapa nggak bilang?" tanya Anya cemberut melepas pelukannya


"Harusnya Lo bilang" kata Rena ikut cemberut


"Maaf"


"Gue cuma mau bikin kejutan buat kalian" kata Ella tersenyum manis


"Iya dan itu berhasil" kata Anya kesal


"Padahal kita udah sedih banget karna Lo nggak dateng" kata Rena cemberut. Ella hanya terkekeh kecil melihat tingkah Rena.


Jarang-jarang Rena yang biasanya dewasa dan cool menjadi manja seperti ini.


"Maaf" kata Ella sekali lagi. Rena dan Anya hanya diam saja sembari mengandeng tangan Ella.


"Huft"


"Ya udah, kalau kalian nggak mau maafin. Gue balik ke Singapura aja lagi" katanya mengancam


"Jangan" kata mereka mencegah


"Ya udah kita maafin" kata Rena


"Tapi janji besok selama satu hari Lo harus ikut kita"


"Iya kan, Nya?" tanyanya pada Anya


"Bener" kata Anya setuju


Ella menatap mereka dengan seksama lalu tersenyum sangat manis.


"Deal?" tanya Rena was-was takut Ella akan menolaknya


"Deal" jawab Ella


"Yeah" kata Rena dan Anya bahagia memeluk Ella singkat lalu mengandengnya berjalan ke arah teman-temannya yang lain.


"Hai, apa kabar?" tanya Ella pada Addi dan Rei


"Baik, Lo gimana?" tanya Rei balik


"Baik" kata Ella menganggukkan kepalanya lalu menatap Kavin yang masih diam.


"Miss me?" tanya Ella tersenyum manis


Seakan tersadar dari lamunannya, Kavin segera melepas tangan Diana dari lengannya dan bergegas memeluk Ella.


"Yeah" lirih Kavin memeluk Ella


"I miss you so much" gumamnya mengeratkan pelukan mereka


"Miss you too" lirih Ella membalas pelukan Kavin


Ella kalah, ia kalah pada dirinya sendiri. Dari awal dia sudah berusaha untuk melupakan Kavin dan semua kenangan mereka. Ella berusaha lari dari masalahnya. Ia jarang membalas pesan Kavin, menolak panggilan telepon Kavin, bahkan sampai menolak untuk pulang ke Jakarta hanya untuk menghindari Kavin.


Tapi, semua itu tidak berguna.


Hatinya menolak untuk pergi.


Hatinya mengatakan untuk berjuang sekali lagi.


Dan jangan menyerah.


Berusaha sekali lagi agar ia dan Kavin bisa kembali seperti dulu.


Ella benar-benar tidak berdaya.


Ella hanya bisa mengikuti kata hatinya dan berjuang sekali lagi.


"Kamu baik-baik aja?" tanya Kavin melepaskan pelukannya


"Baik" jawab Ella tersenyum manis


"Syukurlah" kata Kavin mengelus pipi Ella


Ella hanya tersenyum manis pada Kavin. Mungkin dirinya memang harus lebih bersabar lagi.


Sebuah hubungan memang tidak akan baik jika hanya salah satu yang berusaha. Tapi itu lebih baik, dari pada keduanya saling menyalahkan dan menghindar dari masalah.


"Oh ya, aku mau ngenalin kamu sama seseorang" kata Kavin mengingat adik kelas yang pergi bersamanya.


"Ayo" kata Kavin menarik tangan Ella pelan


Sampai di hadapan Diana, Kavin merangkul bahu Ella mesra.


"Kenalin ini tunangan aku Ella" kata Kavin senang


"Ini Diana. Dia yang sering aku ceritain sama kamu"


"Kak" Kata Diana mengangguk sopan


"Diana" katanya mengulurkan tangannya


"Ella" kata Ella menatap gadis didepannya itu sejenak lalu membalas uluran tangannya


"Aku sering denger tentang kakak dari bang Kavin" kata Diana melirik Kavin


"Seperti yang aku duga. Kakak memang cantik dan imut" kata nya memuji


"Kamu terlalu memuji" kata Ella terkekeh pelan


"Kamu juga sangat manis" katanya mengelus rambut Diana pelan


"Semoga kita bisa jadi teman baik" kata Ella lembut


"Semoga" kata Diana pelan


"Kav, aku mau ke temen-temen yang lain bentar" kata Ella menatap tunangannya


"Ayo aku antar" kata Kavin


"Nggak papa" kata Kavin


"Terus Diana?" tanya Ella menatap Diana yang masih setia melihat kearahnya dan Kavin


"Diana" kata Kavin ikut menatap Diana


"Aku disini aja" kata Diana


"Yakin nggak papa?" tanya Ella tak enak


Karena yang mengajak Diana adalah Kavin. Tapi Kavin malah ingin ikut bersama dengannya.


"Iya" kata Diana sedikit enggan


"Atau kamu mau ikut kita aja?" ajak Ella lagi


Diana bingung harus menjawab apa dan melirik Kavin. Tapi, Kavin acuh dan setia menatap Ella dengan tatapan kagum. Ia sedikit iri dengan Ella. Padahal baru saja bertemu tapi sudah bisa merebut perhatian Kavin.


"Bo-


"Tenang aja, biar dia sama kita" kata Anya menyela


"Yakin?" tanya Ella was-was takut kedua sahabatnya akan melakukan hal aneh pada Diana


"Iya. Lo tenang aja"


"Iya kan, Ren?" tanya Anya pada Rena


"Hehehe" tawa Rena canggung


"Iya" jawabnya enggan


"Nah udah kan. Sekarang ayo kita pergi" kata Kavin mengandeng tangan Ella untuk pergi bersamanya.


"Oke" kata Ella lalu ikut bersama Kavin


Setelah melihat Ella dan Kavin yang sudah jauh dari mereka. Rena dan Anya berjalan mendekat ke arah Diana. Lalu berbisik pelan padanya.


"Yang namanya selir akan selalu kalah dengan permaisuri"


"Mangkanya jangan terlalu berharap"


"Nanti kalau jatuh sakit"


"Kasihan" ejek Rena dan Anya lalu meninggalkan Diana yang masih diam mematung dan duduk bersama Rei dan Addi.


Diana mengepalkan tangannya erat. Menatap tajam Ella yang tertawa bersama dengan teman-temannya dan Kavin yang setiap merangkulnya mesra.


"Tunggu aja" gumamnya lirih


...----------------...


"Kak El" kata Diana memecahkan keheningan


"Iya?" tanya Ella menatap Diana


Setelah bertemu dengan beberapa temannya tadi. Ella dan Kavin kembali untuk berkumpul bersama sahabat-sahabat mereka.


Namun, entah bagaimana sekarang di meja hanya tersisa Ella dan Diana. Rena dan Anya sedang ada urusan sebentar, Kavin dan kedua curutnya sedang berkumpul bersama teman sekelas mereka.


"Kak Ella memang cocok sama Bang Kavin" kata Diana


"Oh ya, makasih" kata Ella tersenyum manis


"Kalian juga terlihat saling mencintai"


"Tapi"


"Aku minta sama kakak, jangan pisahkan aku sama bang Kavin. Aku sayang banget sama dia. Dia orang yang berharga untukku"


"Aku tau kakak tunangannya, tapi aku minta jangan pisahkan kami berdua" kata Diana serius


Ella yang mendengar perkataan Diana terkejut.


Kenapa malah dirinya yang terlihat seperti tersangka yang merebut pacar orang, pikir Ella bingung.


"Tunggu"


"Maksud kamu apa ya?" tanya Ella menyipitkan matanya


"Aku minta kakak, jangan pisahkan kami berdua" kata Diana mengulang perkataannya


"Kakak tau baru beberapa jam kakak datang. Bang Kavin udah lupain Akau gitu aja" katanya sedih


"Kamu nyalahin aku?" tanya Ella menunjuk dirinya sendiri


"Aku nggak menyalahkan kakak. Aku cuma minta jangan ambil Bang Kavin dariku" jawab Diana polos


Sangking polosnya, Ella sampai tercengang mendengar jawaban Diana.


"Awalnya aku ingin belajar menerima kamu di hidup kami, meskipun aku tau kamu punya perasaan lebih sama tunangan ku" kata Ella santai.


Diana tercengang mendengarnya.


"Kenapa? Aku bener kan? Kamu punya perasaan lebih sama Kavin" kata Ella melihat keterkejutan di mata Diana.


"Aku nggak mempermasalahkan itu"


"Tapi kayaknya aku salah" kata Ella


"Karena nyatanya kamu emang nggak tau malu sama sekali"


"Kalau kamu emang mau Kavin. Silahkan"


"Silahkan selama Kavin mau" kata Ella santai


"Tapi kayaknya Kavin juga nggak bakalan mau sama lotus putih palsu kayak kamu" kata Ella menatap Diana dari atas sampai bawah.


"Dan kalau kamu nggak berani"


"Tenang aja. Aku yang akan bilang sama Kavin"


"Untuk pilih kamu" kata Ella menujuk Diana


"Atau pilih aku, tunangannya" kata Ella sinis lalu kembali meminum jus jeruknya.


Diana yang kesal mendengar ejekan Ella, berdiri dan pergi meninggalkan Ella.


"Anak muda sekarang, mimpinya nggak main-main" gumam Ella menatap Diana dengan ejekan


...----------------...