ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Anya putus?



Kemarin pagi, Ella mendapat kabar dari Anya bahwa dia sudah berbaikan dengan leo. Ia cukup lega, melihat sahabatnya tersenyum seperti semula. Namun, belum sempat Ella mengucapkan selamat kepada Anya tiba-tiba Ella menerima kabar bahwa Anya dan leo sudah putus. Lebih tepatnya leo memutuskan Anya. Ella benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan Leo yang menurutnya terlalu gegabah. Tapi, Ella juga tidak bisa apa-apa. Ia hanya berharap Anya bisa kuat.


Sesampainya di rumah Anya, Ella segera masuk ke dalam kamar Anya. Jangan ditanya kenapa Ella bisa masuk dengan mudah, karena ia tadi sudah sempat janjian dengan Anya sebelum datang kemari..


"Nya.. Anya" panggil Ella pada Anya yang hanya diam menatap kosong ke depan.


"Anya" lirih Ella pedih


Merasa dipanggil Anya segera menoleh, dan menemukan sahabat yang sangat ia butuhkan saat ini berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ella" lirih Anya melihat Ella


"Anya" kata Ella berlari memeluk sahabatnya


" El, dia ninggalin gue " kata Anya dengan berurai air mata


"Lo boleh nangis sekarang. Nangis sepuas-puasnya, jangan takut gue ada disini sama Lo" kata Ella lembut


Begitu mendengar perkataan sahabatnya, Anya langsung menangis dengan keras. Pertahanan dirinya runtuh seketika melihat senyum lembut sahabatnya. Ia menumpahkan seluruh kesedihan hatinya. Hatinya hancur, kekasih yang dianggap tulus kepadanya. Meninggalkan dia begitu saja tanpa kejelasan. Apa salahnya hingga pacarnya, membuangnya begitu saja.


"Hikss... El dia jahat hiks dia ninggalin gue hikss.. apa salah gue hiks hiks" Raung Anya keras


"Keluarin semuanya Nya, nangis aja nggak papa. Ada gue disini. Keluarin semua kesedihan Lo" kata Ella sambil terus memeluk Anya


"Ella hikss Leo jahat hikss jahat"


"Dia ninggalin gue gitu aja hikss hiks"


Hati Ella sakit melihat sahabatnya menangis seperti ini. Ia merasa tidak berguna sebagai sahabat.


"Leo ninggalin gue El hikss ninggalin gue" lirih Anya memeluk erat Ella. Sedangkan Ella hanya diam sambil sesekali menepuk punggung Anya untuk menenangkannya.


Setengah jam berlalu, tapi Ella tidak melepaskan pelukannya sedikit pun. Ia malah semakin mengeratkan pelukan mereka.


"Udah tenang?" tanya Ella begitu merasa Anya melepas pelukannya


"Sedikit. Makasih buat pelukannya" lirih Anya


"Jangan ada kata terimakasih dalam persahabatan kita Nya" kata Ella tulus yang semakin membuat mata Anya berkaca-kaca.


"Mau cerita?" Tawar Ella lembut yang dibalas anggukan kecil dari Anya


"Ayo" kata Ella setelah melihat persetujuan dari Anya


"Pagi kemarin, hubungan gue sama leo baik-baik aja. Bahkan gue udah sadar sama kesalahan gue yang terlalu posesif sama dia. Gue udah jelasin ke dia seperti saran Lo itu. Dan dia maafin gue" cerita Anya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya


"Tapi malamnya, dia tiba-tiba chat gue minta putus" tangis Anya bertambah keras begitu mengingat kejadian kemarin


"Dia bahkan nggak jelasin apa-apa sama gue. Dia cuma minta putus baik-baik trus ngilang sampai sekarang. Gue udah berusaha hubungin dia minta penjelasan tapi tetep aja dia ngilang. Bahkan sosmed gue di block semuanya sama leo" jelas Anya dengan mata yang sangat sembab


'brengsek. Cowok pengecut' umpat Ella dalam hati melihat perlakuan Leo pada Anya


"Gue harus apa El? Gue harus apa?" Tanya Anya dengan putus asa


"Lupain Leo" jawab Ella dengan dingin


"APAAA!!!" kaget Anya mendengar perkataan Ella


"Ng-nggak semudah itu El. G-gue masih sayang masih c-cinta sama leo. Gue mau perjuangin dia" kekeh Anya


"Anya berjuang sendiri dalam hubungan itu sakit" kata Ella


"Nggak gue nggak bisa, gue nggak bisa!!!" Tolak Anya


"Nggak bisa karna Lo nggak mencoba" kata Ella lembut


"NGOMONG ITU GAMPANG EL!! KARNA ELO NGGAK PERNAH NGALAMI, KAYAK GUE SEKARANG!! KAVIN MASIH TETEP PACAR LO MESKIPUN DIA PUNYA BANYAK SELINGKUHAN!! SEDANGKAN LEO DIA NINGGALIN GUE!! NINGGALIN GUE!!! LO NGGAK PUNYA HAK, BUAT NASEHATIN GUE!!" sengit Anya dengan muka memerahnya


Jdarrr


Perkataan Anya seakan menyadarkan Ella tentang kondisinya saat ini. Yah, apa haknya menasehati Anya kalau kondisinya saat ini saja lebih buruk dari Anya. Tapi, Ella juga tidak ingin sahabatnya ini mengalami apa yang dia rasakan. Meskipun hatinya sakit karna perkataan Anya tapi, ia sebisa mungkin menutupinya


"Apa yang nggak gue rasakan Nya? Gue bahkan udah ngerasain semuanya Nya" Lirih Ella


"Ella g-gue nggak bermaksud ngomong gitu" jelas Anya begitu menyadari kesalahannya


"Nggak papa" kata Ella menggenggam tangan Anya


"Gue cuma nggak mau, Elo mengalami apa yang gue rasakan Nya. Elo sahabat gue dari kecil, gue nggak bisa lihat Lo terluka kayak gini" katanya lembut


"Dalam hubungan berjuang sendiri itu sakit. Mau segimana cintanya pun. Tetap aja sakit. Gue nggak mau Lo semakin terjebak dalam hubungan tidak sehat kayak gini" kata Ella dengan tatapan mata yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh Anya. Tatapan putus asa, kesedihan, kecewa, marah, dan pasrah. Tatapan yang tidak pernah dilihat dari mata Ella sebelumnya, bahkan saat kejadian 9 tahun yang lalu.


"Ella" kata Anya memeluk erat Ella.


"Jangan kayak gue Nya, berjuang sendiri dalam hubungan itu sakit. Gue nggak mau Lo sakit. Sebelum semuanya terlambatnya, sebelum cinta Lo lebih dalam dan sebelum Lo sakit lebih jauh lagi. Gue mohon lupain Leo" nasehat Ella


"Mencintai seseorang itu boleh wajar malahan. Tapi mencintai dengan menyakiti diri sendiri itu yang tidak boleh Anya" tambah Ella melepaskan pelukan mereka. Menatap dalam mata Anya.


"Lo bener. Gue sadar sekarang" kata Anya dengan senyuman


"Gue nggak boleh terjebak dalam hubungan yang nggak sehat kayak gini. Makasih Ella" katanya sambil kembali memeluk Ella erat


"Sama-sama" kata Ella dengan senyum manisnya


"Tapi saran gue,  Lo harus tetep ketemu sama Leo Nya" kata Ella yang membuat Anya bingung


"Bukannya Lo nyuruh gue lupain Leo yah" tanya Anya bingung


"Gue emang nyuruh Lo lupain Leo. Tapi gue nggak nyuruh Lo buat mutusin pertemanan kalian" jawab Ella


"Jangan karna ini, pertemanan kalian putus Nya. Maafkan Leo. Kalian awalnya berteman baik jangan karna udah putus kalian jadi musuh"


"Seenggaknya kalau emang nggak bisa berteman lagi, jangan ada dendam"


"Lagian elo, juga butuh penjelasan darinya kan?" jelas Ella yang diangguki setuju dari Anya


"Tapi dia nggak bakal mau ketemu sama gue" cicit Anya pelan mengingat semua kontaknya di blokir Leo


"Ada gue tenang aja" kata Ella menenangkan Anya


"Lo udah makan, makan yuk. Gue masakin pasta kesukaan Lo" ajak Ella mengandeng tangan Anya menuju dapur


"Makasih" peluk Anya erat pada Ella.


"Meskipun umur gue lebih tua 1 tahun dari Lo. Tapi Lo selalu jadi sosok kakak buat gue. Sekali lagi makasih" kata Anya setelah mencium singkat pipi Ella


"Yekk🤢🤢.. Lo ngapain cium-cium gue?" Tanya Ella histeris. Yang membuat Anya segera lari kedapur dengan tertawa bahagia karna bisa menjahili Ella


"Hahahaha"


...----------------...


2 hari berikutnya, Anya datang untuk menemui Leo di salah satu cafe favorit mereka saat pacaran dulu.


'duh plashback kan jadinya. Kalau kesini' keluh Anya


Mereka sebelumnya sudah janjian terlebih dahulu dengan Ella sebagai perantaranya. Memikirkan sahabatnya itu, hati Anya menjadi hangat. Beruntungnya dirinya bisa memiliki sahabat seperti Ella


"Sorry nunggu lama" sapa Anya pada Leo yang sudah menunggunya


"Nggak papa. Lo mau pesen apa?" Tanya Leo begitu melihat Anya datang


"Jus Strawberry aja" jawab Anya


"Oke" kata Leo segera memesankan minuman untuk Anya. Dan hening kembali


"Permisi pesanannya" kata waiters meletakkan pesanan mereka diatas meja


"Makasih mbak" kata Anya tersenyum manis


"Anya maafin gue" kata leo to the point


"Gue udah maafin" kata Anya dengan tersenyum


"Syukurlah" kata leo menghela nafas lega. Apalagi setelah melihat penampilan Anya yang tidak beda jauh dari sebelumnya.


Dan lagi-lagi hening


"Gue kesini cuma mau minta penjelasan sama Lo" kata Anya memecahkan keheningan


"Gue tau"


"Sebelumnya gue mau minta maaf sama Lo" kata leo membuat Anya bingung


"Jujur gue nggak pernah punya perasaan apa-apa sama Lo" jelas Leo yang membuat Anya syok


"Ap-apa l-lo nggak punya perasaan sama gue" kata Anya syok


"Trus kenapa Lo nembak gue waktu itu? Kenapa Lo perhatian sama gue? Kenapa Lo bilang cinta sama gue?" Tanya Anya beruntung dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


Gagal sudah pertahanan Anya saat ini.


"Gue nembak Lo. Karna gue suka sama


Sahabat Lo, Ella"


Jdarrr


"APAA!!?" Tanya Anya syok mendengar pengakuan leo


"Ya gue deketin lo. Supaya Ella seneng, dia pernah cerita kalau dia punya sahabat yang sangat ia sayangi. Ia berharap supaya sahabatnya itu mendapatkan pacar yang tulus sayang sama dia. Gue pikir dengan gue deketin lo gue bisa bikin Ella senang. Jadi gue nembak Lo waktu itu" jelas leo menatap mata sembab Anya. Leo merasa bersalah saat melihat mata itu, mata yang biasanya memancarkan kehangatan kini memancarkan kekecewaan yang luar biasa.


"Nya-" kata Leo terpotong


"Lo" tunjuk Anya pada leo


"Brengsek"


"Gue tau gue salah. Gue minta maaf udah mainin perasaan Lo. Waktu itu gue pikir seiring berjalannya waktu, gue bisa suka sama lo. Tapi nyatanya gue nggak bisa. Gue nggak mau hati Lo semakin tersakiti, jadi gue pilih lebih baik kita putus aja. Gue-" kata Leo yang semakin membuat hati Anya sakit


"Cukup" kata Anya memotong omongan Leo


"Makasih buat penjelasan Lo. Gue balik" pamit Anya karna tidak kuat lagi mendengar penjelasan Leo yang sangat menyakiti hatinya.


"Anya tunggu" cegah leo memegang tangan Anya


"Lo tenang aja. Kalau alasan Lo menghentikan gue saat ini, karna takut persahabatan gue sama Anya rusak. Lo bisa tenang karna, Hubungan gue dan Ella nggak bakal berubah cuma gara-gara cowok brengsek dan pengecut kayak Lo" kata Anya melepas cekalan tangan leo dan segera meninggalkan cafe


'hiks hiks kenapa semuanya jadi seperti ini hiks hiks... Cowok yang gue cintai selama ini ternyata nggak punya perasaan apa-apa sama gue hiks hiks... Dia malah suka sama sahabat gue, bahkan pacaran sama gue cuma untuk bikin Ella seneng hiks hiks" tangis Anya dalam hati


Sambil terus menangis Anya berjalan tak tentu arah. Dirinya tidak ingin pulang sekarang. Ia ingin menenangkan dirinya dulu. Ia bahkan Mengabaikan tatapan aneh dari semua orang yang melihatnya berjalan sambil menangis.


Entah berapa lama ia berjalan, tiba-tiba


Grepp


"Lo mau kemana?" Tanya lembut seseorang yang memeluk Anya


Melihat orang yang memeluknya, tangis Anya semakin keras. Bahkan pelukan mereka semakin erat.


"Maafin gue" lirih seseorang yang memeluk Anya


"Gue nggak tau kalau Leo suka sama gue" kata Ella. Yah yang memeluk Anya adalah Ella. Begitu melihat Anya keluar dari cafe tadi, Leo segera menghubungi Ella dan menceritakan segalanya. Ella sempat terkejut dan memaki Leo. Tapi setelah dipikir-pikir, Anya adalah yang terpenting. Jadi ia mengabaikan Leo dan bergegas mencari Anya. Untungnya lokasi Anya masih tidak jauh dari cafe tadi.


"Ini bukan salah Lo. Gue aja yang terlalu bodoh" kata Anya melepaskan pelukan mereka


"Sorry Anya" kata Ella dengan air mata yang sudah turun dari tadi.


"Gue gagal jadi sahabat Lo. Sahabat seharusnya, yang memberikan senyuman bukan mengambil senyuman dari sahabatnya" kata Ella merasa bersalah


"Gue udah bilang ini bukan salah Lo" cemberut Anya begitu melihat air mata Ella


"Gue aja yang terlalu bodoh percaya, kalau leo tulus sama gue" kata Anya menghapus air mata Ella


"Udah jangan sedih-sedih, kita makan yuk. Gue traktir anggap aja ini perayaan karna gue terbebas dari cowok brengsek dan pengecut kayak leo" kata Anya sambil menarik tangan Ella


'gue tau Nya, dalam hati Lo pasti sakit banget sekarang. Tapi Lo bersikap seakan semuanya baik-baik aja. Maafin gue Anya' batin Ella sedih


...----------------...


...Follow...


...Instagram : @quella.ved...


..."Your Life is Your Choice"...