ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Kenakalan Ella



Flashback


Waktu itu, Ella masih duduk di kelas 8 SMP.


"El, udah siap belom?" tanya Indy datang ke rumah Ella untuk berangkat ke sekolah bersama.


"belom, tinggal pakek lipstik doang" jawab Ella dari kamarnya


"cepet, ntar kita telat" kata Indy memilih menunggu Ella di ruang tamu


"Duh, ribet banget" gerutu Indy membenarkan kebayanya


Hari itu, tanggal 21 April bertepatan dengan Hari Kartini. Sekolah Ella dan Indy sedang mengadakan acara Kartinian. Yang tentu saja semua siswinya diwajibkan memakai kebaya dan make up tipis. begitu juga dengan Ella dan Indy yang sudah siap dengan kebaya mereka.


"Berangkat sekarang?" tanya Indy saat Ella keluar dari kamarnya. Bukannya mengiyakan Ella malah duduk selonjoran di sofa samping Indy.


"Ndy, sebenarnya gue males banget ikutan" lesuh Ella ikutan duduk di sofa samping Indy


"Udah ribet-ribet pakek kebaya, panas-panas disuruh upacara pula" keluhnya


"iya juga ya, gue juga jadi ikutan males kalau dipikir-pikir" kata Indy terpengaruh kemalasan Ella


"Gimana kalau kita berangkatnya nunggu upacara selesai aja" usul Ella


"Bego, yang ada kita dihukum karna berangkat telat" ketus Indy


"nggak tenang aja, gue punya ide" kata Ella tersenyum manis


"apaan?" tanya Indy menatap bingung


"sini gue bisikin" kata Ella mendekat kearah Indy dan membisikkan sesuatu padanya


"yang bener?" tanya Indy ragu mendengar ide Ella


"iya bener, kapan rencana gue pernah gagal" jawab Ella menyakinkan


"udah kita tunggu sejam lagi baru berangkat sekolah" putus Ella


Akhirnya Indy yang tadinya berencana berangkat bareng Ella kesekolah, terpengaruh oleh rencana jahat Ella.


'lumayan lah, nggak panas-panas' batin Indy santai


Sejam kemudian, Ella dan Indy berangkat ke sekolah. Sepertinya yang mereka harapkan, Upacara sudah berakhir sedari 15 menit yang lalu.


"Lo yakin?" tanya Indy takut


"Yakin 100%, udah ayo masuk" kata Ella super duper santai berjalan kearah gerbang sekolah


"Pak bukain gerbangnya" teriak Ella pada satpam


"El udah kita bolos aja kali ini" kata Indy takut dihukum


"etss.. pantang bagi anak baik untuk bolos sekolah" tolak Ella tegas.


'dia nggak nyadar ya' batin Indy sinis menatap Ella


"baik apaan, Upacara aja males" gerutu Indy mulai menyesal mengikuti kegilaan Ella


"gue denger Lo" kata Ella santai


"udah ikutin aja rencana gue. gue jamin kita akan masuk kelas dengan selamat tanpa lecet sedikitpun " tambahnya menyakinkan Indy


"Pak buka gerbangnya.. Ini saya mau sekolah pak" teriak Ella lagi.


"Pak woii.. bapak buka" teriak Ella yang sudah tidak ada sopan-sopannya


'mana sih satpamnya, suara gue bisa ilang kalau teriak-teriak' gerutu Ella dalam hati


Beruntungnya sebelum suara Ella benar-benar hilang, seorang satpam datang menghampiri mereka"


"Kalian nggak boleh masuk karna sudah telat 1 jam" kata satpam itu ganas


"etss,, kata siapa kita telat" sewot Ella


"ini kalian baru datang, apa namanya kalau bukan telat" kata satpam itu


"Pak kita tuh telat karna disuruh beli air mineral sama wali kelas" kata Ella menunjuk sekardus air mineral yang dibawanya dan Indy


"bohong ya kalian?" tanya satpam itu penuh selidik


Memang sebelumnya Ella menyarankan agar membeli sekardus air mineral dulu sebagai alibi keterlambatan mereka. Dan rupanya rencana ini akan berhasil.


"yaelah pak ngapain sih bohong, kita emang disuruh beli air mineral sama wali kelas buat temen-temen saja dikelas" kata Ella dengan menyakinkan


"kalau bapak nggak percaya, coba liat wajah saya" kata Ella menunjuk wajahnya sendiri


"ada apa emangnya?" tanya satpam itu ikut menatap wajah manis Ella


"Apakah diwajah saya yang manis ini terlihat sebuah kebohongan" kata Ella memelas


"nggak" jawab satpam itu


"Nah kan, jadi pak tolong cepet buka gerbangnya. Bapak nggak kasihan liat kita cewek bawa sekerdus air mineral kayak gini" kata Ella dengan wajah yang sangat melas


Merasa tak tega, satpam itupun bergegas membukakan gerbang untuk mereka berdua


"Ayo masuk" kata satpam


"makasih pak, kebaikan bapak akan saya ingat selamanya" kata Ella tersenyum manis


"sebagai ucapan terimakasih saya. ini saya kasih bapak tiga, siapa tau haus" tambahnya memberikan 3 gelas air mineral


"wah, makasih ya dek" kata satpam itu tersenyum


"yaudah pak saya kelas dulu" pamit Ella


"nggak perlu pak, bapak disini aja jaga gerbangnya. siapa tau nanti ada yang terlambat" jawab Ella


"kamu bener. Yasudah sana kekelas" kata satpam itu


.


.


.


"Gila!! gue bener-bener deg-degan dari tadi" kata Indy yang akhirnya bisa bernafas lega setelah jauh dari satpam tadi


"gue bilang juga apa, kita nggak bakal dihukum" kata Ella tersenyum puas


"ide Lo emang the best banget. Lumayan gue nggak perlu panas-panasan" kata Indy senang


"yaiyalah gue gitu loh" kata Ella bangga


"trus ini mau ditaroh mana, Kitakan beda kelas" kata Indy bingung


Ella dan Indy saat itu memang beda kelas, jadi tak heran kenapa Rena dan Anya tidak begitu mengenal Indy yang notabennya adalah sahabat kecil Ella.


"kita kasih aja kesana" kata Ella menunjuk kumpulan anak OSIS yang sedang sibuk


"kenapa?" tanya Indy heran


"nggak papa, itung-itung tanda maaf karna nggak ikut upacara" kata Ella santai


"udah ayo" tambahnya berjalan kearah anak osis


.


.


Flashback end


_________


"OMG!! kak Ella bener-bener pernah kayak gitu" kata Radhit tak percaya


"Mangkanya gue cariin Lo nggak ketemu-ketemu. Taunya" kata Anya kesal mengingat ia dan Rena yang mencari Ella


"Nggak setia kawan banget. Sahabatnya panas-panasan buat upacara. Lo malah enak-enakan" gerutu Rena kesal


"ya maaf.. waktu itu gue lagi males maksimal" pembelaan Ella


"nggak gue sangka, kak Ella yang kelihatannya tegas pernah nakal juga" kata Evan yang masih tercengang


"gue bener-bener speechless" kata Rei yang juga ikut tercengang


"Lo pasti lebih speechless lagi, kalau tau Ella itu sering bolos jam pelajaran" tambah Rena


"Dan entah disihir apa? guru yang ngajar nggak pernah nggeh kalau Ella itu bolos" ucap Anya


"Ella mah, meskipun bolos tetep aja dapet A Kalau ulangan" kata Indy yang sudah hafal dengan kelakuan Ella


"bener yang kamu sering bolos?" tanya Kavin menatap tajam


"hehehehe" kata Ella cengengesan


"habisnya gurunya bikin ngantuk, kan mending aku ke perpus aja tidur sekalian" kata Ella cemberut


"Tapi nggak bolos juga yang" kata Kavin menasehati Ella yang suka bolos pelajaran. Takut diamuk Kavin, Ella segera mengeluarkan jurus keimutannya agar Kavin tidak tega memarahinya.


"Tapi- yaudahlah lagian udah kejadian" katanya menghela nafas pasrah melihat keimutan tunangannya sedangkan Ella tersenyum manis karna tidak jadi dimarahi.


"pliss kak kasih gue ilmunya, biar nggak ketahuan saat bolos" pinta Radhit aneh


"Gue nggak ngapa-ngapain, gurunya aja yang nggak sadar gue bolos" kata Ella santai


"lagian gue juga nggak sering bolos kok" bela Ella


"gue bolos kalau emang lagi ngantuk aja" tambahnya


"kamu nggak boleh bolos lagi" ultimatum Kavin tegas


"iya iya nggak bolos" lesuh Ella


"gara-gara kalian" gerutu Ella menatap tajam ketiga cewek bermulut comber ini


"hehehehe" sedangkan sang pengadu hanya bisa cekikikan melihat kesengsaraan mereka


"Aku cuma nggak mau kamu dihukum kalau ketahuan" kata Kavin lembut mengecup dahi Ella.


"Drakor live" komen Addi melihat keuwuan dua sejoli ini lagi


________


Sebelumnya aku cuma mau ngucapin terima kasih banyak untuk yang udah support ceritaku ini.


Jujur aja, dulu aku pesimis banget sama karyaku sendiri. Karna menurutku, karyaku ini nggak menarik sama sekali. Beda banget sama cerita-cerita yang pernah aku baca.


Tapi karna dukungan kalian aku jadi semangat buat ngelanjutin ceritaku ini...


Jadi sekali lagi terimakasih banyak guyss..😘😘😘


_________


Follow


Instagram : @quella.ved


..." Your Life is Your Choice "...