ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Netijen



Hari ini gue bangun terlambat, gara-gara Minggu pagi kemarin diajak mami jogging sambil mampir ke pasar buat belanja mingguan. sumpah ini belanja terlama menurut gue. Karna kami belanja sampai jam 11.00 padahal kami berangkat itu jam 06.00 pagi. Bayangin aja isi belanjaannya banyakan bunga daripada bahan makanan.


'Dikira gue makan bunga' batin gue kesal


So, Taukan lamanya itu karna beli bunga bukan bahan makanan. Nggak hanya itu baru pulang ke rumah, gue mau istirahat dikamar, eh langsung diajak mami buat bantuin bikin kue untuk nanti malam dibawa kerumah Oma sekaligus jemput adek gue yang Sabtu kemarin tidur dirumah oma, padahal kan adek gue biasanya pulang sendiri naik sepedanya karna memang rumah Oma sama rumah gue deket.


Gue sih mikirnya, ini cuma akal-akal an mami aja biar bisa melanjutkan ngerumpinya yang kemarin kepotong.


Nggak cuma menyiksa gue dengan ngajak belanja dan bantuin masak. Sore harinya pun mami juga nyuruh gue bantuin menanam bunga-bunga yang tadi dibelinya. Lalu malamnya gue diajak kerumah oma lagi. Lengkap sudah kegiatan hari Minggu gue yang rencananya mau gue isi dengan rebahan namun tenyata gagal. Padahal Kavin aja gue larang main kerumah atau ngajak gue keluar kalau hari minggu, karna menurut gue hari Minggu itu waktu untuk me time. Tapi tenyata me time gue gagal gara-gara mami. Hiks(´;︵;')


Untungnya kurang 5 menit bel sekolah berbunyi, gue udah sampai disekolah dengan selamat meskipun dengan keadaan yang cukup mengenaskan karna sempat kebut-kebutan dijalan tadi.


"Lo?" Kata Rena


"Mengenaskan" tambahnya tercengang melihat penampilan gue


"Gue tau" jawab gue merapikan penampilan gue supaya lebih enak dilihat, malu dong manis-manis gini tapi penampilan kayak gelandang


"Kok bisa?" tanya Anya


"Telat bangun" jawab gue sekenanya


"Kok bisa?" Tanya Anya


"Kecapekan" kata gue


"Kok bisa?" tanya Anya lagi yang lama-lama bikin gue kesel


"Kemarin ada urusan sama mami. Sekali lagi gue denger Lo ngomong kok bisa gue gampar Lo" kata gue kesel


"Hehehe" kata Anya cengengesan


"Emang Kavin nggak jemput elo?" Tanya Rena


"Duluan katanya ada urusan" jawab gue


"Urusan apaan orang gue lihat tadi dia berangkat bareng nila" kata Rena ngegas


"Nila siapa?" Tanya Anya


"Itu loh anak 11-IPS 2" jelas Rena


"Yang mungil itu" tanya Anya lagi


"Iya yang rambutnya panjang, matanya sipit" kata Rena


"Wah wah wah.. Ellaine elo ditinggalin sama dia, karna dia mau berangkat duluan alasan karna ada urusan. sampai-sampai penampilan elo kayak gelandang gini gara-gara takut telat yah, walaupun emang elo hampir telat sih. tapi faktanya dia malah enak-enakan sama adek kelas" kata Anya


"Udah biasa" jawab gue sambil tersenyum kecut


"Lo mau diem aja" kata Rena


"Trus gue mau gimana? Mau teriak-teriak atau mau melabrak tuh cewek atau juga mau gampar Kavin, cih murahan banget, lagian itu bukan cara gue.  udah sih toh udah terjadi juga " kata gue pasrah


"Udah sekarang mending kalian kelapangan upacara udah mau dimulai" tambah gue


"Elo?" Tanya Anya


"Gue mau ke UKS aja. Jadi petugas kesehatan" kata gue dan langsung meninggalkan mereka menuju ke UKS.


"Pagi" sapa gue ke anak PMR yang sedang bertugas untuk hari ini


"Pagi kak" jawab mereka. Kebetulan yang bertugas memang anak kelas 11, karna anggota PMR yang kelas 12 sudah mau purna dan gue juga sudah menyerahkan tanggung jawab UKS kepada anggota PMR yang masih kelas 11 walau masih tetep gue pantau sih dan juga title ketua PMR masih sama gue tapi pelan-pelan gue serahkan satu persatu tanggung jawab gue ke mereka biar nggak kaget saat Sertijab nanti.


"Saya yang jaga UKS hari ini, kalian bisa keluar jaga diluar saja" perintah gue.


"Baik kak" kata mereka lalu keluar satu persatu


Sepeninggal mereka, gue denger upacara sudah dimulai. Gue nutup mata sambil senderan di kursi yang saat ini gue pakai. Udara di UKS yang sejuk dan bau-bau samar dari obat membuat gue rileks sesaat, melupakan kepenatan gue kemarin dan hari ini. Baru aja gue mau tidur, pintu UKS udah dibuka sama anggota PMR yang membawa siswa sakit.


"Taruh saja di sana" suruh gue sambil menunjuk salah satu tempat tidur di UKS


"Kamu boleh kembali bertugas, ini biar saya yang urus" kata gue yang diangguki olehnya


"Sakit yang mana dek" tanya gue padanya yang kebetulan gue lihat bet kelasnya, kelas 11.


Tapi yang bikin gue terdiam saat melihat name tag nya, Nila Megumi.


Ohh.. jadi ini adik kelas yang tadi di omongin sama Anya dan Rena. Cantik


"Pusing kak" jawabnya membuyarkan lamunan gue


"Udah makan?" Tanya gue


"Udah" jawabnya


"Nih minum dulu" kata gue ngasih air putih " mau minyak kayu putih" tawar gue. Meskipun gue sedikit jengkel sama ini anak, tetep aja gue harus profesional sama tugas gue sebagai anggota PMR.


"Iya" jawabnya. Gue kasih dia minyak kayu putih dan menyuruhnya untuk tidur saja supaya tidak terlalu pusing lagi.


45 menit upacara akhirnya selesai, gue pamit mau kekelas sama anggota PMR yang lain.


"Saya ke kelas dulu. Kalian lanjutin aja tugas kalian, kalau memang udah ada yang mendingan boleh ke kelas aja, tapi yang masih sakit biarin disini aja. Ntar yang jadwalnya jaga, 1 orang jaga di UKS" pesan gue


"Siap laksanakan kak" jawab mereka serentak


"Oke, saya kekelas dulu. Assalamualaikum" pamit gue


Sebenarnya rencana gue mau bolos pelajaran sampai istirahat hari ini dan memilih tidur di UKS tapi gagal gara-gara ada nila nila tadi.


"Waalaikumsalam kak" jawab mereka


Baru setengah jalan mau kekelas, eh tiba-tiba..


"Woi Ella tunggu"


...----------------...


"Woi Ella tunggu"


"Elvan? Ngapain?" kata gue heran setelah balik badan dan melihat Elvan yang notabennya ketua OSIS lari-lari di jam pelajaran kayak gini


"Ayo ikut gue" katanya sambil menarik tangan gue untuk mengikutinya


"Mau kemana woi?" Teriak gue sambil mencoba melepaskan tangan gue yang di tarik


"Diem. Udah ikut aja" katanya terus menarik tangan gue.


"Iya tapi lepasin dulu tangan gue. Sakit nih" keluh gue


"Manja" ejeknya tapi tetap melepaskan tarikan di tangan gue


"Emang kita mau kemana sih?" Tanya gue mensejajarkan langkahnya


"Kantin" jawabnya singkat yang mampu membuat gue speechless


"OMG!! Elo mau bolos!!! Ketos kok gitu ngasih contoh yang nggak baik!!" Omel gue


"Shutt. Jangan berisik yang lain lagi belajar oy" omelnya


"Nah itu tau kalau lagi belajar, ngapain ke kantin coba?" Tanya gue nggak habis pikir.


"Udah diem aja dulu" katanya


Sesampai dikantin, gue liat kantin sepi banget. Ya iyalah sepi orang masih jam pelajaran ini. Dipojokkan kantin gue lihat ada 3 cowok sama 1 cewek yang sangat amat gue kenal lagi ngomong serius.


BRAKK


"Woi!! Serius amat!!" Kata gue mengagetkan mereka


"Astaghfirullah" kaget mereka


"Hahahaha. Sumpah muka kalian lucu banget. Jadi pingin nendang deh" kata gue tertawa terpingkal-pingkal melihat muka mereka yang lucu bingits.


"Diem Lo el, dateng-dateng ngagetin aja" kata salah satu cowok tersebut


"Oh ya harus dong" kata gue sambil duduk disamping cewek tadi


"Dasar cewek barbar, nggak ada anggun-anggunnya Lo jadi cewek" kata cewek disamping gue


"Ntar kalau gue mendadak jadi anggun, semua cowok disini kepincut sama gue. Kan berabe kalau gitu" kata gue sok


"PD banget Lo" kata cewek itu


"Harus dong" balas gue


"Btw, ada apa nih rame-rame. Tumben Kumpulan orang-orang penting nongkrong dikantin jam segini" tanya gue pada mereka.


Heran deh, tumben mereka kumpul di jam pelajaran kayak gini, di kantin lagi. Kayaknya memang ada hal serius sampai kumpulan orang-orang penting yang terdiri dari. Raka ketua Paskibra, Malven Pradana putra (ketua Ambalan¹), Ersya ketua MPK², sama Lana Pradana putri. Kumpul di waktu dan tempat yang kurang tepat kayak gini. Etss, jangan lupakan Elvan ketua OSIS SMA Garuda juga hadir pakek narik gue kesini lagi.


"Biasa dong kalau kumpulan orang-orang penting lagi kumpul. Mau apalagi kalau bukan mau rapat" jawab Lana


"Dih" dengus gue


"Rapat? Tumben dikantin" lanjut gue


"Cari suasana baru biar nggak suntuk" kata Ersya


"Sok iye Lo" ejek gue


"Emang gue iye, kenapa Lo masalah?" Tantang Ersya


"Dih" dengus gue


"Oke, karna udah lengkap mending kita mulai aja rapatnya" kata Elvan menengahi perdebatan kami


"Oke kita mulai" kata Malven


Mau rapat aja ribet banget nih orang-orang. Tapi tunggu kayaknya ada yang aneh deh. Rapat? Rapat?


"Wait. Tunggu deh. Ini rapat apa hubungannya sama gue?" Tanya gue bingung


"Karna elo ketua PMR " jawab Ersya


"Lah gue harus banget ikut ya? Gue mau ke kelas nih, mumpung kelas gue lagi free sekarang" Protes gue


"Bagus dong kalau lagi free, jadi Lo bisa disini karna Lo lagi nggak sibuk" kata Malven


"Justru karna lagi free gue sibuk" kata gue


"Sibuk apa?" Kata Malven


"Sibuk bobok" kata gue polos


"Cih, gue kira apaan. Udah diem aja disini lebih berfaedah" kata Ersya


"Harus banget ya gue disini. Gue mau kekelas, pliss" kata gue memelas dengan mengeluarkan puppy eyes Ter imut gue


"Harus" jawab Raka singkat. Duh kalau ketua Paskibra yang ngomong mending diem aja deh gue


Hiks, hancur sudah rencana bobok gue


"Oke kita lanjut" kata Elvan melihat gue mulai menerima rapat dadakan ini


"Jadi kita disini itu, mau membahas masalah camp untuk adik-adik kelas 10 Minggu depan. Seperti tiap tahunnya, setiap siswa siswi kelas 10 diwajibkan untuk ikut camp" jelas Elvan.


Ah, gue inget. Di sini memang setiap tahunnya diadakan camp yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 10. Tujuannya, untuk melihat karakter setiap siswa dan memperbaiki karakter mereka supaya sifat-sifat buruk di SMP bisa ditinggalkan.


"Camp dilaksanakan 3 hari 2 malam. 1 hari 1 malam di sekolah dan untuk 2 hari 1 malamnya di puncak lebih tepatnya di villa puncak. So, sebagai ketua OSIS gue minta kalian semua buat dateng dan mensukseskan kegiatan" kata Elvan


"Gue sih oke aja, lagian ini bukan kegiatan pertama untuk kita bekerja sebagai tim" kata Lana


Ini emang bukan kegiatan pertama sih buat kami. Hampir sering kami bertemu itu dalam kegiatan sekolah. Mangkanya gue udah kenal akrab banget sama mereka ini. Bahkan karna disini cuma gue sama Lana yang cewek jadi kayak dijaga banget gitu. Ehemm,cie cie sweet banget sih kalian. Boys


"Panitia?" Tanya Raka


"Bukan, panitia acara ini OSIS dan Mpk kelas 11, untuk Paskibra dan Ambalan kelas 11 gue minta perwakilannya untuk turut ikut membantu OSIS dan Mpk sebagai seksi keamanan. Dan Ella gue minta perwakilan PMR buat jadi seksi kesehatan" kata Elvan pada gue, Malven dan Lana


"Trus kita ngapain disana?" Tanya Malven


"Cukup memantau aja. Kita lihat gimana kinerja anggota kita. Jika mereka memang butuh bantuan kita, baru kita turun tangan. Tapi jika mereka mampu yah, kita cukup melihatnya aja" kata Elvan


Yah, kegiatan ini selain untuk kelas 10, juga bertujuan untuk melihat perkembangan anggota kami. Apalagi untuk kelas 12, harus fokus UN sebentar lagi jadi tanggung jawab akan diserahkan kepada anggota yang kelas 11. Maka di kegiatan inilah, kita bisa melihat perkembangan mereka. Jika memang kurang maka, akan dibenahi lagi namun jika sudah bagus maka, bisa dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan lagi.


"Butuh berapa anak Paskibra sama Ambalan?" Tanya Malven


"Gue minta 4 untuk kelas 11, untuk kelas 12nya terserah kalian" kata Elvan


"Kelas 12nya Ambalan udah 2 anak, Lana sama Malven. Kalau Paskibra Raka pasti ngajak Jeno. Trus masalah OSIS sama Mpk kayaknya sih 50% kelas 12 ikut, karna sebagai besar panitianya mereka. Lah gue masak sendiri sih" kata gue cemberut


"Lah anggota elo yang kelas 12 kemana?" Tanya Lana


"Mereka ada kegiatan sama puskesmas selama 2 hari" kata gue lesu.


Duh derita ini mah, gue udah nyuruh anggota gue kelas 12 untuk gantiin gue karna gue ada janji sama dokter Wisnu. Lah ini, gue malah disuruh ikut camp. Kira-kira mami ijinin gue nggak ya


"Woi El" teriak Lana membangunkan gue dari lamunan


"Ha apa?" Kata gue polos


"Sorry gue lagi mikirin sesuatu soalnya" kata gue membuat mereka penasaran


" So? Gue sendiri nih. Nggak ada temen" kata gue mengalihkan perhatian mereka


"Kitakan temen elo juga El, tenang aja kita pasti jagain elo" kata Lana sambil merangkul bahu gue


"Lana bener, kita bakalan jagain elo. Jadi elo harus ikut" suruh Malven yang lebih tepatnya memaksa gue


"Iya elo harus ikut, ntar gue bosen nggak ada yang bikin gue ketawa disana" kata Ersya santai. Dikira gue badut ada bikin ketawa Mulu.


"Pliss, elo harus ikut El. Gue mohon" kata Elvan penuh harap. Duh, jadi nggak tega deh lihatnya. Gue sih oke-oke aja ikut bro, tapi ini masalahnya ijin ke mami guys.


"Lo ikut" kata Raka singkat tapi penuh ancaman. Seakan-akan kalau gue nggak ikut, abis gue sama dia.


Duh alah gimana ini. Bismillah ajalah.


"Oke gue ikut" kata gue final. Yang direspon dengan ekspresi puas dari mereka


Kalian puas, lah gue habis sudah sama mami. Etss, tapi kita nggak boleh berpikir negatif dulu harus Berpikir positif Untuk Urusan mami, Bismillah dulu nanti kalau mau ngomong, biar mami ijinin gue.


Dan Untuk Urusan dokter juga nggak papa tenang. Dipikirin nanti aja. Yang penting sekarang urusan gue sebagai ketua PMR selesai.


"Oke fiks ya, semua ikut" kata Elvan yang diangguki kami semua


______


Kring.. kring..


"Istirahat?" Tanya Malven mendengar bel istirahat


"Kayaknya sih iya" jawab Lana


"Cepet banget. Perasaan kita baru duduk sama ngobrol bentar deh" kata gue. melihat jam dipergelangan tangan gue menunjukkan pukul 10.00 artinya, sekarang udah jam istirahat pertama


"Elo aja yang ngomong Mulu jadi nggak kerasa" kata Ersya santai yang dibalas lirikan sebal dari gue


"Dih, kayak elo enggak aja" sewot gue


"Emang enggak, mau apa Lo?" tanya Ersya


"Lo bawel banget sih jadi cowok" jawab gue kesal


"Terserah gue dong, kok elo yang repot" kata Ersya santai yang malah bikin gue tambah kesel. Tapi sebelum gue bales perkataan Ersya.


"Cukup" kata Raka singkat pada Ersya dan gue. Yang langsung membuat kita diem seketika


"makan" katanya menunjuk bakso didepan gue.


Btw, gue udah pindah duduk disampingnya, jadi gue duduk diapit oleh Malven dan Raka, didepan gue Lana, didepan Malven itu Elvan dan didepannya Raka itu Ersya.


"Kok gue nggak tau elo pesen makan?" Tanya gue pada Raka. Kapan nih anak pesen cobak, kok tiba-tiba udah ada bakso sama jus melon didepan gue.


"Udah sih makan aja, nanya mulu Lo" cibir Lana


"Biarin gue nggak nanya sama elo" ejek gue pada Lana


"Dih" dengus Lana


"Makan" perintah Raka pada gue


"Iya iya ini gue makan" kata gue melihat bakso didepan gue. Saat mau makan itu bakso ke mulut. Gue jadi inget sesuatu.


"Kenapa nggak suka?" Tanya raka


"Ah enggak kok" kata gue melanjutkan acara makan gue yang sempet tertunda


'Nggak papa kali ya gue makan bakso, lagian kan Minggu depan gue nggak ketemu sama dokter Wisnu. Jadi aman-aman aja kan?' Kata gue dalam hati


Sambil menikmati bakso, gue lihat sekeliling kantin yang mulai ramai karna udah jam istirahat. saat lagi seru-serunya makan, tiba-tiba terdengar bisik-bisikan syaiton dari tempat duduk yang tidak jauh dari tempat kami.


"Lo tau nggak, tadi gue lihat Elvan gandengan tangan sama Ella waktu jam pelajaran pertama tadi" kata salah satu cewek disana.


Kayaknya gue tau siapa nih bocah deh. Kalau dari suara sih, udah jelas kalau ini Jeje and the Genk. 3 cewek kelas 12 yang suka banget cari masalah sama gue. Bahkan kalau sehari nggak cari masalah sama gue kayaknya hari mereka suram, sangking seringnya mereka cari gara-gara sama gue.


"Ah, masak sih Ella kan pacarnya Kavin. Kok gandengan sama Elvan" kata susan, salah satu dayang-dayang nya Jeje. Sambil melirik lirik kami


Dih iri aja Lo, mau gue gandengan sama Elvan kek, mau sama Kavin kek itu urusan gue ngapain elo yang repot


"Bener gue nggak bohong. Gue emang liat dia gandengan sama Elvan " kata Jeje menyakinkan teman-temannya


"Ah masak sih, kalau pun emang gandengan kok sekarang Ella duduknya bareng Raka sama Malven sih" kata Imel, dayang-dayang Jeje yang lainnya


"Bener sok cantik banget jadi cewek. Udah tau pacarnya Kavin, tapi tadi pagi gandengan sama Elvan, eh sekarang malah duduk bareng Malvin dan Raka" kata Susan


Emang kenapa kalau gue cantik iri aja Lo


"Ella kan gitu, mentang-mentang ketua PMR jadi sok-sokan deket sama Elvan, Raka, Ersya dan Malven" kata Jeje sinis


Halah bilang aja iri. Nggak bisa deket sama Elvan, Ersya, Raka dan Malven kayak gue


"Lagian nih ya, mereka kan salah satu siswa yang punya jabatan penting disekolah. Kok malah nongkrong di kantin sebelum bel istirahat sih" kata Susan


"Penting apaan sih San. Palingan mereka itu cuma menggunakan jabatan mereka supaya bisa nongkrong dikantin. Apalagi kan ada Elvan, ketos di sini. Siapa sih yang berani ngelarang dia" kata Jeje sok tau


"Dih, didepan guru aja kelihatan baik. Tapi dibelakangnya urakan banget kelakuannya" cibir Imel melirik sinis pada kami


Wah, nih anak mulutnya lama-lama minta di sekolahin ulang di TK


"Tapi guys siapa tau mereka lagi ngerjain sesuatu" kata Susan


"Halah ngerjain apa sih San, pakek harus dikantin segala" kata Jeje


"Tapikan Jeje, dimeja mereka ada laptop sama banyak kertas. Bisa ajakan mereka emang lagi ngerjain sesuatu" kata Susan melihat meja kami penuh dengan kertas-kertas


"Paling itu cuma akal-akal an mereka aja biar dikata sibuk, padahal aslinya mah ya gitu deh" kata Imel


"Minta di gampar laptop tuh bocah-bocah" kata gue pelan


"Mohon bersabar, mohon bersabar. nggak boleh terpancing sama omongan syaiton" bisik Ersya pelan pada kami


"Iya tapi mereka udah keterlaluan banget Lo" kata gue


"Abaikan aja" kata Elvan santai memakan cilok nya


"Bener sih abaikan aja mereka. Lagian mereka juga nggak penting" kata Lana


"Eh kalian tau nggak ada gosip baru loh" kata Jeje antusias


"Ohh ya apaan" tanya Imel tak kalah antusias juga


"Katanya nih ya, Lana itu ngasih badannya ke Malven. Biar Malven ngangkat dia jadi Pradana Putri" kata Jeje


Wah makin keterlaluan aja tuh mulut mereka, omongannya udah mulai kemana-mana


"Ah masak sih?" Kata Susan tak percaya


"Iya gue pernah liat Lana ngomong mau ngasih badannya ke Malven asal Malven mau ngangkat dia jadi Pradana putri" kata Jeje sok tau


"Pantes aja dari sekian banyak anggota Ambalan, Lana yang dipilih" kata Susan


"Ah, ternyata Lana sama Ella itu sama aja. Murahan jadi cewek" cibir Imel


"Bangsat!! Mereka udah keterlaluan" amuk Lana.


Nah, hayo mereka udah bangunin singa yang lagi tidur.


"Sabar na, sabar" kata gue pada Lana yang mukanya sudah memerah menahan kesal. Fiks, gue harus mengambil tindakan ini mah sebelum negara api menyerang.


"Kalau nggak tau permasalahannya itu jangan sok tau" kata gue keras yang pasti didengar oleh seluruh kantin.


"Kalau-" Tapi begitu gue mau melanjutkan acara sindir menyindir, omongan gue udah dipotong duluan sama Lana.


"Jangan sampai elo malu kalau omongan Lo terbukti salah. Ops, tapikan elo emang malu-malu in dari sananya" ejek Lana.


Jlebb, banget ini mah.


"Jadi netijen itu diem aja. Jangan kebanyakan komen" sahut Elvan dengan suara keras juga


"Karna komentar Lo itu nggak bermutu sama kayak hidup Lo" sahut Ersya


"Omongan itu cerminan diri. Kalau omongannya aja sampah apalagi orangnya" kata Malven keras


"Sampah pasti bakal ngomong sampah juga" kata Raka singkat tapi nyesek di hati


Triple kill, ahh bukan triple udah legend lagi kalau gini mah. Gila jarang-jarang cowok-cowok ini ngeluarin kata-kata savage nya. Jos banget deh.


Mendengar ucapan pedas dari kami. Cabe-cabean geng akhirnya keluar dari kantin dengan muka malunya.


"Aih, masih aja ada orang yang mulutnya kayak nggak di sekolahin" kata Lana masih kesal


"Sabar Na, Udah lupain aja udah omongan sampah kayak gitu" kata Ersya menenangkan Lana


"Gue balik kekelas dulu ya" kata gue


"Yoi, kita semua juga mau bubar kok" kata Malven


"Gue duluan ya guys, bye" pamit gue pada mereka


"Bye" balas mereka barengan


"Cie barengan " ejek gue


"Banyak omong, udah sana pergi" usir Ersya


"Iya-iya ini gue pergi" kata gue lalu meninggalkan kantin


"Hay guys.. Ellaine yang manis dan imut kembali lagi" teriak gue didalam kelas


"Berisik Lo Markona" kata Bobi ketus


"Biarin" ejek gue


"Sayang elo ada pawangnya. Kalau nggak ada gue timpuk Lo" katanya


"Ayo cobak sini duel sama gue" tantang gue


"Sorry La, gue masih sayang nyawa. Takut di tendang sama Kavin gue" katanya melas yang bikin gue ngakak seketika. Tadi aja Sok-sokan, tapi sekarang lembek.


"Woyy elo kemana aja. Dari jam pertama Sampek istirahat nggak kelihatan" kata Anya yang datang dari arah belakang gue


"Biasa orang sibuk" kata gue sok


"Sok lo" katanya memukul kepala gue


"Jangan di toyor dong kepala cantik gue ntar gue jadi bego kayak elo" kata gue mengusap kepala gue yang sakit


"Cih, banyak omong Lo" kata Anya


"Lo tadi dicariin Kavin" kata Rena yang sedari tadi diam melihat kelakuan kami


"Oh ya, palingan juga ngajak ke kantin" kata gue santai


"Tadi gue denger, cabe and the Genk buat masalah lagi ya sama elo" tanya Anya


"Biasa hidupnya kurang berwarna kalau sehari nggak cari masalah sama gue. Tapi buat hari ini, dia salah cari lawan" kata gue dengan senyum evil


"Emangnya ada kejadian seru apa?" Tanya anya semangat. Gila nih bocah sahabatnya susah malah semangat.


"Tadi dia sok-sokan gosip in gue karna liat gue gandengan sama Elvan padahal faktanya Elvan narik tangan gue, gue mah b aja karna udah biasa denger bacotan kayak gitu. Liat gue yang nggak ngerespon apa-apa dia malah ganti target gosip in Lana. Trus Lana murka deh, nggak cuma Lana sih tapi Elvan, Ersya, Raka sama Malven juga ngamuk" kata gue panjang lebar


"Emang gosip in apaan kok mereka semua sampai murka" tanya rena kepo


"Mereka bilang, Lana ngasih badannya buat Malven supaya dia diangkat jadi Pradana putri" kata gue santai


"Gila cari mati tuh bocah" kata Rena takjub


"Nah gue bilang apakan. Hari ini dia salah cari lawan" kata gue sinis


"Udah ah gue males bahas sampah kayak mereka. Gue mau lanjut baca novel dulu. Hari ini jamkos sampai pulangkan?" Lanjut gue


"Iya jamkos sampai pulang" kata Rena kalem


"Oke gue mau baca novel dulu" kata gue kemudian mengeluarkan novel kesukaan gue.


_______


*


¹ Ambalan :satuan organisasi dalam Gerakan Pramuka 


² MPK : Majelis Perwakilan Kelas


...----------------...


...Ig: @quella.ved...