ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Uwu



Keesokan harinya


Pagi-pagi sekali Kavin sudah sampai dirumah Ella untuk menjemput Ella.


Tok tok tok


Cklekk


"Assalamu'alaikum mami"


"Waalaikumsalam Kavin. Kamu mau jemput Ella kan?" Tanya Tanisha memastikan


"Iya Mi" jawab Kavin


"Ella nya masih siap-siap dikamar. Bentar lagi mungkin turun" jelas Tanisha


"Yaudah mi, Kalau gitu Kavin tunggu Ella disini aja" kata Kavin


"Jangan dong" tolak Tanisha


"Daripada kamu nunggu disini. Mending ikut mami sama Athaya sarapan di dalem, sambil nungguin Ella. Lagian ini masih pagi banget, kamu pasti belum sarapan kan?" Tanyanya


"Nggak usah mi. Nanti Kavin sarapan di kantin aja" tolak halus Kavin


"Daripada di kantinkan, mending disini aja. Udah jangan sungkan. Ayo masuk" kata Tanisha menggeret Kavin masuk kedalam rumahnya


...----------------...


Di ruang makan, terdapat Athaya yang sedang sarapan sepiring nasi goreng dan segelas susu stroberinya.


"Bang Kavin" sapa Athaya ceria pada Kavin yang baru saja datang


"Hay Athaya" sapa balik Kavin pada Athaya


"Kak El, masih belum turun juga?" Tanya Tanisha pada putra bungsunya itu


"Belum mi" jawab Athaya


"Hah anak itu lelet banget" kata Tanisha lelah


"Yasudah. Ayo duduk Kav. Mami ambilin nasi gorengnya" ajaknya pada Kavin


"Nggak usah mi biar Kavin sendiri aja" tolak Kavin lalu duduk disamping Athaya


"Yaudah-"


"GOOD PAGI EVERYONE... ELLA YANG CANTIK SIAP UNTUK SARAPAN DAN PERGI KE SEKOLAH.." Teriak Ella dari tangga


"Yaampun Ella udah berapa kali mami bilang jangan teriak-teriak, inituh rumah bukan hutan" omel Tanisha berjalan kearah Ella


"Hehehehe"


"Maaf mi, Ella khilaf" kata Ella cengengesan mendengar Omelan maminya


"Hah yasudahlah. Ayo sana sarapan, keburu telat nanti sekolahnya. Mami mau nyiapin bekal buat adikmu dulu" suruh Tanisha pada Ella sebelum menghilang kearah dapur


"Sip, mi" kata Ella berjalan menuju meja makan dengan semangat. Namun, tiba-tiba Langkahnya terhenti saat melihat Kavin di meja makan


"Loh!! Kavin!! Ngapain disini!!" Pekik Ella syok melihat Kavin yang asik makan nasi goreng


"ELLA JANGAN TERIAK" omel maminya dari dapur


"MAAF MI" sahut Ella


"So? Lo ngapain?" Tanyanya lagi pada Kavin


"Makan" kata Kavin enteng


"Cih, orang bodoh juga tau kalau Lo lagi makan. Maksud gue ngapain kerumah gue?" Tanya Ella jengah lalu duduk didepan Kavin


"Jemput kamu" jawab Kavin mengalihkan pandangannya ke Ella


"Tumben, selingkuhan Lo kemana semua?" Tanya Ella santai sambil mengambil nasi goreng untuknya


"Jangan mulai deh, masih pagi. Gue males ribut" kata Kavin enggan membahasnya


'cih, gaya banget jadi orang. Padahal yang bikin ribut itukan dia biasanya' gumam Ella pelan mulai memakan nasi gorengnya


"Lo ngomong apa?" Tanya Kavin bingung melihat Ella yang bergumam tidak jelas


"Enggak" elak Ella


"Yang bener?" Tanya Kavin penuh selidik


"Iya" jawab Ella


"Yakin?" Tanya Kavin lagi


"Iya" jawab Ella lagi


"Bener? Serius?" Tanya Kavin trus


"Bener. Ud-"


"ANAK-ANAK JANGAN NGOMONG AJA!! CEPET DIHABISIN MAKANANNYA!" teriak Tanisha dari arah dapur memotong perkataan Ella


"Iya mi" sahut mereka bertiga bersamaan


...----------------...


"Mi, Ella berangkat dulu ya" pamit Ella mencium tangan maminya


"Kavin juga mi" pamit Kavin yang juga ikut mencium tangan Tanisha


"Iya hati-hati dijalan. Kavin jangan ngebut-ngebut bawa motornya" pesan Tanisha


"Iya mi, Assalamu'alaikum"


"Waalaikumussalam"


...----------------...


SMA GARUDA, Kelas 12-MIPA2


"Sana pergi" usir Ella pada Kavin saat sudah sampai didepan kelasnya


"Jahat banget sama tunangan sendiri" cemberut Kavin


"Bodo"


"Udah sana kembali ke alam Lo. Ntar keburu masuk" usir Ella garang


"Iya iya ini juga mau pergi"


Cup


"Selamat belajar masa depan aku" kata Kavin genit setelah mencium kening Ella sekilas. Sedangkan Ella yang dicium menatap Kavin dengan tatapan yang amat biasa aja, tanpa blussing sedikitpun.


*(Hati terbuat dari apa sih El? Ampek, dicium cogan biasa aja. Authorkan iri◍•ᴗ•◍)


"Too" balas Ella dengan lembut mengelus pipi Kavin lalu Kavin memegang tangan Ella di pipinya dan mengecupnya juga


"Aku pergi dulu" pamit Kavin sebelum benar-benar pergi meninggalkan Ella untuk kekelasnya


"SELAMAT PAGI PARA CALON ORANG SUKSES" Teriak Ella saat memasuki kelasnya


"Selamat pagi Ella" sahut mereka


Emang kalau biasanya orang-orang masuk kelas kebanyakan kalau nggak ngumpat ya ngomong yang jelek-jelek. Tapi tidak bagi kelas Ella, karna omongan adalah doa. Jadi mereka membiasakan diri mengucapkan yang baik-baik apalagi masih pagikan. Masa masih pagi, omongannya udah umpatan sama hinaan semua. Kan nggak mencerminkan sikap murid sekolah gitu.. tapi beda lagi kalau udah siang, karna makin siang makin puyeng karna pelajaran. Jadi omongannya sedikit bobrok. Mohon dimaklumi aja, namanya juga masih belajar ;)


"Tumben dianter Kavin?" Tanya Anya pada Ella yang baru saja duduk di bangkunya


"Nggak tau. Tadi pagi dia tiba-tiba nongol dirumah gue" jawab Ella santai


"Curiga gue" kata Anya dengan tatapan menyelidik


"Masih pagi jangan mikir yang aneh-aneh" kata Ella


"Tapikan-"


"Udah biarin aja. Mau apapun yang dilakuin Kavin, gue percaya dia nggak akan ngehianatin gue" putus Ella


"Tapi yasudahlah terserah Lo" kata Anya lelah lalu fokus pada hpnya sedangkan Ella fokus pada novel yang baru ia keluarkan dari tasnya.


...----------------...


Kantin


"Lo mau pesen apa biar gue pesenin?" Tanya rena


"Mie ayam aja sama es teh" kata Ella


"Gue samain aja" sahut Anya


"Oke" kata Rena lalu pergi memesankan makanan untuk mereka. Sepeninggal Rena, mereka lalu fokus pada hp masing-masing. Merasa bosan, Ella meletakkan hpnya lalu melihat kearah Anya.


"Nya, kapan Lo kenalin gue sama pacar baru Lo?" Tanya Ella tiba-tiba


"Ntar kalau sempet" jawab Anya seadanya


"Lo mah gitu, pelit" cemberut Ella


"Bukannya gue pelit. Emang nggak ada waktu aja. Lagiankan pacar gue beda sekolah sama kita" kata Anya memberikan alasan


"Alasan" ketus Ella pura-pura melihat hpnya lagi


"Oke oke.. ntar gue suruh dia jemput gue. Gue kenalin kalian nanti pulang sekolah" kata Anya melihat Ella yang akan ngambek


"Bener" kata Ella antusias


"Bener dong. Kapan gue boong sama Lo" kata Anya


"Nah gitu dong" kata Ella memeluk Anya dengan erat


"Eh eh eh"


"Apaan nih kok tiba-tiba jadi Teletubbies gini" kata Rena yang sudah datang dengan pesanannya


"Makasih dek" ucap Rena pada adek kelas yang sudah membantunya membawa es


"Sama-sama kak" katanya lalu pergi dari mereka


"Nih makan" kata Rena menyerahkan pesanan mereka masing-masing


"Makasih ren" kata Ella dan anya


"Kembali kasih, udah ayo makan" kata Rena mulai menyantap mie ayamnya


Melihat Rena makan, Anya dan Ella pun juga ikut menyantap mie ayamnya masing-masing. Baru beberapa suap makan, segerombolan anak manusia datang menghampiri mereka.


"Suapin"


"Buka mulut" kata Ella menyuapkan mienya pada orang disampingnya


"Enak"


"Yaiyalah enak kan gratis" dengus Ella kesal


"Hehehehe"


"Lagi"


"Beli sendiri. Ini punya gue" tolak Ella


"Pelit"


"Gue laper Kavin" kata Ella lelah. Yah, segerombolan anak manusia tadi adalah Kavin dkk. Yang tanpa diundang tiba-tiba ikut nimbrung makan bareng mereka.


"Yaudah-yaudah gue pesen sendiri" kata Kavin mengalah lalu melihat kearah teman-temannya. Melihat tatapan Kavin, mereka langsung pura-pura sibuk dengan urusan masing-masing.


"Pesen Rei" suruh Kavin saat tatapannya berhenti di Rei


"Cih, udah gue duga" kesal Rei namun tetap berdiri untuk memesankan makanan


"Kenapa baru keluar?" Tanya Ella pada Kavin


"Nggak papa" jawab Kavin


"Jangan kayak cewek kalau ditanya jawabnya nggak papa. Yang kreatif dong jadi cowok biar nggak sama" jengah Ella


"Cerewet banget sih" kata Kavin mencubit pipi tembam Ella yang menggembung karna penuh dengan mie


"Aw sakit" keluh Ella mengusap pipinya


"Maaf"


Cup


"Udah nggak sakitkan" kata Kavin setelah mencium pipi Ella singkat


"Masih" kata Ella jujur


Cup


Cup


Cup


"Udah? Atau masih kurang?" Tanya Kavin setelah berturut-turut mencium pipi Ella


"Lumayan" kata Ella santai sambil memakan mienya yang tinggal sedikit


"Makanya jangan imut-imut jadi cewek. Akukan pingin nyubit jadinya" kata Kavin menusuk-nusuk pipi Ella


"Takdir" kata Ella seadanya setelah menghabiskan makanannya


"Ekhemmm"


"Ekhemmm"


"Pliss hargai yang jomblo" kata Addi yang tidak kuat melihat keuwuan mereka lagi


"Jiwa jombloku meronta-ronta" kata Radhit yang masih memandangi Ella dan Kavin


"Mangkanya cari pacar" kata Kavin lalu mulai memakan mie ayam pesanannya yang baru datang.


"Sini aku suapin" kata Kavin setelah melihat tatapan Ella pada mienya


"Boleh?" Tanya Ella penuh harap


"Boleh dong"


"Buka mulut" kata Kavin


"Enak" kata Ella senang


"Kamu nggak kenyang?" Tanya Kavin heran


"Nggak" jawab Ella yang masih disuapin oleh Kavin sambil bermain game di hp Kavin


"Badannya aja kecil. Tapi makannya kayak kuli" ejek Anya


"Sirik ae Lo. Bilang aja pingin disuapin juga" kata Ella


"Derita punya doi beda sekolah. Banyakin sabarnya yah" ejek Ella


"Cih" kesal Anya mendengar ejekan Ella


"Lagi kav" kata Ella meminta disuapin lagi


Jadinya Kavin makan sambil sesekali menyuapi Ella yang bersandar pada bahunya dan sibuk main game di hpnya. Nggak hanya Addi dan Radhit yang iri melihat keuwuan mereka. Karna nyatanya hampir seluruh kantin iri pada mereka. Emang yah kalau orang pacaran dunia itu serasa milik berdua yang lain mah ngontrak. Apalagi kalau yang pacaran Ellaine cewek tercuek, udah dianggap ngungsi lagi bukan cuma ngontrak.


...Next?...


...----------------...


...Follow...


...Ig : @quella.ved...


..."Your Life is Your Choice"...