ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Obrolan Ella



"Aku sudah bersiap untuk kehilanganmu, sebagaimana kamu bersiap untuk kehilanganku"


^^^-Ellaine Z.D^^^


...****************...


Rumah Sakit,


Dokter Caca yang baru saja menyelesaikan operasinya, terlihat berjalan keluar dari ruang operasi menuju ruangannya. Ditengah jalan, ia merasa ponselnya bergetar di sakunya.


drrtt..drttt..


"Halo" kata Dokter Caca mengangkat panggilan telepon di ponselnya


"Ini aku Wisnu" kata Dokter Wisnu diseberang sana


"Iya, kenapa?" tanya Dokter Caca masuk kedalam ruangannya


"Ella" kata Dokter Wisnu


"Ella kenapa?" tanya Dokter Caca khawatir mengingat kesehatan Ella yang terkadang bisa drop seketika, meskipun sebelumnya baik-baik saja.


"Dia..." kata Dokter Wisnu menggantung


"Aku pulang sekarang" kata Dokter Caca menutup teleponnya tanpa mendengar penjelasan Dokter Wisnu lagi lalu merapikan barang-barangnya untuk pulang


.


.


.


"Yuni, I have urgent business now. So for the 6 o'clock operation, I've contacted Doctor Cici to replace me" kata Dokter Caca


"Can you please prepare everything?" pintanya


"Sure, doctor" kata Suster Yuni


"Thank you" kata Dokter Caca lalu berjalan menuju lift


 


Apartemen,


Cklekk


"Wisnu" panggil Dokter Caca begitu membuka pintu Apartemennya


"Wisnu"


"Wis-


"Ca" kata Dokter Wisnu berjalan menghampiri tunangannya yang baru pulang


"Ella kenapa?" tanya Dokter Caca khawatir


"Ella drop lagi?" tanyanya sangat khawatir


"Ella baik-baik aja, tapi.."


"Dia berantem sama Kavin" jawab Dokter Wisnu lirih


"Berantem? bukannya tadi Ella nganterin Kavin ke bandara?" tanya Dokter Caca bingung


"Jadi tadi itu-


 


Flashback


"Kamu bisa cerita sekarang" kata Dokter Wisnu pada Ella


Setelah tadi memenangkan Ella yang menangis, Dokter Wisnu mengajak Ella untuk makan di Cafetaria dekat Bandara


"Kamu berantem sama Kavin?" tanya Dokter Wisnu pada Ella yang hanya diam saja


"Kavin boongin aku, Dok" jawab Ella menatap mata Dokter Wisnu


"Dia bohong apa?" tanya Dokter Wisnu


Ella diam saja tidak menjawab pertanyaan Dokter Wisnu, hanya menatap sekilas dokter Wisnu lalu mengalihkan pandangannya ke arah jalanan


"El" panggil dokter Wisnu pada Ella yang termenung menatap jalanan Singapura yang padat di sore dari kaca Cafetaria


"El" panggil Dokter Wisnu sekali lagi


"Huftt.."


"yaudah kalau kamu nggak mau cerita, kita makan aja dulu" kata Dokter Wisnu memanggil pelayan cafetaria untuk memesan makanan*


### Flashback end


...----------------...


"Jadi, Ella nggak cerita apa-apa? Ella cuma bilang Kavin bohongin dia?" tanya Dokter Caca memastikan


"iya" jawab Dokter Wisnu


"Dan jika dilihat dari tatapan mata Ella. Aku rasa Ini masalah yang cukup besar" tambahnya


"Mata Ella mengatakan hatinya sangat kecewa dan sakit" kata dokter Wisnu menambahkan


"Dimana Ella sekarang?" tanya Dokter Caca


"Di kamarnya" jawab dokter Wisnu


"sejak sampai tadi, Ella mengurung dirinya dikamar"


"Aku udah manggil dia berkali-kali tapi dia nggak nyahut. Mungkin dengan kamu dia bisa terbuka" kata Dokter Wisnu


"Biar aku yang ngomong sama Ella" kata Dokter Caca menepuk pundak tunangannya


"Kamu tenang aja, semua akan baik-baik saja" kata Dokter Caca lalu meninggalkan Dokter Wisnu di ruang tamu.


"Ella akan selalu baik-baik aja, adik kecilku yang manis akan baik-baik aja. Aku yakin itu" gumam Dokter Caca pada dirinya sendiri


...----------------...


Tok.. tok.. tok..


"Ella ini dokter Caca, dokter boleh masuk?" tanya Dokter Caca mengetuk pintu kamar Ella


"Ella"


"Ellaine" panggil Dokter Caca lagi, karna tidak mendapat jawaban dari dalam


"Masuk aja, pintunya nggak Ella kunci" kata Ella lirih dari dalam


"Dokter masuk ya, Sayang" kata Dokter Caca membuka pintu kamar


Cklekk


Pemandangan pertama yang Dokter Caca lihat saat memasuki kamar adalah Ella yang duduk termenung di kursi panjang menatap kondisi Singapura senja hari dari jendela kamarnya. Tidak ada air mata ataupun ekspresi hanya duduk diam melihat keluar dengan tatapan yang tidak terbaca.


"Hai" sapa Dokter Caca menghampiri Ella. Ella hanya diam tidak menoleh sedikitpun.


"Ella" kata Dokter caca menyentuh bahu Ella


"El, ini dokter Caca" kata Dokter Caca duduk didepan Ella


"Kamu kenapa?" tanya Dokter caca mengelus pipi Ella lembut. Merasakan sentuhan Dokter Caca dipipinya, akhirnya Ella memalingkan wajahnya menatap dokter Caca


"Dok" bisik lirih Ella


"Iya, Sayang. ini dokter" kata Dokter Caca menggenggam tangan Ella


"Dokter sakit" bisik Ella lirih dengan mata yang berkaca-kaca


Melihat Ella yang begitu rapuh dan hancur, Dokter Caca segera memeluk Ella dan mengelus punggungnya lembut untuk menenangkan Ella. Mendapat perlakuan tersebut, Ella tidak sadar meluapkan semua sesak dalam hatinya.


"Sakit dok.. sakit" kata Ella dengan berderai air mata


"Hikss.. sakit dok.. hikss.. hatiku sakit.. hikss.." tangisnya memukul-mukul dadanya yang terasa sesak


"Dada Ella.. hikss..rasanya sesak.. hikss... sakit" katanya terus menerus


"Menangislah sayang. Menangislah sepuasnya" kata Dokter Caca memeluk erat Ella


"Menangislah dan setelah itu jangan lupa untuk bangkit lagi" bisik nya pada Ella yang masih terisak di pelukannya


.


.


Setelah hampir 30 menit, Akhirnya Ella bisa sedikit tenang dan tidak terlalu terpuruk seperti tadi.


"Udah bisa cerita?" tanya Dokter Caca pada Ella yang sudah lumayan tenang


"Kavin" jawab Ella jujur


"Kenapa dengan Kavin?" tanya Dokter Caca lembut


"Dia selingkuhin aku untuk kesekian kalinya lagi" jawab Ella kecewa


"Selingkuh?"


"Kavin selingkuh!?" tanya Dokter Caca terkejut


"Dan kata kamu lagi? jadi, Kavin sering selingkuhin kamu?!" tanyanya syok


"Iya" jawab Ella lirih


"Kavin sering keluar sama cewek lain. Yah, meskipun aku tau mereka nggak ada hubungan apa-apa. Cuma sekedar main-main untuk Kavin" tambahnya


"Kenapa kamu diem aja? Kamu nggak marah? atau kecewa?" tanya Dokter Caca tak habis pikir dengan Ella


"Aku... kecewa" jawab Ella tersenyum tipis


"Awalnya aku pikir Kavin cuma main-main dengan mereka. Wajar untuk anak cowok seusianya. Lagipula Kavin nggak pernah serius sama mereka. Tapi semakin kesini, kelakuan Kavin semakin buat aku sakit. Berulang kali Aku mencoba memaafkannya, dan memakluminya. Tapi..."


"Kenapa kamu nggak putusin Kavin?" tanya dokter Caca


"Dokter orang kesekian yang bilang gitu"


"Dokter, sangat mudah untuk aku bilang putus. Tapi tidak mudah untuk memutuskan ikatan yang lainnya" kata Ella tersenyum miris


"Dokter taukan apa yang aku maksud?"


"Jadi kamu akan tetap menahan sakit ini" kata Dokter Caca paham maksud Ella


"El, hubungan yang hanya ada rasa sakit dan kecewa didalamnya. Itu bukan hubungan yang baik" katanya menyentuh tangan Ella


"Aku tau" kata Ella balik menggenggam tangan Dokter Caca


"Tapi aku nggak punya pilihan lain" kata Ella


"Apa kamu takut kehilangannya?" tanya dokter Caca hati-hati. Ella hanya tersenyum mendengarnya.


"Aku sudah bersiap untuk kehilangan Kavin, sebagaimana Kavin sudah bersiap untuk kehilanganku" jawab Ella


"Jadi apalagi yang aku takutkan?" tanyanya


"El"


"Dokter nggak usah khawatir aku baik-baik saja, aku hanya sedikit kecewa karna dia memprioritaskan perempuan lain" kata Ella


"Maaf sudah merepotkan dokter" kata Ella tak nyaman


"Kamu jangan bilang gitu" kata dokter Caca


"Kamu sudah seperti adik untukku"


"Kakak mana yang tega melihat adiknya menderita. Begitu juga dengan Dokter" kata Dokter Caca kembali memeluk Ella


"terimakasih, Dokter" bisik Ella membalas pelukan Dokter Caca


"Ella dengar, apapun yang menjadi pilihanmu. Dokter nggak bisa merubahnya" kata Dokter Caca melepas pelukannya


"Hanya saja, dokter mohon. Fokuslah dengan kesehatanmu untuk saat ini, itu yang paling penting. Dokter tidak ingin kamu drop dan kesehatanmu kembali menurun. Ingat banyak orang yang menunggu kamu untuk pulang" kata Dokter Caca memberikan nasehat


"Aku tau" jawab Ella


"Aku akan fokus dengan kesehatanku"


"Dokter tenang saja" kata Ella menepuk punggung tangan Dokter Caca


"Kavin, hatiku sudah hancur. Kepercayaanku sudah rusak. Apalagi yang ingin kamu hancurkan lagi nantinya?" tanya Ella dalam hati


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...