
Clekk
"Sayang,, aku pulang" kata pertama yang diucapkan Kavin begitu memasuki ruang rawat inap Ella
Cup
"kamu baik-baik aja kan?" tanyanya mengecup dahi Ella
"baik" jawab Ella
"Kamu sendirian?" tanya Ella heran, karna biasanya 5 sekawan ini tidak terpisahkan.
"nggak sama yang lain, tapi mereka pulang dulu baru kesini. Katanya mau ganti baju dulu" jawab Kavin
"Dan kamu?" tanya Ella
"aku nitip dibawain Radhit" jawab Kavin duduk di samping ranjang Ella
"Oh"
"kamu udah makan?" tanya Ella perhatian
"belum"
"mana bisa aku makan, saat aku kepikiran kamu trus" kata Kavin cemberut
"Bego, mikir itu juga butuh makan" ketus Ella
"nih makan" tambahnya memberikan donat pemberian Indy tadi
"dapet darimana kamu?" tanya Kavin heran tapi tetap menerima donat tersebut
"kan aku udah bilang temen aku mau kesini. Tadi dia bawain itu buat aku" jawab Ella
"Sekarang udah pulang dia?" tanya Kavin melihat sekeliling ruangan yang sepi
"belum, tadi aku suruh dia cari makanan sama camilan. Bentar lagi juga balik" jawab Ella
"ohh" kata Kavin seadanya
.
.
.
.
'Kita telat banget nggak sih'
'lumayan kayaknya'
'Lo sih Rei, gue bilang juga apa. jangan lama-lama keburu macet. Nah kan, terbukti kita kejebak macet beneran'
'kalian semua nyalahin aku?'
'iya'
'jahad, liat aja gue aduin kalian ke papa Kavin sama mama Ella'
"Kayaknya itu mereka deh" kata Indy saat mendengar suara Rei dkk dari dalam ruang rawat inap Ella
"kayaknya sih iya..
3
2
1
And.."
Cklekk
"HOLA,, GUYSS BABANG TAMVAN KEMBALI NIH" teriak Rei menggelegar
"Bego, udah gue bilang ini rumah sakit bukan hutan. jangan teriak-teriak" ketus Addi yang berdiri dibelakang Rei
"ya maaf, keceplosan" kata Rei membela diri
"Bacot, buruan minggir" kata Addi dengan tidak sabarannya mendorong tubuh Rei ke samping agar tidak menghalanginya pintu
"sampai kapan gue lihat tingkah bego mereka" gumam Ella lelah melihat mereka
"ELLA" teriak Anya dan Rena berlari kearah Ella dengan penuh semangat
"OMG!! ELO UDAH NGGAK PAPA KAN?"
"MASIH ADA YANG SAKIT NGGAK?" tanya mereka heboh bergantian memeluk Ella
"gue heran, kalian disekolah jangan-jangan suka ngemil toa ya? hayo ngaku?" tanya Indy penuh selidik menatap mereka. Mendengar suara yang tidak asing ditelinga mereka, Anya dan Rena segera berbalik untuk melihat siapa yang berbicara. Dan betapa terkejutnya mereka, saat melihat teman lama mereka tiba-tiba ada disini.
"OMG INDYY!!!"
"KOK LO ADA DISINI?"
"KAPAN PULANG DARI JERMAN??"
"PULANG KOK NGGAK NGABARIN, NGGAK ASIK LO MAH?" tanya heboh mereka berdua begitu melihat kehadiran Indy yang mendadak
"fiks, kalian emang ngemil toa disekolah" kata Indy menggeleng-gelengkan kepalanya
plakk
"nggak sopan, baru ketemu juga ngajak ribut" gerutu Anya menabok paha Indy keras
"AW,, sakit cabe" keluh Indy mengusap pahanya
"rasain" ejek Anya sedangkan Indy hanya bisa menghela nafas pasrah melihat temannya yang tidak berubah sedikitpun dari dulu.
"Sekarang Lo taukan? gimana sengsaranya gue disini?" tanya Ella dengan prihatin menatap Indy
"hmm,, emang cewek kayak gue itu langka" kata Ella dengan PDnya
"Tunggu-
Dia siapa?" tanya Rei kebingungan
"Ah, kenalin ini salah satu sahabat gue namanya Indy" kata Ella memperkenalkan Indy pada 4 cowok itu
"ini Rei, Addi, Radhit, dan Evan" tambah Ella menunjuk mereka satu persatu
"Hai,, gue Indy, sahabatnya Ella" kata Indy ramah
"sahabatnya Ella? berarti sahabat Rena sama Anya juga?" tanya Addi
"gue emang deket banget sama Ella karna kita tetangga, tapi kalau Rena sama Anya gue cuma 3 kali ketemu mereka" jawab Indy
"terakhir kita ketemu itu, waktu Ella nganter Lo ke bandara kan?" tanya Rena mengingat-ingat
"HM,, 3 tahun yang lalu" jawab Indy
"waktu itu kita nggak sempet buat jalan bareng, pokoknya sekarang kita berempat harus bisa jalan bareng" kata Anya antusias
"boleh, gimana kalau traveling ke Paris aja. Bulan depan ada Paris fashion week?" usul Indy tak kalah antusias
"setuju, tahun lalu Ella bener-bener jahat banget. udah jalan-jalan sendiri ke Paris, pulangnya nggak bawa oleh-oleh sedikit pun pula" keluh Rena mengingat kejadian tahun lalu
"emang kak Ella pernah ke Paris?" tanya Radhit bingung mendengar pembicaraan 3 gadis ini
"negara mana sih, yang belum dikunjungi seorang Ella" jawab Indy santai
"serius, kak Ella pernah kesana?" tanya Radhit pada Ella
"gini nih, kalau cewek ketemu cewek. mulutnya lemes banget" keluh Ella saat menyadari tatapan penuh tanda tanya dari Kavin yang masih setia berada disampingnya
"iya gue pernah ke Paris. Tapi cuma 3 hari" jawab Ella jujur
'udahlah, daripada bohong trus mending jujur aja' batin Ella menyadari satu rahasianya terungkap lagi
"Ngapain kesana?" tanya Kavin
"ketemu temen lah" jawab Ella santai
"temen? segitu jauhnya" kata Kavin ragu
"Lo masih belum tau ya? kalau lingkaran pertemanan Ella itu luas banget. Gue ini cuma 1 dari banyaknya teman Ella yang berada di luar negeri. jadi wajar aja Ella suka traveling ke berbagai negara" kata Indy membantu menjelaskan
"kok aku nggak pernah tau yang?" tanya Kavin serius
"kamu juga nggak pernah cerita tentang ini sama aku?" tambahnya
"Heh! gimana Ella bisa cerita kalau Lo aja sibuk sama selingkuhan Lo" kata Indy tepat sasaran
"Gue yakin, Lo juga nggak sadar saat Ella lagi pergi keluar negeri, karna Lo emang terlalu sibuk dengan selingkuh Lo. hingga lupa kalau udah punya pacar" tambahnya
"kadang gue bingung, Lo itu pacarnya atau bukan sih. kok nggak tau apa-apa tentang Ella" katanya lagi
"Ndy" peringat Ella agar Indy tidak melanjutkan perkataannya lagi
'sebodoh itu ya gue' batin Kavin menyesal karna kurang memperhatikan Ella
'gila, mulutnya Rena aja udah tajem banget. Ini ketambahan Indy yang mulutnya lebih tajem lagi. Nggak heran Ella, mulutnya pedes banget kayak boncabe. Jangan-jangan semua temen Ella mulutnya setajam samurai' batin Rei tercengang
"Kav, aku emang nggak pernah cerita ke siapa-siapa kalau lagi traveling. Yah, bisa dibilang traveling hanya sekedar waktu me time agar aku nggak terlalu jenuh aja"
"lagian sebagian besar, aku ikut mami yang kebetulan lagi ada urusan di luar negeri. So, mami kerja, aku jalan-jalan atau nggak ketemu temen-temen aku" jelas Ella menenangkan Kavin
Ella memang suka sekali dengan traveling, biasanya sebulan sekali ia pasti akan menyempatkan diri untuk jalan-jalan sendirian. Bisa dibilang traveling itu kegiatan Ella untuk menyalurkan segara stress yang dia rasakan selama ini. Apalagi maminya yang sering keluar negeri untuk urusan pekerjaan, membuat Ella jadi lebih suka lagi dengan traveling. Kan lumayan, jalan-jalan gratis.
"nggak usah merasa bersalah. ini murni karna aku aja yang nggak bilang kekamu, bukan kamu yang kurang memerhatikan aku" tambah Ella yang mengerti kesedihan Kavin
"okay?" kata Ella tersenyum manis
Tersihir oleh senyum tunangannya, Kavin merasa seolah semua beban di pundaknya menghilangkan seketika.
"okay" kata Kavin membalas senyuman Ella
"Sorry Kav" kata Indy menyesal
"nggak papa, Lo ada benernya" kata Kavin santai seakan-akan semua ucapan Indy hanya candaan saja
"BTW, Lo inget waktu kartinian dulu nggak Ndy" kata Ella mengalihkan pembicaraan
"ahh,, waktu kita sengaja berangkat telat supaya nggak ikut upacara itukan?" tanya Indy memastikan
"iya bener" kata Ella
"gila,,, itu pertama kalinya gue ngikutin kegilaan Lo" keluh Indy
"Kartinian yang mana sih?" tanya Kavin bingung
"ituloh yang kamu nyari aku buat foto bareng, tapi nggak ketemu-ketemu" jawab Ella
"ohh" kata Kavin mulai ingat
"emang kenapa waktu itu?" tanyanya kepo
"jadi waktu itu tuh-
next?
______
follow
Instagram : @quella.ved
..." Your Life is Your Choice "...