
"Lo nggak kerja?" tanya Indy heran melihat Ella yang masih santai nyemil sembari menonton film kartun kesukaannya padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
"Nggak" jawab Ella santai
"Jangan mentang-mentang rumah sakit tempat lo kerja punya calon suami lo. Lo jadi suka bolos" kata Indy melempar bantal sofa ke arah Ella
"Aww"
"Sakit bego" kata Ella mengelus kepalanya
"Lagian kenapa kalau gue bolos. Toh gue nggak akan dipecat" kata Ella songgong
"Punya privilege itu harus digunakan sebaik-baiknya" katanya tersenyum penuh kemenangan
"Yah yah terserah lo, nyonya" sinis Indy duduk disamping Ella
Ella hanya tertawa pelan melihat Indy yang terlihat kesal.
"Nggak lucu" sinis Indy bertambah kesal
"Dia mau dateng nanti malem" kata Ella setelah diam beberapa saat.
"Demi apa?" tanya Indy terkejut.
'Akhirnya setelah beberapa hari, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga' batin Indy senang dengan kedatangan tunangan Ella
"Demi cinta kami" kata Ella tersenyum manis
"Alay" cibir Indy tapi tetap tidak bisa menutupi kebahagiannya.
"Nih" kata Ella memberikan undangan pernikahan.
"Apa ini?" tanya Indy menerima undangan tersebut dengan bingung
"Siapa lagi yang nikah? Nggak tau tanggal tua apa yah?! Uang menipis banyak banget undangan" keluh Indy pada Ella
"Baca aja dulu" kata Ella membuat Indy mengalihkan perhatiannya ke undangan pernikahan di tangannya.
Membaca undangan tersebut. Indy begitu terkejut sekaligus terharu melihat 2 nama yang tertera di undangan tersebut.
...RAKANA ZABIRU ALTERIO...
...&...
...ELLAINE ZOYA DEOLINDA...
"Finally.." Kata Indy dengan mata berkaca-kaca
"Selamat sayang, selamat" katanya memeluk Ella dengan erat
"Selamat karena lo akhirnya menemukan kebahagiaan lo" kata Indy dengan air mata yang membasahi pipinya namun senyum dibibirnya tidak pernah luntur
"Makasih" kata Ella ikut terharu
Melepaskan pelukan mereka, Ella dan Indy hanya diam bertatapan dengan mata yang basah karena menangis haru. Lalu keduannya kembali tertawa bahagia dan berpelukan sekali lagi.
"Kenapa nggak cerita?" keluh Indy melepas pelukannya
"Kejutan" jawab Ella dengan bahagia
"Dan gue terkejut banget" kata Indy
"Akhirnya sahabat gue mau nikah juga" kata Indy senang mengelus tangan Ella
"Jadi lo harus cepet-cepet cari pacar juga" ejek Ella membuat Indy menjadi cemberut
"Apa? Gue bener kan? Jangan cuma tinggal di butik dan fokus jait baju aja. Tapi lo juga harus fokus sama kehidupan lo yang lainnya" Kata Ella lembut
"Yayah gue tau" kata Indy tak ingin ambil pusing
"Udah dari pada lo ceramahin gue mending kita ke salon" kata Indy antusias
"Ngapain? Gue mager, kemarin pulang malem. Sekarang gue mau tidur aja" kata Ella lelah
"Ck, nanti Raka itu datang minimal lo harus terlihat fresh dan nggak buluk kayak sekarang" cibir Indy melihat mata panda Ella
"Lo kira gue ikan fresh" ketus Ella tetap tak ingin pergi
"Udah jangan banyak ngomong. Ayo pergi sekarang" Kata Indy menyeret Ella masuk kedalam kamarnya tanpa menghiraukan penolakan Ella.
...----------------...
"Nah kan, sekali-kali kita itu harus nyalon biar tetep cantik dan menawan" kata Indy penuh antusias memasuki salon langganannya.
"Halo mbak, kayak biasanya yah" kata Indy pada salah satu pegawai salon.
"Lo?" tanya Indy pada Ella
"Terserah" kata Ella lelah
"Yaudah" kata Indy lalu mewakili Ella untuk memilihkan treatmentnya.
'Ya Tuhan, masih pagi ada aja cobaan' keluh Ella lelah
"Lo kenapa?" tanya Indy pada Ella yang hanya diam saja
"Tuh" kata Ella melirik 3 perempuan disamping mereka yang masih belum menyadari keberadaan Ella dan Indy
"Astaga" kata Indy juga terkejut
"Ada pelakor dan 2 mantan sahabat lo" decak Indy kagum
"Kenapa ada disini?" Bisik Indy pada Ella pelan
"Yah, mana gue tau. Inikan salon langganan lo" cibir Ella dengan berbisik juga
"Tapikan ini salon mertua lo" kata Indy ikut mencibir Ella
"Terus gue harus tanya mamanya Raka gitu" kata Ella tak mau kalah
"Harus" kata Indy semangat
"Gila" cibir Ella lelah dengan tingkah Indy
Melihat tingkah aneh 2 orang disampingnya, Rena mencoba menoleh untuk melihat siapa mereka.
Rena terkejut saat melihat 2 orang itu yang tak lain adalah, Ella dan Indy.
"Ella" kata Rena membuat Anya dan Diana melihat ke arah Ella juga
"Loh kak Ella" kata Diana juga terkejut
"El" sapa Anya kikuk
Awalnya Ella dan Indy sepakat untuk tidak ingin menyapa mereka dan bergegas ke ruangan VIP yang sudah mereka pesan. Namun siapa sangka Rena akan mengenali mereka.
"Oh, hai" kata Ella melambaikan tangannya dengan canggung
"Kita ketemu lagi" kata Indy melambaikan tangannya kearah Rena dan Anya
"Dulu kita ketemunya di Rumah sakit dan janji mau travelling bareng. Tapi nggak nyangka sekarang ketemunya malah udah kubu" cibir Indy pelan namun masih tetap didengar oleh mereka bertiga
"Kak el ngapain disini?" tanya Diana heran
"Mau nyuci, udah tau di salon. Masih tanya mau ngapain" ketus Indy yang sudah mengeluarkan aura permusuhan dengan Diana
"Jangan" bisik Ella pelan pada Indy
"Bukan begitu maksudnya. Inikan salon yang terkenal dan mahal, jadi yah" kata Diana sengaja mengantungkan perkataannya
"Kalian mau nyalon juga. Gabung sama kami yuk, kami udah booking ruang VIP. Meskipun cuma ruang VIP 3" kata Anya menunjukkan kartu VIP mereka
"Di salon ini pelanggan VIP lebih diutamakan dan juga punya keuntungan tersendiri" tambahnya bangga
AL'Beauty, merupakan salah satu salon terkenal dan paling mahal di Jakarta. Mahal karena tidak hanya untuk kecantikan, tapi salon ini juga memberikan jaringan koneksi yang sangat penting untuk para pengusaha. Mangkanya banyak istri pengusaha dan beberapa wanita penting juga berpengaruh yang datang ke salon ini.
Namun, membangun koneksi di tempat ini tidak semudah itu. Pelanggan harus memiliki kartu VIP. Ada 3 macam kartu, pertama berwarna merah tingkat terendah seperti yang dimiliki oleh Anya, kedua berwarna hitam seperti milik Indy, dan yang terakhir berwarna emas.
Warna Emas sejauh hanya dimiliki oleh 5 orang saja. Mamanya Raka sebagai pemilik, kakak perempuan Raka, Ella dan 2 orang lainnya yang merupakan orang-orang berpengaruh.
Setiap kartu memiliki keuntungannya masing-masing. Dan semakin tinggi tingkatnya maka semakin besar keuntungannya.
"Nggak usah repot-repot" kata Ella tak ingin memperpanjang urusan dengan mereka
"Kenapa kak? Nggak papa ikut kita aja. Hitung-hitung sebagai ucapan selamat datang kembali untuk Kak El yang baru datang ke Jakarta" kata Diana sok bijak
"Tenang aja semuanya kita yang bayarin"
"Kak el pasti masih menyesuaikan diri dengan Jakartakan setelah lama di Singapura?"
"Aduh, maaf ya adik kecil. Tapi kita nggak berminat satu ruangan sama ulat bulu" sinis Indy membuat Diana mengepalkan tangannya marah.
"Maksud kakak apa?" tanya Diana menahan kesal
"Nggak ada" cuek Indy lalu beralih ke pengawai tadi dan memberikan kartu VIP berwarna hitam miliknya.
Melihat kartu ditangan Indy, Diana dan Anya tercengang dan merasa kesal. Mereka merasa Ella dan Indy sengaja mengolok-olok mereka berdua.
"Ayo" kata Indy mengajak Ella masuk
"Tunggu" cegah Rena yang sedari tadi hanya diam
"El, lo masih marah?" tanya Rena lirih pada Ella
Merasa tak tega, Ella hanya diam dan mendekat kearah Rena.
"Gue udah bilang gue nggak marah"
"Cuma yang udah terjadi nggak akan pernah bisa kembali lagi seperti semula" kata Ella lalu pergi bersama Indy.
...----------------...