ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Mengenang masa lalu



Author POV


Di Minggu pagi yang cerah, Ella dan maminya sedang asik berkebun dihalaman rumahnya.


"El, ambilin pupuk lagi" suruh Tanisha pada putrinya


"Iya" jawab Ella lalu pergi untuk mengambil pupuk yang diinginkan maminya


"Mi, pupuknya dimana?" Tanya Ella


"Di tempat biasanya El, di sampingnya tempat sapu-sapu" jawab Tanisha yang masih fokus dengan bunga anggreknya


"Nggak ada mi" kata Ella sambil mencari-cari pupuk yang diminta maminya


"Ada" kata Tanisha


"Nggak ada mi" sungut Ella kesal karna tidak menemukan pupuknya


"Awas ya kalau mami yang cari trus ketemu" kata Tanisha menghampiri Ella


"Emang nggak ada mi" kesal Ella. Mendengar perkataan putrinya, Tanisha berdiri dan berjalan ke arah putrinya.


"Ini apa" kata Tanisha menunjuk pupuk yang sebelumnya tertutup kain lap


"Hehehehe"


"Nggak kelihatan" kata Ella cengengesan


"Dasar"


"Yaudah bawa" suruh Tanisha meninggalkan Ella dengan pupuknya


"Iya mi iya. Ini juga dibawa sabar dong" kata Ella membawa pupuknya


"Nih mi" kata Ella memberikan pupuknya


"Sama-sama mami" sindir Ella pada maminya


"Hm" gumam Tanisha yang sedang asik menata bunga-bunganya


'untung emak gue' kesal Ella


"Selesai" kata Tanisha puas melihat bunga-bunganya


"Duduk disana dulu, capek. Habis ini kita mandi" kata Tanisha mengajak Ella duduk di bawah pohon mangga


"Sip mi" kata Ella semangat minum jus melon yang sudah disiapkan maminya tadi sebelum berkebun


'gila, seger. Habis panas-panasan' kata Ella dalam hati


"Ellaine" panggil Tanisha yang hanya dibalas deheman dari Ella


"Kamu bahagia?" Tanya Tanisha tiba-tiba


"Ha?" Kata Ella takpaham dengan pertanyaan maminya


"Kamu bahagia?" Ulang Tanisha


"Sangat. Ella sangat bahagia" jawab Ella tersenyum manis


"Terimakasih" kata Tanisha tertegun melihat senyum manis putrinya


"Kamu tau, lebih dari siapapun. Kamu adalah yang paling tau mami seperti apa.


Mami bersyukur punya anak hebat kayak kamu, Ella.


Terimakasih, selalu menjadi alasan mami tetap kuat


Terimakasih, selalu mendukung mami


Terimakasih, karna tidak pernah meninggalkan mami. Meski, kamu tau makan aja sulit buat kita dulu" lanjut Tanisha menitihkan air mata


"Mami" lirih Ella meletakkan gelas yang tadi dipengangnya


"Kamu inget dulu saat kita nggak bisa makan?" Tanya Tanisha mengenang masa lalu


_________


Flashback


"Ella udah makan?" Tanya Tanisha pada putrinya yang saat itu baru berusia 10 tahun


"Belum" jawab Ella kecil jujur


"Kenapa? Nenek nggak kasih makan?" Tanya Tanisha heran


"Bukan. Dirumah nenek banyak makanannya" jawab Ella yang semakin membuat Tanisha bingung


"Trus kenapa?" Tanya Tanisha


"Mami aja belom makan dari tadi pagi, jadi Ella juga nggak mau makan" kata Ella polos yang mampu membuat Tanisha terharu melihat perhatian putrinya


"Ella kan masih kecil, jadi harus banyak makan. Mami udah besar jadi nggak papa, nggak makan" kata Tanisha mencoba memberikan alasan


"Tapi mami bawa adik, kalau mami nggak makan. Adiknya laper" kata Ella menunjuk perut buncit Tanisha


"Ella" lirih Tanisha melihat tatapan putrinya


"Yaudah kita beli makan yuk sekarang" ajak Tanisha mengandeng tangan kecil Ella


"Ayo" kata Ella antusias. Mereka segera pergi ke warung nasi dekat rumah.


"Satu ya Bu" pesan Tanisha pada penjual nasi


"Makasih Bu" kata Tanisha setelah mendapat sebungkus nasi pesanannya


"Nah sekarang ayok kita makan" kata Tanisha memberikan sebungkus nasi goreng pada Ella


"Kita makannya berdua ya sayang" kata Tanisha setelah melihat tatapan Ella yang seakan menyiratkan pertanyaan 'punya mami mana nasi gorengnya?'


"Okey" Jawab Ella antusias


Flashback off


___________


"Saat itu hati mami sakit melihat tatapan kamu, mami merasa gagal menjadi seorang ibu. Mami merasa bersalah sama papi kamu, karna nggak bisa jaga kamu dengan baik" kata Tanisha mengenang masa-masa itu


"Tapi kamu nggak pernah ninggalin mami, kamu anak pertama mami. Sekaligus sahabat suka dan duka mami yang paling setia"


"Kamu nggak pernah mengeluh, meski harus ikut opa jualan es panas-panasan. Kamu juga sampai Ikut Oma kerja di pabrik kerupuk. Padahal saat itu kamu masih umur 5 tahun. Mami merasa bersalah karna, nggak bisa jaga kamu dengan tangan mami sendiri. Alhasil kamu harus ikut Oma dan opa kerja" lanjut Tanisha


"Mamikan kerja saat itu buat Ella. Jadi Ella ikut opa oma" sanggah Ella


"Iya, mami kerja buat Ella" kata Tanisha mengelus rambut Ella


"Nggak kerasa ya mulai kamu umur 4 tahun sampai sebesar ini, mami cuma sibuk kerja. Nggak ada waktu buat kamu"


"Mami bahkan melewatkan pertumbuhan kamu, mami nggak pernah tau gimana sekolah kamu, gimana bimbel kamu, gimana ngaji kamu. Mami bener-bener terlalu sibuk.


Tapi meskipun begitu, kamu selalu buat bangga mami dengan semua prestasi kamu" puji Tanisha pada putrinya yang selalu membanggakannya


"Tapi mami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Ella" kata Ella tersenyum manis


"Tentu itu tugas seorang ibu sayang" kata Tanisha membalas senyuman Ella


"Hanya saja mami berasa bersalah karna sudah mengorbankan masa kecil kamu" sedih Tanisha


"Mami" kata Ella memegang tangan Tanisha


"Roda itu berputar. Dan aku percaya itu.


Mi, Nggak selamanya kesedihan akan selalu menjadi kesedihan. Karna kebahagiaan akan selalu menyertainya.


Cahaya tidak akan ada tanpa kegelapan,


Jika Tuhan hanya memberikan kebahagiaan, kita tidak akan bisa bersyukur dengan yang sudah kita miliki. " Jelas Ella lembut yang mampu menghilangkan kekalutan dihati Tanisha


"Lagi pula, sekarang aku bahagia.


Kalau masa kecilku biasa-biasa aja, kayak anak pada umumnya. Ella tidak akan menjadi seperti sekarang" lanjut Ella


"Yah, kamu anak yang hebat" puji Tanisha


"Sana mandi" suruhnya pada Ella


"Bentar mi, masih capek" tolak Ella


"Mandi El, habis ini kita kerumah nenek" ajak Tanisha


"Males" keluh Ella


"Aku nggak ikut" tolak Ella


"Kamu harus ikut. Wajib"tegas Tanisha


"Males ih, ntar ketemu sama Tante lampir dan suaminya yang nggak tau malu itu" kata Ella mencari alasan


"Mulutnya" kata Tanisha menampar pelan mulut cablak putrinya itu


"AW" kata Ella mengelus bibirnya


"Mami ih kekerasan" keluh Ella


"Jangan banyak omong, sana mandi" usir Tanisha mendorong tubuh Ella Agar menjauh dari taman


"Iya mi iya ini mandi sabar dong. Nggak usah dorong-dorong" kesal Ella kemudian berdiri dan meninggalkan maminya di taman sendirian


'putri kita, permata kita sudah besar dan semakin dewasa mas. Kuharap kamu bangga dengannya. Dan maaf aku belum bisa menjadi ibu yang baik untuknya' gumam Tanisha melihat Ella yang semakin menjauh


_______


Follow


Instagram : @quella.ved


..."Your Life is Your Choice"...