
"Bagaimana bisa?" tanya Haru pada Ella dengan sangat amat penasaran.
Bagaimana tidak, setelah menghilang tanpa kabar selama beberapa tahun. Tiba-tiba Ella datang dengan tunangan barunya yang tak lain adalah Raka, teman sekolah mereka dulu. Bahkan mereka memberitahu bahwa akan segera menikah.
Terkejut, tentu saja. Sejak dulu Ella tidak pernah dekat dengan Raka. Meskipun ada insiden dimana Raka dan Kavin berantem. Tetap saja mereka sama sekali tidak menduga hal ini akan terjadi.
"Tentu saja bisa" jawab Ella kelewat santai
Saat ini Ella sedang duduk sembari mengobrol santai bersama Haru dan juga Lana. Sedangkan Raka sudah diseret oleh Ersya dan Malven, yang tentunya Elvan juga ikut bersama mereka. Katanya urusan laki-laki.
"Bukannya terakhir yang gue tau Lo masih stay di Singapura? Dan gimana kalian bisa ketemu lagi?" tanya Lana juga bingung
Lana dan Haru mulai menerka-nerka hubungan Ella dan Raka. Bagaimana mereka bisa kebetulan bertemu? Berapa lama mereka pacaran hingga memutuskan bertunangan dan akan segera menikah? Dan yang paling penting sejak kapan mereka dekat?
Melihat wajah bingung dan penasaran kedua temannya, Ella hanya terkekeh pelan. Hingga pertanyaan Lana membuatnya tersedak.
"Jangan-jangan lo udah punya hubungan sama Raka sejak SMA? Lo selingkuh dari Kavin, La?" tanya Lana blak-blakan
UHUKK
"Kalau ngomong jangan sembarangan" kesal Haru mengeplak lengan Lana keras lalu memberikan Ella air minum.
"Thanks" lirih Ella meletakkan gelasnya dimeja
"Imajinasi Lo terlalu liar" kata Ella kesal
"Mana ada gue selingkuh" tambahnya
"Gue sama Raka udah sahabatan dari jaman SD" jelasnya
"Oh ya? Kok kita nggak pernah tau?" tanya Haru heran
"Kalian nggak tanya" jawab Ella acuh
"Raka salah satu orang yang support gue saat gue jatuh dan kehilangan arah" tambahnya tersenyum tipis mengingat kebersamaanya dengan Raka
"El, bersedih itu wajar tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan"
"Jangan pernah merasa hidup lo hancur hanya karna keinginan Lo nggak sejalan dengan realita yang ada"
"Come on" kata Raka kesal melihat Ella yang masih belum bergeming dari tempat tidurnya.
"Hidup Lo belum berakhir, kebahagiaan Lo belum lenyap, dan juga harapan Lo belum musnah. Semuanya masih berjalan seperti sebelumnya"
"Jadi bangkit dan wujudkan semua harapan Lo. Kejar kebahagiaan Lo. Jalanin hidup Lo seperti sebelumnya"
"Apa gue bisa?" tanya Ella tersenyum miris
"Bisa, harus bisa. Karna gue yakin Lo pasti bisa" jawab Raka cepat
"Tapi gue takut" lirih Ella dengan air mata yang kembali mengalir dipipinya.
"Jangan takut. Gue akan selalu ada buat Lo. Gue akan selalu ada disamping Lo kapanpun Lo butuh" kata Raka memeluk Ella erat.
Raka selalu bersamanya, menemaninya, berada disampingnya dan selalu menjaganya. Persis seperti janjinya dulu.
Jika semua orang pikir, Ella tidak hancur saat memutuskan hubungannya dengan Kavin. Maka mereka salah, Ella hancur, Ella sakit, Ella merasa hidupnya berhenti. Kavin yang menjadi salah satu alasannya untuk berjuang dari sakitnya ternyata malah memberikan sakit yang lebih parah.
Tapi untunglah ada Raka yang memberikan semangat kepadanya untuk sembuh, menemaninya saat kontrol ke Rumah Sakit, merawatnya saat tubuhnya sedang drop, dan yang paling penting Raka tidak pernah meninggalkannya.
Entah mungkin karna sudah terbiasa dengan kehadiran Raka. Ella tidak sadar mulai bergantung pada Raka. Ella mulai memiliki perasaan lebih untuk Raka. Ella mencintai Raka.
Begitu juga dengan Raka yang memang sejak dulu memiliki perasaan terhadap sahabat kecilnya ini.
"Kayaknya Lo emang udah nggak waras deh" kata Haru bergidik ngeri melihat Ella yang senyum-senyum sendiri
"Ck, ngomong aja Lo iri" kata Ella mendengus sebal pada Haru
"Gue seneng Lo bahagia" kata Lana menyentuh lengan Ella
"Makasih" kata Ella ikut menepuk tangan Lana lembut
Lalu Ella, Lana dan Haru mulai membicarakan banyak hal bersama. Mulai dari kegiatan mereka selama ini, fashion, gosip terbaru, teman-teman mereka di sekolah dulu hingga rencana pernikahan Ella dan Raka. Mereka terlihat bahagia dan menikmati pesta.
Namun sayangnya kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama saat orang yang ingin dihindari oleh Ella datang menghampiri mereka.
"Selamat Kak El. Aku dengar kak El akan segera menikah" Kata Diana tersenyum manis. Jika saja Ella dan kedua temannya tidak melihat pancaran cemburu dan amarah di mata Diana. Ella pasti sudah tertipu oleh senyum manisnya.
"Hm, thanks" kata Ella ala kadarnya
"Ternyata tunangan kakak itu ketua Paskib dulu yah. Pantas aku familiar dengan wajahnya" kata Diana sok asik
"Oh" respon Ella singkat. Diana menahan marah melihat respon Ella.
"Karena kakak udah bahagia dengan calon suami kakak. Kalau begitu relakan Bang Kavin untuk ku. Biarkan aku dan Bang Kavin bahagia" kata Diana membuat Ella dan kedua temannya saling bertatapan lalu tertawa kencang.
Hahahaha
"Ck, gue nggak salah denger" kata Lana setelah puas tertawa
"Jadi lo dibuang Kavin?" tanya Haru sinis
"Kasihan"
"Ternyata karma itu memang ada yah" ejeknya sedangkan Ella hanya acuh menatap Diana
"Diana. Berapa kali gue harus bilang, hubungan gue udah berakhir sama Kavin" kata Ella santai
"Tapi Bang Kavin masih suka sama kakak" kata Diana sedikit enggan
"Yah, itu bukan masalah gue" kata Ella
"Bang Kavin masih cinta sama kakak" kata Diana
"Bang Kavin masih sayang sama kakak. Perasaannya nggak pernah berubah sedikitpun sedari dulu"
"Hanya kakak yang ada di hati Bang kavin" jelas Diana dengan tatapan terluka.
"Emang gue peduli? No, gue nggak peduli sama sekali" kata Ella
"Gue nggak peduli" tambahnya memperjelas perkataannya
Namun, siapa sangka bahwa pembicaraan mereka didengar oleh Kavin yang entah sejak kapan ada disana.
"El, aku nggak nyangka kamu bisa setega itu sama aku" kata Kavin dengan pandangan terluka
Ella yang melihatnya hanya bisa menghembuskan nafas lelah.
Mengapa drama ini tidak pernah berhenti. Jerit Ella dalam hati.
"Trus Lo mau gue gimana?" tanya Ella lelah
"Apakah nggak ada kesempatan buat aku kembali? Aku masih sayang dan cinta sama kamu" kata Kavin sembari ingin mengenggam tangan Ella. Sayangnya bahkan sebelum menyentuh Ella. Ella sudah ditarik Raka kedalam pelukannya.
Raka hanya diam sembari menatap tajam Kavin. Jika saja tidak ada Ella disini. Sudah dipastikan Raka akan menghajar Kavin habis-habisan. Lagipula laki-laki mana yang terima calon istrinya ditembak oleh mantan pacarnya.
"Nggak ada" jawab Ella tenang menatap Kavin
Hati Kavin semakin terluka mendengar jawaban Ella. Dirinya tau, saat ini tidak ada kesempatan lagi untuknya.
"Jaga Ella baik-baik. Jangan sakiti dia" kata Kavin pada Raka. Raka hanya tersenyum miring mendengar perkataan Kavin.
"Tenang. Gue bukan Lo. Yang ninggalin berlian hanya untuk sebuah biji jagung" sinis Raka lalu pergi bersama Ella.
...----------------...