
"Kamu yakin?" tanya Dokter Wisnu setelah mendengar keputusan Ella untuk mengikuti ujian di Singapura
"Iya, Ella yakin" jawab Ella lirih
"Kamu sudah memikirkan semuanya?" tanya Dokter Wisnu lagi
"Iya, dok" jawab Ella
"Kamu nggak akan menyesal? Memangnya kamu nggak kangen sama temen-temen dan keluarga kamu di Jakarta"
"El, dengerin dokter. Kalau masalahnya kamu nggak mau ketemu Kavin, dokter bisa urus itu" Kata Dokter Wisnu supaya Ella memikirkan lagi keputusannya, karena dia tau Ella begitu merindukan teman-teman dan keluarganya di Jakarta
"Enggak dok, bukan karena itu" sangkal Ella meyakinkan Dokter Wisnu
"Aku memang ingin berada disini dulu" katanya
"Tapi, El-" Ucap Dokter Wisnu terhenti saat Dokter Caca menyentuh lengannya
"Ada apa?" bisik Dokter Wisnu menatap tunangannya yang ada disampingnya
"Jangan" lirih Dokter Caca menggelengkan kepalanya melirik Ella yang terlihat sangat sedih
"Huft"
"Yaudah, kalau ini keputusan kamu. Dokter nggak bisa apa-apa, dokter akan mengurus semuanya" kata Dokter Wisnu mengelus rambut Ella
"Terimakasih dokter" kata Ella menatap Dokter Wisnu
"Sama-sama, apapun untuk kebahagiaan Ella" kata Dokter Wisnu memeluk Ella
"Dokter harap kamu tidak menyesal dengan keputusanmu" bisiknya
"Iya" lirih Ella membalas pelukan Dokter Wisnu
"Baiklah, dokter harus pergi sekarang" kata Dokter Wisnu melepas pelukannya dan bangkit dari duduknya
"Kamu tidak usah khawatir, dokter akan mengurus semuanya. Kamu hanya harus belajar dengan rajin, dan mendapatkan nilai sempurna" katanya membuat senyum Ella mengembang
"Tentu, aku pasti bikin dokter bangga" kata Ella percaya diri
"Anak baik" kata Dokter Wisnu menepuk kepala Ella pelan lalu beralih mendekati tunangannya yang sudah menyiapkan mantel dan tasnya
"Udaranya cukup dingin diluar" kata Dokter Caca membantunya memakai mantel
"Aku pergi, kalian baik-baik dirumah" kata Dokter Wisnu lalu mengecup kening Dokter Caca lama
"Kamu nggak usah khawatir" kata Dokter Caca membukakan pintu untuk Dokter Wisnu
"Aku akan menjaga Ella dengan baik" katanya
"Hati-hati" pesannya sembari melambaikan tangan ke arah Dokter Wisnu yang masuk kedalam lift
Setelah melihat pintu lift yang menutup, Dokter Caca masuk kedalam apartemen dan menutup pintunya. Menghampiri Ella yang masih terduduk di sofa ruang tamu.
"Ella ayo istirahat" katanya pada Ella
"Kamu tidak boleh terlalu lelah, kamu harus ingat itu" katanya mengelus pipi Ella
"Iya dokter cantik" kata Ella memeluk pinggang Dokter Caca dengan erat
"Ella ke kamar dulu" pamitnya lalu mencium singkat pipi Dokter Caca dan masuk kedalam kamarnya.
...----------------...
...Kavin Onyet 🙉...
Kata Rena sama Anya kamu mau ikut ujian di sana
Kenapa nggak pulang aja?
Kan cuma seminggu
Kita semua kangen sama kamu☹️
Terutama aku😘
Aku kangen banget sama kamu😢
^^^Maaf, Kav. ^^^
^^^Aku nggak bisa pulang dulu ^^^
Kenapa?
^^^Karena aku mau disini dulu^^^
Ya udah
Kalau itu mau kamu
Aku kan selalu dukung kamu, apapun pilihan kamu
^^^Sorry^^^
^^^Aku harap kamu bisa fokus buat ujian ^^^
Kamu juga,
Kamu harus fokus
Miss you, My Princess 😍
Aku selalu nunggu kamu di sini
^^^Miss you too^^^
...----------------...
"Maaf, Kav. Hatiku masih perlu waktu untuk bisa kembali percaya sama kamu. Aku sayang sama kamu, tapi aku juga kecewa sama kamu" Lirih Ella melihat chatting WA antara dirinya dan Kavin.
...----------------...
Sebulan berlalu Kavin dan teman-temannya sudah melaksanakan ujian di Jakarta. Begitu juga dengan Ella yang melaksanakan ujiannya di Singapura.
"FINALLY! Akhirnya perjuangan gue selesai juga" kata Rei excited begitu keluar dari kelas setelah menyelesaikan ujiannya
"Belum sepenuhnya, masih tunggu beberapa hari lagi. Baru kita tau lulus apa enggak" kata Rena meminum es jeruknya
"Gue udah yakin, kita semua pasti lulus 100%" kata Rei percaya diri
"Semoga" kata Anya penuh harap
"Gue nggak mau di gantung sama emak gue kalau nggak lulus" katanya bergidik ngeri mengingat mamanya saat marah
"Tenang aja, nggak bakalan"
"Rei bener, gini-gini kita pinter kok" kata Addi dengan wajah polosnya
"Hm, pinter banget" kata Rena sinis
"Oh ya, kalian kangen Ella nggak?" tanya Rena pada mereka
"Kangen" jawab mereka serentak
"Mau Skype nggak sama Ella?" tawar Rena mengeluarkan laptop dari tasnya
"Boleh" kata Anya antusias
"Biar gue, telpon Ella dulu" kata nya mengeluarkan ponsel miliknya dan segera menghubungi Ella.
"Ella" sapa Anya saat Ella mengangkat panggilan teleponnya
"..."
"Kita semua kangen sama Lo"
"Skype yuk" ajak Anya
"..."
"Oke-oke" kata Anya lalu mematikan teleponnya
"Ella setuju" kata Anya senang begitu juga teman-temannya yang lain.
Selang beberapa menit kemudian, Ella menghubungi mereka melalu sambungan Skype.
"Ella nelpon" kata Rena menujuk laptopnya. Mendengar Rena, mereka segera mengerumuni Rena untuk melihat Ella.
"Hai, guys" sapa Ella antusias
"Ella" sapa mereka senang melihat Ella setelah sekian lama tidak menyapanya
"Gimana keadaan kalian? Semua baik-baik aja kan? Ujiannya gimana? Sukses? Pastilah sukses. Gue tau kalian itu hebat-hebat" tanya Ella beruntun
"Woi woi, kalau nanya itu satu-satu" kata Rei sinis
"Itu pertanyaan apa gerbong kereta panjang banget"
"Rei Lo kangen gue lempar bantal lagi yah" ketus Ella mengangkat bantal yang ada di pangkuannya
"Iya, emang kenapa?" tantang Rei berani
"Jangan mentang-mentang gue nggak ada disana. Lo jadi ngeselin" kata Ella cemberut
Melihat Ella cemberut, Addi yang ada di samping Rei langsung memukul kepala Rei dari belakang.
Plakk
"Tenang El, gue udah sampaikan dendam Lo" kata Addi santai mengabaikan Rei yang ngamuk-ngamuk di sampingnya dan Rena Anya yang tertawa terbahak-bahak.
"Sip" kata Ella memberikan jempolnya melihat Rei yang kesakitan
"Gue jadi sayang sama Lo" katanya memberikan finger heart ke arah Addi
"Saranghae" kata Addi membalas finger heart Ella. Ella yang melihat tingkah Addi tertawa terbahak-bahak, sedangkan ketiga temannya ingin muntah melihat Addi yang sok manis.
"🤢"
"Cute" kata Ella disela-sela tawanya
"El, gimana keadaan Lo? Lebih baik?" tanya Rena mengabaikan kerusuhan yang diakibatkan oleh Addi
"Dokter bilang kondisi gue lebih baik dari sebelumnya" jawab Ella mengembangkan senyumnya
"Syukurlah, kita pingin cepet-cepet ketemu Lo" Kata Rena membalas senyuman Ella
"Gue juga kangen banget sama kalian" kata Ella sendu
"Oh ya, kok gue nggak Kavin. Dia dimana?" tanya bingung karena yang terlihat di layar laptop hanya ada Rena, Anya, Rei dan Addi.
"Dia ada urusan?" tanya Ella
Mendengar pertanyaan mendadak dari Ella. Rena, Anya, Rei dan Addi juga baru sadar bahwa tidak melihat Kavin sejak keluar dari kelas.
"Kavin kemana?" tanya Rena pada Rei dan Addi
"Nggak tau, terakhir gue lihat Diana nyamperin dia. Mungkin dia lagi sama Diana" kata Rei mengangkat bahunya acuh
"Dasar bajing*n itu masih belum tobat juga" kata Anya geram
"Jal*ng itu juga nggak tau malu lagi" katanya
"Awas aja kalau ketemu, gue-" kata Anya terhenti saat Rena menyenggol lengannya
"Apa?" tanya Anya ketus karena masih kesal dengan Kavin. Rena tidak menjawab hanya mengkode Anya untuk melirik ke arah Ella yang terlihat sedih.
"El, maaf" kata Anya tak enak hati
"Nggak papa" kata Ella memaksakan senyumnya
"Btw, kalian belum jawab pertanyaan gue. Gimana ujiannya?" tanya Ella mengalihkan pembicaraannya
"Ujiannya sukses sih, cuma ada beberapa soal yang cukup sulit" jawab Anya antusias melupakan kekesalannya pada Kavin
"Sama aja sih, disini juga gitu" kata Ella
Lalu mereka berlima kembali berbincang-bincang mengenai hal-hal kecil tentang sekolah dan keseharian mereka selama tidak ada Ella juga candaan-candaan garing khas Rei Addi. Rena dan teman-temannya yang lain juga, tidak berani menyinggung masalah Kavin sedikitpun. Karena bagaimanapun juga mereka tau hati Ella yang merasa sakit saat ini.
"Udah dulu ya, gue harus pergi bentar lagi" kata Ella setelah mereka berbincang cukup lama
"Iya, kapan-kapan kita telponan lagi" kata Rena
"Bye guys" kata Ella melambaikan tangannya
"Bye Ella" kata mereka tak kalah antusias
"Kavin keterlaluan" kata Rena setelah Ella mematikan sambungan Skype mereka
"Lo bener, kali ini Kavin emang keterlaluan" kata Rei setuju begitu juga dengan Addi
Pasalnya dari kacamata mereka, Kavin sudah semakin dekat dengan adik kesayangannya itu. Dan bahkan sudah mulai melupakan Ella, tunangannya.
"Kasihan Ella" kata Anya sendu
...----------------...
...Next?...