ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Keputusan Ella



Cklekk


"Sayang ini makan kamu" kata Tanisha begitu memasuki ruangan


"Loh, mana Raka?" Tanya Tanisha heran karena tidak melihat keberadaan Raka di ruangan putrinya


"Pulang" jawab Ella singkat


"Kok cepet banget" keluh tanisha


"Padahal mami udah bawain dia makanan" katanya mengeluarkan satu persatu makanan yang tadi di belinya dari kantong kresek


"Mami kelamaan" ejek Ella yang tidak digubris oleh Tanisha


"Mami beliin kamu bubur ayam" kata tanisha memberikan buburnya pada Ella


"Ayo makan, keburu dingin" suruh nya


"Makasih, Mi" kata Ella mulai memakan buburnya


Drt drt


"Halo" kata tanisha mengangkat panggilan telepon di hpnya


"..."


"Ah,, oke mami kesana" kata Tanisha mengakhiri panggilan teleponnya


"Siapa, Mi?" Tanya Ella penasaran


"Athaya" jawab Tanisha


"Tadi dia minta kesini, tapi mami nggak sempet jemput dia. Jadi, mami suruh supir Oma kamu buat nganter dia kesini" tambahnya


"Sekarang Ata udah di depan Rumah Sakit. Ata minta dijemput disana" kata tanisha


"Ohhh" kata Ella paham


"Yaudah El, mami keluar dulu ya. Cuman sebentar aja kok" pamit Tanisha meninggalkan putrinya sendirian


...----------------...


10 menit kemudian


BRAKK


"KAKAK" teriak Athaya antusias begitu membuka pintunya


"Anak ini" gumam Ella lelah dengan kebiasaan adiknya yang suka berteriak


"Atha jangan teriak-teriak ini Rumah Sakit" tegur Tanisha pelan


"Maaf mami" kata Athaya merasa bersalah.


"Atha cuma antusias aja bisa ketemu kak El"


"Atha kangen banget sama kak El" katanya sedih. Ella yang tidak tega melihat wajah sedih adik kesayangannya, berusaha mengalihkan perhatian Athaya.


"Oi,, kangen kakak nggak?" Kata Ella merentangkan tangannya. Athaya menganggukkan kepalanya antusias.


"Kalau gitu kenapa nggak peluk kakak?" Tanya Ella yang langsung membuat Athaya berlari berhamburan untuk memeluknya


Hap


"Miss you, sister" bisik Athaya pelan pada Ella


"Hehehe.. Manisnya adikku" kata Ella terkekeh kecil mendengar kata manis adiknya


"Miss you too, my lil brother" balas Ella


"Kak Ella masih sakit?" Tanya Athaya perhatian melepas pelukannya dan menempelkan punggung tangannya di kening Ella


"Sedikit panas" gumam Athaya pelan


Cup


"Nah, sekarang kak Ella akan cepat sembuh" kata Athaya semangat setelah mencium kening kakaknya


"Kok gitu?" Tanya Ella bingung


"Iya kan biasanya, kak El cium kening Athaya saat sakit supaya cepat sembuh" jawab Athaya dengan polosnya menunjuk dahinya sendiri


"Baiklah, sekarang kak El akan cepat sembuh karena ciuman Atha. Terimakasih" kata Ella tersenyum manis


"Sama-sama" kata Athaya ikut tersenyum manis menatap Ella


Tanisha cukup terharu melihat keharmonisan kedua anak kesayangannya. Meskipun cenderung sering berdebat saat dirumah seperti kebanyakan saudara yang lainnya, ia yakin mereka berdua saling menyayangi. Ella sangat sangat menyayangi adiknya begitu juga dengan Athaya yang juga sangat menyayangi kakaknya, terlepas dari fakta bahwa mereka mempunyai ayah yang berbeda. Cinta dan kasih sayang diantara mereka sangat besar.


'Terimakasih, sudah memberikanku 2 malaikat yang begitu manawan' batin tanisha bersyukur


"Ella, Atha. Mami keluar sebentar" pamit tanisha keluar dari ruangan itu.


...----------------...


"Kak El, mau ke Singapura ya?" Tanya Athaya mengejutkan Ella yang sedang membalas pesan dari Rena


"Atha tau darimana?" Tanya Ella khawatir adiknya mendengar hal-hal yang tidak seharusnya


"Jadi, kak El beneran harus pergi ya?" Tanyanya lagi sedih


"Hmm" gumam Ella yang juga tidak yakin harus menanggapi pertanyaan Athaya bagaimana


"Rumah pasti sepi nggak ada kak El, Atha juga pasti akan sangat kesepian" lirih Athaya menundukkan kepalanya


"Kalau kak El pergi siapa yang akan masakin Atha lagi kalau mami keluar kota, siapa yang akan nyari Atha sampai komplek sebelah kalau Atha nggak pulang-pulang, siapa yang akan berantem sama Atha lagi dirumah, siapa yang akan ngomelin Atha kalau Atha males ngerjain PR" lirihnya menitihkan air mata


"Kayla juga pasti sedih karena nggak punya temen main Barbie lagi, Oma juga sedih karena kak El pergi, Tante juga pasti bakalan sedih karena nggak punya temen shopping lagi" tambahnya dengan derai air mata yang semakin deras


"Atha" kata Ella tidak tau harus merespon apa. Pikirannya kalut saat ini mendengar perkataan adiknya


"Tapi Atha juga tau kak El pergi untuk kesehatan kak El"


"Atha nggak bisa cegah itu" kata Athaya mengangkat kepalanya untuk menatap Ella


"Atha ingin kak El selalu sehat, supaya kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama lagi"


"Atha nggak papa ditinggal sebentar asalkan kita akan selalu bersama nanti" katanya menghapus air matanya


"Atha" lirih Ella ikut menitihkan air matanya. Jujur saja Ella cukup terkejut dengan pikiran adiknya. Tapi, diatas semua itu ia sangat bangga adiknya bisa berpikir sedewasa itu.


"Kak El nggak usah khawatir, Atha akan jaga semua orang saat kak El pergi" katanya memeluk Ella erat


"Hmm,, jaga mereka untuk kakak" gumam Ella lirih mengeratkan pelukannya.


...----------------...


"Jadi bagaimana pilihan kamu?" Tanya Dokter Wisnu setelah memeriksa keadaan Ella seperti biasanya


"Apakah aku punya pilihan?" Tanya balik Ella


"El" kata dokter Wisnu


"Aku tau dokter semua ini demi kesehatan ku, hanya saja aku sedikit tidak rela harus meninggalkan mereka dengan jangka waktu yang tidak tentu" gumam Ella lirih


"Kamu jangan khawatir mereka akan baik-baik saja" kata dokter Wisnu berusaha menenangkan kekalutan Ella


"Aku harap begitu" gumam Ella pelan menatap jendela kaca yang menunjukkan langit cerah diluar


"Dokter sudah mengurus semua dokumen untukmu selama disana" kata dokter Wisnu


"Selama kita disana, kita akan tinggal di apartemen dokter. Kebetulan apartemen itu cukup dekat dengan rumah sakit" tambahnya


"Dokter dan Dokter Caca juga pindah kerja?" Tanya Ella masih tidak mengalihkan pandangannya


"Iya" jawab dokter Wisnu menganggukkan kepalanya


"Maaf udah ngerepotin" lirih Ella


"Hey,, kamu tak perlu merasa bersalah" kata dokter Caca yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan Ella


"Jujur saja kami memang ingin berkarir di Singapura. Kebetulan itu rumah sakit keluarga kami. Jadi, mereka ingin kami yang mengurus" tambahnya santai


"Benarkah?" Tanya Ella tak percaya menatap mereka


"Bener. kalau kamu nggak percaya, kamu bisa tanya Ayah Dio atau Papa Mario" jawab Dokter Caca


"Okey,, El percaya sama dokter cantik" kata Ella tersenyum manis


"Cute" pekik dokter Caca gemas ingin mencubit pipi tembam Ella namun segera ditahan oleh tunangannya


"Cih" sebal dokter Caca


"BTW, dokter juga sudah mengurus perpindahan sekolah untuk kamu" kata dokter Caca


"Secepat itu?" Tanya Ella tidak terkejut dengan perkataan dokter Caca


Dari awal ia sudah tau bahwa ia harus pindah sekolah, jadi ia tidak terkejut. Bagaimanapun Ella saat ini kelas 12 SMA, pendidikan juga sangat penting baginya. Karena itu, mereka memutuskan untuk sementara menyekolahkan Ella disana sembari Ella melakukan pengobatan.


"Memang belum 100%. Mungkin 2 hari lagi selesai" jawab dokter Wisnu


"Aku punya permintaan sebelum pergi" kata Ella


"Apa?" Tanya mereka berdua


"Aku hanya ingin mengunjungi sekolah untuk yang terakhir kalinya sebelum pergi" jawab Ella


"Aku ingin mengucapkan perpisahan untuk teman-temanku" tambahnya


"Boleh?" Tanya Ella penuh harap


"Tentu saja" jawab dokter Caca setuju


"Kita akan mengunjungi sekolah" kata dokter Caca mengelus lembut rambut Ella


.......


.......


.......


...----------------...


...Next?...