
Ella POV
Malamnya gue, Lana, Haru, Ersya, Elvan, Malven, Raka, dan Jeno tidur di musholla villa. Kita pikir disana lumayan nyaman buat tidur karna tempatnya jauh dari ruangan villa yang lain. Tapi kita salah, karna nyatanya nggak jauh dari villa yang kita tempati sekitar jarak 3 rumah. Terdengar suara-suara orang karaokean. Mana lagunya dangdut koplo yang gue kenal semua lagi, jadinya gue tidur sambil samar-samar pikiran gue ikut nyanyi juga.
Gue beneran nggak bisa tidur nyenyak sama sekali. Paling-paling cuma tidur 10 menit trus ke bangun lagi. Nggak hanya suara orang karaokean yang bikin gue ikutan nyanyi juga, tapi juga suara ngorok dari Ersya yang kenceng banget. Sumpah, gue antara kesel sama pingin ketawa denger suara ngorok Ersya.
Ditambah lagi gue baru mau tidur nyenyak. Eh, tiba-tiba kedengaran suara motor banyak banget, gue yakin itu pasti suaranya geng motor yang lagi touring. Jadinya gue lagi-lagi gagal buat tidur nyenyak.
Hiks, malang banget nasib gue malam ini :'(
Jam 12 tengah malam. Tiba-tiba kedengaran suara sirine yang keras banget. Sampai kita semua kaget.
"Apaan sih" kata Ersya ngantuk
"Palingan anak-anak bangunin peserta" kata Malven dengan malas
"Gue masih ngantuk" rengek gue kembali tidur sambil menutupi tubuh gue dengan selimut lagi
"Jangan manja. Ayo bangun" kata Haru menarik selimut gue
"Cih, elo mah enak tidur gue nggak bisa tidur bor" ketus gue kemudian beranjak bangun
"Lah bukannya elo tadi tidur duluan yah" kata Haru bingung
"Jangan sok bingung Lo, tadinya gue emang tidur duluan tapi gara-gara elo. Gue kebangun trus nggak bisa tidur lagi" keluh gue
"Hehehe maaf gue tadi syok banget" kata Haru tersenyum manis
"Cih" kata gue sinis
...----------------...
Flashback
"El yakin tidur disini" kata Haru melihat sekeliling musholla. Karna tempatnya yang cukup jauh dari area villa yang lain. Jadi sekilas musholla ini kelihatan seram, apalagi di belakang musholla langsung terdapat kebun yang lumayan lebat
"Hmm.. emang mau tidur dimana" kata gue menata bantal-bantal yang gue bawa
"Gue takut" kata Haru
"Ngapain takut, ada gue, Ersya, Jeno, dan Lana. Bentar lagi Elvan Malven sama Raka juga kesini. Kita disini banyakan" kata gue menenangkannya
"Tapi tetap aja gue takut" kata Haru kesal
"Udah tenang sih ada kita" kata Ersya yang diangguki oleh Jeno
"Udah ah, gue mau tidur" kata gue merebahkan tubuh gue disamping haru
"El jangan tidur" kata Haru mengguncang tubuh gue
"Shutt.. Sama Lana aja sana, gue ngantuk" kata gue mengabaikan haru dan menutupi tubuh gue dengan selimut. Mungkin karna kelelahan dengan aktifitas hari ini. Gue mudah banget buat tidur, bahkan mengabaikan temen-temen gue yang asik ngerumpi. Namun nggak sampai 5 menit gue tidur tiba-tiba
"KYAAA" teriak haru sambil menarik tangan gue kencang buat berdiri
"SHITT!!! Lo apa-apaan sih Ru, gue ngantuk banget. Ru!!" Teriak gue kesal karna tiba-tiba ditarik berdiri oleh haru. Kepala gue pusing banget lagi gara-gara bangun tiba-tiba kayak tadi.
"Itu ada lintah gue takut" kata Haru lirih bersembunyi di belakang gue
"Lo kan bisa minta bantuan sama mereka" tunjuk gue ke Lana, Ersya,dan Jeno yang nggak gue sadari ikut-ikutan berdiri dibelakang gue
"Mereka juga takut" kata Haru jujur
"SHITT!!!" kata gue kesal Lalu menyingkirkan lintah tersebut dengan kertas yang gue ambil entah dari mana
"PUAS!!" Kata gue kesal setelah membuat lintah tersebut ke luar
"Hehehe" mereka cengengesan
"Udah gue mau tidur jangan ganggu" kata gue kembali tidur. Namun, endingnya gue nggak bisa tidur gara-gara kebangun tiba-tiba tadi. Gue lihat haru dan yang lain udah tidur. Cih, katanya takut nggak bisa tidur. Sekarang mereka yang duluan tidur. Tiba-tiba gue merasa ter khianati disini.
...----------------...
"Udah jangan berantem. Ayo kita keluar" ajak Lana
"Ayo gue sekalian mau cuci muka dulu" kata gue keluar dari musholla
"Ayo gue juga deh. Kalian cuci muka juga, biar nanti nggak ngantuk lagi" saran Malven yang diangguki yang lain
Selesai cuci muka. Kita lalu menghampiri panitia dan peserta yang sudah berbaris. Namun, saat akan berjalan menghampiri mereka.
"Kita nunggui disini aja yuk. Biarin mereka berangkat dulu, kita tengah-tengah aja berangkatnya" kata Haru
"Sip" kata gue lalu duduk di jalanan aspal nggak jauh dari depan pintu masuk villa. Melihat gue duduk anteng, temen-temen yang lain juga ikut duduk disamping gue membentuk lingkaran.
"Guys mau susu nggak? Kalian belum nyusu semua kan?" Tawar Lana yang langsung membuat kami semua terkejut Salfok dengan kata-katanya
"Susu?" Kata Ersya menyakinkan
"Iya susu, susu kotak. Gue bawa banyak" kata Lana enteng
"Gila, gue pikir susu apaan. Tenyata susu kotak" kata Ersya
"Bener pikiran gue udah kemana-mana tadi" kata Malven setuju
"Pikiran kalian emang isinya jorok semua" ejek gue
Jangan salah meskipun, kami bisa dibilang anak organisasi. Tapi saat kumpul gini, kita juga nggak berbeda dari remaja lainnya. Yang omongannya kadang ngelantur.
"Jangan salahin kami, Lana yang ngomongnya ambigu" bela Jeno
"Cih. Alasan" sinis gue
"Jadi nyusu nggak nih, kalau jadi gue ambilin ditas gue" kata Lana
"Berhenti bilang nyusu. Kalau nggak gue tabok nih" ancam gue pada Lana
"Piss el✌️, gue cinta damai" kata Lana
"Eh kelompok 1 udah berangkat tuh" tunjuk Elvan pada sekelompok peserta yang mulai meninggalkan villa dan berjalan ke arah hutan
"Kita berangkat sekarang?" Tawar Elvan
"Ntar aja. Kalau kelompok 5 berangkat kita ikut dibelakangnya" kata Malven yang disetujui oleh kami
"Lan, katanya mau ambil susu kotaknya" kata Malven pada Lana
"Ah iya, ayo Ru. Kita ambil" katanya mengajak haru masuk ke villa lagi
"Lo nggak takut El" kata Ersya pada gue
"Takut apa?" Tanya gue bingung.
"Kita semua cowok loh. Lo cewek sendirian disini, siapa tau kita khilaf" kata Ersya menakut-nakuti gue
"Apalagi tempatnya sepi kayak gini" kata Jeno ikut-ikutan
"Justru gue sangsi sama jenis kelamin kalian" kata gue enteng yang langsung membuat mereka misuh-misuh
"Bangsat, gue nyesel nanya kayak gitu" kata Ersya kesal
"Eh, kalian denger orang karaokean nggak tadi malam" kata Elvan mengalihkan pembicaraan yang melukai harga dirinya sebagai cowok.
"Jangankan tadi malam, sampai sekarang mereka juga masih nyanyi" kata Jeno
"Nah nah tuh, dengerin mereka masih nyanyi" lanjutnya. Memang mereka sampai saat ini masih nyanyi lagu-lagu dangdut koplo
"Kemarin malam gue denger mereka nyanyi lagu yang nadanya tinggi banget. Eh tapi nggak nyampek nadanya. Jadi suaranya fals. Gue sampai ketawa ngakak" kata Jeno tertawa mengingat tadi malam
"Gue tidur sambil nyanyi, gara-gara denger lagunya" kata gue lesuh
"Beneran?" Tanya Malven tak percaya
"Bener, gue kira gue udah nyanyi satu album" jawab gue yang langsung membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Dasar nggak tau timing banget sih, udah tau adek kelas lagi jelajah malam. Harusnya sunyi, lah ini malah ketawa semua.
"Nah ini susunya" kata Lana membawa sekantong besar yang berisi makanan ringan
"Lo mau piknik?" Kata Elvan tak percaya melihat semua Snack yang dibawa Lana
"Udah diem. Ini ntar buat disana" kata Lana
"Okelah, setidaknya gue nggak kelaperan disana" kata Jeno mengambil satu Snack tersebut
Lagi enak-enak makan Snack sambil bercanda bareng yang lain. Tiba-tiba gue nyium bau bunga Kenanga yang wangi banget, tapi baunya cuma sekilas. Trus hilang trus bau lagi trus hilang lagi, begitu terus sampai 2 kali.
"Kalian nyium bau bunga kenanga?" Tanya gue pada mereka
"Mana nggak ada" kata Elvan mengendus-endus
"Hm, nggak ada" kata Raka disetujui yang lain
"Mungkin gue cuma halu. Lagian disinikan banyak bunga" kata gue mencoba berpikir positif
"Mungkin" kata Jeno
"Udah yuk ah kita berangkat" ajak Elvan yang disetujui yang lain.
Kamipun berjalan ke arah hutan dengan gue dan Elvan yang memimpin jalan. Seperempat perjalanan, kami ketemu dengan beberapa panitia yang bertugas di pos 1 . Jadi saat jelajah malam itu. Biasanya akan ada beberapa pos yang berjaga sepanjang perjalanan. Jelajah malam kali ini ada 3 pos. Pos pemberangkatan saat di villa tadi, pos 1 yang saat ini kami berada, pos 2 nanti, dan titik kumpul tempat berkumpulnya semua peserta dan panitia.
"Kak bang" sapa panitia di pos 1
"Iya" jawab kami
"Ini jalannya?" Tanya Elvan mewakili kami semua
"Lurus aja bang. Nanti ada pos 2" jawab salah satu dari mereka
"Oh yasudah. Kami pergi dulu. Semangat" kata Elvan menyemangati
Kamipun melanjutkan perjalanan, kira-kira 15 menit berjalan kita sampai di pos 2.
Namun dipos 2 masih ada 10 peserta yang entah kelompok berapa masih stay disana. Lana dengan soknya berjalan didepan barisan peserta dengan gaya angkuhnya yang gue yakin cuma bercanda sih. Sedangkan kami berjalan di belakang barisan peserta dengan tenang melihat kelakuan Lana. Saat Lana dengan percaya dirinya melewati mereka.
"Kak" sapa mereka begitu melihat Lana melintas didepan mereka.
"Hm" Jawab Lana cuek trus melanjutkan langkahnya
"Kak maaf, mau kemana? Jalannya kesini bukan lurus" kata salah satu panitia begitu melihat Lana jalan lurus
"Oh" kata Lana lalu berbalik dan menuju jalan yang ditunjukkan oleh panitia tersebut.
Gue dan temen-temen yang lain, langsung ngakak melihat Lana malu karna salah jalan.
"Hahahaha" tawa Ersya yang masih belum berhenti
"Gila, pasti malu banget tadi" ejek Malven pada Lana
"Jalan aja udah sok iye jalannya. Eh tiba-tiba 'kak maaf, mau kemana? Jalannya kesini bukan lurus' hancur sudah reputasi Lo" ejek Jeno menirukan perkataan panitia tadi
"Berisik. Lagian gue cuma iseng tadi. Mana gue tau kalau jalannya belok bukan lurus" bela Lana dengan wajah cemberutnya
"Udah udah" kata Elvan menengahi
"Guys hati-hati kanan jurang dalam banget kayaknya" kata gue menyenteri kanan gue
"Fiks, ini kayak gue yang jadi peserta" kata Haru melihat sekeliling banyak pohon-pohon besar dan gelap sunyi lagi
"Menurut kalian siapa yang nemuin lokasi kayak gini? Cocok banget sih buat jelajah malam. Yah meskipun resiko besar masuk hutan kayak gini" tanya Malven pada yang lain
" Ntah, yang ngurus kegiatan kali ini kelas 11. Gue cuma tau rundown sama lokasi aja" kata Elvan
"Masih jauh nggak sih titik kumpulnya?" Tanya haru
"Gue udah capek nih" keluh gue
"AW" kata gue kaget
"Lo kenapa?" Tanya Raka mewakili yang lainnya
"nggak papa. Tapi, tangan gue kayaknya nggak sengaja kemasukan serpihan deh. Saat megang ranting tadi" jelas gue menenangkan yang lain.
"Ceroboh" ejek Raka
"Yah mana gue tau bakalan kemasukan serpihan" bela gue
"Sakit?" Tanya Elvan
"Nggak" jawab gue apa adanya. Emang nggak sakit kok, gue tadi cuma kaget aja. Jadi reflek teriak
"Yaudah hati-hati. Guys hati-hati ya jalannya licin" kata Elvan selaku yang baris di depan sendiri
Setengah jam kita jalan, akhirnya sampai juga di lokasi titik kumpul yang bisa dibilang di tengah hutan.
"Kak bang" sapa panitia disana melihat kedatangan kami
"Iya" jawab kami.
Kami lalu duduk agak jauh dari tempat peserta.
"Ini masih kurang berapa kelompok lagi?" Tanya gue kepada Kila (panitia) yang berdiri nggak jauh dari gue
"Ini masih 4 kak, kurang 6 lagi" jawabnya
"Masih lama" keluh gue
"Tau gini, kita entar aja berangkatnya" kata Haru
"Udah ah, gue mau bobok" kata gue lalu tiduran di semak-semak diantara pohon-pohon besar
"Lo serius tiduran disini. Disemak-semak" kata Ersya tak percaya
"Iyalah, gue ngantuk dan disini nggak ada kasur. Adanya cuma semak. Jadi, gue tiduran di semak aja" kata gue tenang
"Kotor loh El, habis ujan juga" ingat haru
"Nggak papa berani kotor itu baik" kata gue enteng
"Sini Lan, bobok sama gue" ajak gue ke Lana yang dari tadi hanya melihat saja
"Ok" kata Lana menyetujui ajakan gue
"Ven?" Ajak gue pada Malven juga. Karna gue tau nih bocah kemarin juga nggak bisa tidur nyenyak
"Iya" kata Malven lalu tiduran juga disamping gue
Jadinya gue diapit oleh Malven dan lana
"Gue berasa camping beneran kalau kayak gini" kata gue melihat langit malam yang ditutupi oleh pohon-pohon tinggi
"No, mau ikut nggak. Nyaman loh" kompor gue kepada Jeno yang dari tadi melihat kearah gue
"Yah sekali-sekali jadi anak alam. nggak ada salahnya" kata Jeno menyerah lalu tiduran disamping Malven
"Nyamankan?" Tanya gue pada Jeno
"Lumayan" jawabnya. Setelah itu gue benar-benar tidur pules banget. Bahagianya hati gue, setelah perjuangan semalaman nggak bisa tidur. Akhirnya bisa tidur juga. 2 jam kemudian gue bangun. Yah lumayan lah, meskipun sebentar seenggaknya gue bisa tidur nyenyak.
Gue lihat sekeliling udah ada 10 kelompok yang dateng, berarti tinggal 1 kelompok lagi.
"Masih lama?" Tanya gue pada Elvan dengan suara serak habis tidur
"Palingan 5 menit lagi" jawab Elvan
"Bangun oi" kata gue membangunkan Malven dan Jeno yang masih tertidur sedangkan Lana udah bangun duluan
"Iya bentar lagi" kata Malven yang masih menutup matanya
"Bangun!! Bentar lagi renungan malam oi" kata gue berusaha membangunkan mereka.
"Iya iya ini kita bangun" kata Jeno malas
Renungan malam ini sebenarnya hampir sama dengan kegiatan motivasi.
Akhirnya kelompok terakhir sampai. Dan kegiatan dilanjutkan. Renungan malam dipimpin oleh seorang motivator yang dipilih sekolah, untuk memberikan motivasi pada para peserta.
Serempat jam berlalu. karna udaranya sangat dingin. gue, Lana dan haru jadi duduk dempet-dempetan bahkan bisa dibilang berpelukan.
"ngapain Lo semua jadi Teletubbies" kata Ersya menatap aneh kearah kami bertiga
"Dingin" kata gue
"cih, ngomong aja Lo iri. karna nggak ada yang di peluk. Dasar jomblo" ejek balik gue
"sorry yah, meskipun gue jomblo yang ngantri sama gue itu banyak" bela Ersya
"alasan klasik" santai gue
"udah jangan berantem, ntar dilihatin adek kelas oi" lerai Elvan
Mendengar teguran Elvan, kami berdua pun diam. Meskipun tetap pelotot-pelotan
"Apa lihat-lihat. gue colok nih mata Lo" ancam Ersya mengangkat 2 jarinya
"nih colok nih" tantang gue mendekatkan wajah
"ayo colok cobak"
"cih, untung Lo pacarnya Kavin" kata Ersya menurunkan tangannya.
Dasar mulut mercon, bikin gue inget sama Kavin Anying kan. galau lagi deh gue. emang yah mulut mercon Ersya itu, gue lakban lama-lama.
"Ella Lo kenapa?" Tanya Jeno membuyarkan lamunan gue
"Nggak papa. Masih lama?" Kata gue mengalihkan pembicaraan
"Masih. Mau kembali ke villa dulu?" Tanyanya begitu melihat wajah gue yang tadinya udah pucat sekarang bertambah pucat lagi karna kedinginan
"Boleh ayo" kata gue.
Setelah berpamitan kepada panitia yang ada disana gue dan yang lain segera kembali kevilla. Antara berangkat dan pulang. Lebih melelahkan pulangnya, karna jalannya menanjak membuat kami kelelahan.
"Gila kehabisan napas gue" keluh haru
"Nyesel gue males olahraga" kata Lana yang masih berjalan bersusah payah
"Jangan pingsan disini. Pingsan kita tinggal nih" ancam Malven dengan kejamnya
"Tega kalian" kata Lana sedih
"Yah gue tega-tegain aja" kata Malven acuh
"Dasar partner nggak bertanggung jawab Lo" sungut Lana
"Udah ayo jangan ngomong mulu. Gue bisa pingsan disini beneran, kalau kelamaan. Ayo cus" kata gue menengahi dan melanjutkan perjalanan lagi.
Akhirnya setelah berjuang dengan susah payah. Kita sampai juga di villa. Sampai di villa gue segera menuju musholla yang tadi buat melanjutkan tidur gue.
...----------------...
Jam 7 pagi gue baru bangun. Gue lihat masih ada 2 orang yang tidur nyenyak dan 2 orang lainnya sedang asik bermain gadget. Untungnya musholla ini udah lama nggak dipakek, karna pemilik villanya sudah membangun musholla baru yang lebih dekat dengan area villa yang lain. Jadi, kita tidur disini nggak menganggu orang lain yang ingin sholat.
"Bangun jam berapa Lo?" Tanya gue pada Elvan yang asik bermain gadget
"Jam 6.30" jawabnya tanpa melihat gue
"Ow. Peserta lagi pada ngapain?" Tanya gue
"Jam segini seharusnya mereka lagi senam pagi" jawab Elvan sambil melihat rundown acara
"Yang lain?" Tanya gue melihat Raka, Malven dan Lana yang tidak ada disana
"Nggak tau. Gue bangun mereka udah nggak ada" jawab Haru
"Ow" Jawab gue seadanya
"Oi. Bangun udah pagi" kata gue membangunkan Ersya dan Jeno yang masih asik tidur
"Hm. Bentar ma 5 menit lagi" gumam Jeno. Ma? Gila dikira gue emaknya apa
"Bangun nggak. Kalau nggak bangun gue siram kalian berdua" ancam gue
"Iya iya ini gue bangun. Galak banget sih Lo jadi cewek" sungut Jeno yang bangun dengan ogah-ogahan
" Yang lembut dikit ngapa jadi cewek" kata Ersya menambahkan
"Bacot. Lagian muka-muka kayak kalian nggak pantes dilembutin " kata gue meninggalkan mereka yang cemberut mendengar perkataan gue
"Mau kemana?" Tanya haru
"Gue mau berjemur" kata gue
"Lo kira kita dipantai" kata Jeno melihat gue aneh
"Disini dingin. Gue mau keluar biar kena sinar matahari" jelas gue supaya nih cunguk-cunguk paham
"Oh gitu" kata Jeno mengangguk-angguk kepalanya paham
Mengabaikan kelakuan absurt Jeno. Gue berjemur di kursi panjang yang nggak jauh dari musholla. Cukup lama berjemur, Lana, Raka dan Malven pun datang.
"Lo ngapain?" Tanya Raka bingung
"Berjemur alias menghangatkan badan" jawab gue
"Sekarang udah anget?" Tanya Lana
"Belom" jawab gue polos
"Yaiyahlah mana bisa anget. Kalau Lo duduknya dibawah pohon. Sinar mataharinya kehalang pohon" gemas Lana
"Masak sih?" Tanya gue tak percaya
"Noh Lo lihat noh" tunjuk Lana pada pohon dibelakang gue
"Bingsitz!! Gue nggak tau kalau ada pohon. Mangkanya dari tadi gue berjemur kok nggak panas-panas" kata gue cengo melihat pohon besar dibelakang gue.
"Bodo" ejek Raka singkat jelas dan padat namun nyess dihati
"Yah mana gue tau disana ada pohon" kata gue cemberut
"Udah masih pagi muka Lo jangan mendung gitu. Mendingan kita mandi" ajak Lana
"Dingin" rengek gue
"Nggak. Gue jamin abis mandi nggak dingin" kata Lana
"Yakin?" Tanya gue ragu
"Iya, udah ayo" jawab Lana menarik tangan gue menjauh dari Raka dan Malven.
Setelah mandi badan gue lumayan angetan. Nggak sedingin yang tadi pagi. Lana mengajak gue buat ke ruang makan, karna temen-temen gue yang lain udah pada makan.
"Lo mau makan apa? Gue ambilin" kata Lana
"Terserah" jawab gue sambil tersenyum manis
"Jangan senyum gitu. Gue pingin gigit Lo kalau Lo senyum manis gitu" kata Lana mencubit pelan pipi gue
"Bentar gue ambilin" katanya segera pergi karna takut gue ngamuk.
Lana memang anak yang perhatian meskipun sedikit lemot. Tapi gue tau dia itu salah satu orang yang mau berteman dengan gue secara tulus. Tanpa embel-embel apapun.
"Nih makan" kata Lana menyerahkan sepiring sandwich lengkap dengan saladnya dan segelas air putih.
"Makasih" kata gue memakan sandwichnya dengan semangat
"Makan yang banyak yah" katanya menepuk kepala gue pelan.
"Hm" kata gue mengabaikan kelakuan Lana
Selesai makan. Gue beres-beres barang-barang gue. Khususnya barang-barang UKS.
"Ye, masukin jadi satu aja. Ntar takutnya ada yang ketinggalan" kata gue membantu Yeye memasukkan obat-obatan yang kemarin di keluarkan
"Ciko Galeh, tolong selimutnya kalian masukin ke mobil gue. Nih kuncinya" perintah gue pada Ciko dan Galeh
"Sip kak" kata Ciko lalu segera pergi bersama Galeh
"Ro, tolong di cek lagi ya. Saya mau nyari barang-barang yang lain. Siapa tau nyelip dikasur" kata gue
"Kak semua udah lengkap" kata Roro setelah mengecek semua barang dan mencocokkannya dengan list yang sudah dipersiapkan sebelumnya
"Yaudah kalian masukin kemobil aku aja. Biar nggak kecampur sama barang panitia" kata gue sambil merapikan tempat tidur. Kemarin sebelum di pakekkan bersih berarti selesai di pakek juga harus bersih dan rapi.
Selesai membersihkan semuanya. Gue kembali ke musholla, karna entah kenapa badan gue sakit banget semua rasanya. Sampai di Musholla gue lihat haru dan Ersya lagi asik tidur. Karna males ngejahilin mereka, gue memilih buat ikut tidur.
Kira-kira 2 jam gue tidur. Sekarang jam 11. Menurut Elvan, kita pulang jam 11.30 an. Berarti masih kurang 30 menit lagi baru gue bisa pulang.
'Mending gue beres-beres barang gue aja kali ya. Yaudahlah gue beres-beres barang gue aja. Takut ketinggalan' pikir gue
Setelah packing semua barang-barang, kebetulan Lana dateng ngasih tau kalau apel penutupan bakalan dimulai.
"La, ayo keluar. Kita mau apel dulu. Abis itu pulang" ajak Lana yang gue angguki. Kamipun pergi ke halaman villa untuk mengikuti apel penutupan. Sekitar 15 menit, apel penutupan sudah selesai.
Dan bus untuk peserta juga datang. Kamipun, bersiap-siap untuk pulang.
Tepat jam 11.00, semuanya sudah selesai. Peserta dan panitia juga sudah masuk ke dalam bus. Gue juga udah siap buat nyetir sendiri. Karna Elvan dkk ikut mobil Raka.
"Guys, gue langsung pulang ya" pamit gue pada Elvan dkk
"Hati-hati jangan ngebut" kata Raka
"Sip" kata gue mengacungkan jempol
"Ciko, Galeh, Roro, Yeye gue pulang duluan. Kalian pulangnya hati-hati. Dan terimakasih untuk waktunya selama 3 hari ini" kata gue tersenyum tulus pada mereka berempat
"Sama-sama kak" kata mereka
"Gue balik dulu ya. Bye" kata gue kemudian masuk kemobil
"Bye" kata mereka serempak
Setelah 30 menit perjalanan yang cukup melelahkan. Akhirnya gue sampai dirumah. Karna mami sedang keluar kota untuk beberapa hari. Jadi rumah sangat sepi banget. Untungnya gue sebelum pulang tadi sempet mampir dulu ke restoran, jadi gue nggak perlu masak lagi buat makan siang.
Selesai mandi dan berganti baju. Gue lalu mencuci semua baju dan selimut yang dipakai kemarin. Gue nyuci sendiri, nggak pernah ngelaundri karna gue nggak suka aja barang-barang gue dipegang orang lain. Karna cucian lumayan banyak. Gue baru selesai jam 3 sore. Baru aja mau tidur, tiba-tiba
Drr..drr..
Oma calling....
"Assalamu'alaikum Oma" sapa gue melihat nama kontak Oma tertera di hp gue
"..."
"Duh Oma, Ella baru pulang camp. Capek banget mau tidur" kata gue
"..."
"Ella capek banget loh ini Oma " kata gue mencoba membujuk Oma
"..."
"Sama Tante Adis aja" usul gue
"..."
"Ok ok, Ella anterin ke weddingnya cucu temen Oma" kata gue setuju
"..."
"Hm. Jam 7" kata gue
"..."
"Bye. Waalaikumussalam" kata gue memutus telepon Oma
Baru aja mau bobok cantik. Eh ada aja yang ngajak keluar. Untungnya gue cucu baik hati, kalau nggak mana mau gue pergi.
Sekarang masih jam 3.15. Masih ada waktu, mending gue telpon butik mami aja. Minta baju, daripada gue ke mall.
"Assalamu'alaikum onty" sapa gue pada orang yang sedang gue telepon
"..."
"Ella, minta kirimin baju dong ty. Terserah yang apa. Pokoknya buat ke wedding. Yang simple aja" pesan gue pada salah satu pegawai mami di butik
"..."
"Iya Ella tunggu ya, jangan lupa sizenya yah. Takut kebesaran atau kekecilan nanti" ingat gue.
"..."
"Ok onty makasih. Assalamu'alaikum" putus gue
Oke dress udah siap. Sekarang mending gue prepare aja.
.
.
.
Skip
.
.
.
Jam 7 malam. Gue udah siap dengan dress yang gue pesen di butik mami tadi. Dress putih simple selutut dengan kerah Sabrina yang dihiasi bunga-bunga kecil berwarna peach. High heels berwarna peach, dan tas selempang yang berwarna senada juga. Tak lupa rambut yang gue kepang simple namun elegan. Dengan riasan wajah natural yang bisa menutupi wajah pucat gue.
Btw, gue baru ngeh kalau muka gue emang pucet banget saat ngaca tadi.
Sampai di rumah Oma
"Oma ayo berangkat" ajak gue pada Oma yang sudah siap di teras dengan gaun simplenya.
"Ayo" katanya kemudian masuk kedalam mobil. Melihat Oma masuk kedalam mobil, gue segera masuk juga dan menjalankan mobil dengan santai
Di tempat wedding
"Hay Nin, kenalin ini cucuku" kata Oma mengenalkan gue pada salah satu temannya
"Cantik, siapa namanya?" Tanya temen Oma
"Ella. Em-"
"Nindi, nama saya nindi. Kamu panggil saya Oma nindi saja" katanya sambil mengulurkan tangannya untuk menepuk kepala gue pelan
"Iya Oma nindi" kata gue tersenyum manis
"Duh manis banget cucu kamu Dannia" puji Oma nindi
"Yaiyah dong. Ella inikan seperti aku waktu muda dulu" bangga Oma
"Dih, PD banget kamu" kata Oma nindi
"Bukan PD tapi fakta, kamu inget nggak waktu Roni ngejar-ngejar aku dulu" kata Oma bernostalgia
"Ah, Roni yang tampan itu" kata Oma nindi antusias ikut bernostalgia.
Lalu percakapan mereka berlanjut mengenang masa-masa sekolah dulu, jadilah nostalgia diantara oma-oma ini.
"Oma, Ella kesana dulu ya" tunjuk gue pada stan es krim
"Ya, nanti Oma kesana nyusul kamu" setuju Oma.
Mendengar persetujuan Oma, gue segera melarikan diri dari percakapan mereka yang masih asik bernostalgia. Setelah mengambil es krim vanilla, gue memilih duduk sendirian sambil asik makan es krim. Jangan berkhayal bakalan ada cowok yang nyamperin gue trus ngajak gue kenalan. Karna nyatanya sampai es krim gue habis pun, nggak ada yang nyamperin gue sama sekali. Emang yah, realita tidak seindah ekspetasi.
Namun, Nggak lama setelah es krim gue habis. Oma menghampiri gue untuk mengajak pulang. Sampai dirumah setelah mengantarkan Oma terlebih dahulu tentunya. Gue langsung tidur, nggak peduli belum hapus make up dan ganti baju. Karna gue udah ngantuk banget. Hanya beberapa saat untuk gue tidur dengan nyenyak.
...----------------...
...Ig: @quella.ved...
..."Your Life is Your Choice"...