ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Kavin keterlaluan



SMA GARUDA,


"Kavin" panggil Rena pada Kavin yang sedang asik tiduran di rooftop sekolah bersama kedua orang sahabatnya yang tak lain adalah Rei dan Addi


"hmm" sahut Kavin tanpa mengalihkan pandangannya dari handphonenya


"nggak ada yang mau Lo jelasin gitu?" tanya Anya tak sabaran


"apa??" tanya Kavin bingung


"Lo emang bego apa pura-pura bego" ketus Rena


"kalian ini apaan sih, dateng-dateng marah-marah nggak jelas" kata Kavin heran.


Sedangkan kedua sahabatnya hanya diam tanpa berniat ikut campur karna mereka sudah tau apa yang Rena dan Anya lakukan.


Rei dan Addi sebenarnya juga kesal dengan kelakuan playboy Kavin yang tidak ada habisnya bahkan saat Ella sedang sakit. Tapi mereka memilih tidak ingin ikut campur.


Namun, beda lagi jika Kavin semakin tidak bisa diberi tahu maka mereka akan langsung memukul Kavin untuk memberinya pelajaran.


"Lo yang nggak jelas"


"maksudnya apaan Lo posting kayak gitu di Instagram" kata Rena to the point


"ohh,, masalah postingan di Instagram gue" kata Kavin akhirnya paham dengan alur pembicaraan Rena dan Anya


"kenapa emangnya?" tanya Kavin


"masih tanya kenapa lagi" kata Anya geram


"Lo emang kelewat bego" katanya


"huftt,, tenang Anya. Ngadepin buaya kayak dia emang harus banyak bersabar" kata Rena menenangkan Anya yang sudah naik pitam ingin menghajar Kavin saja


"gini, Lo gk mikirin apa perasaan Ella ngeliat postingan itu?" tanyanya


"kenapa? Ella baik-baik aja kok" kata Kavin santai


"emang Lo bisa tau kalau Ella baik-baik aja?" sewot Anya


"tadi gue telpon dia, dan jelasin kalau di postingan itu cuma sekedar temen yang udah gue anggep kayak adik gue sendiri aja" jelas Kavin


"temen kayak adik?" tanya Rei bingung


"iya, Namanya Diana. Diana anak brokenhome. Kakaknya percayain dia buat gue jagain. Jadi, gue udah anggep dia kayak adik gue sendiri" jelas Kavin lancar


"Dan tanggapan Ella?" tanya Rena penasaran


"cuma bilang iya terserah gue" jawab Kavin


"gue nggak tau Lo emang terlalu baik sama cewek apa gimana? yang jelas gue nggak habis pikir sama pikiran Lo" kata Addi tercengang


"nggak ada adik kakak an sedekat itu, Lo emang nggak ada perasaan sama dia tapi gimana kalau Diana Diana itu yang punya perasaan sama Lo" tambahnya


"yah,, gue juga nggak tau" kata Kavin cuek


"Bisa nggak sih, sekali aja sebelum ngelakuin apapun pikirin dulu gitu gimana perasaan Ella, kalian udah bertunangan" kata Rena jengah


"kenapa dengan Ella? kami bertunangan bukan berarti Ella bisa larang-larang gue buat berteman dong. Itu namanya Ella egois. Lagian gue cuma kasihan sama Diana, dia sendirian keluarganya nggak peduli sama dia. Sedangkan Ella, hidupnya selalu dikelilingi orang-orang yang sayang sama dia. Apa salahnya gue sedikit perhatian sama cewek lain" kata Kavin semakin membuat Rena dan Anya naik pitam


"toh gue tetep sama Ella, nggak ninggalin dia" tambahnya


"Keluarga Ella juga hancur, malah lebih hancur dari adik kesayangan Lo itu. Ella juga menderita, hanya aja dia nggak pernah ngeliatin penderitaannya" kata Anya keceplosan


Deg


'mati, gue keceplosan' batin Anya panik


"maksudnya?" tanya Kavin bingung


"nggak, nggak papa" kata Anya cemas


"nggak usah bohong, jujur"


"ada apa?" tanya Kavin lagi


"nggak papa Nya, Kavin emang harus tau yang sebenarnya. Kita emang nggak punya hak buat ngomong ini. Tapi gue nggak tahan lagi Kavin seenaknya sama Ella" kata Rena


"nggak usah bertele-tele,, jadi maksud kalian apa?" tanya Kavin


'maafin gue El, gue harus lakuin ini' batin Anya dan Rena


"Kav, pernah nggak sih Lo mikir kalau Ella dan Athaya itu punya ayah yang beda?" tanya Rena ambigu


"maksudnya?" tanya balik Addi


"Ayah kandung Ella itu udah meninggal saat Ella umur 4 tahun, lalu saat umur Ella 9 tahun mami Ella memutuskan untuk menikah lagi. Sayangnya, pernikahan mereka nggak bertahan lama. Mami dan papa tiri Ella pisah saat Athaya umur 3 bulan" jelas Anya mengejutkan Kavin dan sahabat-sahabatnya


"Lo nggak lagi bercanda" kata Kavin menolak percaya


"Buat apa kita bercanda soal kayak gini" kata Anya menggelengkan kepalanya


"Kita emang nggak tau alasan lengkapnya kenapa mereka pisah. Yang pasti hati Ella hancur saat itu, apalagi saat Ella tau. Kalau Papa tirinya meninggalkan mami dan adiknya hanya karna mami Ella lebih memilih mempertahankan Ella daripada suaminya" kata Rena sedih


"kalian bisa bayangin gimana sakitnya hati Ella, dia selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kehancuran keluarganya walaupun dia tau ini juga bukan sepenuhnya kesalahannya" kata Anya meneteskan air mata


"Apalagi disaat adik kesayangannya, Athaya. Menanyakan dimana papanya, hati Ella semakin merasa bersalah dibuatnya" kata Rena mengingat wajah penuh rasa bersalah Ella saat bercerita tentang adiknya padanya


"Ella merasa sudah menggambil hak adiknya untuk memiliki keluarga yang lengkap" kata Anya sedih


"Dibalik senyuman manis dan wajah cerianya, Ella menyimpan beribu luka yang menyakiti hatinya. Dia berusaha tertawa walau batinnya menjerit setiap saat" kata Rena sedih


"kenapa Ella nggak pernah cerita apapun sama gue?" kata Kavin termenung


"sebelum Lo tanya gitu, harusnya Lo tanya diri Lo sendiri dulu. Kapan Lo ada buat Ella? nggak ada, Lo hanya sibuk dengan semua selir kesayangan Lo itu. Sekalipun ada waktu, Lo nggak bener-bener bisa ada untuk Ella" kata Anya begitu mengena di hati Kavin


"Kadang gue mikir, kesalahan terbesar dalam hidup gue adalah ngenalin gadis sebaik Ella buat laki-laki yang bisanya cuma nyakitin dia" kata Rena semakin menusuk hati Kavin


"Awalnya gue yakin Lo pasti bisa berubah menjadi lebih baik lagi apalagi setelah tau Ella sakit. Nyatanya, Lo makin menjadi-jadi. Dan gue nggak terima kalau sahabat kesayangan gue Lo sakitin seenaknya" kata Rena mengeluarkan semua kekesalannya


"gue pernah bilang ini sama lo, dan akan gue ulangi sekali lagi"


"Jaga Ella sebelum dia benar-benar lelah, dan pergi ninggalin Lo" ancam Rena


"Karna sekalinya Ella memilih pergi, maka Lo akan kehilangan dia selamanya. nggak ada kesempatan kedua dalam kamus Ella" tambah Anya sebelum pergi dari balkon meninggalkan Kavin dan sahabat-sahabatnya yang masih termenung mencerna semua informasi yang baru mereka dapatkan


________


"El,, kita bener-bener minta maaf" kata Rena yang terhubung dengan Ella lewat sambungan telepon


hening.. Ella tidak merespon apapun


"El,, ngomong dong. jangan diem aja" rengek Anya


"Jadi, Kavin udah tau" kata Ella diseberang sana


"iya" cicit Anya dan Rena pelan


"it's okay,, udah kejadian" kata Ella kelewat santai


"Lo maafin kita??" tanya Rena antusias


"iya gue maafin kalian berdua,, sahabat-sahabat gue yang mulutnya lemes banget" sindir Ella


"hehehe,, ya maaf. Lagian gue kesel banget sama kelakuan Kavin" kata Anya yang masih kesal jika mengingat jawaban Kavin tadi


"udah sih lupain. Gue aja yang tunangannya B aja" kata Ella santai


"Tapi, gue penasaran. Lo tumben diem aja kalau Kavin berulah" kata Rena kepo


"gue lagi nggak mood"


"udah ah, gue mau mandi dulu"


"sampai ketemu lagi, girls" pamit Ella lalu mematikan sambungan teleponnya


_____➖➖➖➖__